www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

September 1, 2010

Menghitung Family Annual Budgeting

Perlukah? Buat saya sih perlu. Coba bayangkan betapa enaknya kalau kita bisa hampir yakin nanti 5 tahun lagi kita bakal punya cukup uang untuk uang masuk kuliah anak. Atau bisa dengan pasti tahu berapa harus menabung khusus agar 3 tahun lagi bisa membeli mobil kedua dengan cash! Well, saya tadi malam melakukan annual budgeting. Caranya? Gampang.

Kalau anda sudah memiliki budget bulanan, silakan lanjut bacanya. Jika belum, mungkin lebih baik jika anda membaca tulisan saya tentang mengatur keuangan keluarga bagian 1 dan bagian 2. Nah, kalau sudah punya, buatlah tabel baru dan catat pengeluaran bulanan anda, kalikan dengan 12. Catat juga pemasukan bulanan anda dan kalikan dengan 12. Lalu masukkan juga pengeluaran tahunan yang biasanya tidak tercatat pada budget bulanan seperti bayar PBB, bayar uang alat sekolah, pajak kendaraan, annual fee kartu kredit, dan sebagainya. Masukkan juga pendapatan tahunan seperti THR dan gaji ke-13 kalau ada. Intinya, bawa semua pengeluaran dan pendapatan anda dalam satuan tahun. Dapat kan? Sekarang hitung apakah dalam setahun anda benar-benar menabung. Jika pendapatan tahunan lebih besar daripada pengeluaran tahunan silakan lanjut ke langkah berikutnya. Jika tidak, wah, anda harus mengubah living style anda dulu untuk mengurangi pengeluaran anda.

Nah, kalau sudah tahu besar annual saving anda, berarti secara kasar anda sudah dapat memperkirakan dana anda beberapa tahun ke depan. Oh, inflasi? Teorinya mudah untuk menghadapi inflasi, yaitu dengan memasukkan dana kita pada instrumen investasi yang sedikit dipengaruhi oleh inflasi, atau masukkan pada instrumen yang nilai return nya lebih tinggi daripada inflasi tahunan.

Soal investasi dan savings, saya dapat ilmu baru dari Oom Harris, teman di milis alumni FTJE. Menurut beliau, minimal 10% dari pendapatan kita harus dimasukkan ke dalam investasi dengan tujuan untuk menunjang hidup kita di hari tua nanti. Beliau juga menyarankan agar kita memiliki simpanan dana darurat yang besarnya 3 sampai 5 kali total pengeluaran bulanan. Tujuannya agar kita bisa tetap survive selama 3 sampai 5 bulan disaat kritis seperti joobless atau sebangsanya.

Nah, silakan dicoba hitung. Anda akan terkesan (atau terkaget?) dengan hitungan anda sendiri.

July 22, 2010

Kinect versus WiiMote(s)

Barusan baca controller XBox360 yang baru: Kinect. Fiturnya sih menjanjikan. Dengan kamera, depth sensor (pakai infra red), dan mic, Kinect menjanjikan deteksi gerak tubuh, raut muka, dan suara. Ga tanggung-tanggung, katanya bisa deteksi gerakan jari! Wow... Trus concurrent user, eh..., player bisa sampai 6 dengan work area maksimal 3,5 meter. Lho... 6 orang berderet di depan Kinect dengan jarak 3,5 meter kok jadi berasa sempit ya... :D Ah, tau' ah. Saya ambil sumber dari Wiki. Dari sumber lain, Kinect mungkin akan masuk ke Indonesia dengan harga 1,4 juta.

Compared with Kinect, saya melihat produk yang sudah dilempar ke pasaran seperti WiiMote plus berbagai tambahan sensor-sensor lainnya seperti Nunchuk, Wii Speak, dan Balance Board. Mirip kan? Soal sensitivitas, entah lah. Soal harga, ambil hikmahnya saja: semoga sensor-sensor Wii lainnya bisa turun harga.

July 9, 2010

Ipin & Upin, serta Pengaruhnya Terhadap Anak-anak Saya

Saya pikir serial kartun ini hanya diputar di negara asalnya saja, ternyata salah satu stasiun di Indonesia menyiarkannya juga. Beberapa kali ikut melihat, yang saya rasa selain nuansa Islami yang cukup kental, adalah bahasa. Vocab dan grammar sih tak masalah buat saya, kecuali kata-kata kak Ros yang menurut saya terlalu kasar buat anak-anak. Plus, logat Melayunya... duh... saya benar-benar mulai tak menyukainya saat mendengar logat anak-anak mulai berbeda. Pada awalnya sih berasa lucu mereka ikut-ikutan logan Melayu. Lama-lama kuping Indonesia saya jadi risih juga. Hee... Stop dulu deh nontonnya...

