" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: March 2008 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

March 27, 2008

CIBfest, layakkah?

Puji, ex teman sepelayanan di CMN, beberapa kali memberikan rujukan untuk ikut CIBfest. Awalnya saya acuhkan, bukannya tak tertarik, tapi merasa tak layak. Waduh! rendah diri saya nongol lagi. Dua kali "brute post" Puji saya acuhkan, yang ketiga benar-benar saya lirik. "Kenapa tidak?" pikir saya.

Pada akhirnya, saya mendaftarkan dua, situs ini dan PriaSejati.or.id. Tujuannya? Biar lebih dikenal, lebih bisa jadi berkat buat orang lain. Serius!

Btw, saya terpaksa mengecilkan sedikit banner asli CIBfest untuk bisa fit di template saya. Entah diperkenankan atau tidak. He...

March 22, 2008

Mudik Cirebon - Pulang

Sabtu, kami bersiap pulang. Ipar-ipar saya rada kurang ajar, mumpung bawa mobil, beli oleh-oleh tidak tanggung-tanggung: puluhan plastik gapit 1 kiloan, 4 plastik besar kerupuk mlarat, 2 ember tape, dan entah apa lagi dalam bungkusan-bungkusan yang lebih kecil. Enteng sih, cuman benar-benar menyita ruang. Saat menyusunnya pun saya sampai keringatan. Semua kerupuk dan "barang pecah belah" lainnya saya taruh di belakang jok, tape 3 ember saya taruh di depan (ampun baunya!) Susah memang, tapi saat seluruh penumpang masuk, mereka bisa adjust dengan sendirinya. Hee...

Berangkat jam 1 siang, sampai rumah jam 5 sore. What a wonderful holiday!

Btw, tape ember "Kita" itu uenak tenan! Rekomen deh!

March 21, 2008

Mudik Cirebon - Lengko "P' Bondan"


Walau hanya semenit jalan kaki, saya belum pernah mencoba yang pernah direkomendasikan P' Bondan - Jalansutra: Lengko Darmo (?) Pagongan.

Tadi saya sempatkan, sekalian mencoba es duriannya. Esnya uenak tenan meski saya lagi apes dikit dapat durian yang setengah matang. Lengkonya, saya hanya beli bumbunya tanpa nasi karena akan dimakan di rumah, lebih berasa daripada lengko sebelah langganan saya. Apa karena saya hanya beli bumbunya? Satenya di ujung pasti lebih alot daripada bagian tengah dan pangkal. Entah kenapa. 3 bungkus bumbu lengko, 30 tusuk sate, 2 mangkok es durian, habis 80 ribu!

Kalau saya jajan lengko lagi, saya ke sini hanya beli es nya saja. Lengko tetep enak di langganan saya, hanya terpaut 20 langkah doang... Hee...

Mudik Cirebon - Mauludan

Sebenarnya hari Kamis itu adalah hari terakhir acara Mauludan di Cirebon. Cari hotel saja susah. jalan-jalan super padat. Kami kok akhirnya balik lagi ke hotel langganan di Penta. Enak juga sih, kemana-mana dekat.

Idenya mau lihat mauludan Kamis malam, tapi apa daya, hujan mengguyur deras sehingga kami memutuskan untuk berwisata kuliner saja. Besoknya, kami baru ngeluyur ke "sisa-sisa" Mauludan.


Willi beli mainan kapal tuk-tuk bermesin minyak goreng. Lima ribu saja.


Suasana yang cukup lengang, tapi jalan kaki pun susah karena bersaing dengan motor yang masuk pasar. Halah!


Beli ketipung (atau apa ini namanya?). @ sepuluh ribu, tapi beli dua jadi @ lima ribu.


Mengunyah tahu petis, enak sih, cuman garamnya kebanyakan!

March 20, 2008

Mudik Cirebon - Martabak Canada



Kekenyangan di Panjunan, kami menyempatkan diri beli Martabak Canada, di Jl. Kesambi, samping Apotik Azimat. Karena sudah super kekenyangan, kami bawa balik ke hotel. Martabak telur isi udangnya benar-benar nendang! Minyak sedikit, udang terasa di gigi dan lidah. Nyam-nyam.

