" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: November 2010 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

November 29, 2010

Sendirian? Loyo!

2010 ini merupakan tahun yang berat buat saya. Pelayanan di Pria Sejati mandeg nggak ada aktivitas. Kerjaan di kantor juga "makan gaji buta" karena nggak ada proyek baru sama sekali. Di penghujung tahun ini saya malah merasa kena rintangan bertubi-tubi. Diawali dengan dibatalkannya Men's Camp karena yang daftar kurang dari 5 orang. Lalu beberapa kejadian tidak mengenakkan yang tiba-tiba saja muncul di rumah. Ditambah tanda-tanda dari perusahaan: jah, apa yang ada di pikiran anda kalau boss bilang, "...jika kamu punya rencana lain, silakan dimulai..." Saya benar-benar merasa membawa keluarga saya ke ujung dunia.

Tak perlu introspeksi diri. Saya sudah lama sekali meninggalkan komunitas saya yang seharusnya: komunitasnya Allah. Ke gereja malas-malasan, bayangkan, sampai anak-anak sering bertanya, "Kita nggak ke gereja hari ini Pa?" Mereka dah kangen sama sekolah minggunya. Perpuluhan di rumah sampai bertumpuk 2 amplop, yang akhirnya ditransfer ke rekening gereja oleh Yanty, istri saya.
Saya juga sering menghindar pertemuan-pertemuan CMN. Alasannya simpel: saya lebih mementingkan bertemu dengan keluarga. Yap, keluarga yang saya bangun ini tidak dicapai dengan mudah. Ditentang keluarga, modal sendiri, mikir sendiri, etc... etc... Makanya saya sudah menjadikan keluarga di atas segalanya. Kedengarannya bagus ya, tapi salah. Yang paling atas itu harusnya Allah dan pekerjaan-pekerjaannya.

Kemarin, saya mendengar cerita yang mirip dari rekan-rekan seperjuangan di CMN Barat. Karena rendahnya intensitas aktivitas pelayanan ini, menjadikan kami kurang berkomunikasi, banyak yang jadi "berjuang sendirian" melawan dosa masa lalu. Tak diragukan lagi, alumni Pria Sejati yang lain pun pasti mengalami hal yang sama kalau mereka tidak punya komunitas yang seharusnya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Lalu bagaimana selanjutnya? Itu beberapa dari sekian agenda yang kami bahas di retreat Api CMN hari Sabtu - Minggu lalu di D' Agape, Ciawi.

Semuanya disiapkan secara mendadak. Semua sadar kalau pertemuan ini sangat penting untuk diadakan, walau mungkin yang datang hanya 7 orang. Puji Tuhan sampai pada saatnya kepala yang ikut panas berjumlah hampir 30. Datang tepat waktu, acara dimulai jam 6 sore. Kepala panas mulai jam 7.30 setelah makan siang, sampai jam 23.30. Exhausted. Saya sendiri masih harus merekap semua yang sudah dikeluarkan. Baik itu uneg-uneg, kritik, saran, usulan, dan ide. Masuk kamar jam 12 malam, saya rangkum belasan lembar corat-coret menjadi dua halaman. Tahu nggak, kejadian ini saya belum cerita ke siapa-siapa: Allah memberi saya sukacita saat merangkum semuanya itu. Bersemangat, nggak ngantuk, nggak pegal-pegal. Padahal posisi saya bekerja sama sekali nggak enak: duduk di kasur empuk hawa dingin dan 3 rekan yang sudah tidur dengan pulasnya.

Hari ini, satu dari sekian agenda itu akan dilaksanakan: Kompas jam 19.30 di kompleks depan rumah. Saya akan di sana nanti. Berharap banyak saat saya merapat kembali ke Allah, pekerjaanNya semakin dahsyat terasa di keluarga saya.

PS: Saya tidak menyalahkan rendahnya aktivitas CMN Barat membuat saya jadi mendapat banyak rintangan. Saya menyalahkan diri saya sendiri sebagai sebab kenapa CMN Barat jadi rendah aktivitas.

MOS: Tuhan, kuatkan saya untuk kembali merapat kepadaMu.

