" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: June 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

June 28, 2005

A Prophetic Message

Sabtu kemarin, setelah doa penutup acara Wisuda Pembinaan Pria Sejati periode 2005, Arman menghampiri saya dan berkata, "Kok rasanya hati kita nggak di sini ya, ada yang kurang, tapi gue ngak tahu apa". Saya duduk terpekur, mencerna perkataannya dan tiba-tiba saja saya berkata, "Kita sudah dalam comfort zone Man. Soal wisuda ginian aja, kita siapin dalam seminggu juga bisa. Semua udah tahu kerjaan masing-masing, udah bisa jalan sendiri-sendiri". Bukan sombong, cuma pekerjaan kami di pelayanan Pria Sejati ini sudah terpatri di benak masing-masing. Jadi seperti robot saja, bekerja setelah diperintahkan, dan melakukan sesuai kebiasaan. Tidak lagi dengan sepenuh hati melayani jiwa-jiwa dan Dia.

Saya pribadi sudah tujuh periode dalam pelayanan ini. Jujur, semakin hari saya mengingat bahwa ini adalah pekerjaan Allah hanya dikala kuota peserta kurang, saat pembagian kelompok, dan saat-saat altar call. Selebihnya saya bekerja demi kepuasan pribadi. Bisa dekat dengan pemimpin, bisa punya data demografi dengan berbagai variabel sebaran, bisa coba-coba gadget baru (kemarin di wisuda sempat main-main dengan video mixer 4 channel). Salah... tujuan pelayanan saya sudah melenceng jauh.

Beberapa hari berselang, SMS dari Arman, "Dhi, gw dah siap buat 2 tim, mg dpn tim yg baru terbentuk. Tim yg ada skrg, akan berkonsentrasi di pely pria youth." membuat saya terhenyak. Tim baru? New challenges, tentunya. Detik itu juga saya terlempar dari comfort zone, sampai susah tidur. Paginya saya mencoba telepon dia, nada sambung, tapi sepertinya tidak ada orang di seberang sana. Berkali-kali sampai saya SMS balik ke dia menanyakan secara teknis pembentukan tim baru itu plus deskripsi kerja tim lama dalam melayani Camp Youth. Sampai sore saya pulang kantor tidak ada balasan.

Jam 19:40 tanggal 26 akhirnya dia menelepon saya. Terlibat dalam pembicaraan seru tentang rencana ini. Jujur nih, saya melihat antusias Arman yang begitu besar dari ide ini. Sama dengan ide-ide dia lainnya yang menurut sebagian orang tak masuk diakal. Saya yang memang sejak dulu jadi "kanvas rem" buat ide-idenya, mencoba menjabarkan situasi yang ada sekarang, realita pelaksanaannya serta risikonya. Dua jam telepon 6585 saya sudah sepanas pisang penyet. Kami sudahi diskusi, atau bisa dibilang debat, dengan solusi menyerahkan keputusan ke Pak Seno, pemimpin jemaat di gereja kami.

Selasa kemarin jam 8 malam, kami semua berkumpul di ICDS dengan agenda evaluasi dan restrukturisasi tim. Seperti biasanya, acara dimulai dengan melempar kritik dan saran, pemberesan antar anggota tim yang sedang berselisih, meminta maaf dan memaafkan lainnya, mengaku dosa dan kesalahan sendiri (kayaknya nggak ada deh yang kayak gini di pelayanan lain), sehingga kami semua berlapang dada melepas beban untuk pelayanan berikutnya.

Seperti yang saya khawatirkan, ide Arman untuk segera membuat Camp Single (sebutan Youth rasanya terlalu muda) dirasa oleh sebagian tim terlalu terburu-buru. Banyak alasan yang dilemparkan lagi di forum, dari beberapa yang sudah saya perkirakan hingga sesuatu yang baru seperti kebutaan akan materi dan tujuan utama Camp Single. Saya sendiri meragukan komitmen dari anggota tim dalam penugasan baru ini. Apalagi akan dikooridinir oleh orang baru juga.

Jarum pendek Alexandre Christie sudah nongkrong di angka sebelas dan kami belum selesai. Akhirnya kita memutuskan untuk selesai pada titik ini, menunjuk dan mendoakan koordinator Camp Single yang baru (Andry, 123...!!!), menunda Camp Single sampai tim baru selesai terbentuk, kemudian menjadualkan pertemuan berikutnya secepatnya karena Camp Pria Sejati telah dijadualkan tanggal 6-7 Agustus 2005.