Mudik Cirebon - Mie Koclok Panjunan



Parkir jam 19.15 di salah satu gang Jl. Panjunan saja sudah susah. Piring saya datang 19:47! Orang-orang sampai rela antri duduk di trotoar seberang jalan.

Uenak tenan! Mie direbus sebentar di kuah kental, lalu ditiriskan, disajikan di piring, dituang (katanya) kuah santan yang hampir seperti susu kental. Daun bawang, bawang putih goreng, taoge, kol, merica. Satu suapan, saya langsung membisiki kokinya, "satu lagi ya". He... 8 porsi, 2 teh tawar, 1 teh manis, 1 es teh habis 48 ribu. Murah euy!

Saat kami selesai, di luar ternyata banyak sekali yang mengantri. Mereka rela menunggu, duduk di trotoar seberang jalan.

Mudik Cirebon - Nasi Lengko Gg. Bie Liong



Belasan kali saya makan nasi ini. tapi baru kali ini disertai sate kambingnya. Baru kali ini pula saya benar-benar mengunyak dan meresapi gajih di tengah satenya: enak, renyah. 5 tusuk & 1/2 porsi x 2 piring lengko: 16 ribu. Hem...

Mudik Cirebon - Berangkat

Kamis - Jumat, membuat libur semakin panjang. Jam 2 pagi berangkat, disambut dua truk mogok dan satu penyempitan jalan di tol Cikampek. Lepas tol jam 4! Terhadang macet berkali-kali, sampai Pagongan jam 9. Kebangetan. Tapi tak menciutkan sarapan nasi lengko dan satenya. He... Bentar lagi ke gang depan. Posted with Pocket SharpMT @ iPAQ 6828

March 15, 2008

Busy Holiday

Hari ini Saya sibuk sekali. Padahal ini Sabtu. Well, Saya lebih suka begini, one of my counted days.

Bangun pagi kesiangan (6:30), cuci muka, lalu mengantar Yanty ke pasar. Di sana saya mempelajari XML nya Mondrian. He... Tadi malam sudah breakthrough, membuat cube Mondrian ternyata sangat mudah dipelajari. Setelah minggu lalu berhasil mendefinisikan fact & dims, pagi tadi sukses dengan slices.

Habis ke pasar, cuci mobil, mandi, lalu belanja ke Oriflame. Siang makan ketoprak porsi raksasa di Gg. Alibaba, Kota. Edan! Porsinya nggak ketulungan sampai susah mencampurnya. 7000 rupiah sih... Ditemani es cincau, Saya terlalu kenyang untuk mengikuti Yanty jalan cepat ke Glodok, cari antena.

Nemu satu penjual, nunjuk (mata tertutup dengan saran penjual) barang, tawar, beli. Bukan PF sih, cuma tembakannya. Plastiknya jelek, serbuk aluminium dimana-mana. Sebelum pulang belanja stocking untuk dibawa ke Cirebon Rabu besok.

Sampai rumah, ganti baju, lalu naik ke atas atap. Eh, meski hanya tiruan, tapi paling tidak waktu dipasang semuanya fitted in its places. Putar sana sini, dibantu Yanty dengan HT di bawah, sebagian channel membaik penerimaannya. Hm... mungkin kurang tinggi. Mungkin kabelnya kepanjangan. Minggu depan Saya coba beresin.

Jam 10 saya sudah mengantuk, kaki pegal, tapi masih sempat blogging. He...

March 12, 2008

Minyak Tanah Versus Gas Bagi PKL

Saya punya langganan tukang nasi goreng di depan kompleks. Sampai sekarang dia masih pakai minyak tanah untuk memasak di gerobaknya. "Kenapa nggak ganti gas?" tanya saya suatu malam. Alasan dia terlalu dangkal, "Males ganti". Ampun! Padahal dia sendiri yang cerita ke saya kalau teman-temannya yang sudah ganti ke gas jadi lebih irit pengeluarannya, jadi lebih cepat panas, dan nggak perlu memompa tabung. Itu pembicaraan dua bulan yang lalu. Kemarin, saya lihat dia masih pakai tabung minyak dengan pompa tangan siap di sebelahnya. What a waste...

