" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: November 2005 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

November 29, 2005

Beli barang diskon untuk dapat voucher untuk beli barang lagi

Sepatu 140 ribu, diskon 30%, bayar 112 ribu, dapat voucher 50 ribu.

Jaket Willi 86 ribu, diskon 30%, plus topi Willi 60 ribu, diskon 20%, bayar 108 ribu, dapat voucher 50 ribu.

Celana panjang 170 ribu, bayar pake 1 voucher jadi 120 ribu, dapat voucher lagi 50 ribu.

Celana pendek 130 ribu, bayar pake 2 voucher jadi 30 ribu, nggak dapat voucher lagi.

Hehehehe... pantesan antrian kasir Matahari hari Minggu kemarin super panjang.

November 27, 2005

Papa... Iis...

He... biasanya ngomong gitu bbrp menit sebelum pertahanannya jebol. Kali ini tidak. Hanya terpaut beberapa detik dan... punggung saya terasa hangat. He... he... iya, Willi sedang saya panggul di Matahari. Seluruh dada kanan dan punggung saya basah. Marah? Sama sekali tidak beralasan. Ceria saja. Sementara Yanty jaga Sisi, Sambil tetap memanggul Willi, saya ke tempat yang lebih sepi (di depan kamar mandi), ganti bajunya, lalu kembali lagi ke Matahari untuk tanda tangan kartu kredit karena saat itu emang lagi belanja. Gee... pesing? nggak cium tuh! Ha...ha...ha...!!!

November 25, 2005

Teman Tapi Mesra

Saya bukan pengamat musik Indonesia, apalagi penggemar Ratu. Cuma lagu ini selalu menarik Willi ikut bernyanyi, jadi penasaran, lalu memasukkan MP3-nya ke iPAQ saya. Baru sore ini di mobil saya sempat menyimak syairnya.

aku punya teman
teman sepermainan
kemana ada dia selalu ada aku

dia amat manis
juga baik hati
dia selalu ada
waktu untuk membantuku

namun aku bingung
ketika dia bilang cinta
dan dia juga katakan
tuk ingin jadi kekasihku

reff: cukuplah saja berteman denganku
janganlah kau meminta lebih
ku tak mungkin mencintaimu
kita berteman saja
teman tapi mesra

aku memang suka pada dirimu
namun aku ada yg punya
lebih baik kita berteman
kita berteman saja
teman tapi mesra

aku punya teman
teman sepermainan
kemana ada dia selalu ada aku

namun aku bingung
ketika dia bilang cinta
dan dia juga katakan
tuk ingin jadi kekasihku

repat reff

Gee... Teman tapi mesra? Sampai seberapa mesra? Seperti Farhan & Indy Barens? Seperti Tamara & Edwin? Seperti...

November 21, 2005

Bobo di Trolley Carrefour

Kecapean lalu bisa tidur (bukan tertidur!) di sembarang tempat itu buat sebagian orang adalah "talenta" yang tak ternilai. Buat sebagian lainnya mungkin adalah "kutukan" yang membuat malu dan tak mau dilakoni.

Memang waktunya tidur, mata Willi sudah mirip Mamanya. Saya bertanya, "Kakak ngantuk"?
"Ya", jawabnya.
"Mo bobo"?
"Ya", jawabnya lagi. Sementara itu kami masih di dalam CF dengan barang bertumpuk di trolley. Daripada menggendongnya (16 kilo!) saya memilih alternatif lain, "Kakak bobo di kereta ya"?
"Ya" jawabnya sekali lagi. Tumben dia tidak minta gendong. Dengan cepat saya mengatur isi trolley:
- Sandaran saya buat dari bungkus diaper Sisi, dan adult diapers lainnya.
- Dua kaleng Nutrilon Royal 3 saya buat tempat duduk.
- Barang-barang lainnya saya atur rapi setelah Willi saya dudukkan di atas kaleng susu itu.
"Dah, bobo ya". Dan tanpa protes lagi dia mulai menyandarkan kepalanya, dua kejap berikutnya sudah tidur.

* Saya & Yanty termasuk yang nggak malu punya anak dapat talenta tidur seperti itu... *

November 10, 2005

"Titik J" di Honda Jazz Hilang?

Perhatikan deh, beberapa bulan ini saya mengamati kalau titik merah untuk I-DSI dan titik biru untuk VTEC Honda Jazz menghilang dari tempatnya. Bekas-bekas lem-nya masih terlihat. Aksi vandalisme? Atau ternyata titik itu berhadiah? Ada yang tahu? Kasih tahu dong!

November 9, 2005

Tiny Web Design Change

Yah, karena udah berbuntut dua, kalo desain web nggak diganti, ntar ada yang iri. He... he... kan katanya mau memperlakukan sama buat dua-duanya. Gee... baru dua minggu, ternyata susah ya.

Dua anak, dua perlakuan yang berbeda. Mungkin bisa bikin iri, bikin sakit hati. Ugh, untung ini masih kecil, jadi masih cepat lupa. Kita sebagai orang tua mesti segera beradaptasi, mengubah cara kita memperlakukan mereka berdua. Bukan seadil mungkin, tapi sebijaksana mungkin, he... he... he...

