" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 2006 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 25, 2006

Kalibrasi Monitor & Printer

Karena saya sering mengedit foto dan mencetaknya, seringkali terbentur dengan perbedaan warna antar monitor (kantor & rumah) maupun saat mencetaknya di printer atau di photo lab. Di antara sekian banyak photo lab pun hasilnya berbeda-beda. Lalu bagaimana? Hanya satu solusi: kalibrasi.

Setelah bertahun-tahun mengandalkan Adobe Gamma Loader untuk mengkalibrasi monitor, sekarang saatnya untuk upgrade. Saya banyak mendapat informasi dari situs ini. Panduannya lengkap dan bisa (saya tidak bilang mudah) diikuti oleh orang awam seperti saya. Tanpa alat kalibrasi khusus, tentu saja saya hanya mengandalkan mata saja.

Ternyata kalibrasi monitor bisa bikin sakit mata dan pusing. Tapi akhirnya berhasil juga satu monitor saya terkalibrasi dengan (menurut mata saya) cukup baik. Langkah kedua cukup "mahal" karena bisa menghabiskan tinta. Hem, dan ternyata tinta kuning saya habis... @#!%#$%!&*%@^$!!!

September 22, 2006

Lebar Jalan v/s Jumlah Kendaraan

Ada desas desus kalau jalur hijau di Jl. Jendral Sudirman bakal dibabat untuk menambah satu atau dua jalur lagi. Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai pendapat yang berbeda-beda. Saya sendiri beranggapan pelebaran jalur itu hanya berdampak singkat saja. Bayangkan, pertambahan jumlah motor di Jakarta tak kurang dari seribu per hari...! (data PDAT, 2003), belum lagi jenis kendaraan lain, belum lagi konsekuensi kemacetan yang bertambah karena terganggu oleh proyek pelebaran jalan ini. Hem, entah lah, saya harap para ahli tata kota dan transportasi kota ini lebih terbuka dan berpandangan jauh ke depan.

Senin lalu, saya mengantri di belakang gerobak nasi goreng, di depan SSQ (Sampoerna Strategic Square). Entah mengapa, dia memilih ikut antri juga daripada menyelinap dan mengambil jalur cepat yang relatif lebih kosong. Mungkin dia sadar kalau gerobaknya tidak termasuk kendaraan yang bisa melaju kencang. Eh, gerobak itu pun bukan kendaraan! Hem... keunikan Jakarta...

September 18, 2006

2 Jam di Glodok

Sudah lama saya tidak bermain-main di daerah ini lagi. Sabtu lalu, dengan bebasnya saya berjalan sendiri. Yanty tertahan di kantornya karena ada acara "kerja bakti". Hem, salah satu acara yang menghambur-hamburkan uang dan waktu. Well, paling tidak saya punya waktu beberapa jam sendirian menjelajah daerah ini, tempat kongkow waktu pertama kali ke Jakarta (norak nggak sih).

Dari Jl. Perniagaan Timur, saya melangkahkan kaki ke arah Pintu Kecil II. Hem, disambut dengan toko mainan spesialis die cast model! Hui... harganya bikin ngiler. Toko tanpa nama itu mudah dicari karena hanya satu-satunya toko mentereng di gang itu dengan rak display Maisto dan.... satu lagi entah apa. Setelah mampir di situ sebentar saja (takut nanti malah boros ingin beli) saya kemudian melanjutkan "traveling" kecil saya ke arah Asemka.

Panas! Jam 10.30 hari itu benar-benar terik menyengat. Tadinya saya hendak berkeliling di toko-toko mainan di situ, tapi entah, mungkin karena saking panasnya, kaki saya cepat melangkah terus ke arah Glodok. Naik dari Plaza Pancoran (? CMIIW), lalu ke jembatan penghubung ke Orion Plaza. Di atas jembatan itu memang "sarangnya" pecinta PS. Dari jualan sampai servis dan aksesoris lengkap. Ehem, ada bumbu tambahan, sekarang hampir semua toko menjual pula digital player mp3 or mp4 (movie clips). Entah harganya berapa saya tidak tanya.

Turun ke Orion Plaza, jadi teringat akan kulkas dan AC saya. Dulu belinya di daerah ini. Muter-muter dengan Yanty sampai nemu yang benar-benar paling murah. Hehehe... masa lalu yang tak terlupakan. Cukup sudah, saya masuk ke dalam. Melihat masih banyak juga yang berjualan video cam. Bahkan JVC GR-DVX400 saya yang saya pikir sudah obsolete, di situ masih ada yang kinclong dipajang di etalase. Wah... wah...

