" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: July 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

July 31, 2006

Sepuluh Tahun Bersama... Berjanji

Pagi tadi disela kelelahan, saya teringat akan janji yang pernah saya ucapkan padanya. Menemaninya sepanjang Agustus itu, tahun 1996. Tak pernah kami sangka, oleh kasih karunia Allah, janji itu diperpanjang, dan dikuatkan.

Yanty pun lupa tanggal ini. Saking capainya dengan sakit Willi. Malam ini, dia ingin menemaninya. Gee... tidur sendiri saya. Saat saya menaruh iPAQ di atas kepala, sesuatu muncul dari bawah bantal. Dengan kartu mungil bertuliskan singkat, "Makasih buat janjinya... I always love you" serta pena dengan grafir nama saya...

Mixed thoughts, hati saya tersentuh. Happy anniversary my dear...

Willi sakit Pa...

"Willi... sakit... Pa... Willi... sakit... Pa... Tolong... Willi... Tuhan... Yesus..."

Sakit hati ini mendengar erangannya semalamam. Batuknya sudah mulai berat sejak hari Minggu pagi di KEGA. Obat puyer resep dokter kali ini seperti tersapu pileknya. Jam sembilan malam puncaknya. Willi tak bisa tidur, mengerang terus. Tak tahan, kami bawa ke UGD Hermina Daan Mogot setelah mendapat referensi dari dokternya. 15 menit diuap (inhaler), akhirnya Willi bisa tenang, pulang ke rumah cukup ceria. Jam 11 malam Willi tertidur pulas.

Ternyata, 250 ribu di UGD tadi tak mempan juga. Jam 1 pagi kami terbangun karena teriakan Willi. Ugh... ternyata nafasnya berat lagi. Dia sampai berteriak saking sakitnya susah bernafas. Kembali ke UGD dengan sedikit terburu-buru, tanpa AC mobil, membuat Willi sedikit melupakan paru-parunya yang penuh dengan lendir. Di sana, tak ada kemajuan. Dokter jaga muda itu sepertinya juga hanya mengandalkan pengalamannya yang tentu saja belum sehandal dokter Willi. Apalagi dia hanya seorang dokter umum. Tak berbuat apa-apa di sana, kami bawa Willi pulang masih dengan nafas sesak.

Dilema melanda kami tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa berdoa, saya pagi itu menjaganya, membiarkan istri saya yang sudah kelelahan beristirahat. Erangan Willi masih sama. Dia ingin tidur, tapi tak bisa. Segala posisi pun sepertinya sudah dicobanya, dan dia menemukan yang cukup lumayan: di gendongan saya. Sampai jam 5 pagi dia masih menempel, tak mau lepas. Istri saya bangun pun hanya diliriknya sebentar. Saya sudah lelah sekali.

Saat saya mandi, ternyata dia dibawa keluar, menghirup udara pagi, membuat nafasnya sedikit lega. Kami berangkat kerja tadi, dia sedikit rewel. Jam 8 saat istri saya cek ke rumah, Willi sudah tertidur, masih agak sesak, tapi paling tidak dia bisa istirahat sejenak. Hari ini, dia tak masuk sekolah. Padahal minggu ini kelas sudah berjalan normal. Hem... entah bagaimana nanti, saya bertanggungjawab di Pra Camp malam ini, sedangkan hati saya tertinggal di rumah, di samping Willi.

Cepat sembuh ya Sayang... Papa usahakan pulang cepet deh ya...

July 24, 2006

Kisah Kue Ulang Tahun Willi

Minggu lalu, saat Willi keranjingan Thomas & Friends yang berpameran di MTA, saya dan yanty mendapat ide untuk desain kue ulang tahunnya. Pengin beli sih, sampai merengek dua hari. Tapi tetap tak kami belikan.

