" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: January 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

January 30, 2006

Perayaan Imlek 2557


Sudah jadi tradisi di keluarga istri saya merayakan Tahun Baru Cina. Rame-rame Imlek 2557 kali ini dimulai Sabtu malam, saat kami bersebelas berkumpul bersama makan malam. Ada 8 jenis makanan disajikan termasuk mi goreng, bakso goreng, kari, ikan goreng, sup asparagus, dan tiga jenis lainnya yang saya saya tidak tahu namanya. Setelah itu ditutup dengan jeruk. Hem... lihat, ada yang mini seperti ini. Saya sendiri baru tahu kalau jeruk khas imlek itu ada banyak macam. Kemarin ke Total Buah di Taman Surya sempat kebingungan karena jenisnya beragam (harganya juga beragam, he...). Jeruk mini itu, biasa disebut jeruk emas/ jin ju, masih ada daunnya yang melambangkan kesejahteraan yang tetap tumbuh.

Hari Minggu, lagi-lagi bersebelas, naik Zebra (muat euy...) bersilaturahmi ke rumah Liku di daerah Karanganyar, Jakarta Pusat. Dengan khas pakaian merah, dilihat dari luar mobil silver dengan kaca film 40% ini jadi kontras sekali. Tanpa power steering beban berat seperti ini cukup terasa di lengan.

Gang kecil yang sudah penuh dengan mobil parkir ditambahi dengan preman setempat yang sudah cengar cengir saat kami mencoba parkir. Saya balas senyum saja saat mereka membantu saya mencari tempat parkir. Urusan dengan mereka belakangan saja, pikir saya.

Di rumah, ternyata sudah banyak keluarga yang berdatangan. Tambah siang, tambah banyak saja. Sisi rupanya kegerahan, rewel terus kalau digendong. Padahal yang antri banyak! Hehehehe... biasa, jadi "Si Kecil". Puas gendong cium cubit pipi sana sini akhirnya Sisi duduk "lega" di pangkuan saya. Willi, seperti biasa, asik bermain dengan tiga sepupunya. He behaved soooo nicely! Nggak berebut mainan, nggak serobotan ambil kudapan, nggak lari sana sini.

Jam 3 sore kami pamit. Para "tukang parkir" di depan kami beri dua amplop angpau dan tidak complain sama sekali. Gee... taktikmu sukses berat Sayang!

Gong Xi Fa Cai...!!!

January 27, 2006

Membalap di Persimpangan JDC

Kemarin pulang kantor disuguhi pemandangan istimewa. Di persimpangan Jakarta Design Center saya melihat sesuatu yang baru menggantung di tiang lampu lalu lintas: papan countdown! setelah menghitung dari 45 ke 0 lampu berganti dari merah ke hijau.

Gosh... perlu waktu kurang dari 30 detik bagi saya untuk meraih tas kamera di jok sebelah, mengeluarkan Pro-1, membuka tutup lensa, menyalakannya, bidik dengan viewfinder, zoom & focus, lalu jepret. 15 detik berikutnya saya sudah harus memasukkan gigi mobil dan melaju. Tak tertahankan, saya membayangkan sekelompok kendaraan bermotor siap start kebut-kebutan malam hari di persimpangan itu. 5... 4... 3... 2... 1... --- GO...!!!

Simbiosis Mutualisme

Apa anehnya seorang satpam memasak mi? Tidak ada. Yang ada malah sesuatu yang "mulia". Setelah semalaman sang sipil militer ini menjaga kelangsungan ruko, pagi hari saatnya ruko memberikan fasilitas agar dia bisa menjaga kelangsungan perutnya.

January 25, 2006

Teman Jenius

Pernah punya teman super pintar? Kayaknya sering ya. Kadang bikin kita minder, atau bikin kita sombong kalau berhasil ngalahin mereka. Saya punya beberapa.

Di SD, ada satu sohib saya (sampe kuliah) jago banget. Hampir juara satu terus dan sering banget ikutan lomba ini itu (dan menang, tentunya). Untungnya lulus SD NEM saya lebih tinggi dari dia. Jadi nggak minder-minder amat. Waktu kuliah, ada lagi temen yang otaknya encer banget, meskipun hidungnya juga ikutan encer (sering pilek, kasian). Pernah ikut Olimpiade Matematika di Moscow. Saya pikir nanti di dunia kerja tidak akan kenal dengan orang-orang jenis beginian. Saya salah.

