" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: August 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

August 31, 2005

Teknik mengambil bangku orang

Nunggu lama di Gambir tambah ilmu juga ternyata. Di depan barusan ada dua orang perempuan kehabisan bangku tunggu. Yang lain cuek semua. Akhirnya salah satu dari mereka memaksakan pantatnya ke sela bangku yang kosong. Praktis cowok di sebelahnya bergeser memberi tempat. Eh, cewek ini cukup berani untuk mendempel dengan dalih memberikan tempat, yang sebenarnya tidak ada sama sekali, kepada temannya yang masih berdiri. Mangkel mungkin, cowok ini memilih berdiri dan pergi. Akhirnya duduklah mereka.

...eh, sudah lari ke atas mengejar Pakuan Bogor...!!! Hie... hie... dasar.

Vios v/s Limo

Barusan lihat mesin Limo-nya taksi sedang berbenah di pinggir kali Tanah Sereal. Hmm... kok vvti juga ya. Trus apa bedanya sama Vios? Interior doang? Wah...

August 29, 2005

Pocket Sharp...

Hem... tambah asik aja neh. Bloggin' anywhere. Tulis kapanpun, upload belakangan...

Thanks Randy!!!

August 25, 2005

My New Cubicle

Setelah hampir sebulan pindah ke lantai 24, akhirnya semua pernak pernik sudah settle. Yah, hampir lah. Cuman beberapa hal yang nggak penting yang tertinggal, or left unresolved. Ini mejaku sekarang...


Dari kiri:
- kantong cradle, charger, & kamera, stamped Hard Rock Hotel Bali
- deretan buku-buku teknik, kartu garansi, lisensi software
- pouch kamera, Lowepro D-Res 8
- telepon Panasonic, ext. 16 sekarang, dan masih admin phone
- monitor Sun 20", dan di atasnya
- fotoku & my lovely wife, baliknya ada foto Willi
- duit koin seribuan ditanam di plastik kristal
- boneka lebah
- iPAQ 6365, mainan baruku...
- notebook Zyrex yg "masih" bisa goreng telur di atas wrist rest nya
- mousepad dari CBN, dan Genius optical travel mouse
Ukuran meja sih jelas lebih kecil, bentuknya kotak. nggak menyudut seperti mejaku di lantai 25. Lokasinya juga persis di tengah-tengah, jadi kalo pas rame ya beneran rame. Bisa melihat ke segala arah, tapi bisa juga "tenggelam" sembunyi di belakang monitorku ini.

Aera server ada di bagian belakang, cuman 8 langkah dari mejaku. Tempat paling luas, tapi sekarang penuh dengan 5 mesin, 3 monitor, dan 1 rak switch. kalo ngantuk paling enak nongkrong di situ... bersebelahan dengan pantry... gee... pengaturan yang kurang baik ya. Tapi mau gimana lagi. Kantor ini kecil, jauh lebih kecil dari kantor di Menara DEA dulu. Tapi paling tidak ini lahan sendiri, lepas dari corporate. Bebas bisa diskusi di mana aja, bisa nyalain musik sesukanya... Hem... hem...

August 21, 2005

UFO GSM

Hari ini masuk kantor, persis di atas kepala ada cone putih kayak UFO nempel di langit-langit. Huu... ada lambangnya Telkomsel.

Benda asing (yang nggak asing lagi buat aku) itu dipasang Sabtu kemarin oleh kontraktor Telkomsel. Penguat sinyal, katanya. Pertama aku lihat antena seperti ini di depan toilet MTA. Setelah itu di depan pintu masuk kantor di Plaza DM. Setelah pindah ke lantai 24, ternyata lebih 'rame' lagi. Di depan lift ada 3 UFO milik Satelindo, Excelcom, dan Telkomsel.

Kayaknya yang beginian bakal banyak muncul di berbagai gedung di Jakarta, atau bisa jadi di seantero Indonesia. So jangan heran nanti kalau tiba-tiba di gubung tengah sawah anda melihat antena seperti ini.

