" /> Catatan Harian Adhi Widjajanto: September 2011 Archives
 
www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 23, 2011

DIY: fixing Err-99 @ Canon EOS 350D

Kejadian juga deh! Momennya ga tepat lagi. Bikin sakit hati aja.

Kemarin niat siang-siang ke Plaza Indonesia buat dokumentasi stand PeRI. Eh, baru beberapa kali jepretan kamera tiba-tiba ngadat seperberapa detik setelah shutter mau nutup dibarengi dengan tulisan Err 99 di displaynya. What the heck is this?

Cari-cari di web, akhirnya dicoba beberapa cara:

  • Copot batere, copot lensa, copot memori, tunggu sekitar 30 detik
  • Masukin batere, nyalain, coba jepret 10x. Beres.
  • Masukin memori, coba jepret 10x. Beres.
  • Pasang lensa, coba jepret 10x. Gagal. Berarti konektornya kotor.
  • Copot lensa, bersihin konektor pake kain, pasang lagi, coba jepret 10x. Beres.

Phiuh... kirain kudu keluar duit banyak lagi...

September 21, 2011

Telat 1 hari, segel! -> PLN

Tadi pagi saya dikagetkan Yanty karena ada petugas PLN datang ke rumah mau menyegel meter listrik karena belum bayar. Yah, memang telat sih, batas waktu tanggal bayar saya 20 September 2011. Tapi ini BARU TANGGAL 21 September 2011, makan siang pun belum! Rajin amat yak sok segel-segel. Wong kalau komplain listrik mati ke 123 saja response time nya ga akan secepat ini.

Akhirnya meter saya yang sudah disegel dibuka kembali setelah Yanty bayar via ATM dan fax bukti pembayaran ke 123. Entah bener ga masangnya, nanti malam harus dilihat lagi. Plus petugasnya minta uang lagi... Ampun dah. Dikasih 10 ribu sama pengasuhnya anak-anak, ngeloyor pergi. Kapan profesionalnya sih petugas lapangan publik di republik ini...

September 16, 2011

Hujan, Car Wax, dan Anak-Anak

Kemarin sore tumben-tumbennya hujan. Rumor di Internet katanya hujan buatan. Bagus juga sih, menggelontor debu di Jakarta.

Anak-anak sedang les di luar rumah. Jam 6.30 sore hujan masih turun, cukup deras. Saya lalu tanya ke Yanty, "Jemput anak-anak pake mobil?" Harap-harap cemas, soalnya siangnya baru saja "keringetan" nge-wax mobil. Yanty cuman bilang, "Siapin jas hujan deh". Wkwkwkwkwk...

Tapi ga tega lah. Saya lalu membuka sarung mobil, wuss... kecium tuh wangi carnaubanya. Trus berangkat keluar jemput anak-anak. Pulangnya mampir beli Coke & es krim. Sampe rumah hujan reda. Keringetan lagi deh nyemprot mobil & ngelap kering. Kelar jam setengah delapan malam, makan es krim bareng anak-anak ditemenin Coke... Sedaaappp... :D

Hehehe... masa iya sih mo menomor-dua-kan anak-anak dari mobil...

September 11, 2011

DIY: Pasang Relay & Stabilizer untuk Headlamp Honda New Jazz

Well, saya kena "racun" dari trit otomotif. Ditebus dengan harga 100 ribu di Tanto Motor dengan harapan cahaya lampu bisa lebih solid. Pasangnya pun ga susah kok, ini yang saya lakukan.


MX-11 yang saya beli terdiri dari tiga komponen: kabel lampu (nomor 1), bracket (nomor 3), dan MX-11 (nomor 2) itu sendiri.


Copot socket headlamp kanan, lalu bungkus dengan isolasi agar tidak kemasukan air (nomor 2). Kabel lampu dari MX-11 dipasang pada headlamp (nomor 1).


Sedangkan groundnya saya sambungkan ke ground mesin.


Copot socket headlamp kiri (nomor 1), lalu sambungkan ke socket male dari kabel lampu (nomor 2). Pasang pula kabel lampu pada headlamp. Saya terpaksa membongkar sedikit ikatan pada kabel lampu bagian kiri agar kabel lampu nanti dapat dirapikan melalui belakang grill.


Pasang bracket pada MX-11, lalu tekuk agar dapat dipasang pada satu-satunya tempat yang bisa saya pikirkan: di antara accu dan air intake.


Sekrupkan MX-11 di salah satu sekrup air intake, lalu pasang juga kabel-kabelnya: kabel merah ke positif accu (nomor 1), kabel hitam kecil dari MX-11 ke negatif accu (nomor 2), ground lampu juga saya langsungkan ke negatif accu (nomor 3).


Rapikan kabelnya dengan wire strap dan beginilah hasilnya. Sekering saya selipkan persis di belakang accu (nomor 1). Kabel saya tutup dengan isolasi (nomor 2) yang mungkin besok akan saya buka saja karena kabelnya cukup panas saat lampu dinyalakan. MX-11 (nomor 3) terpasang pada sekrup air intake (nomor 4).