June 30, 2010

Punya Kamera Buat Apa?

Barusan dapat link INI, dan tahu sumbernya dari SINI. Setelah baca, saya jadi mikir juga, saya punya kamera buat apa ya?

Sejak SMP saya berkutat dengan Canonet QL17 G-III (Googling aja deh), menghabiskan ratusan rol film. Buat apa? Buat motret puluhan acara di sekolah. Karena biaya beli film dan cetaknya dibayarin sama sekolah, ya hayuh aja deh. Entah awalnya dulu gimana, saya bisa kebagian di seksi dokumentasi. Canonet G-III itu benar-benar manual. Jadul abis deh, tapi saya belajar banyak dari situ. Sementara bokap sudah beli kamera elektronik (tetep film sih), jadi saya lebih leluasa main-main dengan kamera ini. Oh ya, baterai ga pernah diisi, jadi metering sensornya mati... :D Oh ya, kebayang nggak, saya pakai kamera yang sama sampai lahiran anak saya yang pertama! puluhan tahun kemudian. Hebat dah tuh kamera. Sekarangpun kalo diisi film masih bisa dipakai juga. Hem... ada di lemari... coba nanti malam saya lihat kondisinya.

Well, balik ke topik. Setelah dirasa beli film dan cetak mahal, akhirnya beli poket, (lagi-lagi) Canon PowerShot A80. Buat apa? Motret anak lah! Namanya juga bapak baru. Hehehe... Tapi akhirnya kegunaan kamera beralih buat blogging. Kemana-mana saya bawa. Efektif dah. Apalagi fiturnya tidak meninggalkan akar saya yang mulai dari manual. A80 punya menu M yang memuaskan kreativitas saya. Dipakai sampai hancur sensornya... sedih...

Diganti sama Canon EOS 350D. Lho? Sok-sok'an upgrade? Bukan! Karena selama pakai A80 saya juga "ngicipi" prosumer punya bokap macam Canon PowerShot G3 dan PowerShot Pro-1. Namanya juga ngicipi, trus berasa, "lha kok enak ya?" Hehehehe... Cuman drawbacknya di sisi ukuran & berat. Beberapa bulan pertama saya masih bawa tuh EOS kemana2. Akhirnya menyerah. Photo blogging turun drastis. EOS dipakai hanya kalo ada acara doang, atau kalo lagi mo narsis dengan papercraft.

Trus? Pilihan jatuh ke kamera henpon. Hehehe... downgrade? Terserah situ mo ngomong apa. Yang penting, kebutuhan buat photo blogging tercapai lagi.

So, anda punya kamera buat apa?

May 19, 2010

Cerita tentang PeriKertas

Tadi pagi pas mo berangkat kantor tiba2 kepikiran cerita beginian:

Q lagi jalan-jalan di Mal bareng cowoknya, ketemu A yang lagi jalan-jalan juga bareng anak istrinya, pas pake kaos PERI...

