" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: May 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

May 31, 2006

Ngajari Willi pake DSLR

Ini bukan gaya-gayaan, bukan juga nyombong. Lha wong kalo jatuh atau miss-usage kan berabe. Barang mahal tuh.

Sejak di rumah saya ada Powershot Pro-1, Willi selalu merecoki saya saat mau memotret. "Willi mo foto... Willi mo foto..." rengeknya sambil menempatkan dirinya diantara saya dan kamera. Jelas pandangan saya ke LCD terhalang. Akhirnya saya ladeni juga permintaannya. Saya ajari cara pegang yang benar (tangan kiri menopang bodi & lensa, tangan kanan siap di shuter), saya ajari juga cara memotretnya. Yang paling susah di digital adalah pencet shuter setengah klik. Gee... anak kecil sama sekali buta soal halfway. Tak apa, respon Pro-1 cukup cepat sehingga hasil foto-foto Willi cukup tajam, meskipun komposisinya hancur lebur. Apalagi setelah dia tahu diperbolehkan untuk menjepret sana sini, Willi mulai membawa lari kamera eyangnya itu. Tinggal saya yang susah payah menenteng belt-nya menahan jika terjatuh tidak sampai membentur lantai. Untung sampai kamera itu diambil sama yang punya belum pernah terbentur sekalipun.

Minggu ini Willi punya mainan baru: kamera saya. Lebih berat dari Pro-1, lebih besar (tangan imutnya hanya bisa menggenggam dasar lensa), dan tidak ada LCD untuk membidik target. Hari pertama minta foto, Willi sedang pilek. Saya arahkan grip dia ke arah muka. Hasilnya, sebelum Willi sempat menjepret apa-apa, bagian belakang kamera sudah belepotan ingus. Hahahaha...

Kali berikutnya, tadi malam, Willi sudah mendingan. Tidak begitu meler dan tangannya sudah menggenggam dengan benar, tinggal mengajarinya ngeker dari viewfinder. Susah juga ya, mungkin karena terlalu berat buat dia. Hem... ntar deh saya upload foto dia...

May 29, 2006

Kena Batunya...?

Banyak enaknya punya pengurus rumah tangga dari kampung halaman, dua lagi. Kompak, nggak pernah bertengkar, semua kerjaan beres. Jarang banget nggak enaknya.

Kepikir nggak enaknya? Kalau pulang minta bareng. Huu... Ini juga. Saking lengketnya, saat satu PRT saya disuruh pulang (dan tak kembali lagi), yang satunya-pun mengekor dengan mantapnya.

Mungkin gengsi, mungkin merasa rendah salah satu saudaranya jadi PRT. Paman salah satu PRT saya ini ternyata sudah berulang kali memintanya pulang. Anda sendiri? Punya saudara lulusan SMP lalu jadi PRT malu tidak? Sepupu laki-laki saya jadi tukang becak di Jogja. Bapaknya juragan penggilingan beras terbesar di kampungnya.

Sepertinya comfort zone saya mesti berputar lagi.

Gempa... Oh gempa...

Sabtu pagi melihat siaran tv tentang gempa di Jogja, saya selintas berpikir, "Ah biasa. Minggu lalu Jakarta juga barusan kena gempa". Ternyata waktu sore hari, melihat jumlah korban begitu banyak, saya baru tersadar, ini tidak biasa. Saya langsung kontak saudara-saudara di sana.

Phew, cukup lega, mereka baik-baik saja meskipun diselimuti kegelapan. Dapat kabar dari Salatiga, baik-baik saja juga, meskipun sempat membuat semua orang berlarian ke luar. Rumah peninggalan Eyang di Kutoarjo retak dinding depannya. Tapi semuanya selamat.

Hem...

May 27, 2006

Menyekolahkan Anak

Bulan ini mungkin terakhir kalinya Willi sekolah di Play Orena (a pre-school @ Taman Palem). Bulan depan (atau Juli ya?) Willi mulai dengan kelas regulernya di TK Dian Kasih.