November 15, 2010

Update Ubuntu untuk mesin dengan koneksi pelan

Dari berbagai sumber, saya posting di sini untuk referensi saya sendiri... :D

  • Jalankan apt-get update
  • Jalankan apt-get --print-uris upgrade -y > download.csv
  • Edit download.csv, hapus kolom 2 dst, sisipkan "wget" di kolom 1, simpan sebagai download.sh
  • Bawa download.sh ke komputer yang memiliki Internet dengan kecepatan baik, beri privilege 755, dan jalankan
  • Semua file yang terdownload dikopikan ke dalam direktori /var/cache/apt/archives menggunakan user root
  • Jalankan apt-get upgrade -y

Penipuan terselubung

"Bu, inget saya? Yang dulu menawarkan voucher hotel. Ini ada produk baru..." Bla-bla-bla... Kalimatnya nggak bisa diputus. Yanty akhirnya meminggirkan gagang telepon sambil meneruskan kerja. Setelah suara bising di telepon mereda, Yanty lalu bertanya, "Lalu kewajiban saya apa?". Jawabnya, "Oh nggak ada Bu, Ibu tinggal..." bla-bla-bla lagi... Sepertinya mengulang penjelasan dia barusan. Kayak recording tape aja. Yanty jadi rada ngeblank sampai dia terakhir bilang, "Ibu mau ditagihkan ke kartu kredit Visa atau Master?" Ting tong!!! Yanty baru tersadar. Dengan cepat membatalkan semuanya dan tutup telepon.

Hah! Ini baru penawaran diskon hotel. Dan saya tahu benar Yanty nggak segampang itu terbuai iming-iming diskon. Lha yang hebat berarti cara dia bicaranya... menghanyutkan... Apalagi kalau di depan sudah ada ucapan, "Selamat Bu! Anda mendapatkan hadiah sebesar 15 juta dari..." Duh...!!!

November 4, 2010

Terpaksa Nyetir Lagi

Motor mogok lagi di depan tempat les Willi. Tiap masuk gigi langsung menyentak ke depan. Kopling pasti bermasalah ni. Lalu? Saya bawa paksa pulang bisa sih. Tapi siapa yang mau bawa mobilnya pulang?

Akhirnya setelah dulu ngambek ga mau nyetir lagi, Yanty terpaksa bawa pulang tu mobil. Hehehe... Berasa lama banget saya nunggu di depan, akhirnya nyampe juga. Xixixixi... Berbulan bulan ga bawa mobil lagi, ternyata masih bisa tuh, walaupun turun mobil langsung lemes...

Congrats Say! Hari Minggu besok nyetir ke gereja yak...

November 1, 2010

Bayar cash, atau pakai kartu?

Kalau soal kecepatan di tol, bayar cash tipe saya akan jauh lebih cepat daripada pakai kartu keluaran Bank Mandiri. Tapi kalo soal simpelnya, ya tetep simpel pakai kartu lah...

DIY: Pendingin Modem Broadband

Ah, akhirnya saya pasang juga modem broadband di rumah. Percaya atau tidak, sejak 2001 di rumah saya hanya mengandalkan modem eksternal dial-up US Robotics (sekarang 3Com). Kecepatan maksimal ya cuman 33kbps alias sekitar 4kBps. X2? Di kompleks perumahan? Jangan harap! Wong dial tone nya saja aneh: tut-tut-tuuut... tut-tut-tuuut... Kata orang Telkom sih karena sambungan saya konek ke switch baru... halah! Apapun, modem dial-up itu tak saya lepas. masih berguna untuk kirim fax.

Sekarang saya full pindah ke broadband. Saya beli router broadband juga karena penangkapan sinyal di rumah saya sangat buruk. Geser sedikit saja kekuatan sinyal berubah. Seringnya malah nggak dapat sinyal 3G sama sekali. Di belakang rumah malah GPRS pun absen. So, kalau pakai router, saya bisa menempatkan router itu di mana saja. Setelah keliling di dalam rumah akhirnya nemu tempat yang paling baik penangkapannya: di atas lemari setinggi 2,6 meter dari lantai! Kabel LAN yang saya tarik pun tak kurang dari 20 meter untuk menghubungkan router dengan desktop PC. Well, Huawei HG553 yang saya pakai sebenarnya lengkap dengan ADSL, LAN, WiFi, dan 3G. Cuman akan sangat mahal kalau saya me-WiFi-enable-kan desktop PC. Lebih baik tarik kabel saja.

Tarik kabel selesai, test WiFi dari notebook selesai, sekarang test koneksi 3G. Lancar jaya! Dicoba koneksi paralel dari satu client LAN dan tiga client WiFi, tak ada performance degradation yang terasa. Yah... browsingnya juga yang enteng-enteng. Streaming video dari satu client tak membunuh koneksi lainnya. Saatnya senang-senang... Hehehe...

Uh oh! ternyata belum selesai! Jam 10 malam koneksi berasa lelet sekali. Reconnect tak membuahkan hasil, sama leletnya. Akhirnya saya naik ke atas lemari, dan wow! modemnya panas sekali! Routernya sih hangat biasa. Hm... burnt test nih, 4 jam connected soalnya. Perlu dikasih solusi. Besoknya, saya pasangi kipas, plus corong agar angin lebih kencang ke arah modem sedangkan router dapat sepoi-sepoi saja. Hasilnya mantap! Test koneksi 1 jam modem tetap dingin. Jumat depan burnt test lagi...

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®