" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: March 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

March 31, 2005

Working Remotely

Sebenarnya cara kerja seperti ini adalah salah satu keuntungan bekerja di dunia teknologi informasi. Bingung? Waktu menulis entri ini saya sedang melakukan koneksi dial-up ke LAN (local area network) kantor dari rumah. Jadi saya bisa akses hampir semua resources yang ada di LAN kantor semirip duduk di depan PC kantor saya.

Sudah dua setengah jam dial-up. Mungkin ini yang terlama dari yang sudah-sudah. Saya sedang menyelesaikan PR membereskan server kantor. Install ini itu membuat saya dua hari lembur. Kemarin malah pulang jam setengah sepuluh malam. Hari ini saya berniat ketemu Willi sebelum dia tidur, jadi harus pulang seperti biasa. So, di sinilah saya, tadi install dan download beberapa aplikasi sambil bercanda dengan Willi. Sekarang menunggu instalasi salah satu aplikasi selesai sambil nonton tivi, makan kacang, angkat kaki ke meja kerja, pakai baju tidur, dan sewaktu-waktu bisa langsung masuk ke kamar dan tidur.

Hem, bayangkan saja kalau saya bisa bekerja seperti itu setiap hari. Yang jelas working hour bisa lebih dari 8 jam standar. Soal dedikasi itu memang urusan lain lagi. Tapi saya benar-benar mendambakan lingkungan kerja yang seperti ini. Sudah bosan dengan keributan lalu lintas Jakarta. Walaupun mungkin bakal bosan juga berkutat sendiri, komunikasi hanya menggunakan jalur maya seperti Y!M atau email. Yah, paling tidak saya memiliki opsi bagaimana saya bekerja, selama jaringan kawat tembaga Telkom di rumah saya beres-beres saja...

(tidur ah...)

March 30, 2005

Dealing With The New Server

Akhirnya...!!!

Setelah berhari hari status Y!M: ./configure; make; make install sekarang saya bisa ganti dengan securing.... Ini gara-gara orang pakcik yang iseng naruh t0rn rootkit di server lama saya. Yup, tanggal 16 Maret dia men-deface halaman web saya. Saya tahu waktu di Samarinda (pas secara geografis dekat dengan dia) browsing ke web saya. Yah, apa boleh buat, saya biarkan dia blasak-blusuk di server saya. Saya sedang cripple saat itu karena hanya konek ke Internet pakai Flexi.

Pulang dari Samarinda, dibantu sama Pampi saya mencoba deteksi sesuatu yang aneh di server. Eh, ketemu juga dan usulan paling handal adalah install ulang. Ya sudah lah. Ambil mesin baru, install Solaris, download puluhan patch dan program, install (sebagian besar harus ./configure; make; make install), tambah package, pindah data, dan puluhan tetek bengek lainnya yang saya tidak pernah catat (jadi kalau nanti reinstall pasti saya kerepotan lagi). Sekarang, web server jalan, mail server jalan. Tinggal log analyzer, dns server, dan proxy saja yang belum. Itu bisa menyusul. Beberapa hari ini saya sudah pulang di atas jam 9 malam terus. Cape'

Uaaahh.... sekarang sudah bisa agak santai. Blogwalkin' lagi. Jalan-jalan ke Samarinda lagi... Cihuy!

March 21, 2005

Web Server Hacked, DNS Server Crash...

Hebat. Hari pertama saya masuk kantor lagi, sudah dihadapkan 'masalah rutin' dari ruang server. DNS server saya yang notabene sudah mati kipas powernya sejak setengah tahun yang lalu (males shutdown karena orang accounting pasti teriak-teriak) hari itu bener-bener mati. Pas bener deh pilih harinya. Dan satu lagi, web server juga kena hack, dari orang yang punya situs www.sirkay.org. Orang Malaysia emang lagi sentimen kali dengan situs .id. Sampai-sampai dengan bangganya dia melaporkan telah sukses membobol salah satu domain .id ke www.cert.or.id. Ugh... meskipun masih sopan (file-file yang ter-deface dia bikin backupnya) tapi tetap saja menjengkelkan. Memang sih saya jadi tahu kalau server saya banyak bolongnya. Tapi memang begitu kok. Low profile server memang nggak diharapkan untuk punya pertahanan tingkat tinggi. Dedicated admin saja tidak ada. Yah, akhirnya sampai sore ini saya berjuang mengembalikannya kembali.

