" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 29, 2005

Antri Bensin #2

Fenomena ini sungguh unik. Orang pada antri bensin lama-lama dengan mesin & AC menyala (habis bensin 2-5 liter). Antriannya meluber sampai ke jalan, menghalangi ratusan mobil (habis bensin 200-500 liter). Eh, sampai depan box pompa hanya mengisi 60 liter.

Hem... di negara ini kepentingan pribadi memang diutamakan.

September 28, 2005

Komsel...?

Besok waktunya komsel. Euh, rada ribet ngatur jalannya. Aku dari Sudirman mesti nyari meeting point sama Yanty yang dari kota. Susahnya, Yanty lagi hamil 8 bulan, dan sudah 2 tahun nggak pernah naik angkutan umum dari kota ke Grogol.

The easiest way? Aku jemput ke kota. He... he...

Pemungut Debu

Pernah memperhatikan tukang sapu jalanan? Di beberapa ruas jalan mereka bekerja dengan sapu, sekop kecil, dan karung. Sampah yang sudah dikumpulkan, dimasukkan ke dalam karung, termasuk tumpukan debu tipis yang tersisa. Malah terkadang, nenurut saya, terlalu ekstrim karena dikumpulkan dengan jari tangan.

Hem, sebegitu bersihnya Jakarta ini? Saya pikir tidak. Lalu, apakah berat karung-karung itu merepresentasikan upah harian mereka? Gosh...

September 27, 2005

Carrefour Taman Palem

"Ha...?! Kompleks elu ada Carrefour-nya?"
"Bukan, rumah gue di Taman Surya. Kalo Palem itu kompleks tetangga"
"Buset... Berarti elu tetanggaan sama Carrefour dong"
"...???!!!..."

Hampir seperti itu. Hypermart yang buka cabang dimana-mana itu hanya berjarak kurang lebih 4 kilo dari rumah. Untuk ukuran Jakarta sih segitu sudah dekat sekali. Bertempat di basement (LG floor) Mal Taman Palem yang belum jadi, fasilitas parkir seadanya, tapi paling tidak keamanannya lumayan. Lebih banyak pengendara motor tanpa helm, alias warga sekitar, yang berderet antri masuk. Beberapa keluar dengan berkantung-kantung plastik belanjaan Carrefour. Ada special prices kali'.

Saya tidak ikut masuk, hanya terkena dampak tambah macetnya outer ring road. Ini sudah hari kedua buka, dan macetnya tidak berkurang, dan sepertinya akan selamanya... duh...

September 21, 2005

3600 x 24 x 7

Baca yang ini bikin aku berpikir kembali. Sebenarnya apa tujuanku berkeluarga kalau seluruh waktuku aku habiskan tidak bersama apa yang aku bangun selama ini.

Selain renovasi rumah, bad traffic, pelayanan gereja, dan segala alasan lainnya menjadikan aku lebih jarang bersama Willi & Yanty. Terlebih lagi dengan Willi. Tiap pagi bangunin dia jam 06.25 untuk doa, antar dia pipis, ambil sandal jepit, trus antar aku & Yanty berangkat kantor sebelum dia dan Siti jalan-jalan di taman. Sore pulang paling cepat jam 18.00, bercanda sebentar, lalu ditinggal makan. Lalu hanya satu jam, dari 19.00 sampe jam 20.00, waktu bersama. Sering diisi dengan main, atau jalan-jalan keluar, hanya satu-dua kali saja menonton tv bareng. Habis itu cuci badan, sikat gigi, masuk kamar. Baca firman, doa, lalu bercanda sebentar sebelum Willi tertidur dengan sendirinya. Heh... Total paling juga 1-2 jam sehari. Itupun karena Willi suka tidur malam dan suka sekali bercanda di atas tempat tidur. Bandingkan dengan waktuku di kantor (8 jam), di jalan (3 jam), tidur (9 jam). Uuuuu....