Semua telah pulang. Saya sedang menghidupkan mesin Espass saat Arman dan Agus datang menghampiri. Hem, rasanya sedih juga merombak tim yang sudah solid. Apalagi melihat Agus dengan sentimentilnya mengucapkan, "Man, akhirnya kita mesti pisah juga". beberapa menit kami masih membahas langkah-langkah teknis untuk menyiasati Camp yang sudah diumumkan pelaksanaannya, sampai jam 11.30 saya benar-benar meninggalkan Maizonette.

Arman sempat bilang, "Dhi, kamu bukan cuman nyeletuk waktu di acara widuda, itu pesan profetis dari Allah buat kita semua". Di tol saya jalan 135, terbayang jelas tugas baru yang Allah berikan di hadapan saya. Saya harus memperbarui tujuan pelayanan saya.

June 27, 2005

Pindahan "RUMAH"

Dulu:
Punya rumah gede di tengah hutan. Nggak perlu bayar pajak. Mau ngeluasin tanah tinggal tebang pohon. Bisa bikin bangunan apa aja semaunya. Bisa naruh barang apa aja, container penuh MP3 dan MPG juga bisa. Mau pasang pagar bisa, nggak pasang juga nggak ada yang ngelarang. Tapi kalo ada maling mesti tangkap sendiri. Kalo ada yg rusak mesti benerin sendiri. Oh ya, jalan menuju kota bisa lewat mana aja, tapi mesti bawa parang buat potong ilalang.

Sekarang:
Tinggal di apartemen dengan tanah cuman 35 meter persegi. Bayar pajak ratusan ribu. Nggak bisa ngeluasin tanah seenaknya, emang mau jebol tembok orang? Bangun apa-apa mesti mikirin tempatnya. Mesti pasang furnitur seminimalis mungkin. Pagar jelas udah ada, ada satpamnya juga. Apartemen di tengah kota, dekat dengan jalan tol. Dan nggak ada ilalang, adanya rumput jepang yang rapi jali, ada tukang kebunnya lagi.

Well, I'm ROOT no more. But I'm living in more wealthy environment now. More time to relax, more time to have fun with my family.

Legend:

Rumah: Web server
Pajak: Hosting fee
Tanah: Harddisk space
Tebang Pohon: Pasang harddisk baru
Bangunan: Program, aplikasi, scripts, modul, de el el
Container: Downloads
Pagar: Firewall
Maling: Intruders, hackers
Rusak: Virus, hardware failure
Jalan: Internet connection
Parang: Mulut bawel, email complain, de es be
Ilalang: Birokrasi kantor

Apartemen: Web hosting shared
Meter persegi: Mega bytes
Tembok: Space quota
Furnitur: *.jpg, *.png
Satpam: Spamassassin dan konco-konconya
Jalan tol: Traffic bandwidth 2 GBytes
Rumput jepang: Aturan main web hosting
Tukang kebun: Technical support

June 22, 2005

Adiknya Willi

"Bisa kelihatan nggak Dok..." tanyaku. Pak Henry Sondakh masih terdiam sambil bermain-main lagi dengan USGnya. Aku nggak sempat memperhatikan A Eng karena mataku terpaku pada layar hitam putih yang sedang siaran "live".
"Yang pertama cowok ya?"
"Iya". Terdiam sebentar lalu berkata, "Kemungkinan perempuan". Gasp... sepertinya mukaku menjadi lebih merah dari bisanya.

Selesai periksa, selagi Pak Henry menuliskan resep, A Eng nyeletuk, "Dok, benernya lahirnya kapan sih?"
"Mmm Oktober". Lalu dia membalik catatannya dan menambahkan, "Sembilan belas". Whoaa... pede sekali...!

Sepulangnya dari Hermina, kita mampir ke HHB, makan malam. Sambil tak hentinya membicarakan kejadian tadi. Benernya sih Allah kasih cowok atau cewek sama aja. Cuman namanya juga manusia, masih punya rasa "pengin".

June 20, 2005

Sepeda Baru Willi

Baru dua hari lalu sama Yanty membicarakan soal sepeda buat Willi. Tahu tidak, kalau sepeda itu juga ada nomornya lho! Lalu pembicaraan berlanjut ke hibah barang-barang Willi ke Salatiga buat Icha. Lalu nanti balik lagi ke Jkt buat adikkya Willi. Kekekeke... untung banget buat Cobra Express, ekspedisi langganan TP11.