Memang banyak yang harus dipikirkan dalam menyekolahkan anak. Dari kualitas, biaya, sampai cara bersekolah itu sendiri. Hal yang buat saya masih se-ekstrim "bermigrasi jadi pengusaha" adalah home schooling (HS). Untuk HS ini Devi pernah membahasnya lumayan detil. Dia pun sepertinya sangat berminat & mendukung HS. Bagaimana tidak! Semua orang tua ingin anaknya dididik dengan standardnya masing-masing, sedangkan di sekolah reguler, namanya juga reguler...

Buat saya sendiri, yang tak begitu intens memahami HS, lebih memilih sekolah reguler. Memang lingkungan sekolah tak bisa diatur sesuka kita. Tapi itu sepertinya akan menjadi kesenangan tersendiri, melihat mereka berangkat sekolah, mengerjakan PR, persiapan ujian, naik kelas...

Hem, semoga pilihan saya tidak keliru.

May 26, 2006

Keselamatan versus Kenyamanan

"...arah menuju Petamburan ditutup. Demi keselamatan anda sendiri silakan memutar lewat..."

Keselamatan? Apa tidak ada kata lain yang lebih kalem untuk menggambarkan situasi di sekitar markas FPI hari ini? Himbauan itu digaungkan oleh seorang PJR menggunakan pengeras suara yang terpasang pada "moge"nya. Hem, suaranya cukup untuk menguasai medan seluas perempatan Slipi. Untung hari ini tidak seramai biasanya.

Kalau saya jadi dia (polisi itu), saya lebih memilih menggunakan kata "kenyamanan" untuk menurunkan tingkat emosi. Tapi saya tidak pro FPI, tidak pro juga dengan Keluarga NU, saya akan pakai kata "keselamatan" juga untuk memanaskan suasana. Ehem, polisi tadi, pro juga tidak ya?

Dari 250 sampai 165

Saya masih heran, bagaimana satu jenis barang bisa berbeda harga sampai hampir 50%. Saya kemarin mencari tas untuk 350D saya. Dari lantai 4 Mal Ambasador sampai lantai dasar, saya tanya dan menawar. Eh, sebenarnya istri saya yang menawar. Akhirnya dapat hanya 165 ribu. Istri saya sampai tidak percaya dia berhasil menawar sampai segitu. Dia sampai mengkonfirmasikan kualitas barangnya lagi ke saya. Saya bilang, 'sama kok'. Lha ya memang sama. Lowepro Rezo 120 EW di lantai atas sama dengan Lowepro Rezo 120 EW di lantai bawah.

Ehem, 1 jam muterin mal nggak rugi. Btw, Compact Flash Sandisk Ultra II 512MB dijual 320 ribu murah kagak? Kalo iya, berarti toko itu memang benar-benar murah... :D

May 23, 2006

Canon EOS 350D

Setelah berbulan-bulan dealing dengan problem di A80 saya, dan beberapa hari dengan Datascrip, akhirnya muncul solusi yang sangat menyenangkan. Terima kasih untuk Pak Budianto Iskandar dari Datascrip yang melancarkan jalan saya.

Setelah kemarin rada curiga karena A80 rusak saya ditawari trade in dengan A630 yang notabene top seller compact camera di PC Magazine, akhirnya Pak Budi men-japri saya. Menjelaskan roles di Datascrip sampai saya ngeh. Hehehe... Dengan program trade in diharapkan konsumen Canon tidak lari ke produk lain. Padahal saya sudah naksir D50. Akhirnya Pak Budi memberikan penawaran yang tak bisa ditolak. A80 rusak + 6.5 juta = EOS 350D + lensa EFS 18-55mm. Ehem... ehem... Cuma perlu beberapa detik untuk mengiyakan. Untung saya lalu teringat dengan tagihan-tagihan kartu kredit saya dan "bendahara" di rumah. Jumat sampai Senin cukup bagi kami untuk berdiskusi dan memutuskan untuk... TRADE IN!