1. Cari disain di Internet, nemu beberapa, tapi yang satu ini memang pas di hati.
2. Perbesar & smoothing di Photoshop, trus print warna.
3. Tunjukkan ke boss Roti B*****, menantang kecanggihan juru rias kuenya... :D. Dia bersedia.
4. Sambil deg-degan hasilnya gimana, kami nguber ke MTA untuk mencari loko biru nomor satu itu, Thomas The Tank Engine.
5. Pameran dah bubar...!!! Lemes? Nggak. Ngabur ke Metro, akhirnya dapet. Phew...
6. Kasihin mainan itu ke B*****, sambil disodorin proposal harga (ditulis di kertas bekas bungkus kue, alamak...). Waks... dia bilang minimal 34x34 senti...!!! Deu... gede amat yak... Well, demi satu-satunya ultah Willi di KEGA, kami merogoh tabungan lebih dalam lagi. Plus tambahan 40 ribu karena menggunakan lebih dari 4 warna (putih, merah, kuning, coklat, biru gradasi, hijau gradasi), gee...
7. Sabtu kue itu diantar ke rumah. Karena dari pabriknya langsung, pake ada acara tanda tangan surat jalan segala. Hehehe...
8. Phui...!!! Lega...!!! Desainnya dihajar habis dengan modifikasi pas banget. Dan beraaaaattt... Hehehehe. Karena Willi tak boleh tahu, kami simpan semalam di atas lemari pakaian.
9. sekitar jam 7 pagi, 23 Juli 2006, Willi dibangunkan dari lantai satu, berjingkrak mendapati kue ulang tahunnya sudah siap di kaki tangga, dan menunjuk-nunjuk Thomasnya. Hem, lilin "terbalik" (silly me) yang sudah menyala itu sedikit tak diindahkannya.
10. Tiup lilin, foto-foto sedikit.
11. Jari mungilnya tak tahan, mencungkil sedikit di pinggiran. Gee... tak apa. Namanya juga anak-anak. Eh, Sisi ikutan juga...!!! Kali ini segenggam penuh krim...! Whoa... tak bisa direparasi. Biarlah.
12. Membawanya ke KEGA satu hal lagi. Berat, dan harus dipangku. Zebra hampir tak muat membawa enam orang dewasa, Sisi & Willi, serta 35 bingkisan terima kasih.
13. Sampai di KEGA, mengamankan kue di depan.
14. Ibadah dimulai, saya diberitahu Yanty kalau ada anak yang "jatuh" ke atas kue...!!! Halah...!!! Dari belakang saya tak tahu persis kerusakannya separah apa.
15. Ibadah selesai, perayaan ulang tahun dimulai. Saya angkat kuenya ke atas container box, dan... gleg.
16. Lumayan parah. Seperempat rel kereta menempel di tutup kotak kue, dan lilin angka tiga itu amblas tinggal sumbunya saja nongol di atas krim.
17. Dengan hati-hati Yanty menariknya ke atas, lalu diletakkan menggantung di atas lubang bekas lilin. Hehehe...
18. Nyalakan, tiup lilin, berdoa, dan potong kue.
19. Willi lebih tertarik dengan Thomasnya yang sudah dalam genggamannya sambil belepotan makan kue. Hem, penuh dengan krim, berminyak sekali.
20. Bagi bingkisan terima kasih, lalu pulang. What a day...

July 18, 2006

Willi's First School Day

17 Juli 2006, Willi pertama kali masuk sekolah. Ehem, dengan catatan pre school di Play-O-Rena yang lalu tidak dihitung. Sudah dua minggu kami menyiapkan mentalnya. Bangun pagi, mandi lebih awal, dipamerkan seragam sekolahnya, berkunjung ke area sekolah tiap ada kesempatan (hanya berjarak beberapa blok saja dari rumah), dan selalu diberi tambahan semangat untuk ke sekolah. Hasilnya?

Pagi itu Willi semangat sekali. Membangunkan Yanty, lalu mandi pagi. Setelah itu tak sabar ia berganti pakaian. Well, dia tak begitu suka dengan seragamnya, "nggak enak" katanya. Gee... memang jarang sekali Willi pakai kemeja. Tapi akhirnya dipakai juga. Lalu dia berlari ke tetangga sebelah yang bersekolah sama, eh, sudah berangkat. Giliran saya yang dikejar-kejar untuk segera mengantarkan. Hehehehe...

Sampai di sana, suasana sangat ramai. Cukup ramai untuk membuat saya dan Yanty pusing. Willi sedikit kebingungan saking ramainya. Bagaimana tidak, satu murid paling tidak diantar oleh dua orang. Willi sendiri diantar kami berdua plus pengasuhnya yang nantinya akan mengantar jemput. Kelas dimulai dengan berbaris masuk kelas. Tangan Willi tak mau lepas dari pegangan saya, tapi akhirnya mau ikut berbaris juga ke lantai dua. Saya mengekor dari jauh, kemudian menyerahkan videocam ke Yanty sebelum turun. Di luar cerah sekali, saya merasa sedikit lega lepas dari kegaduhan di dalam. Sempat melihat jam, 10.15. Hem, mereka mulai tepat waktu.

