" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: June 2007 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

June 29, 2007

Mengatur Keuangan Rumah Tangga - Bagian Satu

Kalau pendapatan berapapun tak bisa menutupi kebutuhan hidup, apa yang salah? Gaya hidupnya? Atau sumber pendapatannya? Kalau anda mengikuti cara hitungan saya, semoga anda bisa mendapatkan jawaban yang benar. Ini yang saya lakukan sejak tahun 1997.

Teknologi
Saya menggunakan Microsoft Money untuk mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran saya. Fitur di software tersebut memang pas untuk pengaturan finansial keluarga. Detil fiturnya bisa baca di situs resminya. Periode pencatatan saya hanya sebulan sekali! jadi tak ada waktu terbuang sia-sia sebagai akunting keluarga. Apalagi kalau kegiatan ini saya kerjakan di atas tempat tidur dan ditemani dengan istri tercinta. Hee... biasanya saya melakukan aktivitas ini sehari setelah gajian. Buat anda, silakan berimprovisasi sendiri.

Catat Seluruh Sumber Pendapatan
Menurut saya, jenis pendapatan jauh lebih sedikit daripada jenis pengeluaran bukan? Maksud saya, jenis pendapatan paling tak jauh dari: gaji, bonus, tunjangan hari raya, net profit dari bisnis personal, sumbangan. Jadi, silakan catat semua pendapatan anda baik yang rutin maupun yang tidak rutin. Jika anda menggunakan Ms. Money, kegiatan ini akan sangat dipermudah. Keuntungan dengan Ms. Money: anda akan mendapatkan nilai rata-rata pendapatan anda disetiap jenis pendapatan yang anda masukkan. Nilai ini akan sangat membantu anda menjawab pertanyaan di awal tulisan ini.

Kelompokkan Pengeluaran Anda
Makan siang di kantor dan belanja bahan makanan di pasar saya gabungkan menjadi satu di "Food". Jajan bareng keluarga ke PizzaHut dan tiket nonton bioskop saya gabung menjadi satu di "Leisure". Pintar-pintarlah mengelompokkan pengeluaran anda. Semakin detil anda mengelompokkan, semakin baik Ms. Money memproses data anda, tapi waktu anda akan tersita lebih banyak. Jadi, buatlah sebaik mungkin. Sekali lagi, Ms. Money sudah memiliki template pengelompokan yang lebih dari memadai. Terdiri dari beberapa subgroup yang bisa/tidak anda gunakan. Benar-benar fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pengeluaran keluarga.

Siapkan Kantong-Kantong Pos Pengeluaran
Sekarang waktunya untuk budgeting. Dari daftar Kelompok Pengeluaran anda di atas, anda dapat menyiapkan kantong kantong pengeluaran anda. Istri saya yang pertama menerapkannya di rumah. Dia menyediakan belasan amplop panjang dengan tulisan jenis pos pengeluaran lengkap dengan nilainya di setiap amplop. Saat gajian, dia lalu membaginya sesuai dengan nilai yang tertera, lalu dimasukkan ke dalam "lemari besi". Ini beberapa contoh amplop pos pengeluaran saya:

  • Air Galon 30.000
  • Belanja Bulanan 1.250.000
  • Bensin Motor 50.000
  • Gas 55.000
  • Iuran Keamanan 80.000
  • Belanja Carrefour 600.000
  • Leisure 200.000
  • Listrik, Air, Telepon 600.000
  • Medical 200.000
  • Perpuluhan ...
  • Asuransi ...
  • Pulsa ...
  • Roti ...
  • Susu Sisi ...
  • Susu Willi ...
  • Gaji Pengasuh Sisi ...
  • Gaji Pengasuh Willi ...
  • SPP Sekolah Willi ...
  • SPP Sekolah Sisi ...
  • Angkot Yanty ...
  • Tol Adhi ...
  • ...

Bagi anda yang baru saja membaca tulisan ini, pasti pusing bagaimana cara anda menentukan nilai di setiap pos. Mudah! Ikuti insting anda. Well, selama ini andapun membelanjakan uang anda dengan insting (baca: tanpa perencanaan) bukan?