Jadilah hari ini, nongkrong di atas meja saya...



May 18, 2006

Sharing - Datascrip Canon Service

Note: Penyelesaian kasus saya yang ini cukup bagus oleh Datascrip. Bisa lihat di post saya YANG INI.
==========

Seperti yang saya tulis di milis Elektro...

Cuman sharing aja, bikin mangkel sih.

Sebulan yang lalu Canon Powershot A80 saya kena gangguan. Tampilan LCD bergaris merah parah dan hasilnya pun hancur lebur (bergaris merah di setengah gambar atau noise tinggi di seluruh gambar). Setelah Googling sana-sini saya menemukan link yang gejalanya sama dengan saya. Ditulis ada kemungkinan defect di konektor CCDnya, dan Canon memberikan service gratis untuk soal ini(pernah dibahas di milis ini kan, setahun yang lalu kayaknya).

Rabu minggu lalu saya kontak Datascrip untuk menanyakan tentang penggantian CCD. Sesuai jawaban CS Datascrip, kamera saya bisa diperbaiki di sana dan ganti CCD tanpa biaya, meskipun barang "BM". Saya juga sempat ber-email dengan technical supportnya (Bp. Robby Verjanto). Beliau bilang A80 tidak terdapat pada daftar defect CCD, dan ditambahkan biasanya opticalnya yang rusak. Setelah berdebat sedikit (saya kirimi hasilnya juga) akhirnya dia "speechless" dan berkata, "bawa ke sini saja deh, nanti diperiksa dulu". Saya kirim hari Kamis.

Hari Senin saya kontak Datascrip untuk menanyakan status servis kamera saya. CS nya bilang kamera saya rusak optiknya (deu...) dan biaya perbaikan 1.3 juta. Halah! Saya sedikit berdebat, tapi apa guna berdebat dengan CS. FYI, kamera itu tidak pernah jatuh, tidak pernah terbentur, dan pakai sarung Lowepro D Res-8 yang memang pas banget buat bodi A80. Memang tiap hari saya bawa, tapi saya sangat "curious" kenapa bisa optiknya yang kena. Optik? bagian mana itu di kamera digital? Lensa? Prisma? atau apa? Yang pasti bukan sensor karena dia bilang bukan CCDnya yang defect. Daripada buang duit banyak, saya merelakan 110 ribu cancellation fee.

Hari Rabu saya minta OB kantor mengambil kamera itu. Sesampainya di sana, CS nya telpon saya, menawarkan trade in dengan Powershot A530 baru & garansi Datascrip 1 tahun dengan tetap membayar 1.3 juta. Nah, tambah bingung saya, plus curiga. Kenapa mereka mau barang BM rusak dihargai 600 ribu? (Harga pasaran A530 sekitar 1.9 juta) Masih bisa di kanibal kah? Apakah sebenarnya kamera saya memang benar-benar defect CCDnya dan mereka... banyak "what if" lain yang berterbangan di kepala saya.

Sambil hold, saya telpon istri (bendahara) minta pendapat. Akhirnya diputuskan tetap batalkan saja. Memang terasa aneh kan? Lagipula saya punya banyak CF card sedangkan A530 pakai SD. Saat OB saya balik dengan A80 saya, dia cerita di sana juga ada orang yang sedang memasukkan kameranya dengan gejala tidak ada gambar. CS nya langsung bilang, "itu optiknya yang rusak. Biaya 1.7 juta". Walah, apa produk Canon seperti itu? Kok dengan mudahnya CS memvonis seperti itu, sepertinya sudah sering. Apalagi Bp. Robby juga sudah menyebutkan hal yang sama.