Nah, untuk hasilnya sendiri saya sudah coba untuk jarak dekat (intensitas). Nggak ada bedanya... :( benar-benar rada kecewa. Mungkin testimoni positif dari pengguna adalah untuk mobil-mobil yang sudah cukup berumur. Buat mobil yang relatif baru, perbedaannya tak terlihat. Foto komparasi sedang saya siapkan...

September 9, 2011

DIY: Cara ganti klakson Honda New Jazz 2011

Well, suara klakson OEM Honda Jazz (termasuk yang MMC 2011) yang beredar di Indonesia memang cemen, cupu, ngga banget, "kek suara bebek" kata Willi. So demi bisa berfungsi dengan normal untuk penggunaan di Jakarta, saya ganti pakai yang lebih besar. Saya memilih Hella Twin Tone Black.

Problemnya, klakson OEM itu super mini, kelihatannya lebih kecil dari klakson Honda Beat, jadi mountingnya dipasang di sisi kanan dalam bumper. Untuk memasang klakson keong Hella diperlukan tempat yang lebih luas. Ada dua pilihan: pasang jadi satu persis di belakang grill, atau pasang terpisah satu di belakang grill dan satu lagi di bawah headlamp kiri. Well untuk ruang di bawah headlamp kiri memang super lega, cuman harus bikin mounting lagi. Akhirnya saya pilih dijadikan satu di belakang grill. Ini yang saya lakukan (maaf, ga ada gambarnya, cuman tulisan doang).

Buka bumper dengan cara melepas dua sekrup di bagian samping bawah bumper dan di atas dalam fender. Lakukan untuk kanan dan kiri. Lalu lepas empat kancing di atas bumper (congkel perlahan pakai obeng gepeng yang ujungnya ditutup kain. Setelah itu tarik bumper yang menempel pada fender, ada 3 klip kecil. Setelah itu diteruskan dengan menarik bemper yang berada di bawah headlamp. Untuk mempermudah, congkel empat klip yang berada di bawah headlamp menggunakan obeng gepeng kecil. Lakukan untuk kedua sisi kanan dan kiri. Setelah itu, lewatkan tuas pembuka engine hood ke dalam bumper agar bisa leluasa melongok ke dalam grill. Biarkan bagian bawah bumper.

Setelah bisa melihat posisi klakson OEM, perhatikan di sisi tengah ada lagi lubang baut yang tak terpakai. Di situ lah nanti mounting akan dipindahkan karena ruangnya lebih luas.

Lepas kabel klakson. Lepas mounting klakson dari bodi mobil. Lepas klakson asli dari mountingnya. Pasang Twin Tone pada mounting, usahakan serapat mungkin tapi jangan sampai bersentuhan. JANGAN sekali-kali mengendorkan atau mengencangkan sekrup yang menghubungkan klakson dengan plat penyangganya karena akan mengubah frekuensi dari klakson. Pasang mounting pada lubang baut yang berada di belakang grill.

Sekarang soal cabling. Siapkan kabel serabut tebal secukupnya, relay 4 kaki (atau yang 5 kaki juga bisa) dan sekering (15A sudah lebih dari cukup). Paralel-kan kaki-kaki klakson, minus dengan minus, plus dengan plus. Yang minus hubungkan dengan ground. Yang plus hubungkan dengan kaki relay nomor 87. Kupas sedikit kabel klakson OEM, sambung dengan kabel dan hubungkan dengan kaki relay nomor 86. Sambungkan kaki relay nomor 85 dengan ground. Sambung kaki relay nomor 30 dengan sekering, lalu dari sekering hubungkan ke kutub positif aki. Referensi wiring klakson banyak ditemukan via Mbah Gugel. Silakan melihat referensi yang lebih baik di sana.

Tips:
Sebelum mengembalikan bumper, ada baiknya coba dulu klaksonnya.
Misal anda menggunakan relay kaki 5 dan klakson langsung berbunyi saat anda menghubungkan kabel ke kutub positif aki, coba pindahkan kabel di kaki relay nomor 87 ke kaki relay nomor 87A.

September 7, 2011

Nokia's Full Focus Lens

Nokia, walau banyak berita mengatakan perusahaan Finlandia ini sedang terpuruk, masih menjadi favorit saya selevel dengan Canon dan Honda. So, saat mereka mengeluarkan produk-produk baru henpon berkamera TANPA auto focus, saya jadi bingung. Kenapa? Buat menekan harga lalu jualan produk kacangan?

Ternyata tidak. Henpon Nokia berkamera tanpa auto focus itu disebut Full Focus. Apa lagi itu. Well, dari baca-baca di sini dan di sini, lensa full focus tak lebih dari lensa ber DOF super lebar. Dengan form factor relatif lebih kecil dari auto focus lens, maka Nokia sukses menipiskan ukuran lini produknya.

