" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: October 2010 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

October 25, 2010

Workaround harddisk yang melebihi kemampuan BIOS

Haiyaaa...!!! Ternyata Dell Latitude D600 saya nggak support harddisk di atas 120GB! Batas baca 137GB tertulis di BIOSnya. Ni baru ketahuan setelah upgrade kernel Linux & nggak bisa boot karena saat upgrade, kernel ditulis di cluster yang tak bisa dibaca BIOS.

Solusinya ada 3: partisi harddisk jadi lebih kecil dari 137GB agar kernel dipaksa pindah ke cluster yang terbaca BIOS, buat partisi baru di cluster depan dan pindahkan /boot, atau buat partisi baru di cluster depan dan install GRUB. Saya coba yang pertama dulu deh karena lebih gampang. Pertama pindahin semua data di /Documents ke extHDD. Habis itu reboot dari GParted LiveCD dan mulai mengecilkan partisi. Semoga yang ini beres, karena reinstall dari scratch kayaknya lebih praktis dan cepat daripada solusi kedua dan ketiga.

October 18, 2010

Membuat Wiper Belakang Berdiri


Buat apa? Bukan sekedar JDM style, tapi posisi berdiri membuat wiper yang jarang dipakai ini tidak menampung debu terlalu banyak. Berikut cara yang saya lakukan di GE8.

Pertama, lepas penutup sekrup wiper. Renggangkan bagian bawahnya ke kiri dan ke kanan lalu angkat.

Kedua, menggunakan kunci nomor 10 lepas wiper dari porosnya. Gagang wiper biasanya agak sulit ditarik, tapi pasti bisa kok. Pelan pelan saja.

Ketiga, buka door trim pintu belakang. Mulailah dari atas bagian ujung, lalu ujung satunya lagi, kemudian bagian tengah atas, lalu tengah pintu, dan yang terakhir bagian bawah. Pakai gambar-gambar di bawah ini sebagai referensi.

Keempat, lepas kabelnya (dilingkari kuning) kalau bisa. Kalau tak bisa, anda perlu berakrobat sedikit untuk melakukan DIY ini. Lalu lepas tiga mur penahan motor wiper (dilingkari merah). Lihat gambar di bawah.

Kelima, buka keempat mur penutup mekanika wiper. Hati-hati karena parts bagian dalamnya dapat lepas. Lihat gambar di bawah.

Perhatikan instalasi awal lengan penggerak wiper. Ujung kiri terhubung dengan roda gigi besar berwarna putih (disilang merah) sedangkan ujung kanan terhubung dengan tuas penggerak poros wiper. Lihat gambar di bawah.

Keenam, angkat ke atas poros sebelah kiri (dilingkari merah) tanpa menggerakkan roda gigi besarnya, lalu pindahkan ke lobang diseberangnya. Lihat gambar di bawah.

Ketujuh, tutup kembali penutup mekanika wiper, pasang di pintu, dan kencangkan mur-murnya. lalu pasang bilah wiper dalam posisi berdiri. Cobalah menyalakan wiper untuk mengatur posisi batang wiper agar gerakannya tidak melebihi kaca.

Jika sudah puas dengan gerakan wiper, periksa kembali kekencangan mur-murnya, lalu pasang lagi door trimnya.

October 11, 2010

Masak Lagi

Kemarin lidah saya dibikin nyaman dengan 2 masakan yanty: mie ayam dan lontong sayur. Saking enaknya, saya sampai bingung mau makan yang mana.


Pengin? Pesen boleh... :D

October 5, 2010

Program Telkom yang "menjebak" dengan iming iming tarif flat

Barusan istri saya berkeluh, tagihan Telkom rumah saya berubah. Yang tadinya paling hanya bayar kurang dari 60 ribu karena jarang sekali dipakai, tagihan bulan ini 110 ribu! Perinciannya biaya abonemen 32.600, non jastel 100.000, restitusi -43.600, ppn 10.025. Yanty terus inget beberapa waktu lalu hari Sabtu saat saya tak ada di rumah ditelpon oleh pegawai Telkom yang "mengkonfirmasi" persetujuan penggunaan paket tarif flat 100 ribu. Dia hanya tanya tanggal lahir istri saya saja. Tanpa curiga ya langsung diberi tahu lah. Yanty inget tidak bilang "ya kami mau ikut program tarif flat itu" atau sebangsanya.

Bulan ini kena tagihan segitu. Gila! Tanpa perlu surat menyurat dan sebangsanya, langsung saja rekening telepon saya berubah jadi paket flat 100 ribu! Lha kalau pembantu di rumah yang angkat, lalu meng-iya-kan seluruh paket yang ditawarkan trus gimana tuh? Prosedur kayak gini nggak bener nih!

Lalu saya teringat beberapa bulan lalu saya sendiri juga sudah "dikonfirmasikan" hal yang sama, tapi dalam hal ini paket tarif flat 75 ribu. Saya waktu itu langsung curiga dan bilang "tidak mau pakai" setelah dengan susah payah bertanya lebih jauh detilnya. Eh, kali ini istri saya yang kena jebakan mereka. Lebih tinggi lagi: paket 100 ribu! Doh!

Saya barusan juga sudah sedikit Googling soal hal ini. Di beberapa media dan forum ada yang sudah membahasnya. So, saya bukan satu-satunya yang merasa dirugikan. Jengkel juga nih. Dulu pernah saya ingin mencabut saja layanan landline itu, cuman beberapa institusi finansial masih menganggap tagihan telepon rumah sebagai sesuatu yang berharga. Heh...

MOS: Cek tagihan telepon anda! Siapa tahu milik anda juga seperti itu.

Tambahan URL:
* Trit di forum kaskus
* Promo di situs Telkom. Harusnya kita yang minta, bukan Telkom yang menyuruh

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®