" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: June 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

June 28, 2006

Bad Days

Perasaan saya menjadi sangat tidak tenang setelah Yanty menelpon memberi tahu panas badan Willi sampai 39, sementara saya tidak bisa berbuat sesuatu untuk membantunya, terjebak dalam kesibukan di Samarinda. Terbayang mereka bersusah naik ojek ke Hermina... dan, ouh... kas kami sedang tipis. Mana Nokia Yanty sedang bermasalah, komunikasi kami jadi sangat terbatas. Hu...hu... pengin cepat pulang.

June 22, 2006

MP3 Player Seorang Istri

Seorang istri beli MP3 player merek terkenal, pilihan sendiri dengan uang sendiri. Pokoknya bangga banget deh sama MP3 playernya. Eh, hanya dalam waktu dua minggu MP3 player kesayangan itu raib dicopet di kendaraan umum. Sedihnya minta ampun. Di rumah tercenung terus memikirkan MP3 player kesayangan.

Waktu berlalu hingga dia berulang tahun. Sang suami yang memang tidak punya bakat romantis, tiba-tiba memberikan hadiah sebuah MP3 player. Bukan merek terkenal, bentuk biasa saja. Memberikannya pun tak dibungkus sebagaimana layaknya sebuah hadiah. Apalagi ini untuk istri tersayang. Tentu saja sang istri bersuka cita. MP3 player hadiah dari suami dipamerkan ke seluruh orang di kantor.

Waktu berlalu pula. Walau dari suami tersayang, MP3 player ini bukanlah MP3 player kesayangan. Ada saatnya keinginan tak bisa dilawan. Hari itu, MP3 kesayangan datang kembali. Tentu masih dengan uang sendiri. Sang istri kembali bersuka cita. Entah bagaimana nasib MP3 player dari suami. Entah bagaimana perasaan sang suami... jika tahu... kalau diberitahu.

June 19, 2006

Firefox 1.5 Versus Internet Explorer 7 Beta 2

Versus

Tadinya saya ingin menulis perbandingan keduanya, tetapi ternyata topik ini sudah outdated. Yah, lagipula saya pakai IE7Beta2 baru dua jam, itupun paralel dengan Firefox1.5. Saat surfing saya melihat banyak sekali pendukung Firefox. Memang sekilas IE7Beta2 menggotong "hampir" semua fitur Firefox termasuk tabbed browsing, RSS, plugin... ehem, tapi tidak selamanya yang mengekor jadi lebih jelek bukan? So, bagi yang punya Windows 2003 original atau Windows XP original (like me... hehehehe...), silakan mencobanya dari sini...

June 18, 2006

Logika Tiga Tahun

...keduanya menangis saat Willi berbuat tidak baik pada adiknya...
Huh? Maksudnya?
Iya, misal saat Willi memeluk Sisi terlalu keras sampai adiknya menangis, beberapa detik kemudian Willi-pun ikutan menangis. Hua... pengalaman baru bagi kami.

Mungkin rasa bersalah-nya-lah yang membuatnya seperti Itu. Mungkin juga takutnya pada kami. Atau... iri? Nah, ini teori baru.
Mungkin Willi menangis karena marah dengan kami karena saat bermain dan diakhiri dengan tangisan Sisi hampir selalu diakhiri pula dengan pendisiplinan Willi. Sehingga logika kecilnya berkata, "Papa Mama lebih sayang (baca: tak pernah memarahi) dede' Si daripada Aku..." tanpa mengingat sebab & asal mulanya. Jelas, saat mendisiplinnya kami selalu menunjukkan kesalahannya. Tapi dalam usia hampir 3 tahun ini kita masih berbicara pada logika tiga tahun pula.

Lalu?
Yah, sekarang kami mencoba menasehati mereka bersamaan. Mengurangi pembedaan-pembedaan yang tak sengaja kami buat.
Hasilnya?
Kita lihat saja nanti, wong baru satu hari. Atau kalian ada usul?

June 13, 2006

Diinterogasi

Saat meliput acara Kelas Pembinaan Pria Sejati ke-6 kemarin, sambil menulis saya juga mengambil beberapa foto. Seperti biasa, selain memotret yang di atas panggung, saya juga mengambil foto di bagian peserta, yang kali ini datang beserta istri (dan ada pula yang datang bersama anak-anaknya). Nah, saat memotret peserta itulah saya sempat diinterogasi.

beberapa detik setelah memotret ke arah peserta, saya didatangi seorang ibu, sambil menutup mulutnya dengan tissue, kemudian terjadilah interogasi ini,

"Itu... kamera buat apa?"
"Buat memotret Bu" jawab saya bego.
"Lalu buat apa?"
"Buat dokumentasi"
Sambil mengangguk-angguk ibu itu kembali ke deretan kursinya.