Q: Halo, kaosnya keknya pernah liat. PERI itu apa yak?
A: Itu singkatan nama komunitas papercraft di Indonesia
Q: Kepanjangannya PERI apa?
A: PEkeRja senI Kertas, singkatan pendeknya PERIKERTAS, pendek lagi cuman PERI aja.
Q: Ooo... gitu yak. Websitenya yang mana sih? kok banyak bener? Di kaos tu ada papermodel.tk, di kartu nama ada perikertas, trus gue denger di kaskus juga ada, trus ada juga p****-r******.com...
A: Official ada di perikertas.com. Yang papermodel.tk itu URL singkat ke forum di kaskus. Lainnya itu punya pribadi masing-masing anggota PERI.
Q: Oh, ada keanggotaannya juga yak? Gimana daftarnya?
A: Huahahahaha... PERI adalah salah satu komunitas yang ga mau terlalu ribet ngurusin organisasi. Kalo mau jadi anggota, tinggal bikin aja salah satu papermodel trus perkenalkan diri di forum. Mau keluar? ga bisa, soalnya ga ada pintu masuknya.... xixixixixi...
Q: Wah, asik dong, bisa suka-suka.
A: Hm... emang buat fun kok. Cuman ada satu tugas buat setiap anggota, yaitu memperkenalkan papercraft/ papermodel ke temen-temen elo.
Q: Ooo gitu yah. lalu, kalo mo dapet pola-polanya gimana?
A: Gabung aja di forum, linknya bejibun di situ. Atau sebagai langkah awal, liat di perikertas.com aja, ada direktori mininya.
Q: kalo alat-alatnya? Khusus ga?
A: Gunting ma lem juga dah bisa. Kalo mo lengkap bisa beli di toko buku. Kalo ga mo repot tinggal pesen di salah satu anggota juga bisa.
Q: Wah... asik juga yah... omong-omong di forum banyak cowok pa ceweknya?
A: Terus terang banyak cowoknya, dari yang tua kayak gue sampe yang masih SD juga ada. Yang cewek relatif dikit.
Q: Wow... gitu ya (cowoknya dah melotot) Asik juga yak... ya udah Oom, makasih ya.
A: Sama-sama. Sampai ketemu di forum
Q: (Melepas senyum terindah)...

December 7, 2009

My Personality Changes

Sudah lama saya tak mengisi ulang kuesioner soal personality. Kali ini saya menyempatkan diri mengisinya kembali. Hasilnya? Bisa dilihat di kolom kanan blog ini. Bandingkan dengan hasil tes beberapa tahun yang lalu:

Dulu:
- Introverted 95%
- Sensing 68%
- Thinking 84%
- Judging 74%

Sekarang:

- Introverted 74%
- Intuition 58%
- Thinking 74%
- Judging 89%

Hm... Saya sudah tidak lebih introvert. Bagus lah. Lebih mengandalkan intuisi dari perasaan? Hm... keknya dari dulu memang seperti itu... Whahahahaha...!!! Judging naik, Thinking turun? Tambah galak? He... Emosi tinggi nih...

Pencurian Freeware?

Minggu lalu thread papermodel di Kaskus ramai membicarakan soal HaKI setelah built models beberapa papertoy dan satu papercraft bis sekolah muncul di salah satu acara penghargaan musik di MTV. Untuk acara yang bersifat komersial, menggunakan properti gratisan tanpa ijin dari pemiliknya adalah KELIRU! Alapagi kalau sampai properti gratisan itu secara langsung dikomersialkan, apapun alasannya. Need proof? Lihat DI SINI dan DI SINI.

Mestinya ada banyak cara untuk melegalkan penggunaan freeware. Yang pertama, minta ijin yang punya. Akan sangat sangat mudah bagi pemohon (dalam hal ini MTV Indonesia) kontak ke kreator papertoy untuk minta ijin. Tapi mereka ga lakuin. Yang kedua, pasang credit title saat penayangannya. Para kreator memang sudah mempublikasikan karyanya dengan gratis, kalau ditambahi channel dari MTV kan tambah seneng. Well, itupun ga dilakuin. Di setiap pola yang dibagi gratis itu pasti ada "signature" kreatornya. Menghilangkan "signature" adalah sama saja melanggar legalitas freeware. Freeware is not like a free beer. Ada aturan-aturan main yang mengikatnya.

Buat hal di atas, klarifikasi dari pihak terkait sudah dilontarkan. Yah, ada yang sudah puas, ada yang belum. Well, wong barang komersil aja dibajak, apalagi yang freeware.

November 4, 2009

Spesialkah No HP mu?

No HP saya 081x-xxxx437. Tadi malam dapat miss call dari 081x-xxxx473. He... Sayang ga kenal...

Ortu saya malah lebih keren. Beli perdana prabayar dari karyawan operator, dapat no yang berurutan, 081x-xxxx851 & 081x-xxxx852.

Oh, soal operator, ada juga tuh modus marketing baru dengan menawarkan no yang sama. Misal si-A punya no 0816-1234567, lalu si-B yang entah karyawan operator atau user biasa menawarkan no 0817-1234567 atau 0811-1234567 atau no sejenis lainnya dengan harga 'lumayan'. Jaman sekarang punya lebih dari satu nomor GSM sudah biasa, bagus juga kan kalau semua nomor sama.

