" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 2001 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 6, 2001

God works in mysterious ways

Sejak aku beli rumah di Taman Surya, air PAM hanya mengalir sekitar 1 bulan pertama. Setelah itu mati. Air diantar dengan truk oleh PAM. Jadi tiap Sabtu atau Minggu pasti ada hari yang dikorbankan untuk 'menunggu air'.

Seperti juga hari Minggu lalu, sudah sejak hari Jumat aku minta dikirimkan truk air, agar datang hari Sabtu. Maksudnya agar hari Minggu aku bisa santai sedikit dan acara ke gereja tidak terganggu. Tapi sepertinya PAM tidak mau mengerti. Aku sampai bosan setengah mati, dan ada dilema di hatiku: berangkat gereja nggak ya? Aku ikut kebaktian jam 6 sore. Sedangkan truk air biasanya memang nongol antara jam 12 siang sampai malam.

Saat itu aku tahu (lagi...) apa maksudnya berserah kepada Tuhan. "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Matius 6:26). Yah, kalau Tuhan memang berkenan aku mandi hari ini pasti truk itu akan datang. Tapi bagaimana dengan acaraku ke gereja? Akhirnya saat itu aku memutuskan untuk menunggu air. Ternyata aku belum bisa berserah sepenuhnya...

Akhirnya datang juga truk itu, jam 6 sore pas. Jarak rumah sampai gereja sekitar 30 menit (kalau tidak macet) dan aku belum mandi. Jadi aku akan sangat terlambat kalau dipaksakan berangkat. Hari itu aku merasa tidak enak. Terus terang, pergi ke gereja tiap Minggu sudah menjadi kebutuhan (mendapat kesegaran baru, bertemu teman-teman, memuji Tuhan bersama, de el el...).

Perenungan hari itu mengingatkanku pada satu pertanyaan salah satu anggota komsel beberapa minggu lalu, "Apakah Karya Salib Yesus akan tetap terjadi seandainya Yudas tidak menjualnyaNya?". Saat itu diskusi kami menyatakan bahwa Yudas telah diberi kesempatan untuk tidak melanjutkan niatnya (Matius 26:20-25). Tapi misalkan Yudas tidak mencium Yesus pagi itu, Karya Salib akan terjadi juga, dengan cara lain.

Dalam skala kecil dan permasalahan lain, begitu juga soal keputusanku menunggu air. Jika aku sudah berserah kepada Tuhan, maka air itu akan aku dapatkan juga, bagaimanapun dan kapanpun (pada saatnya). Tapi aku diberi kebebasan Tuhan untuk memilih, apakah aku berangkat ke gereja hari itu atau tidak.

Minggu berikutnya, aku tidak mau hal itu terulang lagi. Gee..., air datang jam 10 pagi! Tuhan memang bekerja menurut jalanNya yang kadang sukar dimengerti. Haleluya!

Catatan akhir:

Berserah penuh, latihlah dari perkara-perkara kecil.

Kita sebagai anakNya telah diberikan kemampuan untuk menggunakan hikmat yang telah diberikan olehNya. Pakailah untuk meninggikan nama Tuhan.

Tuhan memiliki cara sendiri yang kadang kita sebagai hambaNya tidak dapat mengerti.