" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: November 2007 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

November 29, 2007

Naik Gaji...???!!!

Tunggu... bukan saya, tapi sang istri tercinta... :D

Sudah tahu kan, Hagabank dibeli sama Rabobank. Dengan tingkat kepemilikan Rabobank sebesar 95% maka mereka berhak mencampuri dari A sampai Y, termasuk fasilitas dan gaji karyawan. Whoaaa... Proses akuisisi sudah resmi sejak awal 2007 dan issue tentang perubahan gaji, pensiun dini, dan segala tetek bengek lainnya beredar kencang, tak hanya di aras bawah, para staff, manager, sampai pimpinan cabang pun memiliki gosipnya masing-masing. Sampai akhirnya kemarin, 28 November 2007, status mereka jelas sejelas-jelasnya. Ini perubahannya:

Dulu di Hagabank ada yang namanya "uang kerajinan". Definisinya, jika karyawan masuk penuh selama sebulan tanpa dipotong ijin, cuti, ataupun madol, akan mendapat seratus ribu rupiah. Saat ada sosialisasi dan tanya jawab antara Rabobank dan Hagabank, pertanyaan tentang status "uang kerajinan" ini bikin terheran-heran HRD Rabobank. Well, sekarang komponen ini dimasukkan ke dalam gaji pokok, gak peduli karyawan madol ataupun cuti. Horeee...!!! (pertama).

Dulu, gaji diberikan 13 kali termasuk tunjangan hari raya. Sekarang, gaji diberikan 14 kali termasuk tunjangan hari raya dan tunjangan akhir tahun. Horeee...!!! (kedua).

Dulu, tunjangan hanya kesehatan, kacamata, dan jamsostek. Sekarang, tunjangan meliputi kesehatan (nilai sama dengan yang lama), kacamata (nilai sama dengan yang lama), jamsostek (nilai sama dengan yang lama), asuransi jiwa dan kesehatan (ini baru!), dan tunjangan hari tua alias dana pensiun yang memiliki premi sebesar 10% dari gaji kotor (ini juga baru!). Bagusnya lagi, premi itu tidak dipotong dari komponen gaji tapi dibayar oleh perusahaan. Horeee...!!! (ketiga).

Yang terakhir, take home pay Yanty naik sekitar 10%. Paling tidak sesuai dengan tingkat inflasi. Jika dihitung dengan komposisi 14/13 plus premi 10% dana pensiun (pakai produknya Manulife), kira-kira gajinya naik sekitar 15% sampai 20%. Whaa...!!! (keempat).

Kemarin Yanty langsung memberikan surat penjelasan dari manajemen sekaligus slip gajinya untuk saya baca. Bersyukur? Banget! Dapat empat "hore..." plus satu "yah..." yang sedang diperjuangkan (tidak saya ceritakan di sini deh) benar-benar membuat kami bersyukur.

Sekarang tinggal giliran saya... :D

November 26, 2007

Thunderbird & Compacting Folder

MENYEBALKAN

Hanya satu kata untuk mengungkapkan kekesalan saya dengan proses "compacting folder" di Thunderbird. Gara-gara proses ini, membuat proses lain seperti junkmail filtering atau receiving new mail jadi terkunci. Barusan update ke versi 2.0.0.9. Semoga lebih sopan daripada versi terdahulunya.

Saya pilih Thunderbird instead of Outlook karena adaptive junk filter nya. Kalau satu fitur ini tak berfungsi lagi, mungkin minggu depan saya akan pakai lagi Ms. Outlook.

Nggak Kuat Ngabab

Gara-gara dua kali meeting seharian minggu lalu, tenggorokan saya langsung serak. Nggak biasa ngomong soalnya. Wong diskusi flow program dengan staff di cubicle sebelah saja pakai Y!M. Alasannya biar terdokumentasi dengan baik, halah...!!!

Dari dulu saya memang tak nyaman bila bercuap-cuap. Pakai telepon saja tak nyaman, apalagi berhadapan langsung. Hi... pantas personality test saya berujar Introvert 95%. Tapiii... menurut saya dua meeting minggu lalu sudah sedikit mengubah saya. Tak canggung untuk membuka pembicaraan, tak ragu untuk menutup debat, ehm... mungkin saya perlu mengisi tesnya lagi.

Permintaan pekerjaan, saya mesti bisa jadi "A" sampai "z", soal serak habis ngabab perlu solusi. Selain minum air perasan jeruk nipis, ada usulan lain?

November 21, 2007

7 to 8

Kemarin saya seharian membahas draft kontrak kerja sama dengan calon client. Pagi ini saya meng-interview dua orang calon developer. Nanti siang saya ke client membahas aplikasi. Hm... saat nya berpikir untuk 8?