Tahu 'No Cantik'? Benar-benar marketing gimmick. Saya punya rekanan dengan no HP 0818-88888888. Kalau akan menelpon dia dari HP tak pernah terlihat angkanya. Kalau akan menelpon dari landline malah sering kali bingung sudah cukupkah angka 8-nya? He... soal kecantikan memang super subyektif.

He... Saya pernah baca entah di mana, kalau di beberapa negara no HP melekat pada pemakainya, bukan pada operator. Ada untung ruginya sih... So, spesialkah no HP mu?

September 17, 2009

Tak Pernah Puas

Masa Lebaran gini biasanya termasuk juga masa kirim-kiriman ucapan selamat Idul Fitri. Seringnya pakai SMS, email, kartu ucapan (masih ada kah?) dan parcel. Yang satu ini memang dilematis, lebih lagi soal larang-melarang pengharaman parcel oleh pemerintah. Euh, ga bahas itu, basi. Saya bahas yang lain.

Beberapa teman dari teman dapat juga tuh parcel, tapi bentuknya lain: vucher belanja. Ehm... buat yang kasih memang dilematis juga. Ngasih barang dalam bentuk parcel bungkusan bakal kena cekal (company rules). Ngasih mentahan a.k.a duit langsung dianggap ga sopan, ga etis. Hui... Yah... pokoknya teman dari teman itu dapatnya voucher belanja. Buat yang menerima pun ada banyak komentar. Ada yang langsung mengucap syukur, ada yang biasa-biasa saja, ada yang berkomentar pedas seperti, "eh, berani ya dia cuman ngasih gue segini"... halah!

Kalau nggak pernah bersyukur... kapan pernah puasnya yak... apa memang manusia dilahirkan untuk tak pernah puas? sedihnya... sedihnya...

July 20, 2009

Papercraft with Clear Spray Paint

Someone in Paperfreak Thread suggest me to spray a clear paint to show off its color. Well, I tried this afternoon... before and after...

Can you see the difference? I'm using Concorde 160gms briefcard paper, HP LaserJet 2600n color laser printer, and Pylox spray paint. I still like the original... :D

June 11, 2009

Kapan saya bebas dari PRT?

Tadi pagi PRT saya berulah lagi, pengin pulang saat itu juga. Padahal anak-anak masih belum bisa ditinggal sendiri. Bayangin Willi (hampir 6) dan Sisi (hampir 4) ditinggal di rumah sendirian. Apa pikir PRT saya itu kami bisa dengan gampangnya pulang & jaga anak-anak. Ehm... mungkin begitu jalan pikirnya. Dah beberapa minggu terakhir dia sudah menunjukkan rasa "ogah-ogahan", termasuk ogah makan. Akhirnya sekarang sakit, minta pulang. Bilangnya dah nggak mau kerja lagi, keluar saja.

Saya sedikit ngiri dengan P' Bambang tetangga sebelah. Anak-anaknya sudah SMP & SMA, mereka hanya perlu PRT harian untuk cuci gosok. Ketergantungan di level ini cukup menggiurkan. Tapi buat keluarga kami rasanya masih panjang. Ide saya untuk masuk ke level itu saat Willi SD kelas 3 saja mendapat tentangan keras dari "para Eyang". Lalu gimana? Ya sekarang mesti nyari penggantinya dulu. Ehm... ada yang punya stok?

P.S.
PRT saya ini sudah saya belikan tiket pesawat Jkt-Smg-Jkt untuk tanggal 18 & 27 September. Kalau saya nggak dapat PRT baru yg dari lokalan Semarang & Salatiga brarti ada 1 kursi Mandala yg nganggur. Ada yg berminat?

June 10, 2009

Apakah Semua Istri Cemburu?

Saya baru kelar baca "To Die For" nya Linda Howard. Tanpa embel-embel eHarlequin seperti umumnya buku Linda Howard, saya pikir ini bukan buku roman. Eh, salah. Tapi cukup menarik kok. Bagian detektif-detektifannya cuman jadi bumbu. Inti ceritanya adalah suami yang tak pengertian. Ruang tidur yang sudah ditata bertahun-tahun oleh istri diganti sekejap dengan barang-barang dan dekorasi baru tanpa komfirmasi. Rumah beserta perabotan lama bekas istri lama tetap dipakai pada kehidupan rumah tangga yang baru dengan istri baru (makanya jangan pernah cerai! apalagi kawin lagi!)

