" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: August 2008 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

August 27, 2008

Mrotholi

Dulu saya pikir ini diabetes, ternyata kusta. Yah, kalau gitu tinggal diobati aja, wong sudah lepas sendiri

Analogi yang rada keterlaluan untuk sebuah institusi, tapi memang ada benarnya juga kok... Saya sempat kaget juga karena perkembangannya sampai ke situ. Hm... kalo dipikir lagi, tak ada salahnya menjalani seperti ini, back to basic, back to the oldies. Siapa suruh lama-lama di sini?

Kalau yang kena kusta lehernya, nggak bisa "hanya diobati" kan?

August 13, 2008

Menggratiskan Yang Gratis

Pembodohan publik? Bisa jadi bukan, karena marketing gimmick di Indonesia memang sering seperti itu: pembodohan publik. Asal tahu saja, AVG itu memang sudah free, jadi nggak perlu digratiskan lagi. Silakan baca di situsnya.

August 12, 2008

GMT +1

Tadi siang Mas Bagus pamitan. Konsultan statistik ku itu mau menimba ilmu lagi di Belgia, yang berjarak 6 zona waktu dari sini. Well, kalau dia ber Y!M saat mau makan malam berarti kami di sini juga sedang makan siang.

Merasa kehilangan, jelas. Apalagi penggantinya masih belum kelihatan. Iya sih, kami memang bekerja-sama dengan institusi, tapi yang nongol untuk membantu saya selalu dia.

Yah, semoga tetep nge-blog ya Mas... Inget, kalau di sono, blogging pake bahasa jawa aja...

The Need For Speed

Jam 7 malam kemarin, saya "harus" mengirimkan email sebesar 10 mega lebih (zipped, sliced into three). Eh, listrik mati! Saya coba pakai GPRS di iPAQ. Mentah! Sebenarnya menunggu sih tak apa-apa, tapi baterai saya yang tak lagi kuat, sudah tinggal 5%. Akhirnya saya menyerah, menunggu saja sampai listrik nyala kembali.

Jam 9.30 malam akhirnya PLN memberi rumah saya arus. Mau dial, tapi kok ragu. Bisa kah? Max 56Kbps a.k.a 7KBps untuk 10MB bisa perlu semalaman! Saya melirik Nokia 6120 Classic Yanty... 460Kbps is what I need!


Meski perlu 15 ribu untuk mengirimkan file itu...

August 7, 2008

Berbagi Isi Piring

Saya belum bisa menemukan formula sikap saya terhadap kebiasaan Yanty. Sementara kami sedang makan sate, dia meminta potongan-potongan cabai di piring saya yang kami berdua tahu kalau potongan hijau pedas itu tak akan saya makan. Saat saya beli dan makan nasi goreng dan dia menolak untuk ikut beli pada akhirnya dia mencomot suwiran ayam dan telurnya. Hal-hal itu seringnya membuat saya sewot, sesuatu yang tak bisa dipahami Yanty.

Tapi ada kalanya juga kami saling ceria berbagi isi piring kami. Saat di perjamuan pernikahan, misalnya. Entah. Mungkin kami hanya kurang terbuka soal ini.

Maaf ya Say... soal kemarin...

August 6, 2008

Willi @ Hermina

Photo archives, buat yang iseng...




Hari Minggu pagi, sudah rada tenang tapi bawah perut masih sakit. Bosan mainan Lego lalu jalan-jalan lihat kamar bayi


Selasa pagi, nafsu makan sudah kembali ke titik normal... normalnya Willi lho...


August 5, 2008

Kursi 4 Hari

Menyebalkan! Bukan soal perawatan Willi. Well, mereka melakukannya dengan profesional, plus keramahan yang luar biasa dari perawat-perawatnya. Tapi dokter hanya menjenguk (dan mengambil keputusan) sehari sekali. Benar-benar pemborosan.

Menunggu itu menjemukan. Terlebih lagi saat waktu tunggumu menghabiskan ratusan ribu untuk kamar, infus, dan tetek bengek lainnya yang 'diharuskan' karena dokter belum mengambil keputusan.