Sorenya, Lucia tiba-tiba datang bawain Willi sepeda! Ghyaa...!!! "Kacih", ucapnya berseri-seri saat menerima kado spesial itu. Dan sama seperti waktu dulu menerima kado "Green Racer" dari Eyang, sampe diajak tidur saja susah. Gee... Masa kecil kita dulu seperti itu juga kali ya...

Enak ya hidup pas-pasan... Kala rumah sudah kesempitan pas ada yang mau gedein. Kala ngomongin sepeda buat anak, pas ada yang beliin... Kekekeke...

Head to Head

Dukkk... pelipis saya kena kepalanya Willi. Uih, sakitnya. Si Kecil malah cuman ngeliatin Papanya yang duduk terpekur mengelus pelipis yang mulai membengkak. Hem... nggak kerasa ya?

Willi lagi culun, barusan dipotong rambutnya, sisa satu senti doang. Dan jadi nggak ada bumper kalo berbentur kepala kayak tadi malam...

June 17, 2005

Cara Batalin No Lantai Lift

Udah pernah coba? Saya baru tahu tadi siang.

Seperti biasa hari Jumat, kita makan siang ke Mal Ambasador. Parkir di lantai 6, lalu sesuai dengan kebiasaan pencet angka 4 di lift untuk berhenti di Food Court. Eh... salah! Mau ke A&W di lantai G! Lalu Renny nyeletuk, "Pencet aja tiga kali..." Semua ketawa, mana bisa batalin nomor yg udah kepencet. Nggak sadar Johny benar-benar mencoba, iseng pastinya. Eh, bener-bener mati!!! Gee... ketawa kita tambah kenceng, mentertawakan diri sendiri.

Baru tahu trik semacam itu. Renny bilang hanya bisa dilakukan di beberapa merek lift saja. Kebanyakan milik ITC. Pulang dari Mal, kita coba di Plaza DM, dan tidak berfungsi.

Lift Easter Egg??? Apa memang dimuat di dalam buku manual pengoperasian lift?

Xerox Phaser 1336

New gadget in town! Promo dari Xerox, produk baru, dan sekarang udah nongkrong di meja printer, bersebelahan dengan DeskJet 1120 yg udah uzur. Tumben nih Babe cepet banget approvenya untuk beli printer laser.

Well, at least sekarang nggak ada kata nunggu & ngantri ngeprint listing program yang hampir kayak cerbung...

June 13, 2005

Dagangan Data

Ugh... mungkin sudah 50% kesal saya karena membuka kartu kredit Master di Carrefour (a.k.a KBC a.k.a GE Master Card). Saya tidak begitu memperhatikan tulisan-tulisan kecil pada lembar aplikasi permohonan KBC. Mungkin saja di situ tertulis, "...data ini tidak bersifat pribadi dan dapat diperjual-belikan...", saya tidak tahu. Yang saya tahu data saya di KBC sudah beredar kemana-mana.

Bukti? Satu bulan setelah saya menerima KBC, sudah empat agen kartu kredit dari bank yang berbeda menelpon saya di kantor. Pagi ini ada lagi yang menelpon dari agen biro jasa perjalanan menawarkan paket wisata. Mereka semua menghajar saya dengan penawaran yang sebenarnya tidak, atau tepatnya saat ini tidak saya perlukan. Buat apa mereka menawarkan kartu kredit dengan fasilitas yang sama (atau mungkin kurang), sedangkan saya merasa sudah cukup dengan memegang dua. Buat apa mereka menawarkan paket wisata jika saya amat sangat jarang berwisata.

Hem, ini akibatnya kalo para agen itu hanya membaca data sekilas saja. Bahkan saya pernah dipanggil "Ibu" oleh salah satu penelpon! Oh... mereka hanya membaca kolom nama tanpa melihat kolom-kolom lainnya pada data tersebut yang mungkin bisa mereka gunakan agar tidak menelpon secara acak. Apa mereka belum tahu ada solusi yang namanya Data Mining. Saya bekerja di bidang ini, dan saya tahu persis tentang keberadaan bisnis dagangan data ini. Tapi tanpa didukung solusi yang memadai, akhirnya akan bermunculan ratusan, bahkan ribuan personil agen pemasaran yang menjelajah menyusup mengusik beberapa detik (atau menit) kehidupan kita hanya dengan mengandalkan daftar nama! Mungkin solusi Data Mining atau CRM atau solusi sepuluh ribu dolar lainnya lebih mahal dibandingkan dengan membayar tukang telepon menghabiskan pulsa menyodorkan penawaran tidak pada tempatnya.