Pencatatan Bulan Pertama
Nah, dengan berjalannya bulan, sediakan waktu untuk mencatat pengeluaran harian anda di secarik kertas. Misal hari ini makan siang sekitar 10 ribu. Catat di kertas kecil bekas tiket parkir dan malamnya anda masukkan ke amplop yang sesuai dengan kelompoknya. Jangan menangis jika anda lupa. Kira-kira saja! Jika anda menerima nota belanja, jangan dibuang. Masukkan ke dalam amplop saat anda pulang. Slip tol, jangan di buang di gerbang tol. Bikin kotor saja. lebih baik masukkan ke dalam amplop.
Akhir bulan, anda akan menemukan puluhan, bahkan ratusan kertas-kertas kecil bertuliskan angka yang tak ketahuan dari mana saja. Tak mengapa, anda hanya membutuhkan angkanya saja, tak peduli itu transaksi tanggal berapa. Totalkan angka di setiap amplop pos pengeluaran, kemudian sesuaikan nilai pada amplop pos anda. Sekali lagi, jangan patok mati. Kira-kira saja. Tak akan ada departemen audit yang akan memeriksanya.

Well, cukup untuk saat ini. Saya mau pulang dulu. Bagian selanjutnya akan membahas tentang:

  • Pencatatan Bulan Selanjutnya
  • Budgeting dari Ms. Money

dan hal lainnya.

Selamat berbelanja!

Gigi biru yang tak bisa dibawa ke dokter gigi

Dua bulan yang lalu saya membeli bluetooth USB merek abal-abal seharga 65 ribu di salah satu toko ITC Kuningan. Dengan garansi toko dua minggu saya membawanya pulang dengan rasa 75%. 65 ribu untuk benda seperti itu buat saya cukup menipiskan dompet.

Sampai di rumah, ternyata gigi biru ini perlu driver, meski di Windows XP SP-2 latest patches (rutin dikonek ke Internet untuk update dari Microsoft, mumpung original...). Instalasi driver berjalan dengan mudah, dan viola... langsung menyala. iPAQ saya dengan mudah mendeteksinya. Sempat bingung dengan services setting, tapi hanya perlu belasan menit untuk mengkonfigurasinya sesuai dengan apa yang saya perlukan. Tak mengecewakan untuk benda yang lebih kecil dari jari kelingking saya.

Tapiii... ternyata 75% saya berubah jadi 100%. Hari ini dia ngadat, tidak terdeteksi keberadaannya oleh PC saya, baik yang di rumah, maupun notebook kantor. Hem... Nyesel deh. Curious, akhirnya saya bongkar, tambah nyesel lagi. Isinya benar-benar tak dapat diapa-apakan.

Pantas saja kalau USB bluetooth merek Billionton atau selevelnya pasang bandrol ratusan ribu. Semoga jerohannya tidak seperti yang saya punya.

June 28, 2007

Back Online

Setelah dua hari mampus, akhirnya situs ini bangkit lagi. Gee... tanya kenapa? Telat bayar! Bukan tak sengaja, tapi memang disengaja. Soalnya nggak ada duit. Wah, kok bisa? Bisa saja, budgeting untuk leisure tipe ini memang tidak ada. Jadi saat tagihan nongol saya tak mampu bayar. Mesti nunggu BOS* dari Menkeu.


* BOS: Bantuan Operasional Situs.

June 22, 2007

Rp. 1 per 1kByte

Naaaa.... ini yang bikin nggak ngiri.

Saya pikir promo ini hanya untuk penggemar Mentari. Ternyata seluruh member Indosat dapat semua. Hehehehe... Pantas saja saya hanya membayar dua ribu perak untuk browsing hampir dua mega.

June 14, 2007

Tak Adil Tanya Kenapa?

Baru dua minggu lalu saya sedikit memaksa agar istri saya membuka rekening kartu kredit. Selain agar tidak selalu bergantung kepada saya, keuangan bisnis Oriflame nya bisa benar-benar terpisah. Tapi dia menolak dengan alasan belum berani pegang kartu kredit, takut boros. Eeehhh lha kok tadi malam dia bilang sudah register dan approved kartu kredit tambahan punya cici'nya. Lha ini namanya kan sia-sia. Sudah merecoki keuangan orang lain (mana ada kartu tambahan dengan limit dan tagihan terpisah?), tanpa persetujuan suaminya lagi. Saat saya tanya apa alasannya, dia hanya bilang maaf saja tanpa penjelasan apapun. Halah! Saat itu juga hati saya tidak enak, tersinggung, merasa dilangkahi. Seperti membentur firewall saat tak bisa browsing tanpa tahu kenapa.

Adilkah? Padahal tadi malam dia pun berTANYA KENAPA saat Sisi menangis tak jelas.

