" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: October 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

October 30, 2005

Race-Tin GEN-3

Setelah Willi merengek terus minta main rc padahal baterainya habis, saya berhasil membujuk Yanty untuk membelikannya yang baru. He... he... sebenarnya saya juga kepingin.

Hari Minggu, setelah mengantar buku materi CMN ke Arman yang akan pelayanan di Malaysia, saya ngabur sebentar ke Citraland. Alih-alih tadi ijin ke Yanty cari baby monitor dan ambil uang di ATM, saya juga menyempatkan diri hunting rc di Matahari. Ternyata susah memuaskan kriteria saya untuk rc yang bagus: casing baik, sedikit stiker (kalau cat boleh...), dan yang paling penting tanpa baterai kotak 9V. Selain cepat habis, baterai jenis itu mahal. Kalau rc umum yang besar, biasanya menggunakan baterai khusus. Hem, itupun tak apa asal tidak pakai baterai kotak.

Namanya juga swalayan. CS mainan di Matahari tidak bisa membantu banyak. Selain pengunjung saat itu banyak, pengetahuan si SPG tentang rc memang dangkal. Ah, saya jadi teringat bagian mainan di Metro Taman Anggrek. Pelayannya sampai mau (dan bisa!) membantu seorang anak memasang kit Gundam-nya. Padahal harga di situ sama persis dengan Matahari. Metro memang dikenal mahal, tapi ternyata tidak untuk mainannya.

Gagal dengan Matahari, saya ke lantai bawah mengambil uang belanja Yanty di ATM. Lalu teringat ada toko rc di dekat bagian permainan. Ha...! Tidak sia-sia saya berjalan ke toko itu. Meskipun harus berdesak-desakan dengan ibu-ibu dan anak-anaknya yang merengek minta dibelikan ini itu, saya puas dengan pelayannya yang tidak kebetulan semua laki-laki.

Setelah tanya ini itu, saya menjatuhkan pilihan pada Auldey Race-Tin versi baru.Tersimpan di botol plastik dengan kemasan keren membuat saya langsung jatuh hati. Lebih lagi rc ini hanya memerlukan 2 baterai AA untuk mobil dan 2 lagi untuk remotenya. Ini yang saya pilih buat Willi:

75 ribu untuk rc plus 40 ribu untuk 4 baterai AA Sanyo 700mA. Sampai di rumah, disambut super antusias oleh Willi. Dengan durable light weight chassis, rubber texturized tires, independent spring front shock absorber, rear twist board yang mengikat mesin dan roda belakang, serta differential gearing membuat saya benar-benar terpana. Mobil berskala 1:32 ini bisa berlari 6,5kph! Ugh! kalau Willi tidur, saya yang main, he... he...

Saya bertanya ke Yanty, "Say, kalo beli lagi buat Adhi boleh nggak"? Yanty menggeleng dengan keras. Haiyaa...

October 29, 2005

Cemburu?

Itu yang dipikiran kami. Willi jadi tambah kolokan, tambah sering menangis, tambah sering marah, tambah sering melempar barang, tambah sering minta gendong dengan intensitas 2... sampai 3 kali lebih dari biasanya. Sampai pusing dibuatnya. Praktis, perilaku seperti itu membuat kami cepat naik darah juga. Lha wong biasanya penurut, kali ini Willi bisa meledak-ledak.

Mungkin Willi takut tersaingi. Mungkin juga merasa di nomor duakan. Ah... padahal kayaknya kami tidak mengubah kebiasaan. Segala aktifitas Sisi pasti melibatkan Willi, dan kami juga masih bermain dengannya. Hem... mungkin dalam masa trasisi...

October 28, 2005

Digicam ku ngadat

Whoa... Yang ini benar-benar menjengkelkan. A-80 ku ngadat lagi. Hasil jepretannya buram, bergaris-garis merah seperti tv mau rusak. Duh, apa karena CCDnya defect seperti yang ditulis di situs Canon ya... Heh... waktunya sama sekali tidak tepat. Kan lagi mau foto-foto Sisi. Hu... hu...