Tak tahu, yang saya rasakan muka saya sedikit memerah. Sesekali saya masih memotret ke panggung, saat ibu itu datang lagi...!!!

"Ini kamu motret buat dokumentasi apa?" Hah... tak puas dia rupanya.
"Buat laporan kegiatan Bu"
"Laporan ke gereja mana?"
"Bukan ke gereja, tapi ke CMN"
"CMN apa?" Lah... saat itu saya berpikir ini pertanyaan yang paling janggal seumur pelayanan saya di CMN.
"Ini Bu, Christian Men's Network" sambil saya menunjuk logo CMN yang terbordir di jas saya serta menunjuk beberapa spanduk yang terpasang di aula.
"Ooo..." Ibu itu kembali lagi ke kursinya.

Saya sudah panas. Ambil foto terakhir ke panggung, lalu saya berpindah ke deretan kursi lainnya. Saya menangkap nada tidak suka pada ibu itu. Alasannya? Tak tahu lah. Mungkin dia tidak suka difoto, ehem, saya berani jamin di hasil jepretan saya juga tidak ada gambar ibu tadi. Tapi, sesuai nalar dan kebiasaan, bukankah seseorang mestinya siap untuk difoto jika menghadiri acara bersama? Apakah wajar jika seseorang datang pada pesta kawinan lalu menolak untuk difoto? Apakah wajar seseorang datang ke pesta ulang tahun anak anda lalu dia mengkritik anda saat secara tidak sengaja gambarnya terambil? IMAO: kalau tidak mau terfoto, ya jangan datang! Sama seperti contoh ini: kalau tidak mau pahanya jadi tontonan orang ya jangan pakai celana pendek!

Introspeksi:

  • Apa saya harus pakai name tag "PERS"?

  • Apa kamera saya terlalu besar untuk acara-acara semacam itu?

  • Apa gesture saya setelah memotret tidak disukai?

June 11, 2006

Pestisida Aktif...???

Minggu lalu saat menonton berita di MetroTV, kami dikejutkan dengan hasil sidak Departmen Pertanian (cmiiw) ke salah satu pabrik obat nyamuk yang produknya sudah kami pakai lebih dari dua tahun. Pestisida aktif? Apa itu? Tak dijelaskan di berita itu. Yang saya amati hanyalah memastikan bahwa gejala-gejala dan akibat dari 'pestisida aktif' itu belum terlihat pada kami... er... apa sudah? Hiii...!!!

Tahu yang lebih parah lagi? Satu jam berikutnya istri saya 'masih' memakainya di kamar anak-anak. Duh...

Privacy v/s Beauty

Privasi memang seringkali berbanding terbalik dengan keindahan. Contoh? banyak. Perempuan dengan kaki sempurna akan memilih jeans panjang daripada rok mini saat ia akan naik kendaraan umum. Kantor kedutaan Australia akan lebih terlihat bersahabat tanpa tembok beton lima meternya.

Sama juga saat seorang istri merasa tidak nyaman ketika orang lain bisa mengintip ke dalam rumah melalui kaca di atas jendela. Akhirnya sang suami 'harus' menaikkan rel gorden dan 'kehilangan' estetika ruang tamu. Well, semoga tidak berlangsung lama.

June 8, 2006

Tak lulus ujian kesabaran

Sepertinya Allah sedang melatih kesabaranku...

Kemarin sore nge-run aplikasi berat (Credit Risk - Zero Forward Rate Calculation). Di lab, 40 records memerlukan looping 20 menit. Lha, ini data asli 40 ribu records!!! Kalau dihitung linier proses ini selesai... 13,8 hari...!!! Hwarakadah... Saya sudah pakai Pentium 4 2.6GHz dengan memory Corsair 1GB. Tadinya saya mau lembur menunggu prosesnya. Tapi setelah tim developer memberikan perkiraan selesainya, akhirnya saya pulang saja sambil membiarkan mesin ini tetap menghitung.

Pagi ini saya berangkat kantor dengan hati berdebar. Kalau ternyata belum kelar juga, mungkin memang kalkulasi dari lab benar. Saya mesti memutar arah mencari cara baru lagi untuk enhancement. Tahu apa yang saya dapat? Mesinnya MATI...!!! Huaduh... lemas saya. Ternyata server lainnya juga mati, berarti yang nggak beres ada di power gedung. Rada emosi saya minta tolong opis boi menelpon teknisi. Informasinya, PLN fluke lima kali tadi malam sehingga memaksa gedung memutuskan aliran listrik. Deu... deu... tiba tiba saya jadi kangen UPS APC 2KWh di lantai 25.