Bener baru kemarin aku nyadar kalau aku nggak spend the right qualified moments bareng Willi. Makanya kemarin sesorean nemenin Willi terus. Digeret kesana kemari, main ini itu,ngomong apa aja aku ladenin. Sampe di tempat tidur akhirnya aku yang nyerah duluan. Gubrak, masa' bisa-bisanya Willi berceloteh di samping telingaku, aku sendiri ketiduran. Gee...

Sore ini pulang cepet aahhh...

NTP di W2003EE

Ugh, akhirnya setelah beberapa kali dicoba akhirnya jalan juga. Sekarang jam PDC ku sinkron dengan asia.pool.ntp.org. Dulu kayaknya susah banget karena dibelakang NAT dan segala tetek bengek yang dipasang di jaringan Internet Lt. 25. Sekarang, hanya dibalik SW2E, konfigurasinya gampang banget.

Configuring the Windows Time service to use an external time source

To configure an internal time server to synchronize with an external time source, follow these steps:
1.Change the server type to NTP. To do this, follow these steps:
a. Click Start, click Run, type regedit, and then click OK.
b. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Parameters\Type
c. In the right pane, right-click Type, and then click Modify.
d. In Edit Value, type NTP in the Value data box, and then click OK.
2.Set AnnounceFlags to 5. To do this, follow these steps:
a. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Config\AnnounceFlags
b. In the right pane, right-click AnnounceFlags, and then click Modify.
c. In Edit DWORD Value, type 5 in the Value data box, and then click OK.
3.Enable NTPServer. To do this, follow these steps:
a. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\TimeProviders\NtpServer
b. In the right pane, right-click Enabled, and then click Modify.
c. In Edit DWORD Value, type 1 in the Value data box, and then click OK.
4.Specify the time sources. To do this, follow these steps:
a. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Parameters\NtpServer
b. In the right pane, right-click NtpServer, and then click Modify.
c. In Edit Value, type Peers in the Value data box, and then click OK.

Note Peers is a placeholder for a space-delimited list of peers from which your computer obtains time stamps. Each DNS name that is listed must be unique. You must append ,0x1 to the end of each DNS name. If you do not append ,0x1 to the end of each DNS name, the changes made in step 5 will not take effect.
5.Select the poll interval. To do this, follow these steps:
a. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\TimeProviders\NtpClient\SpecialPollInterval
b. In the right pane, right-click SpecialPollInterval, and then click Modify.
c. In Edit DWORD Value, type TimeInSeconds in the Value data box, and then click OK.

Note TimeInSeconds is a placeholder for the number of seconds that you want between each poll. A recommended value is 900 Decimal. This value configures the Time Server to poll every 15 minutes.
6.Configure the time correction settings. To do this, follow these steps:
a. Locate and then click the following registry subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Config\MaxPosPhaseCorrection
b. In the right pane, right-click MaxPosPhaseCorrection, and then click Modify.
c. In Edit DWORD Value, click to select Decimal in the Base box.
d. In Edit DWORD Value, type TimeInSeconds in the Value data box, and then click OK.

Note TimeInSeconds is a placeholder for a reasonable value, such as 1 hour (3600) or 30 minutes (1800). The value that you select will depend upon the poll interval, network condition, and external time source.

e. Locate and then click the following registry subkey: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Config\MaxNegPhaseCorrection

f. In the right pane, right-click MaxNegPhaseCorrection, and then click Modify.
g. In Edit DWORD Value, click to select Decimal in the Base box.
h. In Edit DWORD Value, type TimeInSeconds in the Value data box, and then click OK.

Note TimeInSeconds is a placeholder for a reasonable value, such as 1 hour (3600) or 30 minutes (1800). The value that you select will depend upon the poll interval, network condition, and external time source.