Pertama ganti power supply DNS server. Sudah pasti orang accounting teriak. Untung mereka masih menganggap saya di Samarinda, jadi Andi, salah satu net admin GI yang kena kupingnya... Beres, saya lalu mencoba ganti server dulu. Salah seorang teman bilang, itu cara yang paling bersih, karena bisa dimungkinkan pakcik ini meninggalkan semacam rootkit yang bakal kirim segalanya ke mesin dia...

Ah... hari ini benar-benar capai. Belum selesai nih. Barusan bongkar gudang, dapat SUN Ultra 5. Hanya dengan kapasitas 8GBytes dan 128MBytes memori, saya coba mirror web server saya itu. Tentunya dengan sources yang paling baru...

March 17, 2005

Last Day @ Samarinda

Bangun pagi kuterus mandi...

Jam 6 WITA alarm 6585 yang cempreng membangunkan saya. Pas mandi, saya sempat mendengar ada berita kericuhan di sidang DPR. Duh, bisa separah itu parlemen kita.

Jam 7 sudah siap, sarapan? saya memilih menyeduh CDR dan menuang kopi pahit. Habis itu ke front office, bayar deposit (gee, kemarin ok juga saya bilang belum bisa urus deposit karena jadual meeting tinggal 30 menit lagi).

Jam 8.30 belum juga dijemput (taksi di Samarinda payah), call ke BPD, dan jam 8.45 nongol. Jam 9 di BPD, setting PC dan mulailah memanggil satu-satu data owner. Ditagihin. Ah, cepet juga. Jam 3 sore sudah terkumpul 80%. Copy ke flashdisk, siap dibawa ke jkt.

Jam 4 sore pilang ke hotel, dan blogging. Males dah berenang. Kolamnya dangkal banget! Cuman sepinggang. Jadi nggak enak banget. Besok jam 9 udah ditunggu taksi ke Balikpapan. Trip 2 jam 30 menit, bakal buat foto-foto pemandangan sebanyaknya.

Well, minggu depan bakal ke Samarinda lagi kayaknya...

March 16, 2005

Blogging @ Samarinda

Tadi malam nggak bisa tidur nyenyak. Tau' kenapa. Padahal ninggal rumah 3 hari tuh dah biasa lho...

Bangun jam 5, masak air, mandi, re-check packing, taksi datang, doa ma A Eng, trus berangkat. Jam 6.20 ngantri di gate C. Bungkusan batere saya dikira peluru kali sama petugas pintu. Memang dari monitor keliatan rentengan selongsong, persis peluru. Gee...

Boarding jam 7.15 WIB, sampe Balikpapan jam 10.40 WITA. Telat nih! Nunggu luggage juga super lambreta. Dapat taksi, trus ngebut (bener-bener ngebut) ke Samarinda. Check in, ganti lengan panjang plus dasi, langsung berangkat ke BPD. Malunya lagi, ini harusnya pertemuan technical, eh, tahunya dirutnya juga udah nunggu di ruang meeting. Mana lengan baju saya gulung ala montir lagi. Duh... pede aja deh.

Meeting sekitar satu setengah jam. Masih banyak waktu karena baru jam 3 lebih, aku usulkan sekalian lihat data. Tapi mereka belum siap (mental mau pulang kayaknya). Dengan alasan memberi kita istirahat, akhirnya kita diantar pulang ke hotel dengan janji besok dijemput. Gosh... untunglah. Di sini taksi nggak ada. Cuman ada angkot doang. Dan kalo pake angkot jelas emoh saya repot-repot berdasi. Samarinda sepanas Jakarta.

