" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: June 2008 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

June 26, 2008

Yahoo Messenger online 24x30

I'm on SMS, begitu status Yahoo Messenger saya untuk seminggu ke depan. Dalam rangka tetap memonitor all happening di kantor saat saya menemani anak-anak liburan sekolah di Salatiga, saya menyisipkan kartu Three di Nokia 6100 kuno saya.

Mereka baru saja mempromosikan fitur worldwide mereka: Y!M sebulan online seharga 10 ribu. Cocok dengan keperluan saya. Karena 6100 merupakan perangkat kuno yang tidak disupport oleh aplikasi mereka, saya terpaksa menggunakan gateway SMS instead of GPRS. Ada bagusnya juga sih, GPRS saya tak perlu nyala 24 jam, jadi irit baterai.

Kemarin sudah mencobanya saat saya driving mengantar Sisi ke Mitra Kelapa Gading, hasilnya: fully reliable! Semoga di Salatiga signalnya nggak byar pet.

Open Source... Open Mind...

Dua hari lalu saya dapat satu keluhan dari Arman, "Open source itu nggak gampang yah". Saya tak menyalahkan dia. Kalau sudah sejak lahir ketemu Windows, bercengkrama dengan GUI yang super UI, maka pindah ke open source (baca: linux) adalah neraka.

Arman adalah salah satu contoh pengguna komputer yang statis. Maksudnya, aplikasi yang dipakai ya itu-itu saja, jarang melakukan feasibility, trial terhadap aplikasi lainnya. Kalau boleh saya bilang, dia mastering in Office products. Dasar dosen, yang diutamakan ya Power Point. Saat dia kemarin mencoba open source, Open Office saya kira, dia berkomentar seperti di atas. Saya hanya tersenyum dan mengiyakan. Entah, hari ini mungkin dia sudah beli Office dari Sistech Kharisma.

Hari ini saya juga "dikomplain" atas kebijakan saya menggunakan Ubuntu di kantor. "Rasanya gue mesti balik ke Windows lagi nih. Gue nggak bisa kerja". Kalau alasan mereka performa kerja mereka, saya hampir mati kutu. Migrasi ini tak sepenuhnya didukung sama decission maker. PC boss saja masih belum dimigrasi. "Entar aja yang terakhir", katanya. Duh!

Mata Sisi: Tambah opini, tambah bingung

Rabu kemarin kami ke R.S. Mitra Kelapa Gading, untuk opini ke-5 mata Sisi dari Dr. Lumongga. Pertama melihatnya saya sudah langsung comfort. Setua ibu saya, rasanya jelas beda.

Proses pemeriksaannya persis sama di KMN. Seperti sudah terlatih, Sisi lompat sendiri ke atas kursi periksa, membuat Dr. Lumongga dan asistennya sedikit terpana. Sama sekali tak merepotkan, kooperatif saat diperiksa, membuat ibu dokter ini nyaman memeriksanya. Lebih cepat, tapi hasilnya mengejutkan: "nggak perlu diapa-apain" Heee???

Puluhan "tapi" sudah berada di ujung mulut, yang keluar hanya beberapa saja. Intinya, biarin saja dulu. Kalau julingnya sudah bertambah sering baru ke dokter lagi. term bertambah sering itu kan relatif! Saya tanya kuantitatifnya, beliau malah mengembalikannya kepada saya. Huu...

Pulang, bukannya jadi lega malah tambah bingung. Pendapat kedua dokter itu berbeda ekstrim sekali. Tak masuk di logika saya. Hm... saya tahu kedokteran itu bukan ilmu pasti, tapi apakah sampai bisa beda 180 derajat seperti itu? Dr. Lumongga malah merujuk ke Dr. Hadi, salah satu kolega Dr. Soeharnila untuk opini selanjutnya sekiranya saya belum puas. Huaaa...!!!

Sejak tadi malam migren saya tambah kencang saja...

June 23, 2008

Kungfu Panda

Ini kali kedua buat Willi, pertama buat Sisi: nonton di bioskop. Kami pilih bioskop baru di Pluit Junction, dengan konsep studio kecil tapi banyak, memberikan kesan lebih eksklusif dari studio kebanyakan yang terkadang hampir mirip dengan MisBar.

Sampai bertiga jam 5 sore, antri untuk jam 6 sudah hampir setengah posisi favorit terisi. Akhirnya harus mengalah di C1 - C4, pinggir. Yanty datang mepet, 5.45. Setelah masuk, saya memposisikan di C1, tempat paling tak enak, di sebelah saya berturut Yanty, Sisi, dan Willi di dekat alley. Karena cukup kecil, Dolby nya tak begitu mengganggu bagi saya yang sangat dekat dengan spiker kiri.

Filmnya? Wow! Pesan di awal cerita untuk "tidak berisik" jelas diabaikan oleh semua penonton. Isinya cuman tertawa... tertawa... tertawa...

June 20, 2008

Mata Sisi: Second opinion? We're going fifth!

Setelah beberapa saat setelah postingan saya yang pertama soal Sisi, questions shown up. Dari yang sekedar bertanya ataupun memberi saran. Well, thanks pals!

Tadi malam kami melakukan semuanya sesuai rencana dan jadual. Ke Oom Bachtiar, dokternya anak-anak sejak orok, minta surat pengantar untuk pembiusan total. "Operasi?", reaksinya sama dengan Yanty, tertegun kaget sambil memandangi Sisi di meja periksa. Saya menunjukkan foto Sisi, dan berpikir dokter anak pun pasti memiliki pengetahuan soal mata juga, jadi tak heran saat Oom Bachtiar menyorotkan senternya ke mata Sisi. Lalu menulis satu nama di kertas resepnya, "Saya anjurkan ke sini dulu deh, ini guru semua dokter anak, plus dia Sp.M. juga". Nanti kalau beliau bilang operasi, langsung datang saja ke saya, nggak usah daftar lagi".