Buat para cewek, coba jawab pertanyaan saya:

  • Bisakah seorang istri hidup di bawah bayang-bayang istri lama sang suami? Kalau kamu belum menikah, bisakah seorang cewek hidup di bawah bayang-bayang pacar lama cowok kamu?
  • Kalau jawaban di atas kamu jawab "tak bisa", apa yang akan kamu lakukan?

March 31, 2009

Tarif Speedy

Saya hanya tersenyum membaca berita di Detik.com ini. Masak iya sih mereka nggak sadar kalau ini hanya trik marketing biasa. Kalau melihat bidang lain, misal transportasi udara, mereka juga sudah menjual tiket dengan berbagai harga untuk penerbangan yang sama. Kenapa bisa begitu? Ya balik lagi ke term marketing, untuk menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya. Kalau perbedaan tiket pesawat didasarkan oleh waktu pembelian, harga layanan Internet bisa saja didasarkan tingkat hunian dan pesaing.

Lalu trus ada yang protes karena tidak mendapat harga yang sama? Huu...!!! Basi. Jangan protes, jangan berkeluh kesah. Ada cara lain untuk mendapat harga yang sama: BARGAIN! Datangi CS nya, sebut kalau si "A" dapat harga segini kenapa si "B" tidak bisa. Mereka akan maklum dengan pertanyaan dan permintaan anda. Siapa tahu bisa diturunkan. Untuk koneksi Internet kantor saya pun melakukan hal yang sama ke CBN dan hasilnya cukup memuaskan.

So? terserah anda... mau mengomel tanpa hasil atau mulai tawar menawar dengan provider anda.

January 12, 2009

Elektronik Di Glodok Lebih Murah?

Mainan -> Pasar Pagi murah. Baju -> Mangga Dua murah. Elektronik -> Glodok murah.

Pendapat umum di atas tak selamanya benar. Sabtu kemarin Saya sukses berburu AC. Di Carrefour jual 3,7 juta. Kaskus 3,45 juta. Glodok 3,25 juta (by phone). Sebelum nyamperin Glodok iseng tanya di Taman Palem kok malah dapat yang 3,2 juta. He... Ga jadi deh Glodoknya. Kalaupun mungkin bisa dapat lebih murah, tapi waktu tak bisa dibeli dengan uang. Tul ga?

Oh ya. Uang di ATM hanya 800 ribu. Toko harus cash. Lalu? Ngoreti di amplop-amplop budget bulanan. Hehehe...

January 9, 2009

Irit mana, AC baru atau...

Saya barusan hitung-hitung antara beli dua AC 330W dan menggusur AC lama saya yang 570W atau beli satu AC 330W dan mempertahankat AC lama. Tiap hari anak-anak pasti pakai AC 14 jam (5 jam tidur siang, 9 jam tidur malam). So hitungan saya:

Saat ini:
570W
0,57 x 14 jam x 30 hari = 239,4KWh

Opsi I:
330W x 2 = 660W
0,66KW x 14 jam x 30 hari = 277,2KWh

Opsi II:
330W + 570W = 900W
0,9KW x 9 jam x 30 hari = 378KWh

Kalau 1KWh untuk B1-2200 sebesar Rp. 518 (blok II), jadi dengan:

Opsi I saya mesti nambah 37,8KWh x Rp. 518 = Rp. 19.580 per bulan

Opsi II saya mesti nambah 138,6KWh x Rp. 518 = Rp. 71.795 per bulan

Beda Rp. 52.215 per bulan. Tanpa bisa tukar tambah AC, investasi opsi I lebih mahal 3,25 juta. So, break even antar opsi = 3.250.000 / 52.215 = 62,24 bulan = 5 tahun lebih!

Umur AC itu 3-4 tahun sebelum mulai rewel minta ganti spare parts. Taruhlah 4 tahun. Dengan opsi I dan break even 48 bulan, AC lama mesti kejual dengan harga: (62,24 - 48) bulan x Rp. 52.215 = Rp. 743.542 juta! Hmm...

So, tergantung besok lah. Mau ke Glodok survey AC dan nyari konsol suara untuk mobil. Sudah 9 tahun nyetir sepi... :D

December 14, 2008

Booking System @ JEC

Jumat Yanty sudah menelpon ke JEC. Dibilang dapat nomor urut 14, dimohon datang jam 4 sore. Sabtu kami benar-benar datang jam 4, eh, dapat nomor lagi! 29! Lalu nomor 14 kemarin apaan? Kami berempat bengong sampai jam 8 baru masuk ke ruang dr. Gusti. Ruang tunggu JEC sudah sepi.

