" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 1996 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 23, 1996

Praise & WOrship, the effects fot unsaved souls

Hari itu adalah pengalaman pertamaku ikut acara pujian & penyembahan (p&p). Sebenarnya aku diajak oleh Yanty dan teman-teman kostnya.

Aku masih ingat nama acaranya, Relax Night. Namanya juga p&p, ya dibuka dengan doa, duduk, berdiri, menyanyi, bersorak, menari, duduk lagi, operet, berdiri lagi, dan ditutup lagi dengan doa. Saat itu aku benar benar canggung. Kalau semua berdiri, aku ikut berdiri. Duduk, aku ikut duduk. Nyanyi, ya kalau pas kelihatan teksnya ya ikut. Perasaanku juga jadi nggak enak. Mungkin karena pengalaman pertama, atau karena hal lain? Misalnya karena tidak, eh, belum pada tempatnya?

Saat operet dimainkan, aku jadi teringat akan pelajaran agama saat di SD. Cerita-cerita itu naik lagi dari dalam otakku. Mengguncang logikaku, meremas perasaanku. Pokoknya ada sesuatu yang mengganjal di hati. Saat itu aku nggak tau apa.

Catatan akhir:

  • Acara pujian & penyembahan, merupakan cara paling gampang (menurut saya, tentunya) untuk membawa jiwa mengenal Yesus

September 12, 1996

First time He open my heart and mind

Hari itu, adalah hari biasa. Hanya saja hari itu Yanty cerita tentang masa lalunya. Tentang bagaimana saat SMA diajak temannya untuk mengenal lebih jauh tentang Yesus. Sejak saat itu Yanty hidup di dalamNya.

Aku merenungi ceritanya. Hidupnya penuh berkat dari Tuhan. Aku mulai membuat perbandingan denganku. Jujur, aku dulu mempunyai keyakinan seperti ini: aku percaya adanya Tuhan yang membimbing kita di dalam hidup ini. Tapi aku tidak mempercayai kitab suci apapun, nabi apapun, apalagi Yesus. Aku nggak menganut agama apapun, tapi bukannya atheis. Aku tahu bagaimana caranya berdoa, berbicara kepadaNya. Ada satu lagi, tapi rasanya bukan di bagian ini aku bercerita. Pokoknya, that's my old way of life.

Balik lagi soal Yanty. Aku lihat dari hari ke hari, walaupun di kehidupan kostnya banyak sekali masalah, dia tetap tegar, ceria. Selalu bersyukur kepada Tuhan terhadap berkat yang dia terima walau sekecil apapun! Yang lebih hebat lagi, aku melihat hal yang serupa dari teman kostnya!

Ada rasa iri di hatiku. Kenapa aku tidak merasakan hal yang sama? Yanty mendapat nilai A untuk KKN, dan dia bersyukur sekali, dia bersuka cita! Bersuka cita, kata-kata yang baru bagiku. Aku mendapat nilai yang sama. Aku hanya senang saja. Tidak bisa menikmatinya seperti Yanty. Kenapa?

Sejak saat itu aku membuka diriku, untuk mendapat suka cita itu. Benar tidaknya tujuanku, yang pasti, pada akhirnya, aku sadar bahwa Yanty hanya bercerita, dan hidup dalam Kristus, tidak lebih dari itu. Ada sesuatu yang membimbingku, membuka hati dan pikiranku, untuk Yesus.

  • Catatan akhir:
  • Biarlah hidupmu menjadi terang untuk orang lain
  • Kesaksian yang paling mudah tentang Kristus, adalah menceritakan kehidupanmu sendiri, ditambah sedikit keberanian untuk terbuka