Apa mungkin sudah sampai MTBF-nya? File counternya baru 4925, belum ada 2 tahun umurnya, nggak pernah jatuh. Ugh, akhirnya sekarang lebih sering pakai miniDV JVC yang sudah menghasilkan 150 jam vcd, pernah terbanting, kepanasan di dashboard mobil, kecipratan air, dan nge-rewind lebih dari 100 kali. Hem... lagi naksir Sony DVD camcorder. Bosen nungguin 1 jam transfer via firewire.

Back to kamera, enaknya gimana ya? Aku sih masih ada kamera Canon film andalanku sejak SMP. Hem, negatif filmnya mahal, dan aku nggak ada akses ke scanner. Hu... hu...

Willi & Sisi

Tunggu deh kalau video "Ground Zero" Sisi udah jadi. Seru! Willi yang tadinya tidak begitu interested saat jemput Sisi, berubah 180°. Setiap apa yang kita lakukan untuk Sisi, Willi pasti ikut. Keren sekali waktu Willi mengelus sayang di kepala Sisi, waktu dia mencoba mencium bau khas Sisi, waktu Willi menggeleng dengan keras saat diminta membuang diaper bekas pup Sisi. Tidak jarang dia tiba-tiba lari ke kamar hanya untuk menengok adiknya. Melongok ke dalam box Sisi lalu kembali keluar dengan senyuman.

Sisi Pulang

Yippie...!!! Akhirnya Sisi boleh pulang...!!! Level bilirubinnya jadi 7...!!! Allah memang bekerja sangat luar biasa.

October 27, 2005

Sisi Opname

Huaa... nggak kayak dulu pas pulang dari Hermina. Willi & Yanty pulang bareng. Sekarang, duh, Sisi mesti "ditinggal" dulu. Pulang jadi ada yang kurang. Tadi malam saja saya susah tidur. Jam 3 baru bisa lelap.

Kadar bilirubin Sisi cukup tinggi. Terapi Blue Light selama tiga hari ini sepertinya hanya menahan agar tidak naik dengan cepat. Hari kedua 8 sekian, hari ketiga sembilan sekian, hari keempat sepuluh koma dua. Kalau hari ini naik lagi, berarti belum boleh pulang juga, duh...

Bilirubin, terbentuk karena sel darah merah yang pecah. Golongan darah Yanty O sedangkan Sisi A. Golongan darah O hanya bisa memberi tapi tidak bisa menerima A sehingga saat dalam kandungan badan Yanty membentuk senyawa Anti-A dan ikut masuk ke dalam badan Sisi juga. Makanya setelah lahir, sel darah merah Sisi pecah karena senyawa tersebut. Kata dokter, hal ini biasa terjadi. Tentu saja biasa buat dia, tapi ini pengalaman pertama buat kami dan sangat menyesakkan.

Doain yah, biar kadar bilirubin Sisi turun dan bisa pulang hari ini...

October 26, 2005

Komunikasi Terbaik

Ada banyak cara berkomunikasi. Surat, email, chatting, telepon, bahasa isyarat, sandi, dan puluhan (atau ratusan?) lainnya. Dari pengalaman saya, berbicara berhadapan langsung dengan fokus penuh adalah yang paling baik.

Saya pernah hampir kehilangan seorang teman lama hanya karena berbeda chatting style. Saya sebagai pribadi menganggap Internet Chat hanyalah media komunikasi yang lebih fleksibel untuk putus-sambung sesukanya, sedangkan dia menganggapnya sebagaimana telepon yang semestinya ada awal dan akhirnya. Walhasil saya dicuekin berminggu-minggu.

Ada juga pernah karena sebuah tulisan, seperti surat yang single handshake Teman lainnya menyalah artikan postingan saya. Daripada (lagi-lagi) kehilangan, lebih baik saya turunkan tulisan itu disertai permintaan maaf.