Agen hari ini sangat tidak sopan. Mungkin karena saya tidak begitu sopan juga melayani dia. Dia memulai dengan selamat siangnya dan mengeja nama lengkap saya rada terbata-bata. Saya sudah curiga jika seseorang menyebut nama lengkap saya karena hanya di institusi finansial saja nama lengkap saya tertampil. Begitu dia memperkenalkan diri, saya langsung memotong, "Oh, penawaran wisata yang menyicil itu ya? Maaf saya tidak tertarik". Dan dia langsung menutup telepon. Gee... Takut keduluan mungkin. Tapi paling tidak saya sudah mengirit tenaga dan pulsa teleponnya.

Pindahan Rumah (lagi)

Uaaa...!!!

Sabtu & Minggu kemarin total kita jadi pindahan, setelah minggu sebelumnya 2 hari penuh beresin Apt.

Sabtu pagi jam 6 tukang sudah datang. Yanty & Willi aja belum bangun.
Jam 8 mulai berberes, sementara aku copot jok Zebra.
Antar Yanty ke pasar, belanja sampe satu karung plastik...!
Surya - Apt pp 4 kali, hampir semua barang penting terangkut. Sementara itu Yanty & Siti masak.
Jam 11 angkat motor ke bengkel. Udah 3 tahun nggak pernah dinyalain lagi...!
Jam 1 berangkat ke Carrefour belanja bulanan (buat 7 orang euy!).
Jam 4 pulang, ambil Prima. Abis 350 ribuan, itupun masih menyisakan beberapa spare part untouched.
Jam 8 bikin meja dapur di apt, kelar jam 10, angkat tabung gas dari mobil, trus Siti masak indomie. Lapeerrr...
Jam 11 pulang ke Surya mandi. Seger deh...
Jam 12 malam balik lagi ke Apt. Jendela mobil dibuka semua, menghirup udara malam yang dingin. "Malam Bu...!" Yanty sempet disapa oleh security RW yang sedang bertugas di pos pintu kali. Mampir ke ayam bakar Ratu, "ngemil" besar, baru pulang.
Sampe Apt, berberes pernik-pernik kecil lainnya. Willi dah pulas dari jam 9. Jam 2 kelar, tidur.
Jam 7 bangun, rencana ke Gereja. Tapi eh, satu lagi masalah muncul: WC bau, mesti di seal. Dan ternyata jemuran nggak muat. Akhirnya batal (lagi) ke Gereja. Beresin WC, lalu balik ke Surya, bersihin mobil & pasang jok.
Jam 11 balik ke Apt, makan, istirahat bentar, lalu ngajak Willi berenang.
Jam 5 ke Surya, potong kayu, balik ke Apt, bikin jemuran tambahan.
Jam 8 selesai. Eh, air mati (tandon raksasa Apt lagi dikuras).
Jam 10 air nyala, flush sebentar lalu mandi.
Jam 11 bobo'...

What a day... really some heavy days. Thanks God for giving us strength & health...

June 10, 2005

Warung Mie

WARUNG "..."
SEDIA KOPI TEH SUSU RONDE ROTI PANGGANG TELUR REBUS INTERNET...

Whoa...!!! Mataku langsung celingak-celinguk nyari mana komputernya... mana sambungan teleponnya. Eh, apa mungkin wireless kali ya...

Gee... ketipu. Internet a.k.a INdomie TEloR korNET.

Outer Ring Road Barat Macet Total

Bener-bener macet total! Sudah sejak pertengahan minggu ini mulai terasa lebih macet dari biasanya. Ternyata di empat sisi persimpangan outer ring road dengan Menceng sedang ditinggikan jalannya. Bayangkan, perempatan yang hari biasa saja sudah ramai, sekarang malah ditutup. Jadi semua kendaraan harus memutar, kadang malah off-road melalui jalan tanah yang becek berlubang naik turun. Pokoknya, kalao bahasanya Sonora: ...kemacetan total sejauh tiga kilometer....

Aku kemarin dari kantor jam lima kurang seperempat. Sampai gerbang tol Kapuk jam setengah enam. Cuma lima menit sampai exit Daan Mogot - Meruya. Dari situ sampai rumah dua setengah jam lebih! Benar-benar lebih cepat jalan kaki...

(i really miss my motorbike...)