Di depan BPD saya sempetin cari Flexi buat peluru 6585 saya. Dapat pulsa 100 ribu dengan setengah harga. Bodo nomornya jelek (kata yang jual ini kartu bakal mati 30 April dan belum laku karena nomornya jelek). Pokoknya saya bisa browsing...

Sampe kamar, janjian istirahat, lalu saya ngejogrog di depan PC, setting Flexi dan viola... chat dengan anak sekantor, sama beberapa teman remote lainnya... Ugh... mandi dulu ah. Dah bener-bener gelap. Ntar mo cari makan di mana ya... Wong ke luar jauh. Mungkin di hotel lagi. Padahal super nggak munat saya lihat menunya...

March 15, 2005

Akhirnya ke Samarinda juga

Well, kemarin sore "Babe" call waktu saya sedang ngebut di tol, "Dhi, Rabu ke Balikpapan bisa ya...". Dan dari situlah jadual padat dimulai. Sekretaris kantor sampai pusing cari tiket untuk trip besok. Babe malah usul untuk go show! Edan! Nggak mau ah! Wong di Samarinda sudah terjadual acaranya malah mau go show. Gee... tapi akhirnya dapat juga, dengan susah payah.

Persiapan... charger batere A2, kamera, pinjaman mini tripod dan CF 32 mega... hehehehehe... Kayak turis aja. Emang turis sih. Yang kerja di sana nanti sebagian besar bukan saya. Status hanya mengantar dan observasi sistim IT. Huu...

Ehem, tapi kok masih nggak enak juga ninggal A Eng di rumah tanpa pembantu, sensitif udah positif dua setrip lagi. Willi juga harus diantar pre-school tiap Sabtu. Ugh... emang kesenangan selalu ada sisi pengorbanannya. SO, Y!M status saya bakal Out of office sampai Senin depan...

Busy Day

Pagi bangun jam 4, bantuin A Eng masak. Potong wortel, iris kecil-kecil, potong bawang merah 7 putih, potong daging ayam, potong cabe, gosok baju kerja (yg mo dipake hari itu aja), trus buka pintu depan, buka gorden, mandi, berangkat kantor jam 6.35.

Pulang kantor sampe rumah jam 6.45. Nggak basa-basi, angkat meja setrika, gosok puluhan baju sampai jam 8.45. Sementara itu mesin cuci bekerja keras bersihin cucian seminggu. Jam 9.15 selesai jemur semua pakaian. Jam 9.30 dah mandi, temenin Willi bobo' di kamar.

A Eng? Sama juga. Sementara aku gosok pakaian, dia masukin cucian seminggu ke mesin cuci. Lalu masak 1/2 jadi, Willi dah rewel. Akhirnya dilap, gosok gigi, trus masuk kamar. Jam 9.30 malam aku masuk kamar, A Eng terusin masak. Masak selesai dia mandi. Trus balik ke kamar, gantiin aku yang udah kelaparan. Dia keluar setelah Willi bobo'. Aku had supper at 10.15pm. Jam 11.30pm kita beberes, masuk kamar. What a busy day. Nggak ada pembantu repot juga ya.

Aku jadi kepikiran. Selama kita kerja bakti di rumah, Willi cuman main sendiri. Interaksi dengan kita hanya komunikasi verbal, tanpa interaksi lainnya. Ngeliatin matanya, jadi sediiihhh banget...

March 14, 2005

Lie

Have u ever lie to your pastor, your church elder, or your spiritual leader? I did it yesterday, and it feels so terrible! Only one word, but it still a lie.

March 11, 2005

Another Fine New Day

Bangun jam 7 pagi, masih menggeliat di kasur ditemani dua mahluk yang paling aku sayangi. Willi sudah aktif, goyang-goyang mamanya, nimpuk papa pake guling mininya...