Perusahaan saya bekerjasama dengan Departemen Statistika Fakultas Matematika dan IPA IPB, dan saya sangat beruntung kenal dekat dengan salah satu lulusannya. Profilnya saya tidak tahu banyak. Yang jelas dia termasuk dosen muda yang lulus dengan cum laude. S2 di bidang yang sama pun dilalui dengan predikat yang tidak jauh berbeda dengan S1 nya. Masih muda, jelas lebih muda dari saya (lahir tahun '78, thanks to Google). Sama sekali tidak bertampang pintar, super low profile, sangat dekat dengan mahasiswanya yang sering memanggilnya dengan "Mas...". Bekerjasama dengan tim saya di sini sebagai ahli statistika, ilmunya sangat practical, fully applied bagi kami orang yang hanya tahu IT. Dan hebatnya, kalau sedang berpikir, mukanya tidak terlihat sedang berpikir. Tahu-tahu keluar saja solusinya. Hehehe...

Mas Bagus Sartono, Departemen Statistika FMIPA Institut Pertanian Bogor baru saja mengirimi saya tulisannya tentang Pembangkitan Bilangan Acak untuk Simulasi Monte Carlo Non-Parametrik. Selesai baca, baru sadar ternyata saya mendapatkan orang super.

Hasil Menunggu

..%!!! Tahu komentar istriku tercinta?

... kalo gitu kita bisa kasih perpuluhan lebih gede lagi...

Menunggu

Lagi nunggu dipanggil neh. Naik nggak yah? Biasanya sih iya, tapi jarang banget bulan berangka 01 sudah naik. Seringnya 02 atau 03. Nggak mau tebak-tebakan berapanya ah... Gee...

Cross my fingers on it...

January 24, 2006

Lihat Judulnya Dong!

Namanya juga catatan harian. Ya postingannya soal keseharian yang punya dong. Kalo mau protes isinya nggak mutu, ya pergilah sana gak usah baca. Kalo ngelihat tujuan saya ngeblog seharusnya dah nggak ada yang protes ya.

Nothing special, cuman lagi pengin marah-marah aja di sini.

Finally, another Web Messenger

Check this out! Meebo.Com is another web messenger. I've try it using my Y!M, ICQ, & MSN simultaneously. Cool stuff! Probably using rich thin technologies like NexusEdge's Faqado.

Pulang Bareng Temen Chatting

Saya sering pulang kantor sendiri, tanpa radio dan tape di mobil memang jadinya super sepi. Dulu pernah temen kantor ikutan pulang karena rumah juga satu lokasi. Tapi sejak menikah dia sudah tidak ikut lagi. Mungkin suaminya cemburuan, hehehehe...

Kemarin salah satu teman chatting, Devi, nebeng saya pulang. Rumahnya di Tanjung Duren dan kebetulan saya ada pertemuan di Greenville Maizonette.

Devi (1/23/2006 3:52:00 PM): hola
Devi (1/23/2006 3:52:00 PM): pengen nebeng bole ga ya
Adhi (1/23/2006 3:56:35 PM): boleh.... kekekeke....
Devi (1/23/2006 3:56:45 PM): ampe maisonet loh
.
.
.
Devi (1/23/2006 4:00:07 PM): jam brp mo jalan?
Adhi (1/23/2006 4:00:17 PM): kamu sampe langsung jalan...
Devi (1/23/2006 4:00:29 PM): adhi: kamu sampe langsung jalan... -> hihihihi
.
.
.
Adhi (1/23/2006 4:03:49 PM): Dah, buruan gih. Udah kelar kan office hournya?
Devi (1/23/2006 4:06:08 PM): kamu biasanya di jalan diem ato ngobrol
Devi (1/23/2006 4:06:36 PM): kalo emang biasanya diem... aku dicuekin aja.. gpp
.
.
.
Devi has signed off

Memang kami jarang ngobrol di luar Y!M. Tapi dari beberapa orang yang sering nebeng baru kali ini saya ditanyai soal kebiasaan ngobrol di mobil. Devi sampai di kantor saya jam 4.30, pas badai mulai "menghajar" Jakarta. Eh, kena macet lagi. Sudirman - Slipi satu setengah jam (lihat CBN WAP dari 6585 saya, ditulis ada pohon tumbang di dekat Manggala Wana Bakti. Tak tahunya billboard besar itu yang roboh). Cukup waktu untuk kami ngobrol, eh ya, ternyata kami ngobrol juga. Hehehehe...