Selagi saya menghidupkan kembali server-server saya, cek ulang services dan normal reboot, teknisi gedung datang, mau cek kelistrikan katanya. Dia ditemani opis boi menuju ke tempat MCB berjejer. Tiba-tiba brett... mati lagi. Lho... kok dimatikan??? Huaaa...!!! Emosi saya naik sampai ubun-ubun. Mengomel sedikit keras ke teknisi itu, lalu saya keluar ruangan sambil membanting pintu. Perlu lima menit untuk menurunkan emosi saya. Cuci muka, menarik nafas berulang-ulang... Saya lalu kembali ke dalam dengan muka masam, mengulang ritual server-server saya.

Teknisi itu ternyata masih menunggu saya. Maaf pertama saya cuekin (ih, gak sopan ya). Dia lalu mendekat dan mengulang maafnya dengan sedikit tambahan penjelasan. Hem, saya iyakan saja. Tak habis pikir, di mana logika teknisi itu menurunkan MCB. Untuk mengetes kelaikannya kah? Mestinya dia melihat disampingnya banyak mesin yang sedang menyala. Ah tak tahu. Sekarang saya harus mengurus tingakt emosi saya. Yang tadi parah...

June 7, 2006

Allergic

"Dhi, medical allowance kamu tinggal dua ratus..., detilnya di bawah ini..."

Sedikit terhenyak membaca chat post sekretaris saya. Pikiran langsung melayang ke jadual imunisasi Sisi yang masih panjang. Hem, memang tahun ini anak-anak jadi langganan ke dokter, terutama karena alergi Willi yang sering kambuh, bikin kami senewen karena belum ada solusi. Belum lagi ditambah dengan biaya imunisasi yang semakin mahal (bila dibandingkan dengan tahun lalu saat Willi).

Hem... Sementara Yanty tidak mendapat medical allowances untuk anak, lalu bagaimana?

Sekarang Willi (dan terpaksa kami juga) berpantang coklat bentuk apapun, penyedap jenis apapun, dan mencoba susu kedelai a.k.a soya...!!! Ugh, yang terakhir ini belum, implementasinya memerlukan lebih banyak modal (baca: uang, Red.) dan tenaga.

Sejarah alergi memang ada pada Yanty dan saya. Sedihnya, kami hanya carrier dan semuanya keluar di anak-anak. Hik...

June 6, 2006

Father's Business

Read my friend's post here. I'm touched.

June 5, 2006

24 Hours The Peak Construction

24 Hours? probably. I've never notice it. I take 24 for my blog title only, to enhance the picture's essence. Nothin' more.

Stats:
Camera: Canon EOS 350 DIGITAL
Date/time: 05/06/2006 18:37:31
ISO: 800
Aperture: 5.6
Speed: 2 seconds
PS: rotate, crop, resized, brightness 20% sharpness 15% , unsharp mask 50% 4 pixels

June 2, 2006

Dikejar Deadline?

Ehem, meski sudah bertahun-tahun bekerja di sini, momen terburu-buru dikejar deadline semacam ini baru saya alami... ah... masih bisa dihitung dengan jari. Lho, kok bisa? Oh bisa saja. Pekerjaan kami di sini jarang sekali berhubungan dengan time limit. Sebenarnya sih ada, tapi seringkali time limit itu dilempar jauuuuhh sekali ke masa depan. Gee... kekuatan negosiasi?

Ini kali yang kesekian, saya memang tidak terbiasa dengan deadline sehingga wajar jika saya jadi "sok" sibuk (tapi masih sempat bloggin'). Menuangkan pikiran di otak ke dalam alur byte-byte pemrograman memang tidak segampang menulis blog. Ada aturan-aturan yang lebih kompleks yang membatasi kreativitas otak kita. Terlebih lagi jika tidak hanya satu otak saja yang harus berkontribusi. Ouah... para developer saya sekarang sedang mendinginkan otak di Friday Fun Day Ambasador. Ehem, saya barusan berpikir, mungkin seharusnya saya juga ikut dengan mereka tadi.

June 1, 2006

Ultah Pancasila ???

Lho, Pancasila berulang tahun hari ini to? Saya baru ngeh ketika membaca berita di Detik hari ini. Googling sebentar, viola! pengetahuan saya bertambah. Ternyata Pancasila itu diutarakan oleh Ir. Soekarno pada pertemuan Komite Persiapan Kemerdekaan 1Juli 1945 (Ralat: 1 Juni 1045, thanks to Devi). Ehem, saya 100% tak ingat apakah materi ini juga diajarkan saat saya masih sekolah dulu.

Setelah mengetahui fakta di atas, perubahan apa yang terjadi pada diri saya? Heh... tak ada. hanya sekedar sharing ketidak tahuan. Siapa tahu ada yang bernasib sama dengan saya.

URL lain ada di sini dan di sini.