Jam 8 keluar kamar. Malas-malasan, biasa lah, libur! Dan hebatnya hari ini nggak ada jadual apa-apa. Totally free! Gee... Lihat di luar cuaca super cerah. Langit biru! Ugh... pokoknya menyenangkan sekali.

Willi beli roti tawar di depan, ditemani mama. Setelah aku bikin semuanya, isi coklat... nyam nyam... bagi-bagi ke depan, aku nikmati sambil baca buku reksa dana pinjaman dari Pampi. Bersantai di ruang tamu, angkat kaki, makan roti isi coklat ditemani susu coklat kental. Ugh... bener-bener pagi yang sempurna...

March 9, 2005

Kepiting Lada Hitam - Ratu Thai Mayapada Tower

beep beep... beep beep...

Reminder hapeku bunyi jam 8 pagi ini. Ui... ada 3 orang yang ulang tahun! Met ultah Enny! Met ultah Ko Keng Keng! Dan Babe *direktur Ganesha, kita sering sebut babe* kita selametin rame-rame pas dia datang. Gee...

Seperti tahun lalu, kita se group ditraktir. Weh, boss lain nggak pernah lho kayak gini. Boro-boro traktir, dikasih selamat sama anak buahnya aja jarang kali'. Babe ngajakin ke Ratu Thai, resto baru di Mayapada. Deket, jadi bisa jalan kaki. Renny buka pendaftaran, dan ui... 39 orang! Kekekekeke... Babe komentar, "banyak juga ya..." hui...hui... hui... Lha ngundang staff se-group mana nggak banyak! Itu belum ikut semua lho. VP dan direktur lainnya banyak yang nggak ikut. Rame-rame deh tadi jalan ke seberang. Di Mayapada juga ada kantor partner, kita ajakin sekalian. Masuk duluan, dan selamat makan...!!!

Ini kan restoran seafood, jadi ya menunya banyakan sea foodnya. Dan pedas! Terbagi jadi empat meja, selain menu yang sudah kita pesan via telepon, tiap meja pesan menu kesukaan mereka sendiri. Lucunya, kita sudah pesankan kepiting per meja. Tapi pada nggak dimakan! Jaim kali... Gee... aku deh yang akhirnya bisa memuaskan hasrat makan kepiting *pas di Awong masaknya udah ngak enak dan sedikit dan bayar sendiri, he... he...*. Dua piring dari meja sebelah dengan load separuh lebih dipindah ke meja kami. Dan untungnya lagi, yang lain sudah pada kenyang dan cuci tangan. Hui... hui... hui... Tinggal aku ama Mas Rizal aja yang bergelut dengan kepitingnya. Argh... puas! Makasih Pak Har!

March 8, 2005

Kenapa Gmail GUI Bisa Cepet Ya???

Malah kadang lebih cepet daripada Outlook or Even Thunderbird... Pake apa dia enginenya. Yang jago web programming, kasih clue dong! Kemarin ada presentasi produk NexusEdge. J2EE based apps, buset. itu keren juga. Applet apps tapi super cepat, totally modular. Gee... AppDev Studio kalah dah.

March 6, 2005

Risikonya Jadi Orang baik-Baik di Jakarta

Sabtu kemarin, seharusnya menjadi hari yang sempurna. Pagi-pagi kami sudah bersiap untuk fun day di RedTop! Yup, ultah Mama mo dirayain di Awong Pecenongan, dan spend a night rame-rame di daerah situ juga. Jam satu siang berangkat dari Surya, bertujuh. Ugh... shock Espass kalo fullload begini selalu jadi empuk dan menyenangkan. Naik tol Kapuk, turun Pluit, lalu pilih lewat Tomang dan nanti tembus Juanda. Tomang Raya, Caringin, Balik Papan, saya lewatin pelan-pelan, menikmati cuaca super cerah yang hari-hari belakangan ini jarang nongol di Jakarta. Jalan lengang, beberapa anak SMP bubaran sekolah terlihat di sekitar BCA. Dan sesuatu terjadi...