Lain lagi dengan langganan mie ayam di kompleks gereja saya. Senin kemarin menyempatkan nongkrong, dan mengamati kompor dia yang baru:

Regulatornya berbeda dari yang biasa kita pakai, selangnya pendek saja sampai ke pipa lurus masuk ke dalam gerobaknya. Saya lihat ke dalam, pipa itu sepertinya dibuat khusus, ada tambahan keran gas, dan berakhir di bawah dandang air panas mie. Apinya menyembur kencang kalau keran gasnya dibuka lebih lebar, persis dengan kompor minyak yang biasa dipakai para PKL. Apinya jauh lebih biru (buat api, biru lebih panas daripada merah). Dia hanya membawa satu tabung. Saat saya tanya, dia bilang, "cukup kok Mas, paling besok baru ngisi lagi".

Hm... saya mesti "ngompori" tukang nasi goreng langganan saya lagi. Siapa tahu harga nasi gorengnya jadi lebih murah, atau suwiran-suwiran ayam muncul lagi di nasi gorengnya. Hehehehe...

March 7, 2008

Berbagi Pengalaman Hidup

Dua minggu yang lalu Viktor meminta kesediaan kami berdua menjadi narasumber di komsel ibadah Dewasa Muda. Tema: membangun keluarga... atau semacam gitu lah. Ehm... Saya ragu sejenak. Bukan karena temanya, tapi tempat komselnya! Cideng hari Rabu jam 7 malam termasuk tempat yang 'susah' untuk didatangi. Well, setelah tanya Yanty, kami mengiyakan juga.

Mundur jadi Kamis, untuk menghindari macet saya jam 4 sore dari kantor jemput Yanty. Jam 5 langsung dari Kota ke Cideng. Macet di perempatan Tarakan, sampai di lokasi hanya setengah jam. Sempat menonton warga Hindu membakar ogog-ogog, lalu makan nasi goreng (kebanyakan minyak!) di pinggir jalan. Sampai jam 7.15 kami baru berhasil masuk tempat komsel. Aneh, di jalan itu yang bernomor '2' ada dua rumah!

Mereka mulai tepat waktu, saat kami masuk mereka sedang 'mencairkan suasana'. Hee... ice-breaker masih ada ya? Viktor memberi gambaran 'komsel jomblo matang'. Yang Saya lihat, mereka masih muda sekali! Dion pun masih terlihat culun di antara mereka. He...he...he... Beberapa muka lama seperti Dion, Viktor, Johny, dan Lie Mi (cmiiw) yang sudah kami kenal sebelumnya. 2 lagu, doa, kenalan, dan 16 pemuda-pemudi ini kemudian siap dengan pertanyaan-pertanyaan mereka setelah Saya bercerita sedikit tentang keluarga kami sendiri.

Mereka menanyakan hal-hal ini bergantian. Saya mencoba meringkasnya, semoga bisa berguna untuk orang lain juga.

=====

Q: Bagaimana cara mengetahui bahwa kami sudah siap secara finansial untuk berumah tangga?
A: Hitung detil pendapatan & pengeluaran kalian berdua. Contoh, untuk sebulan pengeluaran makan berapa, transportasi, rumah, dan sebagainya. Lalu dihitung berapa besar bisa menabung. Itulah kekuatan finansial keluarga, tanpa bantuan pihak lain. Dengan menghitung keuangan saat ini, keuangan saat awal berumah tangga tak akan jauh berbeda.

Q: Bagaimana posisi Abbalove dalam hal 'Perjanjian Pra Nikah'?
A: Abbalove sepertinya tidak memberikan pernyataan khusus tentang perjanjian ini. Yanty menjelaskan detil tentang penggunaan perjanjian pra nikah yang digunakan untuk melindungi harta yang sudah dimiliki sebelum menikah. Untungnya: posisi finansial suami dan istri sebelum menikah akan tercatat dengan baik, sehingga bila salah satu bermasalah dalam usahanya tidak akan mempengaruhi posisi finansial pasangannya. Kelemahannya: perjanjian seperti ini akan membangun tembok pemisah antara suami dan istri yang bisa saja menebal dan semakin tinggi, menghalangi aspek lainnya dalam hidup berumah tangga.

