" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: January 2008 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

January 31, 2008

Powerful Trading Engine

Bayangkan sebuah aplikasi online yang:

  • mengambil data naik turunnya instrumen investasi (dan data pendukung lainnya) secara realtime, automated, berdasarkan jenis instrumennya
  • menghitung prediksi naik turunnya nilai investasi secara realtime, automated, berdasarkan data yang sudah diambil
  • melakukan transaksi (auto buy & sell) instrumen secara realtime, automated, berdasarkan hasil prediksi yang sudah dihitung untuk mencapai gain terbesar

Sepertinya BEI akan sepi dengan teriakan-teriakan, divisi treasury bank cukup satu orang saja, para statistician jadi hartawan menikmati royalti.

Bisakah? Atau memang sudah ada?

January 30, 2008

Food Processing

Saya sedikit tertegun saat makan siang barusan. Euh, apakah semua kegiatan saya seperti itu?

  • mengupas semua kulit udang baru memakannya
  • membuka kulit kuaci, mengumpulkannya dulu kemudian memakannya sekaligus banyak
  • menumpuk pekerjaan, lalu mengebutnya dalam sekali waktu
  • ...
Semoga saja tidak. Saya jarang menumpuk pekerjaan, kuaci saya makan satu-satu, udang... sepertinya hanya sekali ini saja saya melakukannya.

Canon vs Nikon = End User Satisfaction

Baru saja kemarin saya menulis tentang Canon EOS 450D, Nikon meluncurkan pesaingnya: D60. Hehehe... saya tidak akan membandingkan antara keduanya, itu tugas reviewer. Cuman untuk sebagian orang, kompetisi kedua vendor ini menguntungkan pengguna baru: lebih banyak pilihan, tanpa menghilangkan konsekuensi sebaliknya: lebih bikin bingung. Hee... seperti teman baru saya yang hendak nyemplung ke dunia DSLR. Inget Bo, lebih baik punya bendahara yang nggak demen motret daripada dompet & tabungan elu terperas habis tak terkendali. Wuekekekekek....

Balik ke kompetisi, rasanya Nikon harus "berbelok" sedikit untuk meneruskan tradisi entry DSLRnya. Dari D40, D60, D80? Tak mungkin karena sudah terisi oleh penerus D70. Kalau Canon sudah memprediksi: 300D (Rebel), 350D (Rebel XT), 400D (Rebel XTi), 450D (Rebel XSi), 500D?, 550D?

Go, Rebels...!

January 28, 2008

Messy Desk = Ordered Mind?

Mumpung yang punya sedang keluar makan siang. Sepertinya saya tak bisa menyaingi kesemrawutan meja ini:

Di salah satu situs, menyebutkan kalau messy desk = ordered mind. Hm... benarkah? Sebagai pembanding, di situs ini malah menyebutkan kalau cluttered desk = cluttered mind. Hehehe...

Btw, tebak meja siapa ini...

9999 to 0000

Sabtu kemarin saya pikir kamera saya ngaco lagi setelah dua kali nge hang nggak bisa dimatikan. Counter filenya kembali ke 0000 lagi. Oh...oh... sudah tua kah?

Ternyata tidak. Jepretan saya ternyata sudah nyundul 9999. Hem... rumornya, mekanik shutter hanya berumur 100 ribu kali. Sejak beli Mei 2006 berarti sudah berumur satu setengah tahun. Hitungan kasarnya akan 'dut' 13,5 tahun lagi. Hee... masih lama.

January 25, 2008

EOS 450D? Ouch!

Kayaknya jajaran entry-dslr nya Canon berkembang dengan cepat saja. EOS 350D ku yang merupakan generasi ke-2 (setelah EOS 300D) tergantikan dengan 400D hanya setahun. Eh, hari ini mereka mengumumkan peluncuran 450D. Baca reviewnya kok fiturnya hebat juga yah: Live View LCD, sayang belum swivel. Nilai minusnya? Storagenya pakai SD! Huu...!!!