Tapi problem komunikasi saya lebih banyak terbentur dengan hape. Barang yang satu ini sangat tergantung dengan hal-hal penting seperti kapasitas baterai, kekuatan signal, pulsa, setting nada dering, dan segala fitur-fitur lainnya.

Karena kebiasaan Yanty mengisi baterai hape hanya kalau sudah habis & diisi dalam keadaan mati, saya selalu dibikin senewen karenanya (FYI, hape saya selalu "ON" 24/7 kecuali saat sengaja dimatikan). Terlebih lagi karena Samsung C100nya memang sudah parah, saya sering mendengar, "Anda terhubung dengan layanan Mail Voice dari nol delapan satu enam..." aarrgghh... Untung sudah dijual. Untuk sementara Yanty memakai 2 mesin perang saya yang lebih bisa diandalkan, N6100 & N6585. Yup, saya memang Nokia-phile (kalau Nokia mengeluarkan PDA Phone Win, mungkin saya tidak beli iPAQ ini).

Hari ini tak terduga saya seharian tidak bisa kontak dia. Mangkel? jelas! Lha wong sudah bawa 2 ("dua") hape kok ya masih seperti ini. Sampai di rumah akhirnya tersambung juga. Tahu apa kata Yanty? All phones in Earthquake mode! Hgyaa...!

Our 3rd Anniversary

Biasanya di tahun-tahun lalu, saya dan Yanty selalu merencanakan ini-itu untuk hari ini. 26 Oktober, 3 tahun yg lalu, pernikahan yang tak terlupakan.

Nggak nyangka sudah 3 tahun menikah, punya istri cakep pengertian sayang & cinta sama saya, punya anak 2 cowok cewek. Hm... saya lalu berpikir, "Apa sih yg nggak Allah sediain buat keluarga kecil saya ini". Kalau merenung ke belakang, yang keluar hanyalah pujian syukur. Saya sering lupa, Allah begitu baik.

Hari ini pun begitu. 26 ini kami rayakan dengan sukacita sederhana, doa ber-4 nanti di Hermina. Mengucap syukur untuk segala yg Dia beri...

Happy anniversary Dear. I love u forever.

October 25, 2005

Jauh dari Mama...

"Willi... let's pray..."
"Mama?"

Sudah 2 hari saya selalu menghadapi pertanyaan itu dan hati saya selalu tersentuh. Bagaimana tidak, Willi selalu berdoa tidur bertiga bersama saya dan Yanty, dan belum pernah sehari pun ditinggal mamanya (kalau saya sih sering...). Benar-benar perjuangan buatnya untuk tidur tanpa mama. Hari pertama saat Yanty bercakap-cakap pamit berdua dengan Willi, terlihat dia menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ngga mau... ngga mau...". Sedih rasanya. Tapi Allah bekerja, memberinya kekuatan. Saat hari pertama Willi meninggalkan Yanty di rumah sakit, dengan tegar memeluk dan mencium Yanty, lalu menjauh sambil melambaikan tangan, "Da... Mama...". Hebat...!

"Mama di rumah sakit, Sayang. Pray sama De' Sisi. Willi pray di sini sama Papa ya..."

Foto Sisi

Yang pengin lihat foto Sisi, bisa nge-surf di bagian Galeri Foto atau ke Yahoo! Photo Album dan klik di album Sisi - Day Two. Banyakan di Yahoo! seh, abis unlimited space. He... he... he...

Wireless Blogging

Ternyata N6585 ku memilih ngadat konek ke iPAQ. Sama sekali tidak menyenangkan. Padahal saya sudah mengetik banyak di sana. Ya sudah, postingan saya bakal back date lagi.

Sisi...

Jam 17.45 Yanty masuk ke OR. Dokter Rican masuk jam 6 kurang. Jam 18.05 perawat membawa seorang bayi keluar, "Bapak Adhi"? tanyanya.
"Ya" sambil tangan saya menyalakan handycam.
"Selamat ya Pak, perempuan, sehat" ujarnya sambil membuka selimut bayinya.
"Puji Tuhan! Benar-benar perempuan! Sisi cakep sekali..." hati saya melompat setinggi-tingginya. Perawat yang satu ini baik, dia memberikan saya banyak waktu untuk berlama-lama dengan Sisi. Merekam sepuasnya, lalu dia membawanya ke ruang bayi.