Bokap punya Powershot Pro-1, adik punya A80 baru, temen kantor juga beli A80 atas rekomendasi saya. Saya jadi takut apa rekomendasi saya salah. Saya lalu melirik Nikon D70... Pikiran mau ganti 350D dan S80 saya simpan rapat-rapat.


Adhi Widjajanto '92
http://adhi.widjajanto.net
http://photos.yahoo.com/tim_adhi

First in last three years

Terakhir kami nonton di bioskop kira-kira tiga tahun yang lalu, sebelum menikah. Stuart Little, kayaknya. Setelah menikah, rasanya susah menyediakan waktu untuk mengantri beli tiket, nunggu di bioskop, nonton tanpa jeda, dan mesti pulang larut malam. Nah, moga-moga malam kemarin akan menjadi pembuka lagi. Ada uniknya juga nonton di bioskop. Teriak bareng-bareng, nangis bareng-bareng, peluk-pelukan (deu...), kedinginan, pandangan terhalang, terganggu orang bertelpon, dan sebagainya.

Kemarin, nonton Mission: Impossible III di Studio 21 Citraland. Filmnya keren, nggak berat (nggak perlu berpikir keras untuk mengerti jalan cerita dan logikanya), full action dari depan sampai belakang. Untuk studionya sendiri, deu... surround kadang nyala kadang mati. Masih lebih baik Aiwa 5.1 saya di rumah kalo digeber sampe 3/4 power.

Yang paling saya tidak suka nonton di bioskop: tidak bisa PAUSE & REWIND...

May 17, 2006

Electronics Bad Influence?

Gosh!! Belum juga kamera rusak itu diambil, masa' monitor di rumah rusak juga. @#!$%?...!!!

Malam ini mau cek mailbox, nunggu email dari Bastian. Nyalain CPU, tiba-tiba terdengar suara percikan listrik dari dalam tabung monitor. Dan tewas sudah satu lagi peralatan elektronikku. Hem...

kemudian pikiranku tak bisa lepas dari pertanyaan ini: kenapa...??? ada yang salah dengan aku...???

May 16, 2006

R.I.P. my Canon Powershot A-80

"Selamat pagi, Datascrip bisa dibantu"
"Mbak, mau tanya hasil servis"
"Bisa dibantu nomornya?"
"SVA-06-xxxxx"
"Sudah selesai diperiksa Pak, rusak di bagian optiknya. Biayanya satu juta tiga ratus..."
"Lho, optiknya? Bukan CCDnya?"
"Bukan Pak, ini rusak optiknya. Mau diteruskan?"
"Berapa tadi?"
"Termasuk biaya servis jadi satu juta tiga ratus empat puluh dua ribu"
"Wah, mendingan beli baru"
"Hehe... iya"
"Saya telpon lagi deh nanti. Selamat pagi"
"Selamat pagi"

Lemes aku...

May 12, 2006

Nutrilon Royal in a pack?

Ternyata ada juga lho Nutrilon Royal 3 Madu dan Vanilla yang dikemas seperti ini. Tulisannya diproses secara UHT lagi. Deu... deu... baru saja saya dan Yanty berpikir untuk mengganti susu Willi dengan produk UHT seperti Ultra atau yang lainnya. Hem, tapi tak apalah. Harga susu tambah menggila, perlu langkah cerdik untuk menyediakan yang terbaik buat Si Kecil.

Gempaaa....

Dah lama gak ngerasain lagi. Terakhir pas di Salatiga, Merapi meletus. Ini karena apa ya? Saya di lantai 24 (tepatnya 23 karena lantai 13 tidak ada) berasa sekali goyangannya....

Selesai Bersamaan?

Hem, baru hari ini. Biasanya sih gantian yah. Rasanya emang lain.

May 10, 2006

Uang Damai Yang Terlalu "Damai"

Baru saja saya menyaksikan kejadian yang menggelikan.