Jam 11 saya kembali menjemput, Willi sudah di luar. Yanty bercerita banyak, videocam bercerita banyak lagi. Hehehehe... Yang pasti, hari itu sepulang sekolah Willi was soooo excited. Hari ini dia kembali masuk ke kelas Bahasa Inggrisnya, diantar Yanty. Semoga tak lupa bawa videocam lagi. Hem, pengin cepat pulang...

July 16, 2006

Pesta Rakyat #3: Festival Jajanan Jakarta

Minggu lalu, salah satu teman milis iPAQers mengirimkan undangan ini, plus komentar, "Disini nih.... sedep banget kayaknya...". Hmm... makanan terenak se-Jakarta ngumpul di sini. Yanty OK untuk ikut, dan saya forward ke teman-teman kantor & komsel. Franky & fam langsung membalas mau ngikut... :D rame!

Sabtu itu, jam tujuh kurang, kami sampai di Lapangan Banteng. Duh! parkir mobilnya berantakan! Letaknya di pinggir jalan dan sudah dua lapis. Saya melongok ke bagian dalam, ternyata memang sudah penuh. Untung, ada Suzuki Katana bergerak keluar dari lapis luar. Untung lagi Zebra saya cukup masuk ke celah yang ditinggalkannya.

Kami masuk ke area, dan kaget. Tak siap dengan lingkungannya dan suasananya. Sangat berdebu, tanah lapang keras itu sudah menjadi bubuk tanah halus yang sangat mudah airborne. Sandal Willi terbenam di dalamnya, roda-roda stroller Sisi membuat bekas dalam. Hem satu lagi, antrian panjang di semua tenda, hah...! Mana belanja ala Food Court MTA: pakai kupon. Duh, di tempat penukaran pun sangat panjang antrinya. Eh, ternyata mereka tukar untuk mengembalikan kupon. Dengan mudah, Yanty & Franky mendapatkan kupon.

Lalu, mau antri yang mana? Semua panjang, terlebih lagi di sini bercokol nama-nama tenar, rekomendasi P' Bondan? Tau' deh... Saya ingin kerak telornya. Antriannya tak berperasaan. Yanty pun rela antri demi kerak telor. Franky & Yuyun sudah dapat Dodol Bu Nining, Nasi Goreng Aceh, & Sate Padang... (yg pedas, tapi dihabiskan Willi dengan lahapnya). Yanty perlu waktu satu setengah jam untuk mendapatkannya. Kejam, dibatasi hanya boleh beli dua! Saya dengan setia nongkrong di depan pikulannya, mendengarkan 'keluh kesahnya'. Bayangkan saja, bapak ini membuat kerak telor mulai jam dua siang, dengan dua wajan, lima menit per telor, hitungan kasarnya 144, kali tujuh ribu per porsi... hem. Pantas dia tersenyum terus, walau sempat kaki dan perutnya kram.

Akhirnya dapat juga. Kaki Yanty sudah kesemutan saking lamanya antri, akhirnya daripada hanya dapat kerak telor, beli dodol juga (uenak tenan euy!), trus ketan uli (?), sama satu nasi goreng Aceh dibeliin Franky (karinyaaa.... wow!). Jam delapan lebih, kami kembali ke mobil, berdebu, capek, tapi senang. At least, ada yang bisa diceritakan ke orang-orang.

1. Kerak telor perjuangan
2. Yang dibawa pulang
3. Willi kepedasan
4. Sisi kecapaian
5. Sandal berdebu

July 12, 2006

Happy Anniversary to SAS...!

Happy Anniversary to Us!

When SAS opened for business in 1976, the company had seven employees selling one software program. Today, SAS employs more than 10,000 people in 424 offices worldwide, and our solutions are used at more than 40,000 sites.

As we celebrate our 30th anniversary as the leader in business intelligence - the hottest sector in the software market today - we anticipate an even greater future. SAS has been on the forefront of information technology for 30 years, maintaining an unbroken string of 29 years of growth and profitability. Revenues - totaling $138,000 in 1976 - topped $1.68 billion in 2005. And there's every indication our growth will continue.

We have you, our customers and our friends, to thank for our unprecedented success. We wouldn't be here without you.