Espass saya di lajur tengah, kiri kanan saya kosong karena baru saja start dari lampu merah, dan kebetulan saya start duluan. Tiba-tiba dari kerumunan anak SMP itu muncul sepeda ala BMX dengan tiga (buset) anak di atasnya. Satu duduk di palang tengah, satu duduk di sadel mengayuh, dan satunya lagi berdiri di as belakang, dikayuh oleng menyeberangi jalan. Kasihan tuh sepeda, bukan lagi fullload seperti Espass saya, tapi sudah keterlaluan overload. Saya mulai melambat, rada kesal juga karena mereka dengan seenaknya menyeberang jalan tanpa merasa mengganggu kendaraan lain. Tiga meter di depan Espass, saya membiarkan mereka melintas. Kesal juga menunggu, saya reflek menekan klakson. Mereka masuk ke jalur tiga, di kanan saya, dan... brak...!!! Tiba-tiba dari belakang muncul sedan silver sport melaju kencang. Menghantam roda depan sepeda dan membuat ketiga pengendaranya melayang lima meter ke depan Espass. Sampai di sini semuanya berlangsung sangat cepat.

Yanty teriak-teriak minta saya turun, sedangkan saya sudah lari keluar mencoba menolong (sempat juga menyalakan lampu hazard agar mobil belakang maklum). Ada satu yang parah. Tergeletak di jalan tak bergerak. Teman lainnya setelah sadar langsung lari mendekat. Yang lain meminggirkan sepedanya ke trotoar. Saya mendekat, berlutut, dan melihat keadaan. Nafasnya memburu, matanya sudah putih, luka luar terlihat hanya di lutut kirinya saja. Temannya mengangkatnya ke pinggir. Saya berdiri dan melihat beberapa pengendara motor berhenti menonton (beneran nonton). Saya teriak ke salah satu yang paling depan, "Kamu! Lihat mobilnya kan? Kejar!" Perlu dua-tiga kai mungin saya mengulang teriakan itu sebelum dia melaju. Saya ragu untuk mengejar juga seperti yang beberapa orang usulkan (atau perintahkan? saya tidak peduli) atau memberi bantuan sebisanya ke anak ini. Saya putuskan yang kedua. Saya mendekat ke anak itu, ditelentangkan di atas trotoar. Masih shock, belum sadar, dan saya sendiri bingung mau apa. Di samping ada anak SMP mengikuti langkah saya: menyetop motor lain minta kejar mobil tadi. Saya hampiri, "Dik, kamu tadi lihat mobilnya?" "Iya... iya... lihat", jawabnya dengan semangat. "Kalo gitu kamu naik ke boncengan, kejar juga. Ayo!" Gee... sedetik bengong dia, tapi akhirnya naik ke boncengan motor itu dan melaju juga.

Hem, sudah banyak yang berkerumun, sudah banyak yang 'sepertinya' mencoba menolong. Saya tidak bisa mendekat ke anak yang tertabrak tadi. Saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Eh, tiba-tiba ada bapak-bapak yang menggedor Espass dan dengan nada marah, "Angkat dulu dong... bantuin kek ke rumah sakit...". "Tapi mobil saya penuh Pak...". Yanty melihat dia supir taksi. "Turun... turun...!!!" teriaknya. Wah, enak betul suruh turun Mama dan lainnya yang ada di belakang. Emosi saya naik lagi. Malas sebetulnya membentak bapak ini, tapi kata-kata sudah di ujung bibir, saya keluarkan saja, "bukan saya yang nabrak Pak! Saya cuman mau nolong! Nggak usah marah-marah gitu ke saya!". Sambil mencaci saya buka pintu samping, minta Mama pindah belakang agar mereka bisa masuk. Dan... lho... kok tiba-tiba saya dicuekin. Saya menoleh, dan tahu sebabnya. Sudah ada polisi di situ. He... turun pamor saya rupanya. Ya sudah, saya kembali ke mobil dan melaju ke RedTop sambil sebelumnya berpesan ke salah satu dari kerumunan itu yang saya anggap masih bisa menerima saran orang, "Pak, lebih baik bawa pakai taksi atau apa ke Tarakan". Lalu masa bodo dengan semuanya. Saya tinggal.