Speechless. Saya jadi bengong saja di gang tunggu itu beberapa menit sebelum mengambil 6585 dan menelpon rumah, menelpon Salatiga. iPAQ saya bekerja keras mengirimkan puluhan SMS ke saudara dan sobat-sobat saya. "Bethania Christina Widjajanto. 24 Oktober 2005 pk. 18.05. W: 3,550kg H: 49cm. RS Hermina Daan Mogot" begitu isinya. Beberapa menit kemudian suara toing... toing... terdengar berulang-ulang, delivery reports dan replies berdatangan. Merasa mengganggu, saya kemudian keluar ruangan, mencoba melongok Sisi yang sedang dalam box dari jendela observasi. Hmm, tidak jelas. Saya putuskan untuk menemuinya besok pagi saja.

Lalu saya kembali ke dalam saat Yanty dibawa ke ruang pemulihan. Ngobrol sebentar sambil memperlihatkan rekamannya, lalu pulang jemput Willi yang sudah lompat-lompat berteriak, "Mama... Mama..."

October 24, 2005

Rada Kuning...

Hari ini Sisi ternyata 'rada kuning'. Aku balik lagi ke RS, nemenin Yanty yang rada kaget...

Gang Tunggu

Dokter Rican datang terlambat, dan dia segera ganti baju operasi, lalu sambil berjalan ke OR dia berkata ke saya, "Bentar ya Pak...!".
"Yap!" jawab saya otomatis.

Gee... cuman bentar maksudnya?

Coincidence...

He... he... Sementara di Jkt aku sama Yanty lagi nunggu dr. Rican datang untuk SC, iparku, Mas Najib lagi SC juga di Solo, as the doctor.

October 23, 2005

Envy - Nikon D70

Nikon D70 mu bener-bener bikin aku pengin. Makanya tadi nggak berani pegang, apalagi njajal... uiii...

Congrats anyway. Bisa dapat approve dr istrimu. Sekarang siapa coba yg "unlimited budget for gadgets"?

RC

"Hoye..." teriak cedal Willi sambil mengejar kemanapun larinya rc itu. Tampang kegirangan jelas terpancar, dan jelas sudah, mainan pesawat terbang barunya sesaat dilupakan.

Saya baru saja "mengaktifkan" kembali mainan remote control pemberian ayah, oleh-oleh dari Aussie tahun '84. Gosh... sudah 21 tahun! Dengan 6 baterai AA dan 2 baterai kotak, biaya operasionalnya memang menjadi tidak murah. Apalagi kalau memilih sumber rechargeable, duh! 2 AA NiCd merk Sanyo saja sudah 40 ribu. Padahal, waktu booming rc beberapa waktu lalu, harga satu set mobil berikut baterai keringnya hanya 150 sampai 200 ribu saja. Hem, memang tidak sebaik yang saya punya ini.

Sepuluh menit berputar-putar di teras rumah, akhirnya baterainya menyerah juga, diikuti rengekan Willi. Wah, sepertinya saya memang harus meregenerasi rc itu.

October 22, 2005

3 hari lagi

Kamis kemarin di dalam mobil, sambil menepuk perutnya Yanty berkata, "De'... Waktumu tinggal tiga hari lagi lho...".

Iya nih. Sepertinya Si Kecil masih betah di dalam. Jadual SC hari Senin jam 5 sore. So, kalo dede' mau lahir normal, ya sebelum itu.

It's all up to U, God...

October 19, 2005

Moral Support

Buat Renny, Tris, Devi, Pipit, Atik, Arman, Pak Ika, dan sedherek lainnya yang udah nanyain 'lahiran'nya Yanty makasih ya. Emang nggak enak status "tunggu" gini. Karena kalian, aku nggak ikutan senewen...