November 5, 2005

Pasar "Berlebaran"

Hari ini antar Yanty ke pasar. Gee... masih super sepi. Dari puluhan pedagang hanya lima sampai tujuh yang buka. Sepertinya bakal ke supermarket deh nanti.

Oh ya. Sisi ikut juga. Ditidurkan di jok belakang. Zebra emang luas...

November 4, 2005

Penguasa Taman

Para pembantu pulang mudik, & sebagian keluarga berlibur ke luar kota membuat taman di depan rumah sepi. Setelah berkeliling blok tadi Willi mengajak ke taman. Biasanya sampai berebut mainan, kali ini hanya saya dan Willi. Jadi aneh memang, tapi kami berdua menikmati kesunyian tadi. Tiduran di perosotan sambil memandangi awan, menjelaskan pohon mati tanpa daun...

hem, mungkin baru 1 sampai 2 minggu taman masih sepi...

Saya Tidak Mudik Tahun Ini

Rasanya aneh, 2 hari libur lebaran ini 100% ngejogrog di rumah saja. 7 tahun berturut-turut selalu ikut tradisi mudik. Naik kereta api, nyetir mobil sodara (jd bisa ngebut pakai Blazer MT), atau burn-test Zebra 22 jam seperti tahun lalu.

Jakarta praktis sepi. Hampir semua toko tutup. Saya yang memilih "nukang" berberes rumah jadi cukup sukar mencari bahan-bahannya. Toko buka-pun harga dibikin "selangit". Saklar single gang outbow Broco yang biasanya dibawah 10 ribu kemarin dijual 11.500.

Suasana Lebaran pun tidak se-meriah di daerah. Apalagi kalau dibandingkan dengan Salatiga yang tahun lalu mengadakan arak-arakan & lomba takbir. Truk penuh dengan tabuh raksasa, sound system belasan ribu watt, dan pemuda-pemuda "kelebihan" tenaga. Tak tahu kali ini.

Nyokap di rumah TP11 seperti tahun-tahun lalu memasak 50 ketupat, sepanci besar opor dan sambal goreng untuk dibagikan ke anak kost yang tidak pulang dan berbagi dengan tetangga. Setelah itu ke Kutoarjo, bersilaturahmi dengan keluarga besar. Gee... Mas Najib pasti nyetir bolak-balik. Masih ingat tahun lalu bersilaturahmi dengan 2 Taruna beriringan.

Gee... kangen? Mungkin. Apalagi anak-anak SMANSA 89 bakal kumpul-kumpul lagi di sana. Ha... ha...! Sebenarnya bukan itu alasan saya. I just like the adventure, the trip, and the food!

November 2, 2005

Guests

Gee... kemarin malam anak-anak komsel datang lihat Sisi. Rame, seru juga. Rumah kami memang jarang sekali kedatangan tamu. Makanya sisi ruang tamu kami bikin mini, hanya 2 kursi betawi dan satu meja. Sisanya kami habiskan untuk ruang keluarga. Di sinilah kemarin Pampi, Devi, Torkis, Franky, Yuyun, Barita, Vinda, & kami ngobrol, duduk di lantai. Sementara Willi, Fredella, & Joel bermain di kamar depan.

Saya sampai rada lupa apa saja yang dibicarakan, pokoknya rame. Gee... namanya juga chatting. Para batita-pun tak kalah seru karena Willi mengeluarkan hampir seluruh mainannya. Untuk sharing toys, Yanty memberi nilai "lumayan" untuk Willi.

Tidak terasa sampai jam 8 lebih, sudah larut untuk anak-anak. Semua pamit pulang, dibarengi Willi yang merengek minta ikut.

Hem, what a wonderful evening...

November 1, 2005

Emansipasi Bapak

Hanya kartu parkir itu privileges saya di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot.

Lainnya? Uih, saya mendapat perlakuan yang tidak begitu menyenangkan dengan beberapa perawat di sana. Seperti saat saya berangkat jam 5 pagi dan menunggu Sisi dibawa ke Yanty untuk disusui. Ternyata sampai di sana saya hanya mendapat teguran dari seorang perawat yang membawakan obat Yanty, "Lho, Bapak kok di sini"?
"Iya, saya menunggu anak saya", sambil menunjukkan handycam di tangan.
"Oo, tidak boleh. Yang boleh bertemu bayi hanya ibunya. Bapaknya kalau mau ketemu di ruang bayi saja..."
Hah...! Melihat dari balik kaca yang tertutup tirai itu dinamakan bertemu...??!! Pagi itu saya memang tidak bisa bertemu Sisi. Tapi kekecewaan saya terobati setelah siangnya saya kembali lagi dengan alasan membawa charger dan diaper. Pas Sisi sedang bersama Yanty. Hem, itupun sempat disindir oleh perawat lainnya, "Bapak kok menunggu di sini"?
Kali ini saya melambaikan lembaran tagihan sambil berkata, "Saya menunggu tagihan lainnya diantar". Dan perawat itu membiarkan saya di dalam. He... he... money talks...