Nggak kapok kan ikut bareng saya? Meskipun kalo lewat Kemanggisan kamu nggak perlu dijemput sama Pampi lagi. Hehehe... maap... maap...

January 20, 2006

Selebaran Busway

Dimana Titik Perpindahan Penumpang?

  • Pulogadung Ke Blok M: Pindah di halte Monas
  • Pulogadung Ke Kota: Turun di Halte Monas (jangan keluar dari halte), kemudian naik Bus Transjakarta yang ke arah Blok M dan turun di Halte Bank Indonesia (BI), selanjutnya naik Bus Transjakarta ke arah Kota.
  • Pulogadung Ke Kalideres: Pindah di Halte Pecenongan/ Juanda
  • Blok M Ke Pulogadung: Turun di Halte Sawah besar (jangan keluar dari halte), kemudian naik bBus transJakarta yang ke arah Blok M dan turun di Halte Monas, selanjutnya naik Bus TransJakarta ke arah Pulogadung
  • Blok M Ke Kalideres: Pindah di Halte Sawah Besar
  • Kota Ke Pulogadung: Pindah di Halte Monas/ Sawah Besar
  • Kota Ke Kalideres: Pindah di halte Sawah Besar
  • Kalideres Ke Blok M: Pindah di Halte Sawah Besar
  • Kalideres Ke Kota: Pindah di halte Sawah Besar

Pemberhentian Terakhir:
  • Pulogadung - Kalideres: Halte Pecenongan
  • Pulogadung - Blok M: Halte Pecenongan
  • Pulogadung - Kota: Halte Pecenongan
  • Blok M - Kalideres: Halte Sawah Besar
  • Kalideres - Blok M: Halte Pecenongan
  • Kota - Pulogadung: Halte Sawah Besar
  • Kota - Kalideres: Halte Sawah Besar
  • Blok M - Kota: Halte Kota
  • Kota - Blok M: Halte Blok M

Bus Terakhir:
  • Pukul 22.00

Harga Tiket Bus TransJakarta:
  • 05.00 - 07.00: Rp. 2.000,00
  • 07.00 - 22.00: Rp. 3.500,00

Komsel...?

Yup, di awal tahun 2006 ini Aku & Yanty memulai sesuatu yang baru: ikut komsel lagi! Hehehehe... setelah sekian tahun absen di dunia per-komsel-an akhirnya kemarin ikutan lagi, bareng komsel Franky-Yuyun di Greenville.

Keinginan untuk ikut komsel lagi emang diwarnai dengan kemalasan tingkat tinggi. Dari gimana transportasinya, gimana Willi, gimana kotak esnya, dan seabreg alasan lain.

Tapi akhirnya kemarin sore, yanty mencoba berangkat dari Kota ke Citraland naik TiJe. Sedangkan saya sudah 5.45 nongkrong di KFCnya. Yanty sampai jam 6.20, pesan makan, dan karena saking kelaparannya, selesai jam 6.30. Gee... Istirahat sebentar lalu berangkat ke Greenville.

Kami datang pertama, setelah beberapa menit pampi nongol. Lalu Barita & Vinda dan tidak lama kemudian Torkis bareng Ivan, anaknya muncul. Setelah ngobrol sana sini barulah bahas firman dimulai. Saya sempat melirik jam, 20.00, gosh... pasti balik malam. Saya sih biasa pulang malam, tapi anak-anak di rumah belum terbiasa dengan pola seperti ini. Hari itu Yanty dua kali telpon ke rumah.