Di exit tol Dr. Sedyatmo ke Outer Ring Road, ada simpang 4 yang melarang truk untuk lurus ataupun belok kanan. Saya berhenti menunggu lampu hijau tepat paling depan. Di belakang saya ada truk yang menempatkan diri dengan jelas untuk lurus juga, sama seperti saya. Di persimpangan, seorang polisi yang bertugas segera menghampiri truk itu. Hendak menilang? Tidak. Sudah umum para supir truk memberikan "upeti" di persimpangan itu.

Tepat, dari kaca spion saya melihat sopir menggenggam uang, er... tepatnya sesuatu karena saya tidak tahu pasti. Dengan cepat, gumpalan itu berpindah ke genggaman polisi itu. Sambil terus berlalu, polisi itu melirik ke dalam genggamannya, dua kali...!! Sampai tiba-tiba ia memberikannya pada seorang pengemis berkaki satu yang sedang mangkal di situ, terbengong-bengong mendapat uang, eh... sesuatu dari polisi yang mungkin acuh padanya tiap hari.

Setelah polisi itu menjauh, pengemis tadi merenges pada sopir truk tadi yang sudah tidak dapat menahan tawanya. Entah berapa yang diberikannya. Mungkin terlalu sedikit untuk polisi itu, tapi cukup banyak untuk ukuran pengemis itu.

Another Good News From Datascrip

From: Robby Verjanto [.....@datascrip.co.id]
Sent: 10 Mei 2006 13:37
To: .....@ganesha.co.id
Cc: .....@datascrip.co.id; .....@datascrip.co.id
Subject: RE: Service non Datascrip Canon Camera

Pak Adhi,

Terima Kasih telah menggunakan Canon Digital Camera.
Berikut penjelasan dari saya:
1. Datascrip melayani semua type kamera Canon type digital (non-analog), baik garansi ataupun non garansi/lewat masa garansi.
Hanya saja yang non garansi akan dikenakan biaya
2. Apa type kamera Bapak?
3. Untuk kerusakan CCD akan diberikan free service dan part.

Demikian penjelasan dari saya.

Best Regard,
Robby Verjanto
Datascrip Service - Jakarta


-----Original Message-----
From: Adhi Widjajanto [mailto:.....@ganesha.co.id]
Sent: Tuesday, May 09, 2006 9:17 PM
To: Customer Information
Cc: Dani Sukmayadi Gunawan
Subject: Service non Datascrip Canon Camera


Selamat malam, saya ingin bertanya beberapa hal: 1. Apakah Datascrip melayani service kamera Canon yang tidak bergaransi? 2. Berapa biaya periksa dan biaya pembatalan servis? 3. Mengenai CCD defect (URL: http://www.canon-asia.com/index.jsp?fuseaction=image-phenomena_notice) apakah Datascrip melayani penggantian dengan gratis? Terima kasih sebelumnya. Saya tunggu jawabannya.

Best Regards
Adhi Widjajanto
.....
.....
Jakarta Barat .....
Telp :+62.....

Good News From Datascrip

Dial 241 sekian sekian sekian
"selamat datang di... ...Customer Service tekan sepuluh..."
Pencet 10
"...tuut... tuut..."
"Halo, Datascrip bisa dibantu?"
"Siang Mbak, ini benar CS untuk kamera Canon?"
"Ya benar"
"Saya mau tanya tentang servis kamera, apakan di sini terima servis kamera tanpa garansi Datascrip?"
"Terima Pak, tapi pastikan kameranya merek Canon digital"
"Oh ya pasti. Lalu untuk biaya servis dan cancellation berapa ya?"
"Kamera Bapak tipenya apa?"
"A 80"
"Untuk A 80 biaya servis dua ratus dua puluh ribu, belum termasuk spare part. Untuk cancellation fee seratus sepuluh ribu rupiah"
"Kalau untuk kerusakan CCD seperti yang diberitakan di web, apakah punya saya ini bisa juga diservis gratis?"
"Bisa Pak, asalkan yang rusak memang CCDnya saja"
"Tentu saja. Tapi bisa ya, walaupun kamera saya tanpa garansi Datascrip?"
"Ya bisa Pak"
"Oh, terima kasih atas informasinya"
"Sama-sama Pak"

Legaaaaaaaaa.........

