" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: February 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

February 28, 2006

Uenak'e Durian Salatiga

Barusan bareng Yanty menghabiskan setengah kilo lebih durian, diimport langsung dari Salatiga. Deu...

Aroma khas langsung tercium begitu saya buka kotak Tupperware nya. Menyengat sangat tajam, melemparkan memori saya ke tiga tahun silam, saat saya, Yanty (dan Willi yang masih 3 bulan dalam kandungan), Dik Iwid, dan kedua orang tua saya hunting durian di Beringin - Kopeng. Saat itu, terakhir makan durian yang yummie...

Ambil satu, habis di bibir, Ambil satu lagi, dan lagi, dan lagi. Kalau Yanty tidak mengingatkan mungkin sekotak itu akan habis malam ini. He...he...he... Maklum, pelampiasan 3 tahun. Makasih Mom! (x1000...). Perutku ama Yanty panas sekarang... Gee...

Kencing Sendiri...?

Willi, sudah mulai bisa kencing sendiri, dalam pengertian layaknya seorang dewasa. Lepas celana (walau masih dibantu), ke kamar mandi, arahkan ke kloset, dan currr.... Setelah itu, kadang dia juga menyiramnya. He...he...

She's changed...

After months without popped up chat...
...months without emails...

I think she's changed, alot...

Happy birthday to you...


Happy birthday to you
Happy birthday to you

Bawa sesuatu dengan fla nggak? Hehehehe... Biasanya kalo Renny punya hajatan selalu bawa puding plus fla yang... yummy... Gee...

Yang udah cabut nggak boleh ngiri...!!! Wuakakakakak....

Oh... oh... ternyata ada ini...:

February 27, 2006

Nyemplung di bidang manajemen risiko

Definisi-definisi aneh yang bertaburan di seputar kerjaan kantor:
1. Value at Risk
2. Volatility
3. GARCH
4. Liquidity Risk
5. Credit Risk
6. ...

Dan hampir semuanya dijelaskan di Wikipedia. Ugh... menyenangkan. Bayangkan saja, semua staff di sini hanya tahu membuat hi-tech apps, tapi 0% tentang statistik, apalagi ilmu ramalan finansial seperti manajemen risiko ini.

Oh ya, Manajemen Risiko merupakan salah satu program studi di Magister Manajemen Universitas Indonesia. Boss saya pikir kami semua sudah cukup ilmu untuk ikut program penyetaraannya, gee...

February 24, 2006

Suka duka motret anak kecil

Sisi... {prettt...} gagal. Sisi... liat sini...!!! {prettt...} gagal lagi.

Sudah puluhan kali rasanya saya menjepretkan Powershot Pro-1 saya. Untung pake digital, harga yang dibayarkan hanyalah kesabaran dan kesabaran saja. Mulut dan raut muka saya sampe dower, cape untuk menarik perhatian Sisi melihat ke arah kamera. Baru setelah persis 4 bulan mencoba, akhirnya dapat juga foto ini. Gee... lumayan kan.

February 22, 2006

Cassette to MP3

Buat peganganku aja. Daripada ntar Googling lagi. Ini diambil dari reviews.cnet.com.

Step One
Connect your cassette player's output to the line-in jack of your sound card using any combination of cables and adapters that do the job. For a standalone cassette player, we recommend using a simple cable with headphone and 1/8-inch stereo plugs on both ends. If your cassette deck is part of a stereo system, use the headphone output with the same cable mentioned above; you will probably need a big-to-small adapter to pull this off. With either system, make sure that bass, treble, and loudness levels are all set to zero.

Step Two
Before commencing the process, you'll want to perform some basic tests. Set the player or receiver's volume control at about 1/3 power. Then double-click the speaker icon on your taskbar. Make sure your Line In slider is all the way up and that the Mute box is not checked.

Step Three
Now, it's time to create your test file. Open MusicMatch Jukebox (currently CNET's Editors' Choice for an encoder). First go to Options, then to Recorder. Next, go to Source, and select Line In. Finally, go to Options, Recorder, then Quality, and select MP3 (128 kbps). Press Play on the cassette deck and the Record button in the top left pane of MusicMatch. Wait until the indicator at the bottom of the MusicMatch window shows around 30 seconds of audio, then press Stop on the software.