7.Quit Registry Editor.
8.At the command prompt, type the following command to restart the Windows Time service, and then press ENTER:
net stop w32time && net start w32time

September 20, 2005

Plumbing

Pasang sock drat luar ke potongan pipa 1" pake lem. Sambungkan lagi ke sock drat luar lainnya. Bungkus drat dengan isolasinya. Pasangin stop kran. Pasang sock dobel drat di stop kran setelah dililit dengan isolasi pipa. Pasang water mur di sock dobel drat tadi. Ujung satunya dimasukkan ke sock drat luar. Lalu sambung dengan pipa pendek ke knee 1" juga.

Gee, itu baru sebagian kecil kerjaan instalasi pipa air di rumah. Sejak direnovasi jalur pipanya dibelokkan kesana kemari sama tukangnya. Bikin aliran air jadi mini. Hari Minggu (bolos lage neh...) betulin pipa & pasang radar air di tandon air. Kayaknya bener-bener seharian nongkrong di antara genting & plafon. Turun ke bawah jam 6 sore (miss my lunch), Willi langsung tunjuk-tunjuk, "kotor... kotor...". Badanku hitam semua kena debu, jelaga, sarang laba-laba...

Pas dicoba, phew, semua lancar. Air tandon tinggal 1/3 pompa nyala otomatis, penuh mati sendiri. Ntar otomatis nyala lagi kalo tinggal 1/3 lagi. Aliran air kenceng, nyuci lancar. Puas deh.

PS. Ilmu per-pipa-an dapet dari Bokap tercinta...

September 17, 2005

m.a.c.e.t.

Habis hujan di Jl. Perniagaan, kejebak macet sampe bisa ditinggal makan nasi padang, nyuapin Willi lunch, sampe lapar lagi. Untung pake Zebra yg temperaturnya diem di atas tanda 'C' nggak lebih dari 1/2 cm.

September 10, 2005

Moving In

Sejak Kamis lalu tukang bilang 'selesai', rasanya lega sekali. Siang itu saya langsung pulang (Ren, potong cuti 1/2 hari deh, drpd ada yg protes). Sampai rumah tertegun sejenak, memikirkan apa saja yang harus dikerjakan sore ini.

Beberapa menit inventaris, lalu berangkat ke Mitra 10 Daan Mogot. Belanja perlengkapan rumah, dan yang paling penting ganti kunci rumah. Saya tidak mau ambil risiko. Jam 3 sore selesai, pulang.

Berberes kamar Siti yang...

*ugh... barusan tower air di atas kepenuhan, belum ada switch-nya, banjir deh*

...dijadikan gudang sementara. Jam 6 jemput Yanty, makan malam, lalu nerusin lagi. Sampai jam 10 malam, dapat 2 kamar. Malamnya saya membuat daftar pekerjaan, uah, banyak juga. Lihat neh:


  • Masukkan alat ke lemari, rapikan (15')
  • Copot sisa pipa di depan carport (1')
  • Sortir barang di depan, yg dibuang masukkan ke bak air, yg msh kepake taruh di kaleng cat (1h)
  • Besi bekas taruh di carport samping, yg mau dibuang taruh luar (30')
  • Sortir pipa bekas di karung, yg nggak kepake buang ke bak air (15')
  • Bersihkan rak piring (30')
  • Bersihkan lemari dapur atas pake sikat & sabun, keringkan, cat (30')
  • Bongkar sepeda, bersihkan, taruh di bawah tangga (30')
  • Pagar bekas taruh di carport samping (5')
  • Bersihkan wastafel (10')
  • Bersihkan jemuran (10')
  • Bersihkan tangga lipat (15')
  • Bersihkan semua meja (30')
  • Bersihkan bak air (10')
  • Vacoom semua lantai (30')
  • Pel semua lantai (1h)

Akhirnya diputuskan Jumat saya cuti lagi.

Ternyata barang bekas pertukangan dan sisa material yang ditumpukkan di taman super banyak. Menyita waktu saya seharian. Sore hari baru selesai membersihkan lantai belakang. Totally useless, bekas cat dan semen tak mempan dengan SOS. Malamnya ditemani Yanty lagi berbenah dapur yang super jorok. Jam 11 malam balik ke apartemen. Bener-bener super cape.