May 9, 2006

Defected CCD?

Canon Powershot A-80 saya mulai bermasalah tepat setahun yang lalu. Mulanya hanya sebentar, tampilan di LCD bergaris-garis merah, begitu juga dengan hasilnya. Tapi tak lama gejala itu hilang dengan sendirinya. Karena tak begitu mengganggu, saya biarkan saja.

Sampai bulan April lalu, seluruh LCD total memerah. Hasil foto blurred, tak pernah fokus. Saya sudah mencoba berbagai diagnosa dan analisa (wek...) termasuk ini mentok semua.

Lalu saya teringat dengan ini. Mungkinkah kamera saya termasuk? Kalau benar, apakah bisa ikut berhubung kamera saya ini tidak bergaransi Datascrip? Hem... bikin kepala saya pusing. Ada yang bisa bantu?

May 8, 2006

Mupeng Abis

Tiap kali browse ke PCMag, selalu saja barang satu ini nongol. Hem, pernah ngerasain pengin sesuatu, ampe ngebet abis? Cuman nggak punya daya dan sebagainya untuk mendapatkannya.

Harga Diri v/s Harga 'Diri

Lihat spanduk di atas, saya pikir PT. KA sudah berusaha menyerang para pelanggannya yang bandel dari segala area. Masalah perkeretaapian di pulau Jawa memang sepanjang dan setua umur rel nya sendiri. Saya tidak cukup ilmu untuk memberi komentar, malah mungkin kurang dihargai saat mengambil foto spanduk ini. Untung hanya pakai kamera henpon dan bukan PowerShot saya. Jika ketahuan para calo di sana, mungkin urusan saya dengan mereka bisa ikut-ikutan sepanjang rel keretaapi pulau Jawa.

Inbound Traffic 9.37Mbps ???

Jumat kemarin tiba-tiba saja koneksi Internet kantor putus. Seperti biasa saya mencoba menghubungi Xena (Smoothwall) via web admin. Wah, not responding... Dengan malas saya kemudian menceknya langsung ke ruang server. Deu.,.. deu..., ternyata traffic di WAN deras sekali. Lampu switch berkedip super cepat. Saya snoop dari GCIWEB (mail server Sun Solaris), ternyata isinya broadcast message semua. Puluhan, mungkin ratusan tiap detiknya, menghajar firewall saya. Pantas dia tidak menjawab panggilan saya. Cara kuno: saya cabut UTP dari CBN dan Xena bisa bernafas kembali. Saya coba colok lagi, Xena langsung ngos-ngosan. Maklum hanya Pentium III 500MHz.

Akhirnya saya putuskan untuk kontak CBN Support. Hem, dia bilang seharusnya tidak seperti itu, dia bilang lagi minta log filenya. Deu... Xena ambruk mungkin karena kewalahan tulis log. Sayang SNORT nya saya matikan karena terlalu membebani Xena. Yah, mungkin kejadian kemarin tidak meninggalkan bekasnya. Teman saya yang di sini bilang itu serangan virus, dan seharusnya menjadi tanggung jawab ISP untuk memblokirnya masuk ke WAN client.

Hari ini saya cek NMS nya CBN, dan hasilnya sungguh mencengangkan:

9.37Mbps ???

Saya langsung berpikir, kalo pelanggan Internet dengan kuota uplink/downlink byte size, bisa nangis bayar tagihannya. Teringat dengan Speedy...

May 5, 2006

Oleh oleh dari Samarinda

Buat yang protes nggak dibawain oleh-oleh dari Samarinda, nih ada satu dulu ya...