Here's to another 30 years!
Shelley Sessoms
Editor, Your SAS Technology Report


Note: taken from The SAS Technology Report for July 2006

July 11, 2006

Site Update: Photo Gallery Removed

Dihapus karena keterbatasan space. Yang mau lihat foto silakan ke http://photos.yahoo.com/tim_adhi saja. Hem, siap-siap pindah kali ya... cheaper, wider.

Petugas Survey Yang Tidak Menyenangkan

Karena istri saya bermigrasi dari Mentari ke Matrix, maka seorang petugas survey datang ke rumah. Er, memang seerti itu ya peraturannya sekarang? Kok saya dulu tidak ya.

Minggu lalu dia datang ke alamat yang salah. Blok G3 No 7 dibaca Blok G No 37. Esoknya CS Matrix menelpon istri saya dengan nada tidak nyaman di telinga, seakan istri saya memberikan data palsu. Hee... setelah dilihat, ternyata memang petugasnya yang salah baca. Kemarin, petugas survey itu sampai di rumah.

Pengasuh Sisi, yang masih culun (baru seminggu di Jakarta) dikatai "bego" karena tidak mau membukakan pintu (di Jakarta, dengan kondisi seperti itu, menurut anda siapa yang bego?). Yang lebih senior melongok lalu menelpon istri saya, dan memberikan telepon wireless itu ke petugas survey. Masih ngotot mau masuk rumah. Saat ditanya istri saya, dia mengelak memberikan alasannya. Malah bertanya yang lain, seperti standar layaknya petugas survey, dengan nada benar-benar tidak menyenangkan. Setelah bertanya ini itu dia berlalu.

Hem tak habis pikir saya, regulasi pemerintah soal pengetatan kepemilikan nomor selular akan berdampak sampai ke situ. Saya yakin Indosat meng-outsource-kan pekerjaan survey itu. Dan saya yakin pula perusahaan survey itu cukup profesional. Ini memang kejadian satu diantara seribu, subyektif. Tapi benar-benar sama sekali tidak mengenakkan.

July 9, 2006

Citibank Weekend Sale

...atau entah apa namanya tadi, Carrefour hypermarket yang menjamur di belantara ibukota memberikan diskon 20% untuk seluruh barang...! Tentu saja ada batasan: handphone, susu untuk anak dibawah 1 tahun, sepeda motor, dan maksimum belanja 12 setengah juta. Selain itu benar-benar diskon 20%.

Kalau sudah begini, bisa dilihat prioritas belanja masing-masing orang, aneh dan unik. TV 29" dua biji, kertas A4 satu trolley penuh, minyak goreng plus sabun cuci cair satu trolley, diaper satu trolley, minuman kaleng dua trolley... Entah bagaimana nanti melunasinya. Tapi dari sekian yang unik, ratusan lainnya membeli barang belanja harian, seperti biasa, tapi dengan volume 'gila'.

Saya tidak termasuk mereka. Selain tak punya uang plastik dari Citibank, saya merasa sungkan berbelanja 'super'. Seperti tadi, Yanty memborong semua Bendera UHT Plain 190ml. Konsumsi Willi, perlu 60 kotak untuk 1 bulan. Tadi 'hanya' dapat 34. Total, dengan kartu 'pinjaman' kami hanya belanja 300 ribu. Saya tak mau berpusing ria memikirkan cara melunasinya, walaupun dengan cici' sendiri.

Well, selamat buat yang sudah bisa memuaskan hasrat berbelanja. Oh ya, selamat juga atas TV barunya. Yg lama dikemanain?

July 6, 2006

Salah satu contoh CRM: informative cashier

Tadinya Willi sudah mengambil gantungan kunci ini di booth kasir. Tetapi saat saya melakukan pembayaran, mas yang sedang sibuk mengetik belanjaan Yanty sempat memberitahu saya, "Bapak tidak usah beli ini, nanti bisa dapat kok". Ternyata dengan total belanja dua ratus ribu lebih souvenir tersebut dapat diperoleh secara cuma-cuma di bagian informasi. Hem... sepertinya tidak banyak kasir yang informatif seperti mas tadi. Apalagi dia benar-benar sibuk dengan barang belanjaan Yanty yang sampai puluhan item (murah sih, tapi banyak...).

Satu jempol buat kasir Carrefour Taman Palem.