Well, soal isi komsel, banyak yang berubah sejak kami terakhir ikut. yang sekarang lebih terarah, tahu posisi, dan akibatnya kami semua pasti mendapat sesuatu yang baru. Hem... next week we meet again.

January 17, 2006

Going Mad

Malam ini saya marah besar.

Seperti biasa, Willi sangat rewel saat sikat gigi & cuci tangan kaki sebelum tidur. Kali ini merengek, "... sikat gigi sama Papa...". Mengalah, saya ikut masuk ke kamar mandi. Mulai melepas bajunya yang berkeringat, lalu perlahan menyikat giginya. Entah kenapa, Willi masih merengek, menjengkelkan. Saat saya minta berkumur, dia malah tambah merengek tidak jelas. "Ayo kumur...!" mungkin saya sedikit membentak, tapi saya sama sekali tidak siap dengan reaksinya: Willi mengguyurkan air kumurnya ke baju saya. Entah sengaja atau tidak, Saya tidak bisa berpikir lagi. Saya sudah menampar tangannya. Bukannya menangis, mungkin saya mengharapkan begitu, dia berteriak marah. Entah bagaimana, saya ingin cepat menyelesaikannya mungkin, reflek mengambil gayung dan mengguyurnya beberapa kali. Air dingin itu mungkin mengagetkannya. Tangisnya tambah keras. Saya menghandukinya cukup keras juga. "Sudah...! Nangisnya sudah...! Kamu bikin Papa marah sekali. Sudah...!". Tangisnya reda diganti isakan kecil. Saya masih mengeringkan badannya, memakaikan baju, dan menggandeng masuk ke kamarnya.

"Sini duduk". Willi mendekat perlahan lalu duduk di depan Saya. "Jangan diulang ya. Papa sama sekali nggak suka Willi nggak taat. Nggak boleh guyur orang lagi. Nggak boleh nangis kalo mandi..." dan beberapa kalimat lainnya mengalir perlahan sambil beberapa kali mengambil nafas dalam, menurunkan emosi saya sendiri.

"Papa minta maaf ya. Kasar sama Kakak. Maaf ya" Saya mengulurkan tangan. Willi menyambutnya pula, "Ya..." jawabnya pelan. Lalu dia memeluk Saya, yang membalas pelukannya sambil tercenung...

Ini akan memberi bekas luka di hatinya. Sesuatu yang tidak bisa dihapus begitu saja. Sayapun merasakan hal yang sama. What I have done...??!! God...! Saya sudah terlalu kasar dengannya. Emosi Saya lepas lagi.

"Papa minta maaf ya Sayang... Tuhan, ampuni dosaku. Pulihkan kami...". Mata Saya berair.

January 15, 2006

Obedient

Nggak pernah komsel lagi sejak ada Willi.
Nggak rajin baca firman lagi sejak nggak tahu kapan, alias lupa saking kelamaan.
Jarang banget saat teduh bareng keluarga.
Nggak jadi panutan yang bener buat keluarga.
Masih sering emosi sama Eng & Willi

Sedihnya, saya dalam track "reparasi pria". Kali ini saya akan ikut dobel jadi peserta. Tuhan pasti bantu saya.

January 12, 2006

Ordinary versus Unordinary

Barusan lihat War Of The World. Dari chapter awal sampai akhir tension & curiosity kami naik beberapa level. Tanpa impuls ketegangan, film ini memberikan sensasi yang berbeda.

January 10, 2006

Pictures that can't be taken in my CF cards

Kemarin pulang dari pertemuan pelayanan saya mendapati rumah sudah dikunci, lampu ruang tengah padam menandakan semuanya sudah masuk kamar. Mungkin malah sudah tidur mengingat sudah jam 10 malam.

Masuk ke dalam, saya tidak merasakan hembusan dingin AC dari celah pintu kamar utama. Hm, pasti di kamar Willi. Saya naik dan menemukan mereka. Sisi tidur di kasur bawah, sementara Yanty bobo' melingkar diantara Sisi & Willi yang tidur dengan khas dia: berantakan. Radio masih menyala, mengiringi tidur pulas mereka.

Sekian menit saya hanya bersandar di pintu melihat, dan merenung. Betapa Allah memberi saya yang terbaik. Menjaga keluarga saya & memberi berkat yang berkelimpahan. "Thanks God...", bisik saya dalam hati.