Q: Bagaimana cara menyelesaikan konflik emosional?
A: Satu, berlomba untuk minta maaf duluan. Dua, beri ruang & waktu bagi pasangan untuk menenangkan diri. Tiga, bicarakan dengan kepala dan hati yang cukup tenang. Empat, tak semua konflik harus berakhir dengan keputusan. Ada kalanya konflik hanya diakhiri dengan saling pengertian (toleransi).

Q: Bagaimana cara mengetahui pasti bahwa dia pasangan yang cocok buat saya?
A: Satu, saling terbuka, jujur. Dua, nilai diri sendiri apakah dapat menerima dan hidup dengan segala kekurangan yang ada di pasangan kalian. Adalah hal yang langka untuk mendapatkan sesuatu yang ideal di hidup ini. Keluarga adalah komunitas dalam kasih dan pengertian.

Q: Perlukah adanya cek medis sebelum melanjutkan hubungan/ pendekatan?
A: Boleh kalau dirasa perlu. Bicarakan berdua. Dasarnya adalah keterbukaan. Waktunya disesuaikan dengan intensitas hubungan kalian untuk membicarakannya. Kita berhak tahu kondisi jasmani & rohani calon suami/ istri. Misal tentang kemungkinan memiliki keturunan, yang bisa jadi pemicu konflik rumah tangga. Ingat, apa yang telah disatukan Allah tak dapat/ boleh dipisah oleh manusia.

Q: Komitmen apa saja yang biasa dibicarakan sebelum menikah?
A: Komitmen keuangan, membagi waktu bekerja dan keluarga, tinggal bersama mertua, cara mendidik anak, dan masih banyak lagi. Inilah yang harus menjadi topik pembicaraan saat kalian bertemu. Kualitas, bukan kuantitas.

Q: Bagaimana batasan pacaran? Berpegangan tangan?
A: Di Abbalove akan dituntun untuk menetapkan batasan kontak fisik. Tujuannya agar membatasi romantisme saat saling bertemu.

Q: Bagaimana cara mengatasi tekanan dari keluarga untuk menikah?
A: Satu, sepakati satu milestone yang realistis (bisa dicapai) untuk melangkah ke pernikahan. Kalau bisa, bicarakan milestone itu bersama orang tua. Milestone Saya dan Yanty adalah punya rumah sebelum menikah. Contoh lain: menyelesaikan kuliah sebelum menikah. Setelah menetapkan milestone, berkomitmenlah dengannya. Jangan menikah lebih cepat atau menundanya.

Q: Hidup dengan mertua?
A: Baik ataupun buruk, interfensinya akan tinggi. Bicarakan sebelum menikah. Kita menikah bukan hanya berdua, tapi menyatukan dua keluarga besar. Ingat, segala tanggung jawab terhadap keluarga yang baru sepenuhnya pada suami & istri, bukan pada orang tua, bukan pada mertua.

Q: Bagaimana mengetahui sikap-sikap buruk calon pasangan?
A: Keterbukaan, pilih waktu yang tepat untuk membicarakan hal-hal yang sensitif. Cara kedua, gali dari orang yang dekat dengannya, tapi pilihlah yang netral dan bijaksana.

Q: Hal apa yang sering menjadi sumber konflik setelah menikah?
A: Biasanya malah hal-hal kecil. Misal mempermasalahkan uang 50 ribu rupiah yang hilang, menaruh baju kotor sembarangan, dan sejenisnya. Solusinya? Mungkin hanya cukup dengan toleransi, rendah hati; dengan berlatih tentunya. Kita mesti bisa memisahkan hal-hal yang prinsip dan yang tidak. Pelanggaran hal-hal prinsipal harus dikoreksi.

