" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: July 2008 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

July 28, 2008

Mata Sisi: Bajak Laut 3 Bulan

Sabtu kemarin, sebelum "nyasar" ke Grand Indonesia, kami berempat (sekarang Willi ikut) bertemu dengan Dr. Gusti G. Suardana, SpM. di Jakarta Eye Center, Menteng. Kami terpaksa jalan kaki sekitar 100 meter karena mereka tak menyediakan lahan parkir.

Sampai di atas ternyata ramai sekali! Pelayanannya sedikit lebih sederhana dibandingkan KMN, tapi dengan standard yang serupa. Sisi dilayani setelah menunggu cukup lama. Dokternya cukup baik, dan terpesona oleh kesigapan Sisi naik sendiri ke bangku periksa, bertumpu di kedua lututnya, dan memposisikan matanya pas di depan lensa. Dr. Gusti sampai meminta saya untuk memotret dia dan Sisi menggunakan kamera HP nya. "Mau saya tunjukkan ke lainnya, begini lho seharusnya..." Saya dan Yanty sampai tak bisa menahan tawa.

Hasil periksanya, Mata Sisi 1.25 plus (yang berarti tak bisa terapi dengan kaca mata), miring 40 derajat intermittent. Terapi tutup mata sebelah bergantian selama 3 bulan, setelah itu periksa lagi. Kalau tak ada perubahan, surgery pada usia 6 tahun.

Well, kami puas dengan solusinya. Tutup mata bajak lautnya 120 ribu isi 20 dan full color!

Gramedia - Grand Indonesia

Setelah kemarin ngomong di milis SMANSA untuk tidak tergiur ke big book sale, akhirnya Sabtu kemarin ke Gramedia Grand Indonesia juga. Yang belum pernah ke Grand Indonesia, harap cermat menghapal lokasi-lokasinya kalo nggak mau "lost in a mall". Bentuk gedung kayak tapal kuda begitu bisa membuat orang kehilangan arah, terutama karena jarang ada jendela plus lorong-lorong yang benar-benar buanyak.

Back to Gramedia, lantai 3 berisi buku impor plus stationary, lantai 2 berisi buku lokal. Book sale nya ada di lantai 5. Diskon standar 10%, kalau pake kartu kredit BCA dapat 20%. Diskon 50% hanya diberikan oleh stand-stand penerbit bukan Gramedia yang ikutan ber-book sale. Lantai 2 dan 3 ditata rapi, beda dengan Gramedia pada umumnya. Tapi bagi yang berharap Borders like seperti saya, silakan kecewa.

Aku dapat Twilight (buat koleksi), My Sister's Keeper, & The Last Empress. Nice! Ada sesi temu penulis juga, cuman pas Sabtu itu aku nggak familiar dengan bukunya, nggak familiar dengan penulisnya juga. Hee...

Sampe rumah jam 9.30 malam, buka plastik bukunya, eh, The Last Empress nya kok 10 halaman kosong! Minggu akhirnya balik lagi. Mayan hapal dah mall gede itu.

July 23, 2008

Ultah Willi Ke-5







Tiup lilinnya... tiup lilinnya...


Potong kuenya... potong kuenya...


Peluk Sisi... yang "diculik" dari kelas sebelah


Gantian dipeluk Miss Evi



Kado...


With the girls..."


With the boys..."

July 10, 2008

Tawar Menawar

Dulu saya tak pernah menawar. Kalau iya pun saya hanya memenuhi kewajiban saya menawar. Kali ini tidak. Setelah bulan lalu saya melakukan tawar menawar yang cukup berbahaya, kali ini saya lakukan lagi.


Jalur Internet kantor kami disediakan oleh CBN sebesar 64kbps dedicated simetris untuk seluruh tujuan. Kami membayar 4,62juta per bulannya, termasuk pajak. Lirik-lirik boleh dong, apalagi sudah beberapa bulan terakhir kami "diganggu" oleh penawaran-penawaran dari ISP lain dengan harga lebih miring, fitur lebih wah (tapi belum tentu joss).

Dari pengalaman berharga bulan lalu, saya terapkan juga ke marketing support saya di CBN. Caranya: (1) Buat batasan-batasan keperluan kita. (2) Minta penawaran customized dari ISP lain, sebanyaknya kalau perlu. (3) Sensor seperlunya dan forward ke CBN. (4) Wait & see dengan batas waktu.

Barusan, CBN telpon dengan tawaran yang "cukup baik". 128kbps dedicated untuk internasional, 512kbps dedicated untuk lokal. Nice! dan saya tetap dapat "joss" nya CBN.

