" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 2010 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 29, 2010

R.I.P XMarks

Aneh kalau penggemar TI nggak pernah tahu FoxMarks, atau XMarks. Layanan sinkronisasi bookmark ini sudah membantu saya yang sering gonta ganti PC buat browsing. Nggak di Firefox, nggak di Chrome, daftar bookmark saya akan TETAP selalu sama. Well, mungkin hanya sampai tahun depan. XMarks melalui blognya mengumumkan akan menutup layanannya. Hiks...

Membaca timejourney dan kendalanya, sedih rasanya. Ini salah satu contoh layanan yang tergerus oleh gratisan. Yah, walaupun XMarks juga gratis, tapi maklum kalau kalah dengan layanan sejenis yang "sudah melekat" dengan browsernya seperti Firefox Sync dan Chrome Sync.

September 27, 2010

Blokiran CBN

Saya pikir corporate subscription bakal lolos sensor, ternyata tidak juga... :D Ga apa-apa lah, malah bisa ngirit bandwidth kan... Ga perlu jadi polisi di LAN sendiri, sudah ada yang ngurusin.

Sandal Seharga Ban Mobil

Dua-duanya buat jalan. Dua-duanya dari karet. Yang merah 450 ribu dapat sepasang, yang item 480 ribu dapat satu doang. Cuman pas mo beli yang merah bikin nyesek, yang item sih emang kudu beli buat gantiin yang sobek kemarin itu.

Critanya gini. Pas di Omah Mode Kudus, Willi liat sandal imut kuning bermotif SpongeBob. Pengin. Harganya 125 ribuan lah. Entah kenapa, mungkin karena terlalu mahal buat sepasang sandal, Yanty ga jadi beli.

Eh, sampe rumah nyesel. Padahal anaknya keknya dah rada-rada lupa tuh sama sandal. Besoknya dijanjiin balik lagi buat beli. Eehh.. dah ga ada! Buset dah. Saranku (nyesel deh) beli aja di MTA, kan ada tokonya.

Balik Jakarta, baru hari Sabtu kemarin bisa jalan2 setelah ada problem dengan ketersediaan pramuwisma. Harganya bikin susah nelen... tapi mo gimana lagi... Lupa, padahal mungkin kalo Willi diiming2i antara sandal buaya itu dengan Lego Starwars, mungkin dia akan segera melupakan sandalnya. Doh...

Btw, yang item itu Dunlop SP37 175/65/15.

September 20, 2010

Mudik Lebaran 2010

Walau sempat dilema memilih tanggal pulang Jakarta - Salatiga, akhirnya memilih hari Kamis tanggal 9 September. Rencana awal jam 2 pagi sudah harus keluar rumah, nyatanya jam 3 baru bisa kelar karena Yanty memasak cukup banyak untuk bekal di perjalanan. Hee... dah siap-siap kena macet.

Ternyata benar, meski tol Jakarta - Cikampek lancar jaya, setelah itu padat merayap sekitar 13km. Dibawa santai saja, itu gunanya naik mobil matik kan? Setelah lepas Ciasem lalu lintas kembali normal. masuk tol PaliKanci sudah menjelang siang. Macet lagi di exit Pejagan, hanya 6,5km tapi di bawah terik matahari. Ampun-ampunan deh. Beberapa mobil sudah menepi karena "mungkin" kepanasan. Beberapa lainnya sudah tergiur dengan penduduk setempat yang menawarkan premium dalam jerigen yang dijual 10 ribu per liter! Mungkin mereka belum pernah lewat tol baru ini (Kanci - Pejagan), atau mereka tak punya GPS yang memberi tahu kalau SPBU terdekat tinggal 7km lagi. Sampai di Salatiga jam 6 sore, total 16 jam perjalanan. Untung takbiran belum mulai, kalau sudah, wah, saya nggak akan bisa masuk rumah karena biasanya antrian truk takbir keliling parkir tepat di depan pintu pagar rumah.

Hari pertama lebaran meluncur ke Kutoarjo. Capek? Nggak gitu-gitu amat sih. Mobilnya iya kali, hanya istirahat sekitar 15 jam lalu dipakai lagi. Perjalanan ke Kutoarjo lancar. Balik sore lewat Kopeng, kayaknya trek tertinggi yang pernah saya capai deh.

Setelah Sabtu bakar sate bareng bokap (111 tusuk, dimakan ber-7 sisa 47. Ini satu tusuk isi 5 dengan diameter 2-3cm), hari Minggu pagi ngabur ke rumah adik di Kudus. Sempat jalan-jalan ke Pantai Tirtosamodro di Jepara. Cuaca super cerah dengan pasir putih halus dan air belum terkontaminasi dengan sampah. Benar-benar bening! Saya sampai sukses bikin istana pasir setinggi 40cm... Hee... Ada spot keren juga sampai mobil bisa menyentuh air laut, ga brani lah, cuman segini aja posenya...


Yang pengin ke sana, catat & GMap ini saja: S06.55496 E110.65044. FYI, tempatnya pas banget buat lihat sunset.
Balik Salatiga lagi tanggal 15. Puas deh di Kudus.

Di Salatiga sempetin mampir ke Atlantic Dreamland. Beberapa kali di Jakarta lihat mobil B berstiker ini, kok saya sendiri yang asli Salatiga belum pernah ke sana. Wahana air, memang fun. Euh, baru sadar. Mestinya air di Salatiga dingin menyengat lho, yang ini biasa aja. Global warming... duh...