June 6, 2005

Thank You

Thanks for
everything you gave us...
for helping us...
for cheering us...
with everything in you.

Good luck with the last letter,
hope u won't get through it (gee...)
Good luck with the new world,
wish u can get what u want there.

Kembaran Jam


Dulu banget, sebelum Aku ma Yanty nikah, pernah kembaran jam tangan. Pakai yang nggak terkenal banget, 25Hours. Bentuknya juga biasa, 18 carat gold plated (katanya) with 50m water resistant. Satu tipe, Aku pake yang versi cowok, Yanty pake yang versi ceweknya. Lumayan lama kita pake bareng, sampe akhirnya punyaku kacanya lepas kebentur apa mbuh dah lupa dan punya Yanty jatuh di pinggir jalan dan kelindas ban omprengan plat hitam. Gee...

Sejak saat itu kita jarang pake jam tangan lagi. Cukup puas dengan jam di hape. Sampai suatu saat Yanty (yang notabene sering dolan ke Pasar Pagi Lama) lihat jam keren. Gee... langsung deh minta "kembaran" lagi. Karena duit pas itu tidak mencukupi buat beli sepasang, akhirnya aku doang yang beli (lho...) Dan belinya bukan di situ, tapi sampe nyari ke Passer Baroe (gitu nulisnya di gerbang masuknya). Tahu nggak, sampe setahun, Yanty nggak beli-beli kembarannya. Punyaku dah baret sana sini, kacanya retak sedikit, dan kotor!

Sampe minggu kemarin, Yanty lihat tipe lain, yang lebih imut dari tipe sejenis punyaku. Aku setuju sih, dan sekarang kita kembaran lagi. Meskipun tipenya lain, tapi sewarna... Keren kan.

Kumpulan Ini...

Sabtu 4 Juni 2005 jam 7 malam, diantara kesibukan pindahan rumah, kami menyempatkan ketemu dengan teman-teman dari milis smansa-89, SMA Negeri 1 Salatiga angkatan 89.

Dateng rada telat (jam setengah delapan...) ditanya oleh salah seorang pramuniaga Pulau Daun, "...atas nama siapa Pak?"
"Novi"
"Silakan, saya antar"
"Terima kasih"

Begitu ditunjukkan pendoponya, saya berhenti sebentar, mencari wajah yang paling tidak saya kenal. Jacky! lalu ada Lely, Atik... ah. benar di sini. Takut salah duduk saja. Ber hai-hai, sampai nggak properly introduce my fams... (sorry Say). Hem, sepertinya udah aku salami semua. Cari tempat duduk lalu ngobrol sana sini. Karena nggak ada agenda di ketemuan ini (kecuali bertatap muka dan makan) so kita semua santai... er... malah mungkin jadi agak semrawut. Kekekeke... Makannya juga begitu.

Sampai jam setengah sepuluh (apa sembilan, lupa saya) akhirnya acara selesai dengan rencana "Kumpulan ini..." begitu kata Hariadi, akan berkumpul lagi sekitar bulan Agustus, dengan acara dua hari. Sempat membahas tahun angkatan. Gee... alasan saya memberi nama '89 dari perhitungan tahun saat kita masuk SMANSA, sama seperti status angkatan yang kita dapat saat masuk kuliah.

Foto-foto bisa dilihat di Galeri Foto.

Hem... sebenarnya fun juga kumpul-kumpul gini. Beberapa lebih banyak hanya duduk dan mendengarkan. Mungkin belum bisa blend in. Sedangkan sisanya yang relatif lebih sering bertemu langsung duduk berdekatan dan membuat keramaian (apa kegaduhan? hehehehe...) Hem, saya coba absen deh:
- Adhi
- Agus + Noenik
- Agus (Himen) + Tina
- Antok
- Atik
- Elsie
- Darmawan (Ndondong)
- Hariadi + Novi
- Harry (Acink)
- Heri
- Jacky
- Joko
- Lely
- Novi Nuring (Goenk)
- Uud
- Yayuk
Sembilan belas, belum termasuk gandengannya. Rame kan?

Saya sendiri merasa belum bisa membaur sebagai saya yang sekarang. Saya pikir saya sudah banyak berubah (termasuk berat badan...), tapi belum bisa menunjukkan perubahan itu, mungkin. Jadi ya lainnya masih merasa saya seperti itu. Dulu saya rada introvert, nggak banyak omong. Sekarang moga-moga sudah lebih jauh dari itu. Hem...