Di jalan Juanda, dekat perempatan Harmoni, kami melihat kerumunan orang. Oh, ternyata tertangkap. Ah, ya sudahlah. Saya terlanjur antipati sama kejadian itu. Saya tetap melaju. Belok kiri ke Pecenongan, lalu masuk parkiran RedTop. Check in, istirahat sebentar, lalu berenang! (Gee... sudah dua tahun saya tidak berenang).

Memang agak berbahaya jadi orang baik-baik di Jakarta. Terkadang gaya acuh bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Ah, tau' deh. Saya jadi berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama seperti kemarin. Tapi siapa tahu...

March 4, 2005

Pengucapan...

Waktu pertama kali melihat, saya pikir cara bacanya hampir sama dengan Zyrex atau Cyrix-nya IBM. He... kalo pake lidah Jawa *punya saya lidah jawa* bacanya jadi kirik.

Dus casing ini sudah satu bulan nangkring di sudut ruangan kantor. Entah siapa yang punya, yang jelas para office boy tidak berani membuangnya. Mungkin karena bekas bungkus The Finest Quality Casing atau karena bisa menggonggong dan menggigit

March 3, 2005

Samarinda... here we come!!!

:)
:D
:))

Hujan Gede...

Whoaa... hujan deras nih di sini!

Hujan berarti basah, air tambah banyak, got nggak kuat nampung air banyak, genangan air di jalan, banjir, mobil jalan pelan-pelan, motor berteduh seenaknya, macet, pulang telat, cape, nggak ml, nggak bobo' nyenyak karena mikir besok banjir...

Uuu... postingan nggak mutu...

Mungkin...

Gee... abis motret mobil bagus, pas di Slipi liat pemandangan unik: orang keramas di hidran yang bocor. Sayang nggak sempet ambil kamera karena lagi ngebut.

Di dekatnya ada warung, mungkin beli shampoo di situ juga. Mungkin dia berpikir air dari hidran itu paling tidak lebih bersih dari tempat biasa dia keramas. Mungkin orang pikir (aku pun berpikir yang sama) dia nggak punya kamar mandi a.k.a homeless. Mungkin...

Segalanya mungkin di Jakarta.

Biem 735Li


Kemarin, ngekor mobil bagus lagi. Hem, tapi sepertinya nyetir mobil segede itu di pejompongan rada ngeri juga ya. Dempetan sama setang motor... ngeri aja sih kalo 'duk' kebaret...

March 2, 2005

Willi v/s Papa

Beneran deh. Tambah lama Willi "act like his daddy". Cara dia handle komputer: pegang mouse, scroll mid button dan nge-klik pake jari tengah, tapping touchpad di notebook, duduk bersila di atas kursi waktu ngetik. Cara dia pegang handphone, cara dia duduk nekuk satu kaki pas angkat telepon di samping tivi. Gaya dia pas nonton tivi, gayanya masukin dompet ke celana, gaya dia berkacak pinggang...

Gee... kecuali pas bobo' dia ngikut A Eng: ...rahasia... Kekekekeke...!!!

Old Friend Commenting Old Posts

Gee... jarang-jarang ada yang post comments untuk old posts. Sampe aku sendiri nyarinya rada susah. He... he... he...

Antok... hem. Sama anak satu ini benernya aku nggak gitu deket pas SMA. Cuma hai-hai aja. Kadang kalo nge-gang main bareng. Beberapa minggu ini, dia nongol lagi diputaran hidupku *cieh...*. Berawal dari blurting Y!M conf, trus ninggalin komentar di blogku.

So, welcome in the neighborhood!

March 1, 2005

sensitif-ity

yes...
no...
yes...
yes...!!!

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®