November 19, 2007

lala, lalu, lulu, bola, elu, ulo, bali, ele...

Saya lupa apakah saat saya seumur anak saya, 4 tahun 4 bulan, sudah dituntut untuk bisa menulis seperti di atas (lihat judul). Ibu sih bilang dulu saya sudah bisa menulis sejak umur tiga tahun, tapi apakah sampai secanggih apa yang diminta dari anak saya sekarang? Tulisan latin (tegak bersambung) lagi. Haiyaaa...

Hari ini Willi ada "tes" dikte. Gosh... anak TK sudah dibebani tes. Oleh Yanty, Willi di "trial" dua kali dengan soal yang sama. Hasilnya? percobaan pertama benar 4 dari 10. Kedua benar 5 dari 10. Akhirnya dia menangis, tidak suka dapat 4 dan 5. Well, siapa sih yang suka. Anak saya masih normal kok, tidak suka dengan nilai jelek.

"Sudah nangisnya? Papa mo bicara sama Kakak. Lihat ke Papa kalo Papa lagi ngomong sama kamu." Dia melihat saya, sambil masih terisak.
"Kenapa nangis?"
"Willi sedih"
"Karena?"
"Karena Willi nggak bisa, tulisan Willi salah"
"Emang, kalo di sekolah nulis salah, Willi nangis juga?"
"Nggak"
"Lha kok kalo di rumah nangis?"
"Soalnya yang salah dihapus sama Mama"
"Kan tulisan Kakak salah. Kalo salah berarti nggak kepake. Kalo nggak kepake berarti dibuang, dihapus. Ngerti?"
"Ngerti"
"Tahu kenapa bisa salah?"
"Tahu"
"Karena?"
"Willi tidak belajar"
"Nah, mau belajar lagi nggak?"
"Mau"

Lalu dia mengulanginya lagi bersama Yanty. Well, karena sudah capai menangis, akhirnya hanya berhasil menulis 3 dari 10, plus memangis lagi. Yanty mengangguk ke saya, tanda sudah selesai. Lalu saya gendong (24 kilo!) ke kursi depan

"Kok nangis lagi? Buat apa?"
"Iya... Willi sedih"
"Ya sudah. Besok, di sekolah nggak nangis ya"
"Iya"
"Besok, kakak kerjain yang bener ya"
"Iya"
"Nggak nangis ya"
"Iya"
"Nah, sekarang pray, minta Tuhan tolong Kakak. Ikutin Papa ya"
"Iya..."

Lalu kami berdua berdoa. Minta tolong Tuhan untuk memampukan Willi, buat Willi tenang, biar bisa mengerjakan tugas sebaik-baiknya.

Saya dan Yanty tahu benar, Willi sudah berusaha semampunya. Sekarang tinggal terserah Dia.

November 15, 2007

Investasi Waktu

Bagaimana kalau penyusunan acara 4 hari RaKer diserahkan pada seorang stage performer... Bagaimana kalau suatu gerakan multinasional dipimpin oleh orang yang menemukan bentuk organisme, suatu wujud diantara organisasi dan... entah apa (yang jelas tak dapat didefinisikan).

Sebulan yang lalu saya ditawari untuk terlibat dalam acara RaKer di atas. Tingkat nasional lho, membuat saya sulit menolak. Hanya perlu beberapa detik untuk membangkitkan semangat saya untuk ikut berinvestasi waktu di acara itu.

Satu bulan berlalu dengan cepat, tertimpa kesibukan mudik lebaran dan camp. Sebagai tim yang terlibat dalam in-event (sbg operator PC & LCD proyektor) sudah sepantasnya saya mengharapkan kesiapan yang matang dari tim acara. Tapiii... sampai detik ini pun flow acara 'mengalir' entah ke mana. Saya makin pesimis setelah tahu siapa penanggung jawabnya.

Well, semoga keputusan saya tadi sore benar: memberikan slot investasi waktu pelayanan saya kepada yang lebih bersemangat.

Saya? Introvert?

Eh... kayaknya memang benar, meskipun tak seharusnya diimani (lah, kan tujuannya Serupa dengan Kristus...). Ngikut Bapak dan Ibu ini ngisi di sini walaupun terburu-buru. Entah, saya hanya mengisi saja, belum sempat exploring how it gonna effect mine. Punya saya bisa dilihat di pojok kanan bawah halaman ini.

November 14, 2007

6110 to 6828

Nyontek postingan ini...