Benar-benar menyebalkan. Atau hanya ilusi saya gara-gara tidur di dua kursi lipat yang disatukan selama 4 hari...

August 2, 2008

Opname

Baru saja kemarin saya diingatkan kalau medical allowance kantor sudah habis. Malam ini Willi mesti opname di Hermina.

Jumat sore dia mengeluh kedinginan. Suhunya 38 lebih. Kami kasih obat turun panas, lumayan turun. Keluhan sakit perut lagi. Dia tidur gelisah.

Sabtu pagi kami terbangun dengan kejang Willi. 39,5. Parah. Proris lagi & kompres di kening & ketiak. Setengah jam kemudian turun. Eh, tak lama termometer menyentuh 39 lagi. Hanya ganti kaos kami langsung ke Hermina, UGD karena itu masih jam 7 kurang. Ditangani oleh dokter jaga, dan jam 8 surprised Oom Bachtiar menepuk pundak saya.

Cek darah & urine nya tak baik. Malam tadi via telpon Oom Bachtiar minta cek ulang. Meminjam hasil labnya & membacakannya ke adik saya. Kemungkinannya: infeksi saluran kemih. Wow... Adik saya bilang itu jarang terjadi pada anak-anak.

"Kok bisa?", tanya saya. Air mandi kotor, mandi ga dibersihin, pokoknya hubungan dengan higinitas. Makanan? Bukan. Wew... Ada yang ga beres di rumah, & itu saya. Keluhan Willi soal sakit di penisnya sudah beberapa kali. Besok saya mesti sebutkan ke dokternya.

August 1, 2008

Medical Allowances

Seperti tahun lalu lagi, medical allowances ku dah habis di pertengahan tahun. Memang nggak banyak sih, kalau keluarga kami sehat-sehat saja pun nggak akan habis. Anggarannya cukup untuk bayar dokter di Hermina sekitar 25 kali. Well, cukup banyak kan kalau hanya untuk sekedar imunisasi.

Soalnya anak-anak kami itu kalau alerginya lagi kumat bisa berbulan-bulan kalau nggak diobati. Kadang malah harus ke dokter dulu baru keran hidungnya berhenti. Adik saya, yang juga dokter, bilang kalau itu memang sugestinya anak-anak. Ke dokter baru badannya "mau serius" menyembuhkan diri sendiri. Untung di Oom Bachtiar & Hermina.

Plus, pencarian opini buat mata Sisi juga nggak murah. Total 4 kali ke dokter yang tidak murah. Hee... padahal ini belum selesai. Tak ada bantuan dari Yanty lagi. Hagabank, eh..., Rabobank memperlakukan karyawan perempuannya sebagai 100% single.

Dua belas tahun yang lalu

Beberapa minggu lalu saya menemukan ketikan kartu ulang tahun buat Yanty, yang ke dua puluh tiga! Wow, masih muda sekali kami waktu itu ya, mengingat sekarang sudah tiga puluh empat tahun. Pertama kali kami bertatap muka itu di depan kampus, depan gedung DMU (Dept. Matakuliah Umum). Yanty menunggu saya jemput untuk survey lokasi KKN, hmm... tahun berapa itu ya... mesti buka catatan offline saya.

Dua belas tahun lalu, di tanggal yang sama, saya berjanji pada Yanty untuk menemaninya selama satu bulan saat liburan semester, dengan dalih akan menemaninya menyusun skripsi. Padahal saya hanya ingin punya teman saat liburan. Sebagai "Penjaga Salatiga", teman-teman saya yang kebanyakan kost sudah mudik ke rumah masing-masing. Hasilnya, Yanty tetap nongkrong di kost selama Agustus 1996 sementara saya tiap hari... hampir tiap hari kalau tidak sedang bertengkar atau ada serial The X-Files di hari Rabu... main ke kostnya.

Dua belas tahun yang lalu, dan sampai detik ini pun kami tetap memegang janji itu...

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®