So, semalam sudah tanya Mbah Gugel soal nama itu, dapat jam dan ruang prakteknya. Minggu depan mencari opini profesional selanjutnya.

Tetep dukung doa ya...

June 18, 2008

Mata Sisi: Pada Awalnya

Saat April lalu dr. Senyum (yeup, itu namanya) bilang kalau mata Sisi bermasalah cenderung ke strabismus, di bayangan kami 'hanya' disibukkan dengan terapi berulang-ulang.

Hari ini kami ke KMN. Jam 4 sore saya dan Sisi jemput Yanty di kantor, sampai jam 6 setelah berjibaku di Pasar Baru. Parkir di gedung Datascrip sempit, tapi bukan hal susah buat tenant Plaza DM yang gedung parkirnya lebih imut. KMN di lantai 6. Sangat informatif, modern, pelayanan tingkat tinggi, & cozy. Pusat medis terhebat yang pernah saya datangi.

Jam 6.45 kami bertemu dengan dr. Soeharmila. Weh, cakep, kelihatan masih muda (padahal kelahiran '68). Memeriksa gejala yang kadang saja timbul, plus pasien 2 tahun 9 bulan biasanya tak mudah. Tapi ini Sisi, naik ke kursi periksa sendiri, mendengarkan dan melakukan instruksi dari dokter. 30 menit, mata Sisi diplester satu dan akan dipanggil lagi dalam 45 menit.

1 jam menunggu sampai saya bosan, akhirnya dipanggil juga. Diperiksa lagi dengan cara yang sama, hasilnya membuat jantung saya melorot beberapa senti: surgery, tak ada opsi lain. Dua mata, tiga otot, sepuluh setengah juta, dan ada kemungkinan lebih dari sekali operasi! Setelah membereskan berkas & administrasi, kami pulang. Di perjalanan kami lebih banyak diam. Yanty kelihatan tak siap dengan semuanya. Saya? Sama saja.

Bukan biayanya. Demi Sisi, apapun akan kami jalani. Tapi membayangkan dia di atas meja operasi... kemudian recovery dengan kedua mata tertutup... benar-benar membuat tidur kami gelisah malam ini.

Besok kami akan meminta surat referensi pembiusan dari dr. Bachtiar. Lalu... penjadualan operasi. Dukung doa ya...


...ini foto Sisi bulan Januari 2008. Lihat foto kanan, hanya beberapa saat saja sebelum kembali ke normal. Kebanyakan dulu memang terdeteksi dari foto. Sekarang bisa dipancing dengan fokus jarak jauh...

June 11, 2008

Open Source Versus Bank Indonesia

Hampir saja saya mengumpat seharian. Bank Indonesia sebagai regulator perbankan di Indonesia "menyarankan dengan sangat" untuk tidak menggunakan open sources untuk aplikasi perbankan di Indonesia. Produk perusahaan saya (dan client-client nya) terancam karena menggunakan linux dan mysql.

Alasannya? Karena linux dan mysql adalah barang gratisan. Whaa!!!

Work from home

Bayangkan suasana kerja di kantor saya: minimum interaction, virtual meeting, virtual discussion, client-server based development, thin-client based development. Parah kok, bahas program saja lewat Y!M padahal duduk bersebelahan.

Sebenarnya dengan harga premium saat ini Rp. 6.000.- per liter, dari sisi finansial, untuk saya pribadi lebih murah kalau kerja & manage dari rumah. Kalau 22 liter premium dipakai untuk 3 hari, maka sehari sekitar 7 liter alias Rp. 42.000,- sehari. Kalau dikalikan 20 berarti Rp. 840.000,- sebulan. Sudah cukup untuk berlangganan Internet dan bayar listrik notebook sebulan, sisa malah.

Yang tak bisa dibangun dari virtual desk (bukan virtual office): work attitude! Di Indonesia memang masih parah. Atasan pulang cepat saja anak buahnya pada ikut ngabur, apalagi nggak masuk kantor! Hee...

Tapi ini jelas patut dipertimbangkan.

June 5, 2008

Cara memindahkan mysql datadir di Ubuntu 8.04

Memindahkan datadir mysql di Ubuntu 8.04 tidak segampang di Windows atau di *Nix lainnya yang sering saya lakukan. Ada satu file & daemon yang harus disentuh juga. Ini lengkapnya:

  • matikan mysql dengan /etc/init.d/mysql stop
  • pindahkan datadir dengan mv /var/lib/mysql /warehouse/mysql -p -r
  • vi /etc/mysql/my.cnf, ganti parameter datadir = /usr/lib/mysql menjadi datadir = /warehouse/mysql
  • vi /etc/apparmor.d/usr.sbin.mysqld, ganti baris yang ada /usr/lib/mysql dengan /warehouse/mysql (ada dua baris)
  • restart apparmor dengan /etc/init.d/apparmor restart
  • start mysql dengan /etc/init.d/mysql start

Langkah ke-5 & 6 itu yang tak ada di OS lain.

Sekarang sudah beres. MySQL saya jalan di harddisk baru, 250GB

June 2, 2008

Baby Chloe

"Akhirnya aku punya keponakan juga..." celetuk Yanty. Well, di keluarganya memang penyumbang keponakan terbanyak memang dari kami: 2 :D

Foto Chloe bisa diklik di sini... Maaf baru satu... Sisanya biar nyokapnya aja yg pamer...