Step Four
Find the test file in your MusicMatch Rips directory, which is probably on your desktop. If you can't find the audio, click the Windows Start Menu, then Find File, and search for a file called line in track 01.mp3. Double-click the file to hear it with your default MP3 player. If it's too soft, turn up your cassette player's volume knob; if it's loud and distorted, turn the volume down. Then, go back to Step Three and create another test file. Once this file sounds OK, proceed to Step Five.

Step Five
This is the easy part--just do everything you did to make the test file, only continue for the duration of the cassette. Two tips on this:
* In MusicMatch, Press Stop after each song and Record before the beginning of the next one (while the cassette is still running). This is the easiest way to end up with separate MP3s of each tune.
* Make sure you have at least 1MB of disk space for each minute on the cassette deck. Check this by double-clicking My Computer, right-clicking the C: drive, and selecting Properties from the drop-down menu.

Next Steps
* The quality of your cassette transfers will depend on your sound card. If your card adds lots of extra noise to recordings, you should replace it. Check out our product reviews for the best values in sound cards.
* If you have a pile of cassettes to convert to MP3s, you may find yourself in the market for more storage space, in which case you should by add another hardware storage device.

Email priasejati.or.id sudah kena spam???

Whoa... emang nggak ada matinya nih. Akhirnya tadi satu email spam muncul di inbox salah satu account email priasejati.or.id. Dan saya yakin akan muncul lagi nanti, besok, lusa... dan bakal bertambah banyak.

Memang, tulisan email contact di situs masih biasa-biasa saja. Mungkin perlu diganti kali ya. Hem, tambah terkenal aja tuh situs.

February 20, 2006

TI di Aceh -> Format, Reinstall

Baca perkembangan TI di Aceh, kayaknya kok jadi ngiler ya. Gampang banget! Cuman modal semangat aja bisa gitu. Kalo ditambah modal $$$ pasti tambah hebat lagi (dengan syarat yang ngerjain ya orang-orang bersemangat tadi).

Kebayang nggak sih, satu PC P-IV 3GHz dengan harddisk 180GBytes penuh dengan program kelas kakap, tapi penuh juga dengan worm, virus, dan jenis fauna lainnya. Gampang mana: A. Install anti virus lalu bersihin satu-satu, atau B. Masukin CD OS, format, install ulang. Aceh TERPAKSA pilih B. Mungkin di daerah lain harus dibegitukan juga. Oooo...

Tersadar Karena Takut...???

Gara gara ini saya segera menutup sebagian Download Section saya. Dari dulu memang tahu kalau salah. Tapi kok ya nggak kapok-kapok ya. Sekarang dah kapok, lagian borosin space & bandwidth sendiri. Dah ah. Buat yang punya lagu, program, & film, maaf saya beberapa bulan ini membuka celah. Sekarang saya tutup rapat & nggak buka-buka lagi.

THCL

Pagi ini (semestinya) ribuan orang, keluarga, mulai ber-'sate' dengan panduan baru. THCL, begitu cara saya menyingkat judulnya. Idenya sederhana. Kita sudah terikat perjanjian dengan Allah untuk menikmati berkat-berkatnya, disayang Allah seperti Dia menyayangi Yesus. Tapi kalau kita tidak kenal dengan Dia, pasti kita tidak bisa merasakan perjanjian itu.

Buku ini tipis, setengah A4 lagi. Tapi isinya terfokus. Langsung menunjuk titik-titik penting di Alkitab yang harus kita cerna pagi hari. Intinya, dalam 49 hari (kalau setia melakukannya) semua akan mengalami perjanjianNya dengan kita. Oh ya, "Touching Heaven Changing Life" judulnya.

Bingung? Cari & beli aja di Metanoia, kalo belum kehabisan. Hehehehe...

February 18, 2006

Beratnya Kelas Modul 2 - Build Men Raise Sons

Gee... dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore. 4 Sesi, berat karena self discovery. Kalau nggak fokus atau ngantuk ya bablas, nggak dapat apa-apa.

Hari ini kelas pertama, sampai 3 minggu berikut bakal seberat ini. Heh, banyak perubahan sih. Saya juga mau berubah, banyak.