July 5, 2006

Sohib Lama

Sohib lama. Dulu kenalan ya di kantor ini, sebagai sesama 'pejuang' di proyek datawarehousing DX-GA. Akrab sambil lunch-out tiap Jumat ke "Kedai Hijau' di seputaran Karet bareng William & Antony. Sampai dia memutuskan untuk meluluskan diri dari 'Ganesha Institute', self upgrade jadi expat di negeri Jacky Chan sekitar tahun 2000. Sempat bertukar cendera mata sebelum dia 'menghilang' (eh, boneka Tigger gue masih di elu kagak?).

Tiga tahun yang lalu sebelum saya menikah, dia sempat nongol semalam di tempat kost saya membawakan puzzle 1000 keping dua biji! Lalu menghilang lagi. Sampai 20 Juni kemarin, Nyoman Koen Krisnawan, tiba-tiba nongol di kantor saya lagi. Yah, urusan sama Babe, tapi cukup membuat saya terkejut. Hehehe... Sayang tidak sempat ngobrol lebih lama lagi, dia keburu harus menghilang lagi. Yah, there'll be another time, pal... it will be.

July 4, 2006

Sisi Berdiri...!

- Diberdirikan...
- Rada bingung sudah bisa berdiri...
- Percaya diri muncul...
- Happy bisa berdiri...
- Jatuh karena mau lompat...

@home.2006.07.01.09:25:08

qmail inbox overflow

Hem, biar nggak hilang, saya tulis di sini saja. hari ini saya kembali ke kantor setelah satu minggu tugas ke Samarinda. Pindah mailbox Thunderbird ke PC kantor, dan mulai mendownload email kantor. Tapi tidak bisa...!!! Lho, errornya menakutkan saya, "error unable to scan $HOME/Maildir". Huhuhu... saya pertama kali berpikir disk clusternya corrupt karena beberapa kali memang begitu karena pasokan listrik di sini memang menyebalkan. Saya coba sync & restart, hasilnya sama saja. Pesan error itu tetap saja muncul.

Setelah beberapa kali googling, saya menemukan dua kemungkinan: 1. privileges ngaco, 2. mailbox overlimit. Saya coba solusi yang pertama, gagal. Solusi kedua, memperbesar softlimit di daemon pop3:
Old: ...softlimit -m 2000000...
New: ...softlimit -m 3000000...
& berhasil. Saya mendownload tidak kurang dari 2500 email, yang sebagian besar spam... %^&!*$!@%$!^*$#*&!#!!!

July 3, 2006

Mbak 'Iti...

Siti, pengasuh Willi, memang berbeda dengan prt pada umumnya. Dia bisa ngeblend dengan anak-anak. Fast learner & inisiatifnya patut diacungi jempol. Satu lagi, tiap pulang pasti membawa oleh-oleh. Tahun lalu kami dapat salak satu tas penuh plus jam ikan buat Willi. Bulan ini, dia membawa salak lagi, plus mobil-mobilan untuk Willi & baju untuk Si Kecil Sisi. He...he... jarang lho yang begini. Teman-teman Yanty saja pada tak percaya.

Yah percaya atau tidak, itulah profil salah satu karyawan kami. Hari ini saya dapat giliran cuti jaga anak-anak. Tanpa Siti saya cuma bisa bengong. Ngurus dua anak pun saya yakin dia bisa. Cuma nggak sampai hati. Besok giliran Yanty yg cuti.

July 2, 2006

Diancam Dibunuh...!!!

Sekedar membandingkan saja. Web hosting tempat blog ini nangkring membuat promo baru lagi untuk new subscribers. Hanya dengan 132 ribu rupiah sudah bisa mendapatkan Linux US hosting 35MBytes, dan berlaku seterusnya. Hui... sedangkan saya sebagai pelanggan lama harus membayar 168 ribu untuk fasilitas yang sama persis.

Pikir-pikir, cukuplah loyalitas saya di sisi mencari nafkah. Untuk web hosting, lebih baik nomaden saja. Atau cabut pasang di tempat yg sama tak apa kan?

Oh ya, masih sebal dengan tagihan kedua Ardhosting yang super mendadak. Tagihan tanggal 22 Juni 2006 dengan expiration 26 Juni 2006. Belum lagi dengan "Second Notification" dan "Final Notification" yang hari Minggu ini saya terima plus ancaman "SUSPENDED IMMEDIATELY". Duh, tak tahukah billinfo @ ardhosting kalau layanan perbankan tutup semua di hari Minggu? Email complain saya ditanggapi dingin oleh Erwin (ardhosting fin mgr?... owner?). Ternyata hanya tech supportnya saja yang patut diacungi jempol.

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®