Perlahan saya kecup mereka satu-satu sebelum keluar kamar dan turun ke lantai bawah dengan rasa tak terkatakan.

January 3, 2006

New Year's Surprise

Hari Jumat lalu, tanggal 30, saat saya sedang sibuk membuat rak boneka Sisi. Telepon berbunyi.

"Hai, lagi ngapain?"
"Gee... lagi berantakan di depan, motong papan buat rak boneka Sisi. Ada apa Dad?"
"Bapak mau ke Jakarta nih. Hari Senin (tanggal 2) ada rapat di Marsela. Kalau dapat tiket, akan berangkat besok"
"OK, aku jemput ya"

Gee... ini lain dari biasanya. Bapak bakal ber-tahun baru di Jakarta! Sekilas terbayang betapa "biasa"nya nanti tahun baru di Salatiga cuman bertiga. Mas Najib kemungkinan dapat giliran jaga. Siapa tahu ada bayi-bayi pengin lahir tanggal 31 Desember atau 1 Januari. Hehehehe... Yah, kami di Jakarta sih tidak perlu menyiapkan apapun. Acara kami sama seperti tahun lalu: melek sampe pagi, nonton tetangga menyalakan puluhan (atau ratusan?) kembang api ditemani kacang & coke. FYI, kemarin sudah stok coke 6 botol ukuran keluarga. Makasih deh buat Carrefour yang mendiskonnya walau hanya 3 hari.

Tanggal 31 diantara kesibukan menyelesaikan rak Sisi dan merombak taman depan, kami melarikan diri ke Gambir menjemput Bapak. Di jalan, Ibu SMS.

"Nanti Bp dijemput ya, Ibu ikut juga lho, mau tahun baruan di Surya"
"Ah, beneran nih?"
"Bener, bila sudah ada rencana acara di rumah gak papa nanti rame2 lihat kembang api. Jemput sama anak2?"

Saya tidak membalas, karena sudah sampai di Gambir.
"Say, mungkin Ibu ikut. Kayaknya bareng Dik Iwid juga deh"
"Iya kayaknya, kok tumben SMS minya dijemput segala. Wong biasanya emang selalu dijemput"
"Sama Icha kali"

Dan benar, keponakan kami satu-satunya itu muncul dari gerbong tiga. Disusul Eyang dan Ibunya. Hehehehehe... Mas Najib benar-benar dapat tugas jaga, nggak bisa ikut.

Malam itu rumah Surya rame. Keluarga besar saya dan Yanty berbarengan melewatkan tahun baru. Ini yang pertama kali, dan kemungkinan bakal susah diulang tahun depan. What a day... really an awesome day.

January 2, 2006

Adhi Widjajanto in Google

Hem, karena hari ini notebook ketinggalan di rumah, akhirnya aku cuma bengong browsing. Iseng tadi nyari nama sendiri di Google. Nemunya sungguh diluar perkiraan. Banyak juga lho.

Search result pertama jelas link fotoku Bom kuningan (dead link). Trafficnya gede banget soalnya. Lalu nongol juga profilku di . Lalu di Technorati.com karena blog ini. Ada juga muncul di situs pelayanan yang aku maintain.

Yang rada memalukan adalah email addressku yang sudah obsolete di Mailroom dipakai spammer menyebar "keburukan". Heh... nggak bisa disembuhkan tuh. The account is out of my reach. Di hack orang.

Beberapa situs juga memuat nama Adhi Widjajanto/EPA atau Adhi Widjajanto/AP terkait dengan foto bom Kuningan yang mereka "jual" ke media informasi lainnya, termasuk The New York Times.


Ada satu postingan di situs KomputerAktif tentang web site ku yang pertama. Lumayan juga reviewnya, meskipun kalo dibandingkan dengan situsku sekarang benar-benar sudah outdated. Itu kan review tahun 2004.

Dan tentu saja di situs-situs teman yang sering aku kasih comments.

January 1, 2006

World Record?

Taman Surya Cengkareng ke Sea World Ancol: 4 jam. World record? Probably not. But it's definitely mine.