October 15, 2005

Handphone Bekas

Sejak 2 bulan lalu saya 'memberanikan diri' beli & pakai hape bekas, ternyata momen saya dengan hape-hape bekas lainnya masih berlanjut. Setelah saya beli & pakai iPAQ second, ayah saya pengin juga. Jangan salah, beliau nggak gaptek. iPAQ-nya dipakai full untuk bahan ajar, data-data penelitian, dan banyak lagi. Malah akhir-akhir ini tanya apa ada sejenis SPSS versi PDA.

Sejak saat itu saya lebih sering berinteraksi dengan hape second lainnya. Jangan kaget kalau pasar hape second di Jakarta sangat likuid. SE W800 saja hanya perlu seminggu (sejak launch pertama) untuk nangkring di etalase hape second. Mencoba gadget baru sepuasnya jelas lebih menyenangkan daripada hanya melihat fitur atau virtual tour di Internet.

Hari ini, Yanty menjual Samsung C100-nya. Memang sudah saatnya. Selain sudah uzur, baret sana sini, baterainya juga sudah rusak parah. Pengin ganti D500 tapi kok hebatnya hari itu nggak ada stok di seluruh penjuru ITC Kuningan.

October 13, 2005

Listrik mati sore hari

Ay... ay... Diniatin pulang awal mau pasang pagar balkon, eh, baru ngebor 2 dari 104 lubang, listrik mati. Duh! Emang paling nggak enak kalo nggak ada listrik waktu sore begini. Rasanya suram banget, ditambah suara adzan sayup-sayup bersahutan di kejauhan menambah suasana jadi... hem. * met buka puasa... *

Saya masih di dalam rumah saat menulis entry ini. Nggak tahu mau mandi aja atau menunggu listrik nyala lagi.

October 11, 2005

Two Red Bullets

Sore ini saya masuk tol lewat Jl. Benyamin Sueb. Wha... unusual... biasanya antrian 4 lajur berdesakan, kali ini lengang sekali. Setelah melalui gerbang tol, menyalip kijang yang berjalan seperti kura-kura, saya mencoba masuk ke jalur kanan.

Dua detik sebelum membelokkan kemudi, ada kilatan lampu di kaca spion saya, melaju kencang mendekat, dan wuss... Honda Jazz merah melewati saya, ditempel oleh VW Polo, merah juga. Hmm... drafting... pemandangan yang menarik. Kedua compact car itu saling menyusul sampai satu kilometer kedepan, lalu dihadang beberapa truk dan kijang yang (lagi-lagi) berjalan seperti kura-kura, memberi saya kesempatan untuk menyusul.

Berikutnya, truk-truk dan kijang itu terlewati. Mobil-mobil merah itu mulai melesat lagi sementara saya tetap membuntuti... 80... 100... 120... 135... tik... akhir dari tailing saya. Dari jarak beberapa ratus meter di depan saya melihat akhirnya mereka berpisah, Jazz tetap melaju ke arah bandara sementara VW Polo melambatkan lajunya dan berbelok ke kiri arah Grogol. Sempat melihat tiga pria tertawa ceria didalamnya.

Saya menyiapkan uang pas untuk gerbang Sedyatmo, tanpa saya sadari Jazz merah itu antri di sebelah saya. Saat jendelanya perlahan turun, whoa...! cewek...! Ber-tank top merah 'dan rambut panjangnya dikuncir dua... ???!!! Cakep juga... he... he... Sendirian dengan uang pecahan besar membuatnya tertahan, dan saya yang sudah meluncur tak lagi memperhatikannya.

Yanty hanya melirik saat saya bercerita...

October 7, 2005

Menunggu...

Rasa ini muncul lagi. Excite, nervous, nyampur jadi satu. Dulu hanya berdua, sekarang kami membagi rasa itu ke Willi juga.

...De'... kapan mau lahir...?

October 6, 2005

Perfectionists

Am I?

October 2, 2005

Maximized Manhood Camp

Hem, camp kali ini pun 80% nggak bisa ikut. What's up with me, God?

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®