Q: Bagaimana jika calon perempuan lebih superior?
A: Sebelum melanjutkan hubungan, lihat diri sendiri apakah sanggup hidup berkeluarga dengan kondisi seperti itu. Bicarakan dengan pasangan kalian. Ingat, kepala rumah tangga adalah suami, meskipun di sisi finansial (misal) suami bekerja pada perusahaan yang dipimpin istrinya.

Q: Hubungan eksklusif itu seperti apa? Kenapa harus dihindari?
A: Eksklusif itu kemana-mana hanya berdua, tak peduli dengan sekitar, menghindar dari komunitas, intinya: dunia ini hanya milik kita berdua. Harus dihindari, karena hubungan seperti ini tidak mencerminkan kehidupan yang sebenarnya. Hidup di dunia = hidup dalam komunitas. Hubungan eksklusif juga cenderung meningkatkan romantisme prematur sehingga bisa jatuh dalam dosa seks.

Q: Pentingkah keperjakaan dan keperawanan? Kapan hal ini bisa dibicarakan?
A: Kebanyakan pasangan menganggap hal ini penting. Pembicaraan soal keperjakaan dan keperawanan mesti dilakukan saat hubungan sudah cukup dewasa/ serius dan harus dengan pembina rohani (PA yang sudah menikah atau PKS BPN).

Q: Debar-debar berpacaran dan excitement nya hanya bertahan di saat awal. Bagaimana mengatasinya?
A: Excitement itu hanya bunga/ bonus. Dalam menjalin hubungan janganlah mengejar bonusnya, tapi kejar tujuannya: (kalau u/ Saya & Yanty) membangun keluarga yang menjadi berkat u/ orang lain. Sesuatu yang tak kekal adalah cinta. Sesuatu yang bisa bertahan selamanya adalah kasih. Kasih tak menggebu-gebu. Kasih itu sabar... dst.

Q: Hubungan jarak jauh, bisakah?
A: Bisa, walau memerlukan perhatian dan saling percaya penuh. Kita hidup tanggung jawabnya kepada Tuhan. Usahakan untuk menyelaraskan pandangan. Misal mengirimkan kaset kotbah, buku-buku referensi agar persepsi kita sama.

Q: Apa fungsi mengatur & membatasi waktu bertemu sebelum menikah?
A: Lama bertemu berbanding lurus dengan tumbuhnya nafsu. Jika rencana pernikahan masih lama, usahakan untuk membatasi waktu bertemu. Di diktat BPN ada panduan untuk menghitung waktu bertemu (termasuk menelpon). Jika merasa waktu yang terhitung sedikit, gunakanlah untuk membahas hal-hal yang penting seperti komitmen masa depan, dan doa bersama.

Q: Bagaimana cara mengetahui pasangan kami bertanggung jawab atau tidak?
A: Test saja. Satu, dengan waktu. Dua, dengan cara dia menggunakan uangnya. Lihatlah bagaimana dia menggunakan kartu kreditnya, bagaimana pelunasannya.

Catatan:
Segalanya perlu latihan. Minta maaf pun perlu latihan.
Jangan mengharapkan orang lain untuk berubah. Perubahan seseorang adalah urusan orang itu langsung dengan Tuhan
Apa yang telah disatukan Allah tak dapat/ boleh dipisah oleh manusia.
Kunci hubungan adalah komunikasi. Kunci komunikasi adalah keterbukaan.

=====

Acara berakhir 9.30 malam. Cape'? Tentu. Tapi ada hal lain yang seperti lepas dari saya. Seperti orang yang hilang rasa sakitnya karena kekenyangan. Hmm... Sharing seperti ini jauh lebih baik daripada sekedar blogging. He... Thank's yaa...!

Oh ya, ada beberapa pertanyaan tambahan yang tak tercatat. Kalau ada yang mau menambahkan, saya tunggu di komentar yaa...

March 4, 2008

Mainan Baru: w.bloggar

Ini mainan baru yang saya dapat dari situs PC Magazine. Mereka baru saja me-review seratusan aplikasi freeware, salah satunya w.bloggar, fasilitas offline blogging. Hee... setelah pengalaman buruk dengan SharpMT, akhirnya yang seperti ini dapat lagi.

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®