February 17, 2006

Menikmati Thamrin - Sudirman 7.30 am

Sungguh sangat nyaman, menikmati ke-lengang-an kedua jalan protokol di Jakarta itu di pagi hari. Hm... sungguh amat lancar, sangat teratur. Naik busway? No... no...

Sudah sekitar tiga minggu ini bokap ada di Jakarta. Jadi setelah antar Yanty di Jl. Perniagaan, saya langsung mengarahkan moncong Espass ke Jl. Gajah Mada, Harmoni, Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, dan masuk kantor lewat depan. Gee... privileges sampai... paling tidak April.

Saya masih membayangkan beberapa belas tahun yang lalu saat 3in1 baru dalam proses penggodokan. Betapa macetnya ruas jalan-jalan tadi. Hem, setelah April mungkin saya harus mencari tebengan, atau ada yang berminat?

February 14, 2006

Urutan ke 70?

Sehari 70 pasien...??! Dr. B. Bachtiar, Sp.A hari Selasa jam 18.00 s/d 20.00. Realistiskah? Saya akan mundur kalau sudah nomor 30 ke atas. Kalau benar-benar mendesak mungkin saya bersedia antri demi buah hati. Tapi apakah ke-40 orang ini mendesak semua? Oom Bachtiar memang terkenal, tapi masih ada Sp.A Sp.A lainnya yang praktek di Hermina hari ini.

Tak tahu, tak peduli sebenarnya. Wong saya dapat nomor urut 3. Hee...

Stress Medication

Analyze This, dilanjutkan dengan Analyze That, dua film tentang reparasi emosi. Kalau saya, beberapa minggu belakangan saya menemukan metode yang cocok untuk saya: menyiangi rumput di pekarangan depan.

Jangan ketawa ya. Pekarangan depan rumah, 31 Desember lalu saya ganti dengan rumput baru, karena yang lama secara 'kejam' dituangi adonan obat beton saat renovasi rumah. Di area 5 meter persegi itu selalu ada saja rumput liar yang muncul ke permukaan. Mulanya saya merasa berkewajiban untuk mencabutinya. Lama kelamaan, mata saya terpaku dengan warna hijau rumput jepang dan sensasi ujung-ujung runcingnya di telapak kaki saya membuat saya lebih sering mengambil nafas, melemparkan segala pikiran yang menggantung, dan akhirnya saya benar-benar bisa relaks. Mau coba? Ke rumah saya yuk. Temani saya mencabuti rumput sore hari sambil ditemani teh hangat dan teriakan-teriakan ceria anak-anak kecil bermain di taman depan rumah.

Ciuman Seratus Juta???

RUU yang udah jelas-jelas bertentangan dengan UUD '45, UU Hak Asasi Manusia dan masih banyak UU lainnya kok ya masih "dibicarakan" dalam lobi-lobi tingkat DPR. Buang-buang waktu (dan uang rakyat) saja. Gee... lagian kalau itu benar-benar diterapkan, saya mungkin akan pindah ke Singapura.

Kok Singapura? Iya, 3 bulan saya di sana cukup sudah dihadapkan dengan lip kisses almost every places dan tidak ada yang complain, apalagi ditangkap dan dibui atau didenda ribuan dolar. Saya punya kebiasaan mencium bibir istri saya di depan rumah saat saya pulang kerja. Depan rumah, kalau belum masuk pekarangan termasuk public place kan? Saya bisa didenda minimal seratus juta (pasal 27). Uang yang lebih dari cukup untuk memulai hidup baru di .com.sg.

February 13, 2006

Ngantuk Berat

Kemarin dari Sabtu keliling terus. Jam 11 ke MKG, ngedrop Yanty & Willi main, lalu saya ke KTC mengikuti 'sekolah' modul 2. Pulang sudah malam.

Hari Minggunya ke kantor Franky, shooting launching new office. Sampe sore juga. Malamnya diterusin ke rumah Bastian ngomongin detil teknis acara pernikahannya. Pulang ke rumah masih harus beresin box perlengkapan untuk kelas hari ini.

Deu... sekarang masih ngantuk berat... Barusan ketiduran di meja kerja. Weh...