July 8, 2008

Wedding Photography Tips

Bidikan para fotografer pernikahan akhir-akhir ini hanyalah suatu ketololan, seperti foto sepatu pengantin, garpu yang digunakan saat resepsi, dan sekumpulan foto yang menampilkan pengantin pria terpotong separuh kepalanya. Foto-foto seperti itu memang "artistik", tapi 20 tahun ke depan, hanya akan terlihat sia-sia bagi pengantinnya sendiri.

Kalau anda ingin tahu apa yang penting untuk difoto saat pernikahan, berpikirlah apa yang akan orang lihat 20 tahun ke depan pada foto pernikahannya. Dan sebagian besar, mereka akan mencari dua hal: (1) siapa saja yang ada saat pernikahan mereka, dan; (2) emosi orang-orang tersebut di hari yang (harusnya) berbahagia tersebut.

MOS: Bayangkan apa yang pasangan pengantin akan lihat paling sering ketika mereka membuka album pengantin mereka 20 tahun lagi. Dan itu akan memberikan anda indikasi apa yang penting untuk difoto.


Diterjemahkan dari tulisan C.J Morgan di milis Digital Rebels.

July 7, 2008

Apa Manfaatnya Ikut Pria Sejati?

Pertanyaan bagus. Jawabnya juga rada susah. Saya mencoba menjawabnya setelah ada calon peserta yang menanyakannya. Sayang dia akan ikut di Jakarta Selatan, tak kesampaian deh ketemuan.

K***:
Hi mas Adhi , saya K***, mau tanya, apa aja mafaatnya ikut Pria Sejati sih ?

Adhi:
:D tergantung anda sendiri

K***:
Maksudnya ?

Adhi:
Maximized Manhood (MM) bisa memberikan perubahan cara pandang sebagai pria buat anda. Tapiii.... tergantung dari seberapa besar semangat anda untuk berubah.

K***:
Finallly.. more detail explanation..:)

Adhi:
Er... tanya dulu, anda sudah berkeluarga?

K***:
Sudah, 37 tahun, 1 anak 3 tahun, jujur aja..saya memang sedang mau berubah.. dari pribadi egois dan very self centered menjadi pribadi yang bisa mengasihi orang lain... dimulai dari ... istri dan anak saya.

Adhi:
Nah semangat itu sudah cukup.

K***:
Udah coba... tapi gak gampang emang.

Adhi:
Di MM anda akan mendapat cara2 praktisnya untuk berubah dari yg anda sebelumnya menjadi yg anda harapkan. Plus anda akan mendapat dukungan dari : fasilitator anda, dan teman2 senasib yang ingin berubah juga. Dulu anda mencoba berubah sendirian. di MM anda akan mencoba berubah bersama-sama. Sampai sekarang, kita ada 3 kelas (jenjang) camp/ pemuridan. Maximized Manhood, berbicara tentang perubahan. Strong Man, berbicara tentang mempertahankan & meningkatkan perubahan itu. Dan modul terakhir (lupa namanya), berbicara tentang impartasi semangat perubahan ke orang lain.

K***:
Pake acara semacam pelepasan tengking2 segala enggak sih?

Adhi:
:D alergi dengan sesi semacam itu?

K***: Enggak juga! Saya dari gereja *****.. akrab dgn yang begituan juga kok, cuman belakangan saya lebih kritis aja dgn segala fenomena itu.

Adhi:
Gini deh. Saya jelasin event2 nya. Pertama, anda daftar. Lalu ada kelas yg namanya pra camp, biasanya hari senin or selasa. Di situ ada briefing tentang camp itu sendiri. Apa yg perlu dibawa, aturan2 camp, de es te. Plus satu sesi untuk modal mengikuti camp. Habis itu, camp dilakukan hari sabtu-minggu. Ada 6 sesi, tiap sesi acaranya: pujian, kotbah, altar call, sharing, kesaksian. Nah, waktu altar call, ya tergantung orangnya. Sejak tahun 2003 ikut pelayanan ini, ada saja yang ber'fenomena' seperti itu. Ada yg hanya luapan emosi, ada yg bener2 pelepasan. Waktu sharing kelompok, anda akan saling bertukar pengalaman hidup berkaitan dengan yang baru saja dikotbahkan. Nanti ada sub-sesi kesaksian juga dari teman2 lainnya. Gitu untuk camp. Habis itu akan ada 6 kali sesi kelas, biasanya tiap senin.Ritmenya sama persis dengan di camp, hanya saja peserta dihadapkan dengan 6 hari bersama keluarga sebelum mengikuti kelas berikutnya. Aplikasi perubahannya bisa langsung terasa. Kenapa 6 kelas? (6 minggu lho!) Ini menguji endurance anda. Perubahan itu nggak ada yg instan. Dan yg instan biasanya nggak bertahan lama. Tim MM berkewajiban mensupport anda sampai 6 minggu. Setelah itu kita adakan KOMPAS (KOMunitas PriA Sejati) untuk cover alumni. Bentuknya mirip FA atau KomSel, tapi pesertanya cowok semua. Kalau anda dari gereja *****, mungkin ada juga teman seibadah anda yang sudah ikutan... :D di data saya saja ada puluhan kali yg dari gereja *****... Belum lagi di area lain.