Tembus sampai belakang, bedeng grosir CD bajakan (yang anehnya tak pernah kena razia) saya lewati saja, langsung ke Glodok Plaza yang terletak di belakang. Tapi, eh, gedung "lama" ini menarik ingatan saya kembali. Lokasinya diantara bedeng CD dan Glodok Plaza, tempat saya sering sekali beli sparepart komputer. Masih teringat betapa dulu saya naik turun gedung yang tidak besar ini untuk mendapatkan CDROM cepat & murah untuk menonton VCD di kamar kost. Hem... Tanpa ragu saya belok ke situ. Ternyata di dalam tak semeriah dulu sebelum terbakar, meski banyak pula toko peralatan komputer. Coba lihat-lihat, he.... harga yang ditawarkan memang benar-benar miring. Bayangkan, multi card reader yang di tempat lain dijual 75 ribuan tak bisa ditawar lagi, di sini hanya dijual 40 ribu. CF card Kingston Elite Pro 1 GByte dijual hanya 250 ribu. Dengan harga yang sama, disebelahnya ditawarkan flashdisk Kingston 2GByte! Hem... Di situ saya hanya tertarik card readernya saja, untuk melengkapi peralatan di dalam tas kamera. Beli satu lalu "ngabur", takut merogoh kocek lebih dalam untuk sesuatu yang tak diperlukan saat ini.

Di Glodok Plasa saya cuci mata dan mengeringkan keringat juga. Berlama-lama di depan Kotaraya, melihat high-end gadgets bertebaran di display kacanya. Yummie sekali, sayang Kotaraya juga terkenal dengan harga mahalnya.

Tak terasa sudah setengah 12. Saya mesti mengakhiri "traveling" saya. Semoga saya masih diberi kesempatan ke tempat ini lagi, dengan kantong tebal siap dibelanjakan tentunya... :D

September 12, 2006

Wasted Good Resources

Sayang sungguh di sayang. Situs sebagus itu tidak dikelola dengan semestinya. malah kesannya seakan ditinggalkan. Apa hanya menjadi proyek mercusuar saja? Tapi kalo mercusuar itu sudah jadi (bagus lagi) tapi semua orang bisa buang sampah di pekarangannya, apa tercapai tuh tujuan proyeknya?

Kadang saya sampe rada gregetan dengan penanggungjawab situsnya. Saya sudah peringatkan beberapa kali via forum (yang sudah kotor lagi kesekian kalinya tanpa disapu bersih) dan sekali via telepon. Tapi sepertinya mereka sibuk, saran-saran saya via telepon terputus oleh kesibukan mereka lainnya.

Hem, usul:
1. Kalo nggak punya resource yang berkompeten, angkat salah satu member forum jadi admin
2. Upgrade engine yang memang udah bolong sana sini. kalo sudah di deface baru tahu rasa.
3. Sharingkan dengan IT freak yang sepelayanan. Buanyak banget kok.
4. Kalo emang nggak niat, mending shut down aja dulu tuh sementara waktu.


Suer saya sampe gregetan kalo ditelpon "complain" soal situs CMN yang kena junks. Woey...! Saya ngurusin yang punya Barat doang...!!!

September 5, 2006

Tragic loss: Steve Irwin

Berita ini dan ini mengejutkan saya. Turut berduka cita. Salah satu yang digemari Willi, anak saya. Rest in peace, Steve.

Nyesel? banget...!

Hari Jumat lalu, setelah nabung berbulan-bulan akhirnya kesampean juga beli Compact Flash Sandisk Ultra II. Mungkin tidak yang paling murah se Jakarta, tapi paling murah se Mall Ambasador. Saya dapat 370 ribu, nggak nawar lagi saking gembiranya dapat harga segitu. Ternyata...

Hari Sabtu saya jalan-jalan ke Citra Land. Di lantai dasar sedang ada pameran majalah Animonster, plus beberapa counter pendukungnya, dari CD, tas CD, sampai memory card juga. Iseng tanya, Transcend speed 80X 1 Giga. Dia bilang gini, "Mahal Pak, tapi barang kita bagus" sambil menyodorkan kalkulator dengan angka 301.000. Huek... Saya hanya bilang 'Ooo...' dan ngeloyor pergi. Lemes.

Note: Sandisk Ultra II itu speednya hanya 60X. Speed 1X = 150kBps (CMIIW)

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®