June 11, 2007

Wall Of Fame

Detil biaya materi per foto:
- kertas foto glossy A4: 1.045
- tinta asli CL831: 9.300
- tripleks 3mm: 875
- kaca 3mm: 3.500
- klip kertas 105: 1.000
- fisher 6mm: 260
- mur 6mm: 260

Total biaya materi per foto: 14.240

Kalau foto cetak di Fuji Digital, biaya kertas & tinta tergantikan dengan cetak 10RWide (10.000). Kalau foto cetak dengan tinta Veneta, biaya tinta jadi hanya 2.700.

Total kepuasan yang didapat: tak ternilai... :D

Bayar Lunas

Akhirnyaaa...!!!

Mereka membayar lunas... :D Tampang-tampang cerah mulai bermunculan di wajah para developer. Sekretaris kami sampai melompat dari cubicalnya. Hee... client yang satu ini memang bandel. Wajar kalau kami sampai bereaksi agak berlebihan.

Parent's Expectation

Sabtu kemarin Willi diwisuda. Aneh rasanya menggunakan kata itu untuk anak-anak grade playgroup. Acaranya cukup lama (2 jam) untuk anak-anak kecil yang relatif tak bisa diam lama, dan cenderung membosankan. Yang cukup menarik hanya satu: pembacaan siswa terbaik. Hem... ada tiga rank: kemajuan terpesat, aktivitas terbaik, dan best of all. Asal tahu saja, Willi got none. Hem...


...semua anak dapat piala, so nothing special on it...

Saya pikir, cuma saya yang sedikit kecewa. Semua orang yang melihat saya duduk di deretan paling depan membawa kamera tapi tak mengambil gambar satupun, pasti memperhatikan raut muka saya yang berubah saat nama-nama dibacakan satu-persatu. Acara wisuda itu semakin membosankan buat saya.

Selesai pk 12.30, kami keluar dan disambut terik matahari penanda keceriaan hari itu. Kekecewaan saya sedikit banyak menguap, lalu jadi bisa melihat ke diri sendiri. Hem... Kalau tidak mau kecewa, ya harus berusaha. Ehem, ternyata meskipun di sekolah Yanty bersikap biasa, sorenya dia sempat melontarkan kekecewaannya juga.

Willi? Well, he's fun with those all activities. Dia sudah tahu apa artinya menang: maju ke depan, dikenal banyak orang, dapat hadiah, disalami, difoto. Untungnya dia tak peduli (atau belum) dapat hadiah dari sekolah atau tidak. Yang penting, Papa & Mama masih peluk & bercanda sepulang sekolah. Gee...

June 8, 2007

M or M

Satu setrip lagi. Ini sudah yang kedua kalinya sejak dua minggu yang lalu. Padahal udah telat 2 minggu. Kurang lama? Apa saya sudah bebas? Apa ada sesuatu? Entah. Deadline nya diundur lagi, awal Juli.

Btw, kami memang berharap dua saja sudah cukup.

99,9%

Ya... Tidak... Ya... Tidak... Ya... Tidak...

June 6, 2007

Virgin

Kemarin nyempetin lihat Virgin di RCTI. Ceritanya bagus, sarat muatan moral, edukatif, tapi disajikan dalam bentuk sebab akibat. Gimana tidak, hampir seluruh kebobrokan yang bisa dilakukan remaja putri ditampilkan di situ tanpa menjadi film porno, plus akibat-akibatnya yang devastating. Overall, saya cukup puas dengan film itu, dan berpikir untuk mengkoleksinya buat Sisi nanti. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi saya perlu film semacam itu untuk membuka percakapan dengan dia suatu saat nanti kalau sudah waktunya.

Tahu tidak, saya tertarik film ini saat Arman menyetel cuplikannya di salah satu sesi Men's Camp...

June 4, 2007

Mengeja "Teh Botol"

Kemarin di Gate 1C Bandara Soekarno Hatta, Willi mengeja salah satu papan iklan dengan lantang, "Te... Oo... Pe... bacanya OLI...!" Beberapa penunggu lainnya sampai menoleh dan tersenyum. Lain lagi saat sore hari, dia mengeja tulisan yang lebih kecil, "eS... Oo... eS... eR... Oo... bacanya TEH BOTOL...!" Halah, kali ini saya sampai ngakak. Untung di dalam mobil.

Ini pasti gara-gara iklan. Anak-anak kalian gimana?

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®