Pengin punya? boleh saja. Saya masih sangat puas dengan 350D, apalagi mainan barunya belum diutilisasikan dengan maksimal. Tapi tetap saja, kalau sudah jadi fosil itu kok rasanya gimanaaa gitu. Hehehehe...

January 24, 2008

Terlalu Simpel? Atau Dibuat Simpel?

Saya menarik kembali tulisan saya tentang postfix yang terlalu simpel. Ternyata dibuat simpel oleh falko. Dalamnya sungguh tak terkira ruwetnya antara menggabungkan postfix, smtp-auth, pop3, spamassassin, clamav, ISPConfig... Haiyaa...

Saya hanya ingin mematikan fitur email attachment rename karena boss di kantor lebih mementingkan simplicity (tinggal dobel klik untuk buka attachment) daripada security. Euh, ternyata mungkin tak cukup sehari. Googling dari tadi siang kok belum ketemu caranya. ISPConfig jarang yang pake ya?

PS. Kemarin main-main sama MX jadi tahu kalau Yahoo! Mail pakai qmail. Ugh... jadi kangen sama "Second most popular MTA on the Internet"

January 23, 2008

Perfect Setup Ubuntu 7.04

Setelah dua bulan lalu berhasil menginstall Ubuntu dan pernak-perniknya dari sini, utilisasinya hanya sebatas web server saja. Satu per satu saya pindahkan dari server utama (Solaris) ke server baru (Ubuntu). Lumayan, bisa membuat Solaris sedikit punya kesempatan menarik nafas. Sampai detik ini, dia (Solaris) masih kena serangan (yang mengakibatkan) DDOS ke SSH. Bikin daemon lainnya ikutan mampus. Terkadang SSHnya sendiri yang klenger, kadang MySQL nya, yang menjengkelkan qmail ikutan bengong.

Maksud utama saya menghidupkan Ubuntu adalah untuk mengganti MX server. Tapi dengan ISPConfig kok segalanya jadi terlihat jauh lebih mudah. Hee... single server lagi? Iya kali'. Mungkin hanya untuk HTTP dan MX. DNS dan lainnya akan saya bangunkan mesin lain. Mumpung di kantor banyak berserakan Pentium III tak terpakai. Cukup kuat kan?

Baru hari ini saya memberanikan diri membelokkan MX record ke Ubuntu. Gaya konfigurasi dari qmail ke postfix benar-benar berbeda. Saya merasa postfix terlalu simpel. Hehehe... Well, berhasil juga akhirnya, officially run on postfix dua jam yang lalu. Diperkuat dengan spamassassin dan clamav. Semoga traffic di LAN lebih bersih.

January 16, 2008

Kue Ultah Papa

Kemarin saya terpaksa pulang malam dari client gara-gara 250 file data backup yang harus di restore pakai script tradisional. Masih untung terhibur di jalan karena tak macet. Ceria muncul kembali saat sampai rumah jam 20.00, anak-anak belum tidur.

Saya dapat hadiah ini:

Lho... ultah saya kan masih bulan depan? Ternyata Willi sudah nggak tahan buat tiup lilinnya. Hee... Makasih Sayang...!

January 14, 2008

Sigma 70-300 APO DG Macro

Akhirnya kebeli juga, setelah jatuh cinta di pertengahan 2006 dengan tabung 70-300mm ini. Sabtu kemarin, disempetin ke eK-Gadgets Roxy Square. Jajal sebentar, tawar, beli. Komentar pertama saya: tampilan hitam doff keren, motor focusnya cepet banget, berat! Sampai di rumah sudah malam, plus baterai 350D saya habis jadi belum sempat coba-coba lagi.

Minggu pagi sebelum ke gereja mencobanya di taman. Haiyaaa... tangan saya perlu Tv di atas 125 untuk dapat gambar yang tidak goyang. Hm... ngelirik IS? nggak lah. Tripod saja cukup, cheaper solution.

