Kangen sebelum waktunya
Malam ini saya kerja sampai larut, menyelesaikan PR, menjawab tantangan. Suatu saat saya disempatkan melihat pemandangan ini, sekali lagi. Kok rasa kangen saya sudah muncul, padahal kaki saya belum melangkah sejengkal pun. Pikiran saya melayang kemana-mana. Pemandangan seperti ini yang saya impikan puluhan tahun lalu, sudah 10 tahun menjadi kenyataan, dan akan tergantikan? Stress kah saya nanti? Ugh...
Ah... saya memang rada sentimentil.






Comments
Lho, akhirnya jadi to ganti pemandangannya gunung? :)
Posted by: pampie | April 23, 2008 2:10 PM
80% Bro... 80%...
20% nya bener2 berat banget. Hee...
Posted by: Adhi Widjajanto | April 23, 2008 2:32 PM
dhi.. coba angle pemandangan itu kamu adjust dikit. kamu akan melihat banjir, kemacetan di mana-mana... dan lebih lagi waktu berharga dari Tuhan yang harus tersia-sia di jalan..
mungkinkah lebih baik kamu menyimpan kenangan ini sebagai sesuatu yang indah. caranya? dengan menjadikannya sbg a place to visit, not to stay in :D You can still visit this place, toh? And when you do it in Lebaran with your precious ones, you'll drive happily all the way, no traffic, no mumet, no foot-cramp, hehehehe.
waktu aku masih sekolah di daerah dulu.. selalu menantikan juni. karena juni berarti aku akan melihat tempat yang kukenang sebagai kota besar, yang keren, yang banyak tempat main, bisa beli buku2 n alat tulis bagus, dll.
i envy you to have this rare opportunity :D
Posted by: devi | April 25, 2008 12:47 AM
I'll try... still, 20% is more than a scenery...
Posted by: Adhi Widjajanto | April 25, 2008 10:39 AM