Sabtu ini 'hari besarnya'. Pindahan dijadualkan hari ini. Pagi berbenah, meletakkan furnitur pada tempatnya. Kemudian bertempur dengan lantai belakang, kali ini dengan sikat dan Porstek, dan menang! Btw, barang pertama yang dibawa adl tv!

Jam 2 makan siang dan mindah lemari es. Jam 3 mekanik datang untuk memindah AC. Buset, kelar jam 6! Time waste, progress saya pindahan tertunda gara-gara AC. Akhirnya balik apt jam 7.30 setelah makan malam.

Angkatan pertama:


  • Container box 5 laci, dua buah
  • Kasur spring 120cm, dua buah
  • Bantal, guling, selimut
  • Dispenser
  • dan beberapa kotak lainnya...

Angkatan kedua lebih seru! Barang-barang kecil, dimasukkan ke dus atau ember. Yang ini lebih lama, lebih cape. Akhirnya jam 10 sudah masuk semua ke rumah. Willi masih 80 watt. Beresin beberapa, mandi, lalu mengantar Willi tidur. Jam setengah satu kita masuk kamar. Jam 1 pagi entri ini selesai ditulis.

Belum selesai, mesti beres-beres lainnya...

September 9, 2005

Barang Bekas

"Koran koran...", saya sedang telpon di dalam cepat-cepat keluar. "Boss, nggak kepake nih"? tanyanya. "Iya, tapi kalo mau ambil, mesti semua..." barangnya macam-macam dan tidak semua bisa terjual. Saya memang berniat buang, bukan jual. Dia melongok ke dalam bak dan berkata, "Boleh deh, berapa"? "Nggak, buat elu aja. Kalo pintu kaca mau nggak"? tambah saya. "Buat saya"? sepertinya tidak percaya. Barang ini memang susah dijual, membuangnya juga susah karena terlalu berat. "Iya, tapi mesti tiga-tiganya ya". Garuk-garuk kepala sebentar, lalu berkata, "Saya ambil gerobak dulu ya". Saya mengiyakan sambil meneruskan pekerjaan. Beresin taman yang sudah hancur kena timbunan material, bongkaran bangunan, cipratan semen dan cat memang menguras tenaga.

Baru saja saya membungkuk ada pedagang barang bekas lainnya lewat. Melihat-lihat sejenak lalu bertanya, "Dijual berapa nih Boss"? Ugh, saya paling tidak suka dipanggil seperti itu, tapi sepertinya kebiasaan Jakarta memang begitu. "Sudah ada yang mau ambil". "Emang dapat berapa"? tertarik sekali dia. "Belum dihargai kok" ucapku berbohong agar dia tidak kecewa. Tapi rupanya dia benar-benar tertarik dengan besi-besinya. "Jual sama saya saja deh, kan sama saja. Gerobak saya di depan kok, jadi nggak usah tunggu". "Wah, gue dah janji sama orang tadi". '"Kalo nggak balik gimana". "Ya udah nggak apa-apa". Dia masih nongkrongin saya membersihkan taman. "Gimana Boss, daripada lama". "Nggak deh. Janji itu lebih gede dari duit. Kalo ntar dia marah, rumah gue dilempar gimana coba". Dia hanya merenges lalu berlalu begitu saja.

10 menit berikutnya orang yang pertama datang membawa temannya geret gerobak pakai Honda Kharisma...!!! *gubrak!* Waktu mereka mengangkat dan mengaturnya di gerobak, saya perhatikan. Jangan sampai ada yang tersisa ataupun barang yang masih terpakai ikut terbawa. Selesai, dia naik ke motornya dan temannya yang mendorong gerobak keluar blok. "Makasih ya Boss", mukanya berseri-seri. Entah kenapa saya yang sudah lumayan cape jadi sedikit bersemangat lagi. Hem, panas, mendingan masuk dulu, nge-blog cerita ini....