Ini beberapa contoh jepretannya:

Untuk testing "eye to eye" bisa dilihat di sini. Oh ya, ini (klik di sini) tabung milik saya dijepret dari lensa 18-55. Sekarang tinggal mencari waktu untuk berburu... Hehehehe...

January 7, 2008

Terbang dengan Nokia 6120 Classic

Minggu lalu Yanty dapat berkat lebih, dan tanpa pikir panjang (soalnya takut nggak jadi lagi) saya ajak dia ke Ambasador buat cari henpon baru, menggantikan N6100 nya. Setengah jam berputar di lantai 3 belum memutuskan pilihan antara 6300, 5310, dan 6120. Terlebih lagi ada gangguan lain: E51... Hehehehe... Akirnya jam sudah menyundul 5pm, kami sepakat otak akan lebih jernih berpikir saat perut terisi.

Beli ifumie yang (sudah) nggak enak (lagi) di Bakmi Kuningan, kekenyangan, akhirnya kami memutuskan untuk beli "fungsi", bukan "tampilan". Pilihan jatuh ke 6120: unlimited phonebook (250 contacts hanya memakan tempat 55kB dari 35MB yang tersedia), Symbian S60, external accessed microSD, UMTS 3.5G, dual camera 2MP. So nice!

Malamnya saya restore data dari 6100 ke 6120 smoothly pakai PC Sync. Menjajal GPRS, dapatnya malah jaringan 3.5G! Whaa... cepetnyaaa... bener-bener bikin ngiler. Apalagi charging methodnya sama dengan GPRS (EDGE) yang biasa saya pakai. Akhirnya setup POP email personal buat Yanty, ngecek langsung dari henpon. Gee... sekarang bisa kirim terima gambar anytime terlepas dari MMS yang (dari dulu) nggak reliable.

Overall: Yanty puas, saya puas. Euh, malam-malam pun saya bisa pinjam 3G nya kalo lagi suntuk. Haa...

January 3, 2008

Medical Rompal

Pertengahan Desember lalu, sekretaris kantor yang merangkap sebagai bagian finance mengumumkan sisa medical allowance para staf lainnya. Tumben, biasanya dia tak pernah mau mengurusi hal-hal yang bukan tugasnya. Inisiatif sendiri patut dihargai.

Jika tahun 2006 sampai nol gara-gara tersedot imunisasi Sisi dan obat-obat pilek Willi, tahun 2007 masih bersisa hampir 2 juta. "Mau dipake ga? Gue mo buat betulin gigi", kata sang inisiatif. Ooo... Saya sih tak terbayang gigi nyut-nyut di pergantian tahun, apalagi ditambah jedar-jeder kembang api. Lagipula, dengan kondisi kantor seperti ini, rasanya keterlaluan kalau membuang uang untuk hal-hal yang tak begitu perlu.

Kemarin, salah satu gigiku berpikiran lain. Tambalannya rompal... :D Sama saja jadinya, malah akan terbebankan pada allowance 2008.

January 2, 2008

The Art of Bargaining

Istri saya kalau nawar di MangDu, Pasar Pagi Lama, Asemka, atau tempat sejenis pasti sadis. Saya sendiri sampai memalingkan muka saat dia mulai menawar. Masa' barang seharga tiga ratus ribu ditawar hanya sepertiganya. Tapi itulah menawar, terkadang saya terkejut juga dengan uang yang saya keluarkan, bisa jadi memang hanya sepertiganya.

Kemarin, Yanty merasa kecolongan saat toko meloloskan 850 ribu untuk barang dengan bandrol 1,1 juta. Soalnya baru nawar 2 kali. He... Mungkin karena tokonya di Mal Ambasador, bukan di Mangga Dua. Mungkin juga karena barangnya VCL-DH0730.

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®