Internet Connection Sharing @ Ubuntu Natty
Hoho... saya benar-benar sangat berterimakasih sama sesepuh yang satu ini. Walau ide benar-benar orisinil dari saya sendiri, ternyata beliau sudah melakukannya jauh-jauh hari. Saya tinggal nyontek idenya saja.
Kemarin beli modem EVDO sepaket dengan kartu Smartfren karena tertarik dengan fitur unlimited quotanya. Tapi router Huawei saya tak bisa dicolok modem selain Huawei E1550. Jadi saya terpaksa harus memindahkan fungsi-fungsi router ke dalam Ubuntu box (yang sudah jadi dedicated Zoneminder). Setelah browsing dan minta saran di milis id-ubuntu, akhirnya dapat saran untuk memasang ipkungfu untuk otomatisasi script iptables yang sedari dulu saya nggak pernah mengerti. Hasilnya tokcer! Setelah DHCP server dipindahkan juga ke Ubuntu box, semua client (baik wired & wireless) langsung diarahkan ke Ubuntu box. Browsing... browsing...
Challenge tidak berhenti sampai di situ saja. Saya juga harus testing modem EVDO tersebut tidak mengganggu/ mengambil jatah bandwidth USB webcam. Plus juga saya harus testing wvdial dari crontab. Tapi ternyata semuanya beres! Tadi pagi saat Ubuntu box nyala, 5 menit berikutnya langsung auto dial. ketiga webcam pun tetap berfungsi dengan baik. Nice!
Pasang DNS caching dan proxy adalah langkah optimisasi berikutnya.









Setelah download ISOnya sekitar 300MB lebih, burn ke CD dan install. Ga ada apa-apa yang perlu di set-up. Beberapa menit kemudian selesai, eject CDROM dan reboot. UI nya via web mesti dari komputer lain karena Proxmox hanya menyediakan shell prompt saja. Pembuatan VM nya cukup mudah. ISO OS lainnya bisa dikumpulkan di dalam Proxmox serupa repositori ISO. Bagi yang sudah biasa menggunakan VMWare atau VirtualBox, membuat VM di Proxmox akan sangat mudah.

Ah! Gara-gara game ini saya jadi ngeh kalau PSP2000 yang sudah pakai CFW bisa upgrade tanpa Pandora battery. So, setelah cek versi, PSP saya... er... kami (dimainkan ber-4 sih) masih versi 4.01 M33-2. Untuk memainkan game-game baru CFW harus diupdate juga. So dengan mengorbankan beberapa puluh MB di kuota Three 500MB akhirnya CFW saya naik ke 5.00 M33-6. 5.5 Gen D? Ntar lagi deh... Sayang kuota.
Sejak bulan lalu saya sudah menggunakan GMail sebagai alamat surel utama, menggantikan alamat surel kantor lama. Alasannya simpel: saya tak mau bergantung pada POP3 server lagi. Kenapa? Karena saya lebih ingin mobile. Pakai GMail saya bisa cek email kapan saja, di mana saja.





Beberapa kali saya ditanya teman-teman yang mau membelanjakan sebagian isi dompetnya demi sebuah notebook/ netbook baru. Well, saya hanya pernah coba-coba Atom di meja display di Carrefour. Notebook saya cuman Centrino 1,6, tapi rasanya lebih responsif.
Kemarin pagi di bagasi mobil saya menyalakan notebook untuk memindahkan beberapa data ke flashdisk. Pakai baterai tentunya. Lalu notebook saya tinggal. Nggak kepanasan lah, wong di dalam gedung parkir lantai 3 yang anginnya cukup kencang. Tapi malamnya baterai saya ngadat!
"Deleting this source deletes only the sync relationship and items exclusively used by that source. All others will remain on the device. Would you like to continue?" dan saya bodohnya menekan tombol "Yes". Kutu kupret!

Pengalaman pertama saya. Dua hari lalu server kantor ngadat nyala. Untung bukan online server. Gejalanya: kalau nggak keluar pesan "Bad CRC" ya tampilan "ancur" trus nge hang. Salah seorang rekan yang punya insting bagus mencurigai kapasitor yang rada "gemuk" di dekat chipset grafis. Saya pegang saat nyala memang super panas. 2 biji 1000 micro farad 6,3 volt. Hm...
Pagi ini saya harusnya sudah bisa langsung kerja. Tapi PC tiba-tiba bermasalah. Harddisk yang berisi database MySQL tiba-tiba tidak terdeteksi. Wedew! Itu 250GB! Setelah berkeringat buka casing (jam 7.15 AC kantor belum nyala) akhirnya ketahuan kalau konektor SATA nay kendor. Ehm... memang colokannya tidak kencang. Saya jadi berpikir, ini salah desain kali ya... Kalau dibandingkan dengan koneksi IDE yang sampai melepasnya pun susah... Dengan form factor kecil harusnya mereka membuat pengunci atau semacamnya lah.
Contactor itu sering kita kenalnya dengan nama relay. Kalau relay biasanya cuman 4 kaki, punya AC, khususnya Daikin ada 8 atau 10 kaki. Setelah minta ijin saya untuk dibongkar, ternyata di dalamnya banyak semut merah kecil yang mati! Weh, cuman dibersihin (saya bantu juga dia), hilangkan bangkai semut dan kerak yang menempel di lempengan platinanya, pasang lagi, beres dah! Phiu... Cuman abis 75 ribu untuk jasa servis. Well, saya anggap itu untuk biaya belajar. Besok-besok lagi saya sudah tahu elektrikalnya outdoor unit. Nice!
Dua hari lalu Bokap telpon, minta dibeliin CPU dengan kemampuan edit video yang mumpuni. Ehm... definisi mumpuni = bisa render DVD satu keping dalam hitungan menit, bukan jam... :D. Lalu saya forward berita itu ke
Sudah berbulan-bulan saya nggak pake PC kantor karena PC itu "terforsir" jadi server dadakan. Tiap hari mesti tenteng-tenteng notebook berat juga, tas standard Dell tak mendukung pembentukan kontur tubuh. Minggu lalu pas ada diskon 30% di Gramedia Grand Indonesia disempetin beli backpack yang parahnya tak muat untuk notebook 14 inch. Sebel... Sudah beli mahal-mahal ga muat.









2 November 2004, begitu tulisan di nota pembelian CPU ini. Hanya motherboard Asus P4R800V, processor P4 2.8GHz, Kingston DDR 512, casing 350W bisa ngabisin 4 juta punjul. Sekarang mungkin sudah dapat satu set PC komplit kali ya.


Hari ini saya juga "dikomplain" atas kebijakan saya menggunakan Ubuntu di kantor. "Rasanya gue mesti balik ke Windows lagi nih. Gue nggak bisa kerja". Kalau alasan mereka performa kerja mereka, saya hampir mati kutu. Migrasi ini tak sepenuhnya didukung sama decission maker. PC boss saja masih belum dimigrasi. "Entar aja yang terakhir", katanya. Duh!








Bukan saya, tapi media penyimpanan di komputer. Gara-gara terlalu sering nyemplung di photo & video editing, harddisk saya sering penuh dengan backups, templates, dan proyek yang belum selesai di render. Hah... Padahal saya sudah pasang 40 + 20 + 20 Giga. Perlu pasang berapa sih yang reasonable untuk home production kayak saya ini?
Daripada nganggur bengong di rumah karena jalan banjir jadi nggak bisa berangkat kerja mendingan posting hasil kerjaku yang terakhir. Dua minggu yang lalu saya membelikan Willi aplikasi PC untuk edukasi, serinya 