September 6, 2005

Jenuh jalan bareng Dia

"Jenuh blogging tentang Dia?"
"Bukan..."
"Lalu?"
"Jenuh jalan bareng Dia"

Hii... ngeri. Tapi kenyataannya? Aku sedang dalam posisi menjaga jarak denganNya. Huu... parah. Kangen, membutuhkan, tapi enggan menghampiri. Itu aku saat ini.

Mungkin aku jenuh dalam melayani Dia karena motivasiku melenceng jauh, mungkin karena sebab lain lagi. Yang pasti aku lebih banyak di rumah sekarang. Banyak merenung dan menemani Yanty & Willi di rumah. Paling tidak aku nggak kehilangan pegangan. Yang aku tahu pasti Dia sekarang sedang memperhatikanku. Banyak 'batu sandungan' 2 bulan terakhir ini, tapi kehadiranNya tambah nyata di depanku.

September 5, 2005

Silly acts

"Bang, lima rebu..." kata pengendara motor bebek ke abang penjaga warung bensin. Dia masih mengepulkan rokoknya, dan hebatnya lagi dia melongokkan kepalanya ke atas lubang saat abang itu menuang bensin dari botol bekas coke menggunakan corong plastik.

Sedetik kemudian, "BLAB...!!!", bara rokoknya menyulut uap bensin. Menjengkangkan si pengendara motor. Semua orang di sekitar situ terperanjat. Tapi setelah melihat tidak ada yang terbakar, mereka tertawa, menunjuk-nunjuk pengendara motor yang memerah mukanya, malu atau kena panas uap bensin, saya tidak tahu.

Hem, cerita di atas saya lihat saat pulang kantor, di Jl. Bek Murad. Sayang, paragraf kedua hanya karangan saya semata. Aslinya? nothing happened. Tapi saya akan ikut mentertawakannya jika hal itu benar-benar terjadi pada pengendara motor tadi.

Puing...

Kayaknya bisnis mengurug lahan belum sampe ke Internet yah. Padahal di Jakarta puing bekas bongkaran rumah biasa diperjual-belikan. Hem, apa keyword yang aku masukin waktu googling keliru?

September 4, 2005

R.I.P. ccTLD

Dari berjibaku melayani bangsa di www.idnic.net.id, sampe clash dengan APJII, pindah ke www.cctld.or.id, akhirnya dikau wafat juga.

Terima kasih atas pelayanannya, terima kasih atas bantuannya...

PENGALIHAN PENGELOLAAN DOMAIN .ID
Bismillah hirRahman nirRahim

Dengan hormat,

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara ccTLD-ID, Kominfo dan APJII, pada tanggal 15 Agustus 2005 dan tanggal 22 Agustus 2005,

* http://www.cctld.or.id/Info/MoM20050815.pdf
* http://www.cctld.or.id/Info/MoM20050822.pdf

pengelolaan domain .ID dialihkan kepada Departemen Kominfo sejak tanggal 1 September 2005, maka :

1. Sejak tanggal tersebut ccTLD-ID *TIDAK LAGI MELAYANI* proses registrasi domain .ID.
2. Server yang berfungsi sebagai name server .id dan sld.id tetap kami aktifkan sampai Kominfo siap menjalankan zone & dns dari "zone file" yang telah kami siapkan.
3. ccTLD-ID masih melayani pembayaran atas Domain yang belum diselesaikan untuk Invoice s/d tanggal 31 Agustus 2005.

Perkenankan kami selaku pengurus ccTLD-ID, memohon ma'af yang sebesarnya atas segala kekurangan yang telah terjadi selama kami memberikan pelayanan.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan, agar para pengguna domain *.id menjadi maklum adanya.

Terima kasih.

Jakarta, 26 Agustus 2005,
Hormat kami,
Segenap Pengurus
Pengelola Domain Internet Indonesia

Dust to Dust...