Nokia 6100 saya beli karena tertarik dengan handphone nya Barry Smith (MIS, StanChar, SG). Punya dia hilang saat pindahan apartemen, lalu menggantinya dengan Nokia seri 8 yang relatif lebih kecil. Kami semua mengolok-oloknya, yang sebesar 6110 saja hilang, apalagi yang baru ini. 6110 saya beli pertengahan 1999, sepulang dari Singapura. Sampai saat ini masih berfungsi dengan baik, kecuali tray SIM card yang sudah kendor dan baterai yang melemah.

Handphone terlama saya: Nokia 7110. Dibeli pertengahan 2001 sampai awal 2003. Pernah terbakar IC nya juga gara-gara saya bermain-main dengan kabel datanya. Sekarang "reruntuhannya" masih ada di laci, siap untuk dinyalakan lagi kalau ada yang mau mencarikan casingnya.

Nokia 6100, dibeli 9 Februari 2003. Handphone termahal yang pernah saya beli. Sekarang masih dipakai Yanty setelah saya ganti rangka dalamnya yang sudah pecah. Hebatnya, baterainya masih bisa tahan 2-3 hari.

Samsung X600, saya beli 12 Juni 2004 hanya gara-gara saya punya nomor cantik IM3. Eh, hilang di tempat orang jual sate. Hanya 4 bulan menikmati kecanggihan kamera plus GPRSnya. Hiks...

Gara-gara sudah terbiasa bawa dua, akhirnya Yanty terbujuk untuk beli Nokia 6585 tanggal 28 Januari 2005, kali ini CDMA. Dari Star One, akhirnya Fren. Lama... akhirnya tak tahan dengan mahalnya pulsa, ganti Flexi. Sampai sekarang masih dibawa Yanty. Sesekali saya bawa saat perlu e-mobile di Puncak. Jelas, Rp. 3,- per kilo punya Flexi lebih murah ketimbang Rp. 5,- per kilo punya Matrix.

iPAQ 6365 dibeli tanggal 16 Juli 2005 karena keperluan pelayanan gereja. Karirnya tergantikan tanggal 22 Maret 2007 dengan iPAQ 6828.

November 13, 2007

Toto Under Maintenance

Setelah berbulan bulan berstatus "Under Maintenance" akhirnya diganti juga. Sekarang tak perlu lagi sok berdekatan jika hendak kencing, soalnya di WC Plaza DM memang hanya tersedia tiga toilet berdiri dan yang (kemarin) rusak adalah yang paling kiri.

Kalau membandingkan ukuran, rasanya kok tidak jauh beda ya. Dengan perkembangan teknologi sepesat ini saya masih mengharapkan nano technology (harus) memiliki andil lebih besar lagi.

November 5, 2007

Kepake... Operasional...

Rasanya gimana gitu, kalau aplikasi yang kita bikin bener-bener dipakai oleh orang yang sudah membayar kita. Jadi bukan hanya "nice to have" tapi juga "nice to work with". Barusan client kami yang sedang masuk masa pemeliharaan telpon, programnya error untuk proses data bulan Mei 2007. Eh, ternyata dia kelupaan untuk proses data bulan sebelumnya, jadi perhitungan kumulatif error semua. Resolved. Hehehe.... laporan ke boss dulu ah...

Cat hunting @ 02.30 a.m.

Hari Sabtu Willi sudah komplain soal kucing-kucing nakal di atas plafon rumah. Saya mengiyakannya untuk naik ke atap untuk mengusirnya. Tapi sampai tadi malam pun belum saya lakukan. Yang terjadi, saya kena batunya...

Jam 2 pagi tadi suara gemerisik dan meong sana sini terdengar persis dari atas tempat tidur saya. Mencoba "sok tak terganggu" akhirnya saya bangun juga setelah Yanty mencoba menyodok plafon dengan sapu tanpa menghasilkan kesunyian apapun. Ambil karung, senter, tangga, saya pun naik ke atas plafon. Gee... itu jam setengah tiga pagi!

Ternyata ada tiga bayi kucing di situ plus induknya. Sinar senter yang mengenai mata kucingnya sungguh menyeramkan, soalnya yang terlihat hanya matanya, badannya mungkin berwarna hitam. Setelah mendekat, si "seram" kabur dari sela-sela genting dan tembok (malam ini saya harus tutup dengan kawat). Ketiga bayi itu saya masukkan satu per satu ke dalam karung. Hem... bersih! Bulunya halus sekali... Hehehehe...

Saya bawa turun ke bawah, lalu dibawa Yanty keluar, dibuang di tong sampah lapangan basket dekat rawa. Sementara itu saya mandi lagi. Untung tidak di Salatiga, air Jakarta pukul 3 pagi cukup hangat... Gee... Mengingatkan saya harus naik lagi nanti malam, menutup celah-celah itu...

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®