Setelah menunda sehari, akhirnya balik juga ke Jakarta hari Sabtu jam 2 pagi. Untung belum jauh, balik sebentar karena boneka Sisi ketinggalan. Eh, lepas Alas Roban ban kiri belakang pecah! Waduh, padahal bagasi fully-loaded! Untung ada kantor polisi yang terang meski tak ada tanda-tanda kehidupan. Parkir di pekarangannya, bongkar bagasi (maksudnya semua sampe keluar), keluarin ban cadangan dan ganti, setelah itu loading lagi. Duh... makan waktu nggak kurang dari 45 menit deh. Sayang ga sempat foto-foto karena dah ga ada moodnya. Terusin ngebut sampe Tegal ngisi Pertamax sekalian istirahat bentar. Bablas lagi, tapi kok mata dah nggak kuat. Sempat beberapa kali terlelap sedetik dua detik, padahal mobil kecepatan tinggi. Akhirnya 15km sebelum Cikampek minggir ke SPBU buat tidur 15 menit. Bangun, rada seger, langsung hajar tol Cikampek yang untungnya ramai lancar. Sampai rumah jam 11 siang. Nah lo... ini rekor baru saya... :D

Kemarin baru lihat ban yang pecah, parah juga. Tapi ada paku juga di sisi lainnya. Hm... pecah karena ban kempes atau sebab lain ya? Soalnya ban itu memang sudah ada 'telur'nya.

September 3, 2010

2.600 lebih

Ini rekor saya... semoga bisa kelar semuanya nanti... eh... nggak tahu kapan kelarnya. Hehehe...

Seperti biasa, kalau mau ada camp saya dapat jatah mengirimkan SMS broadcast (bahasa sopannya scam). Kali ini saya mencoba mengirimkan ke seluruh nomor yang ada di database saya. Impresif, 2600 nomor lebih! Salah satu provider sudah memberikan solusinya: 1.000 rupiah untuk 10.000 SMS. Sekalian saya ngetes "janji" itu.

Kemarin saya mencoba kirim 500 sekali antar. Ternyata banyak gagalnya. Benar juga sih, soalnya tiap SMS terdiri dari 2 slot (lebih dari 140 karakter). Jadi satu kali batch itu total 1000 SMS! Yang gagal kayaknya bukan providernya, tapi gadget yang saya pakai, saking penuhnya jadi lambreta. Hari ini saya ulang dari nomor paling besar, satu batch hanya 100 saja. So, bakal ada 26 batch lebih...

Omong-omong, total SMS yang akan saya coba kirim hari ini sejumlah 2 x 2.610 = 5.220 SMS!

September 1, 2010

Menghitung Family Annual Budgeting

Perlukah? Buat saya sih perlu. Coba bayangkan betapa enaknya kalau kita bisa hampir yakin nanti 5 tahun lagi kita bakal punya cukup uang untuk uang masuk kuliah anak. Atau bisa dengan pasti tahu berapa harus menabung khusus agar 3 tahun lagi bisa membeli mobil kedua dengan cash! Well, saya tadi malam melakukan annual budgeting. Caranya? Gampang.

Kalau anda sudah memiliki budget bulanan, silakan lanjut bacanya. Jika belum, mungkin lebih baik jika anda membaca tulisan saya tentang mengatur keuangan keluarga bagian 1 dan bagian 2. Nah, kalau sudah punya, buatlah tabel baru dan catat pengeluaran bulanan anda, kalikan dengan 12. Catat juga pemasukan bulanan anda dan kalikan dengan 12. Lalu masukkan juga pengeluaran tahunan yang biasanya tidak tercatat pada budget bulanan seperti bayar PBB, bayar uang alat sekolah, pajak kendaraan, annual fee kartu kredit, dan sebagainya. Masukkan juga pendapatan tahunan seperti THR dan gaji ke-13 kalau ada. Intinya, bawa semua pengeluaran dan pendapatan anda dalam satuan tahun. Dapat kan? Sekarang hitung apakah dalam setahun anda benar-benar menabung. Jika pendapatan tahunan lebih besar daripada pengeluaran tahunan silakan lanjut ke langkah berikutnya. Jika tidak, wah, anda harus mengubah living style anda dulu untuk mengurangi pengeluaran anda.

Nah, kalau sudah tahu besar annual saving anda, berarti secara kasar anda sudah dapat memperkirakan dana anda beberapa tahun ke depan. Oh, inflasi? Teorinya mudah untuk menghadapi inflasi, yaitu dengan memasukkan dana kita pada instrumen investasi yang sedikit dipengaruhi oleh inflasi, atau masukkan pada instrumen yang nilai return nya lebih tinggi daripada inflasi tahunan.

Soal investasi dan savings, saya dapat ilmu baru dari Oom Harris, teman di milis alumni FTJE. Menurut beliau, minimal 10% dari pendapatan kita harus dimasukkan ke dalam investasi dengan tujuan untuk menunjang hidup kita di hari tua nanti. Beliau juga menyarankan agar kita memiliki simpanan dana darurat yang besarnya 3 sampai 5 kali total pengeluaran bulanan. Tujuannya agar kita bisa tetap survive selama 3 sampai 5 bulan disaat kritis seperti joobless atau sebangsanya.

Nah, silakan dicoba hitung. Anda akan terkesan (atau terkaget?) dengan hitungan anda sendiri.

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®