Hem, benda satu ini memang tidak bisa disapu. Cuma bisa di sedot pake vacoom berdaya besar atau dilap dengan kail basah. Problem muncul kalo 'debu' ini nangkring di seluruh penjuru rumah. Akibatnya, kaos lama 'kurang layak pakai' banyak terbuang dan saringan Philips ku hampir jebol. Renovasi rumah belum selesai (dodolnya tuh para tukang), tapi aku harus sudah pindahan minggu ini, nggak bisa diundur lagi.

Jumat kemarin libur, tapi aku 'bekerja keras' membenahi kabel-kabel listrik yang bergantungan di sana-sini. Panasnya genteng sudah sampe di ubun-ubun. Apalagi haris berhadapan dengan kabel engkel 2 mili. Ugh... cape rasanya ngupas kabel, pilin dengan tang, tutup dengan seal plastik... dan semuanya dilakukan dengan mengangkat tangan. Bayangin pegelnya seperti apa (jadi inget Abraham...). Sementara aku berpanas-panas, Yanty bersihin kamar atas dan lantai dapur yang super duper dusty. Keringat bercucuran deh, hebatnya istriku itu. Hamil 8 bulan masih bisa jongkok kerik lantai. Nggak kelar sehari, diterusin Sabtu. Masih kerjaan yang sama, akhirnya kelar juga. Jam 7 malam, semua kabel listrik, stop kontak, dan sakelar (termasuk masang 3-way switch yg lumayan tricky), dua kamar lantai 2 beres.

Minggu diterusin lagi (sorry God, I miss the sermon that day...). Kali ini targetnya 'memberantas' debu di seluruh kamar. Pertama gudang belakang. Semua barang dikeluarkan, cuci kamar, bersihin barang-barangnya, dan masukin lagi. Semua lubang angin di-seal pake koran. Ugh, kenapa nggak dari dulu aja diginiin. Gee... blom bakat renovasi. Siang jam 3 kelar. Setelah ditinggal makan siang jam 4 balik kagi. Kali ini dua kamar depan. Yang ini agak mudah karena barangnya tidak begitu banyak. Hem... hem... jam 7 malam lagi kelarnya. Cukup banyak barang yang dibuang (ternyata kita 'nyusuh' juga). Pulang, badan cape, pegel, ngantuk...

Yah, moga-moga dua hari kedepan rumah sudah 100% kelar.

September 3, 2005

Renovasi Rumah

Hua... sejak mulai, Sabtu 4 Juni, renovasi rumah sepertinya kena masalah terus. 1 bulan pertama pekerjaan amat pelan. Mungkin karena nasih penyesuaian dengan Jakarta, mungkin juga karena hal lain. Bulan kedua saya sudah mencoba membuat target, tapi seperti anak kecil, para tukang itu ngambek. Cabut mendadak dengan alasan 'tidak kuat kalau ditarget'. Lucunya saya membuat jadual itu bersama dg mereka pula. Ah, memang dasar...

Lalu tim #2 diluncurkan, kali ini dari Bekasi. Minta borongan? Ok deh. Wong kita juga perlu cepat. Mulai 15 Agustus, 4 orang bekerja. Belum seminggu sudah jadi 6 orang. Yah, biarlah, namanya juga borongan. 10 hari kerja, kepala tukang pamit (orang tuanya meninggal), digantikan dengan kepala tukang lainnya. Uh, kerjaannya kasar, tidak rapi. Ngecat dinding pake rol kok lebih rapi istri saya. Hari ini muncul lagi masalah. Kerjaan belum selesai, ternyata ada masalah pembayaran internal antar mereka. Duh! namanya borongan ya tahu jadi to. Heh...

Dari kemarin saya membereskan listrik rumah. Wiring 'peninggalan' tukang pertama, nggak tahu pangkalnya di mana, ujungnya di mana. Yah, paling tidak malam ini sudah selesai, dengan memar dan baret disekujur tangan dan lengan.

Terus terang saya tidak tahu 'un-comfort zone' apa lagi yang harus saya lalui. Rasanya sudah cape...

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®