K***:
Anda instruktur yah ?

Adhi: :)) bukan. Saya tipe introvert yang sudah lumayan jadi extrovert karena MM. Saya hanya pegang bagian IT nya CMN Jakarta Barat

K***:
Hmmm let me guess :)..jadi blog itu juga hasil setelah jadi extrovert dari MM yah.

Adhi:
Bukan. Saya lebih terbuka tanpa berhadapan dengan orang. Itu blog sebagian salinan tulisan2 saya belasan tahun yang lalu di diary offline di notebook atau di diary beneran. :D

K***:
Ok mas Adhi. Thanks saya dapet gambarang lebih jelas. Sy akan ikut yang Jaksel 26/27 ini.. oh yah.. satu lagi pertanyaan... dan masalah yang agak sensitif nih.

Adhi:
Boleh... :D

K***:
Kok biaya nya 400rb yah.. kalau ada orang yang lagi butuh ikut tapi ada prob keuangan.. kan belum tentu bisa bayar.. mohon penjelasan..

Adhi:
Nah itu tergantung dari area masing2. Kalo di Jakarta Barat, terkadang orang yg "keberatan" akan dikenalkan dengan beberapa orang yg memang sering jadi "donor". Jakarta Selatan sudah 400rb ya?

K***:
Yah..

Adhi:
Kami di Jakarta Barat baru kali ini 400rb u/ 22-23 agustus. Camp yg lalu masih 350rb

K***:
Sorry.. memang mungkin saya masih ada "roh pengkritik" yang perlu dilepaskan.. :)

Adhi:
:)) kalau ada roh pengkritik dan ada roh menerima kritikan dengan lapang dada, mungkin anda cocok bergabung dengan tim Jakarta Barat... :))

K***:
Soalnya kesannya rada exclusive gitu lho.. orang yang sedang "terpuruk" kan bisa aja keberatan bayar segitu..

Adhi:
Dengan 400rb nya jadi terkesan exclusive? emang sih. Tahu nggak biaya untuk modul 3? 1.25 juta! Sampai sekarang saya saja belum ikut karena soal biaya pendaftaran... :D Modul 3 memang bentuknya lain sih: outbound.

K***:
Jujur.. saya lihat dari penjelasan anda.. ini bagus... tapi.. yah itu.. rada exklusive..

Adhi:
Jangan bilang exclusive lah. bilang aja mahal... :D

K***:
Kan pake "rada"... :)

Adhi:
Exclusive kok kesannya komunitas tertutup. Padahal yg ikut dari agama lain juga nggak sedikit kok.

K***:
Udahlah gpp, sorry belum2 udah ngritik... thanks yah... nanti kita diskusi lg setelah saya ikut..

Adhi:
:) sudah daftar kan?Sudah bayar juga?

K***:
Belum.. lum sempet.. saya udah contact CMN jaksel.. nanti pracamp tgl 21 saya datang langsung bayar

Adhi:
Pokoknya kuncinya cuman satu: terbuka, open minded, dan bawellah di sana, curhat sepenuhnya. sampe fasilitatornya capek juga ga apa2.... :D

K***:
Ada sesi 4 mata enggak ? malukan ngomong aib masa lalu kalo rame2 kan ?

Adhi:
Code kita: yg dikeluarkan di sana tak akan keluar kemanapun lagi. Jangan malu ngomong sering masturbasi, selingkuh dengan cewek lain etc etc

K***:
Rame2 :)

Adhi:
Tahu nggak, sebagian pria kelemahannya sama juga...

K***:
?