August 18, 2005

Pertama Blogging "Wireless"

Hem... pake koneksi CBN Hotspot di Mall Ambasador. Cepet juga. Tapi tadi nyalain Agile+Bowser 2 nge-hang. iPAQ nya kali nggak kuat.

August 11, 2005

Bad Week

Camp sudah dekat, tapi koordinasi masih berantakan, or at least dari sisiku. Mungkin dari sisi Arman baik-baik saja karena hampir semua personil melapor ke dia. Tapi kalau yang ngurusin teknikalnya (yaitu aku) nggak ter-update, sama aja boong. Pokoknya rada panas deh nih otak. Paling tidak waktu pra camp kemarin bisa berjalan walau ada cacat sana sini, ada ketawa sana sini. Eh, problem muncul lagi.

Arman nggak bisa full di camp karena pekerjaan. Mesti cabut Minggu pagi. Eh, lha kok aku juga terpaksa ikut-ikutan. Semua tukang renovasi rumahku pada ngabur, menyerah katanya, nggak kuat ngikutin target (yang notabene mereka bikin sendiri). Ugh, gini nih akibatnya kalo nggak kerja bareng orang pro. Sekarang aku mesti ngurusin ini dulu, yang aku anggap prioritas karena kalo nggak bisa-bisa adiknya Willi lahir kami masih nongkrong di luar rumah, karena masih belum selesai. Memang jadualnya ketat, wong namanya lahiran kan nggak bisa ditunda. So camp kali ini aku sama sekali nggak naik. Ugh... siapin segalanya untuk dikerjakan orang lain, ternyata susah ya. Apa yang selama ini otomatis berloncatan di otak bener-bener susah untuk dituangkan di atas kertas. Pagi ini aja baru teringat untuk menyiapkan kaset miniDV. Heh, untung ada 5 biji. Moga-moga cukup. Gosh, kayaknya belum cukup kita 'ditendang' dari comfort zone. Beberapa anggota tim juga melapr tidak bisa berangkat. Hua...

Tau' deh nanti gimana. Terserah Tuhan aja dah...

August 1, 2005

9 Tahun Bersama

Tepat 9 tahun yang lalu saya membuat janji untuk menemani Yanty selama sebulan, saat libur kuliah, agar dia tetap di Salatiga. Hem... itulah awal dari kedekatan kami. Saling membutuhkan, saya pikir. Yanty harus tetap di Salatiga untuk meneruskan bimbingan skripsinya, sedangkan saya perlu teman untuk melewatkan liburan panjang ini, he... he...

Awal komitmen seperti itu ternyata berat juga. Hari Rabu malam adalah hari saya nongkrong di depan SCTV nonton The X-Files, dan bulan Agustus itu saya terpaksa melewatkan sekitar 4 eposide. Bayangkan, tiap hari dari pagi sampai malam mesti menemani Yanty kemana saja. Pagi cari sarapan, lalu ke perpustakaan sampe siang, habis itu makan (akhirnya saya jadi hapal segala makanan di luar rumah), sore bimbingan skripsi, trus cari makan, dan antar Yanty pulang ke kost. Memang tidak setiap hari seperti itu. Sering kali malah bertengkar, diem-dieman & nggak ketemu beberapa hari (jadi bisa nge-game, kekekeke...), tapi trus kangen, telpon, beresin. Hie... hie... hie...

Selama sebulan itu kami "exclusively hang out", begitu kata anak-anak GBIPDS3 bilang. Nggak sehat dan sangat tidak disarankan, tapi banyak hal yang kami dapat dari situ. Kami jadi saling tahu karakter masing-masing, jadi saling tahu kejelekan masing-masing.

Sampai 31 Agustus berakhirlah janji saya, tetapi tidak dengan kedekatan kami. 26 Oktober 2002 kami mengucapkan janji nikah, lalu 23 Juli 2003 kami dapat titipan dari Allah bayi yang lucu yang bertumbuh menjadi anak yang luar biasa, lalu akhir tahun ini pula kami menunggu adiknya Willi lahir. Tak terasa 9 tahun sudah berlalu. Sungguh suatu perjalanan hidup yang luar biasa bersama Allah, Tuhan kami.

Happy anniversary my lovely wife!