Hello Samarinda,
Di "Selera" ini disediakan
makanan daerah yang sangat khas
dan sedap... yang penting semua
bahan lokal, no import-content,
jadi nilai-tambah ekonomi tetap
tertinggal di Tanah Air, tidak
ada ...(?) flight

26 Maret 2002
08:45 PM

Suedi Swarsono(?)

Yang bisa baca lebih jelas kasih masukan dong di komentar. Ini difoto pake SE S-700, mantul karena obyek di balik kaca.

May 4, 2006

Pasar Jepit Rambut

Gambar di atas adalah pemandangan sehari-hari di gedung Asemka (tau' deh namanya apa) lantai dasar. Surga bagi para pecinta jepit rambut dan aksesoris cewek lainnya. Dengan harga super miring, ribuan pilihan, ratusan penjual, dan sesama maniak jepit rambut lainnya membuat pasar ini selalu ramai. Mungkin yang menjadi sedikit penghalang adalah quantity sale. Anda tidak akan dilayani jika hanya ingin membeli satu atau dua. Tentu saja, ini pasar grosir jepit rambut. He... ada juga ya.

Pesan istri saya (yang demen banget jepit rambut), bilang "saya mau seperempat lusin" daripada bilang "saya mau tiga aja".

Konsistensi

Sepertinya saya tak akan pernah bisa memiliki konsistensi menulis seperti Mas yang satu ini. Hanya satu topik yaitu statistik dan penerapannya, tulisannya selalu dapat dimengerti orang awam statistik, dan gaya bahasa yang selalu sama. Sekedar pet crepet saja hasilnya seperti itu, bagaimana kalau sedang serius? Hasilnya ada di kantor saya.

Ini salah satu contoh orang genius yang masih bisa diajak bercanda ala dusun. Mo kenalan?

May 2, 2006

After May Day

Hie....hie...hie...

Demo kemarin yang diprediksi bisa berubah jadi anarkis ternyata adem ayem saja. Sepertinya para buruh ini sekarang sudah lebih solid, lebih bisa mengatur dirinya sendiri, dan lebih immune terhadap penumpang gelap yang hanya menyebar hawa gelap.

Tepatnya sih tidak adem ayem, karena efeknya memang sudah terasa sebelum 1 Mei. Warning statements di gedung kantor saya pun sudah diedarkan jauh hari. Dan yang paling menggembirakan, kemarin dengan alasan takut terjebak macet, saya ngabur dari kantor jam 4 sore. Jalanan ternyata sepi sekali meskipun saya sengaja melalui salah satu titik demo (Gd. DPR). Sampai rumah 4.45 dan bisa bercanda dengan anak-anak...

May 1, 2006

May Day

Hari ini tidak sedikit orang Jakarta yang ragu melangkahkan kakinya keluar rumah untuk pergi bekerja. Issue demo buruh 1 Mei hari ini memang sangar: puluhan ribu akan terpusat di Istana, HI, dan DPR. Hem, pagi ini saya tetap melaju di kawasan 3 in 1. Di kawasan Istana polisi dan satuan keamanan sudah siaga di sana. Turut pula puluhan pedagang kaki lima yang parkir membaur dengan kendaraan polisi dan ambulan. Jelas mereka akan mereguk untung yang tak sedikit, terlebih jika peserta demo kali ini mendapat pesangon yang memadai. Hee.... tak tahu saya, hanya menebak saja.

Di kawasan HI, polisi sudah mencuri start dengan memasang spanduk anti anarkis di hampir setiap tempat strategis. Hehehehe... kreatif. Pasukan hitam-hitam Pamong Praja pun terlihat sudah berbaris menuju posnya masing-masing. Di DPR, sepertinya akan sama saja. Saya pikir demo kali ini akan lebih teratur daripada yang lalu. Semoga...

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®