Well, buat saya pribadi auto focus lenses are still my favorite. Buat anda? Pada referensi saya yang kedua ada tabel pembanding yang bisa membantu anda untuk menentukan pilihan. Yah, itu kalau anda masih kenal dengan merek Nokia... :D

DIY: Pasang Radar Pompa Air

Sering banget ya yang tanya soal pemasangan radar pompa air. Ni di milis Tabloid Rumah ada lagi yang tanya. Well, saya hany aberbagi pengalaman saja dah. Pernah pasang 1 radar untuk 1 pompa, sampai 2 radar untuk 1 pompa. Yang pertama kayaknya nggak ribet-ribet amat, semua plumber mestinya tahu. Untuk yang kedua, diperlukan sedikit ilmu elektronika, memahami cara kerja seungguhnya radar air ini.

Berikut diagram pemasangan 1 radar untuk 1 pompa:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar tergantung di udara. Pompa akan mati saat kedua bandul radar terendam air.

Sedangkan untuk pemasangan 2 radar untuk 1 pompa adalah sebagai berikut:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar 2 tergantung di udara DAN kedua bandul radar 1 terendam air. Pompa akan mati saat kedua bandul radar 2 terendam air ATAU saat kedua bandul radar 1 tergantung di udara. Pompa akan tetap mati meskipun kedua bandul radar 2 menggantung di udara apabila kedua bandul radar 1 menggantung di udara. Hal ini memberikan keamanan pada pompa agar tidak menghisap tangki kosong.

Bayangkan, diagram 2 itu saya aplikasikan pada sumur terbuka. Jadi tali radar saya ganti dengan tali yang lebih panjang dan mesti buat dudukan radar di atas bibir sumur. Sumur orang tua saya di kampung dalamnya tak sampai tujuh meter. Air jernih mengucur dari dinding-dinding sumur dan berhenti pada kedalaman empat meter. Jadi daya tampung sumur memang terbatas. Tangki air di atas tower cukup besar dan cepat habis karena digunakan untuk lebih dari 10 anak kost... :D Untung kamar mandinya cuma 3 sehingga pompa masih cukup cepat mengisi tangki yang kosong.

Umumnya, radar memiliki 2 pasang sekrup untuk pemasangan kabel. Pasangan A akan terhubung saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terputus saat kedua bandul terendam air. Pasangan B berfungsi kebalikannya, yaitu akan terputus saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terhubung saat kedua bandul terendam di air. Sayangnya, kebanyakan radar yang dijual di pasaran tidak dilengkapi dengan skema yang memadai sehingga kita terpaksa menggunakan multitester untuk mengetahui pasangan-pasangan sekrup tersebut.

September 5, 2011

DIY: Dealing With Car's Water Spots

Seumur-umur ngerawat mobil baru kali ini kena water spots, sekujur bodi & kaca lagi. Minggu lalu di Salatiga cuci mobil, jam 7 pagi padahal, bukannya mobil jadi kinclong, malah bercak-bercak water spots dimana-mana. Parah dah. Mana nggak bawa perlengkapan detailing lagi. Akhirnya baru diberesin pas dah sampe di Jakarta lagi.

Yang saya bersihkan pertama adalah kaca. Setelah diguyur air, Glass Scrub saya tuangkan di atas spons cuci piring (pakai yang sisi halusnya), lalu digosokkan kuat-kuat ke kaca dengan gerakan atas bawah, kiri kanan, dan melingkar. Diulang terus sampai berasa cukup, lalu guyur air lagi sampai residu Glass Scrub terbilas bersih. Kaca langsung dikeringkan dan diamati. Kalau masih ada water spots, ulangi dari awal. Ada beberapa bagian kaca yang cukup satu kali, tapi ada juga yang perlu sampai 3 kali! Oh ya, walaupun tidak dianjurkan, saya juga memoles kaca spion. Selesai kaca, istirahat dulu.

Kaca selesai, saya lalu mencuci seluruh badan mobil, secepatnya. Lalu saya ambil Turtle Wax Carnauba Cleaner Wax. Oh... ternyata wax yang satu ini bisa "cut" light swirl marks & oxidations! Semoga water spots bisa hilang juga. Padahal sudah siap juga dengan Turtle Wax Premium Polishing Compound. Cleaner wax ditotol pakai applicator pad dan digosok memutar di bodi mobil. Setelah rata, saya gosok lagi dengan microfiber towel sampai water spots nya tak terlihat. Saya mengerjakannya per panel. Kalau ada bagian yang membandel, saya ulang lagi. Tapi dari pengamatan, sekali saja pakai cleaner wax cukup ampuh. Bernafas lega deh.

Tips:

  • Disarankan pakai sarung tangan karet saat mengaplikasikan Glass Scrub. Bahannya tidak bersahabat dengan kulit.
  • Setelah menggunakan Glass Scrub, sebaiknya lapisi kaca dengan Rain Clear.


Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®