February 10, 2006

Nilai sebuah nama domain

sex.com dijual 12 juta dolar dua minggu lalu. Jelas bukan isi situsnya yang menarik, tapi namanya itu lho yang bikin nilainya dihargain segitu. Sebagai pembanding, nama domain business.com terjual 7,5 juta dolar tahun '99. Coba berapa sih nilai widjajanto.net di mata orang-orang? Hem, yang jelas popularitasnya nggak se keren punya Oom Kemplu di gombal.blogdrive.com.

Ini kisah nyata. Dua hari lalu ada orang yahooing (istilahnya googling pake yahoo apa sih?) nyari info tentang cara menikah di gereja Jakarta. Tak tahu apa yang dia ketikkan di search bar, tapi situs saya (katanya) nongol di urutan atas. Deu... Dia klik, baca-baca, lihat testimoni, lihat jurnal, dan akhirnya memutuskan untuk menghubungi saya. Buat apa? Buat minta saran! Gee...

Ya masak nggak saya tanggapin. Dua sampai tiga kali email, dan chatting juga, moga-moga jawaban saya cukup membantunya. Hee... suer, nggak kali ini aja pertanyaan seperti ini ditujukan ke saya. Mungkin suatu saat saya harus berpikir untuk membuka kolom konsultasi di situs ini.

Intinya, nilai situs saya ini nggak cuman buang-buang ratusan ribu setahun. Paling tidak, misi saya membawa kasih Allah lesat situs ini mulai terlihat. Amin...!

February 7, 2006

Sehatikah?

Pagi ini Jakarta cerah. Aku sama Yanty berangkat kesiangan. Di tol, tiba-tiba Yanty nyeletuk, "Eh, Ahun udah lahiran belom ya"?
"Mestinya sih bulan-bulan ini" jawabku sambil mengingat-ingat kapan SMSan terakhir sama dia.
"Tanya ah..." trus Yanty kirim SMS ke Ahun. Apa coba balasannya...

"Lagi mules nih...! Bukaan satu!"

Hiehiehie...

Sehatikah?

February 1, 2006

O... PLN

Malam ini, kalau boleh dibilang, saya sedang dikerjain sama PLN, tidak langsung sih, tapi anda akan sependapat dengan saya nanti. Ceritanya begini:

Hari ini ayah saya datang menginap di rumah. Praktis AC kamar atas dinyalakan sementara AC kamar bawah mesti menyala karena anak-anak "mengungsi" ke situ. Ditambah lagi saya harus lembur cetak ratusan lembar dokumen untuk camp. Lha kok ya tegangannya pas drop. Saya sadari saat MCB rumah drop. Setelah dinyalakan lagi dan diukur ternyata hanya 200 volt. Itu berarti dengan stabilizer saya hanya mendapat 2kVA, turun 200 watt. Padahal dengan dua AC saya perlu sedikitnya 1,5kVA untuk pengoperasian normal. Belum lagi saat kedua kompresornya "narik", belum lagi yang terpakai untuk lemari es.

Saya terpaksa mengandalkan baterai notebook untuk mempersiapkan setumpuk dokumen itu. Eh, belum lagi mencetak, MCB drop lagi. Nyalakan, ukur, 190 volt! Ampun! Saya coba hanya 2 AC, 1 lemari es, dan 1 lampu 14 watt. Saya bekerja dengan lampu USB. Tak bisa juga! MCB drop yang ketiga kalinya. Heh, akhirnya yang muda mengalah. AC kamar bawah dimatikan. Daya jelas cukup. Saya menyalakan printer dan mulai mencetak.

1 jam berlalu, ternyata anak-anak sudah basah kuyup. Tetap tertidur sih, tapi Sisi sampai dua kali ganti baju. Akhirnya tanpa bertanya dua kali Yanty menyalakan AC kamar bawah. Saya cepat-cepat mematikan printer dan notebook lalu meraih senter, menarik kursi dan berjaga dekat pintu keluar. Siap-siap berulang kali menyalakan MCB. Iseng browsing ke situs PLN pakai N6585. Baru lima menit sudah mati, habis baterai. Hgyaaah...!!! Mau charge juga nggak berani. Akhirnya meraih iPaq dan mulai bloggin'.

Benar-benar menyebalkan...