Adhi:
Kalau pas dapat fasilitator yang oke, dia akan mulai terbuka dulu. Tapi kalau mau private juga bisa kok, meski tidak diajurkan. saat jeda sesi bisa saja menggeret fasilitator anda untuk cerita. Intinya terbuka secara horisontal. Kalo terbuka vertikal kan biasanya gampang aja... :D

K***:
Menarik sekali... thanks banyak yah

Adhi:
Ok. have fun!... or mungkin bukan kata yg tepat juga kali... :D

K***: Tepat.. Holy Fun. Fun yg rohani

School Holiday @ S3

Ternyata saya ndak kuat kalau mulai nyetir luar kota dengan start jam 9 malam. Sampai lokalan Brebes saya "pingsan" 30 menit di pom bensin terdekat, habis itu kebut lagi. Sampai Semarang jam 7an kali, trus bablas nganter pengasuhnya anak2 pulang dulu ke pucuk Kopeng. Dinginnya menusuk kulit, tapi saya turunkan juga kaca mobil. Anak-anak sampai menarik selimutnya kembali.

 

Salatiga sedang dingin-dinginnya, mengingatkan saya pada belasan tahun yang lalu. Hari Minggu bangun pagi disambut udara super segar dan birunya langit yang sempurna. Angin bertiup lebih kencang dari biasanya (kata orang tua saya) membuat hawa semakin dingin, disertai sinar matahari yang tak terhalang apapun. Terang benderang tapi dingin, katanya ini yang membuat kulit jadi mudah terbakar.

 

Siang harinya kami ke Tlatar, Boyolali, wisata air. Pertama datang langsung disuguhi pemandangan sungai jernih beraliran deras. Dasar sungai berbatu hitam tanpa kotoran plastik dan sebangsanya. Di kiri kanannya beberapa orang sedang mencuci pakaian, sambil bertelanjang dada (pria) atau bertelanjang paha (wanita), saya sudah mengangkat kamera, tapi tak jadi memotret, takut digebuki... hehehe...

 

Makanannya lumayan. Mereka hanya sedia ikan goreng dan bakar. Gorengnya sangat garing, anak-anak sampai mengunyah duri-durinya. Bumbu bakarnya berasa unik, entah dicampur apa. Worth to try, but that's it.

 

 


Tanggal 30 keponakan saya ulang tahun. Hadiah dari pengasuhnya spesial: kelinci! Hee... Ini tampang imutnya...

 


Tanggal 1 gantian Yanty yang ultah. Nothing special (yet), cuman malamnya kami ke MJ resto di bilangan ABC. Menunya biasa saja, tempatnya lumayan.

 

Tanggal 2 seharusnya kami ke Joglo Rini, tapi disambut dengan banner, "tutup", bah! But blessing buat anak-anak. Eyangnya keceplosan menyebut KFC dan disambut dengan koor ceria. Lumayan sih, kami bisa santai dengan menu yang tak memerlukan otak untuk meresapinya...

 

 

Tanggal 3 pagi kami meluncur ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Niatnya mau naik kereta uap, apa daya mesti carter dua gerbong hampir 3.5 juta! Woops! Besok lagi kami mungkin akan bawa rombongan puluhan orang agar "cucuk" dengan biayanya. Fun for the children, fun for me & Dad too bisa foto2 barang-barang kuno perkereta apian Indonesia. Kami juga menyempatkan menyusuri rel Ambarawa - Kopeng dengan kereta wisata.

 

Sehari sebelum pulang akhirnya kami berhasil juga ke Joglo Rini. Ini kali kedua saya setelah sebelumnya ke sini karena undangan nikah Ko David. Pagi hari sudah amazing dengan backyard kolam ikan dan sawah. Malam hari memberikan sensasi yang tak kalah bagusnya! Kami pesan iga panggang. Enak, tapi terlalu sedikit buat porsi saya. Kali lain ke Salatiga saya pasti ke sini lagi untuk iganya. Nyam-nyam...

 

Liburan penuh suka saja tak akan berkesan. Saat pulang ke Jakarta, tanpa disadari kami hanya bergantung pada dua dari puluhan serat baja yang menarik tuas kopling mobil. Sampai di pintu gerbang tol Sedyatmo, dua serat itu memutuskan untuk menyerah, menyuruh saya mendorong dari gate 6 ke pinggir. Untung sedikit turun. Perlu 3,5 jam untuk menghubungi bengkel langganan, menunggu mereka datang, mengganti kabel kopling, dan ke bengkel untuk pembayaran.

 

Plus, eyecup 350D saya lenyap entah dimana, entah kapan. Mahal lagi, 167 ribu di JPC. Halah!