Call services-nya ngaco nih, ga informatif. Ngapain 'dianjurkan booking dulu', tertulis di kartu pasien, kalau nggak ngaruh apa-apa buat pasien. Menyebalkan.

December 12, 2008

Uncomfy

Entah kenapa, hari ini perasaan saya nggak enak. Di kantor gelisah mulu. Kedinginan iya juga sih secara di kantor cuman 4 orang di area 180m2 ber-AC wuzz wuzz. Tapi ini lain, apa karena Senin mau pergi luar kota? Entah.

December 5, 2008

Lose, but not lose at all

Sohib saya di SG akan pulang kampung... for good. Kampungnya di Surabaya... euh... mungkin keterlaluan kalau menyebut Surabaya sebagai kampung. Yah, tahu sendiri lah artinya. Artinya buat saya? Hilang satu teman daily chat. Parah ya...

So, see u soon buddy! I'll miss your... 70-200 lens! Wkwkwkwkwk...

December 3, 2008

Olah raga beneran

Olah raga? Saya cuman suka berenang dan naik sepeda. Lainnya? enggak deh. Sejak pangkal lengan keseleo gara-gara lempar martil saat SMP, saya tak pernah lagi melatih reflek tangan saya. Bulu tangkis yang dulu cukup digemari mulai ditinggalkan. Soalnya tiap kali mau melakukan gerakan cepat atau smash, terganjal perasaan nyeri duluan. Reflek saya hanya ada di jari-jari saat memainkan permainan di komputer atau PSP... :D

Rencana kantor pindah ke lantai tiga, bersebelahan dengan kolam renang, membuat saya super bersemangat. Cuman ada satu kendala: kolam itu ditutup untuk umum. Deu... deu... Padahal airnya jernih difilter tiap hari. Cuman tak ada yang mengelola saja. Mau?

Siang ini, ex teman kantor datang main. Menawarkan berenang tiap Selasa atau Kamis di... Gajah Mada Plaza??? Lantai tujuh! Wow... Hm... rasanya bisa tuh. Saya memang paling tidak sekali seminggu ke Gajah Mada (client), pulang 16.25 untuk menghindari 3in1. Kalau berenang dulu, mungkin waktu kerja bisa maksimal, lalu membuang lemak dulu sampai jam 7 baru pulang. Hm... Enak juga ya. Yanty bisa sekalian pulang bareng... :D

December 2, 2008

6 going to 5.5

Kemarin ada yang tak biasa, pompa bensin Pertamina langganan saya pagi-pagi sudah ramai sekali. Saya mengisi seperti biasa, 130 ribu. Waktu sudah sampai kantor, saya baru tersadar, isinya penuh sekali! Ngecek di struk, ternyata benar, premium sudah turun ke 5.500.

Lalu, kenapa orang harus lebih banyak mengantri? Apakah mereka menahan diri sehari sebelumnya dengan mengosongkan tangki bensin? Apakah mereka menahan diri hanya untuk sekedar ikutan beli yang pertama? Ah... gelap.

December 1, 2008

Alice... wannabe...

Aku bisa melihat sekelebat 5 menit yang akan datang...
Aku bisa melihat, bukan menerka...
Aku bisa mengambil langkahku 5 menit lebih cepat...

Aku sedang berkhayal, Alice Cullen di Porche kuningnya... wkwkwkwkwk... Kayaknya enak deh, bisa nyetir ngebut tanpa khawatir...

Orang lain mungkin akan berkhayal lainnya...

November 25, 2008

Ruwet? Nikmat!

"Ternyata dump truck yang ini nggak seruwet wheel loader yang kemarin" sesumbar saya ke Yanty saat menyelesaikan special vehicle terakhir dari Canon Creativity Park (sesi foto nanti sore, besok posting)
"Oh, jadi sekarang demen yang susah-susah ya?". Kata-katanya membuat saya tertegun sejenak.

Hm... saya lebih menikmati saat membuat pernik-pernik kecilnya. Lebih suka memotong dan menempel kaca spion dan pegangan tangga daripada membuat bodi dan roda. Lebih puas saat membuat Tower Bridge daripada Arc de Triomphe yang jelas-jelas lebih rapi. Hm... kalau gitu, tantangan berikutnya apa? Sleeping Beauty Castle (42 pages) atau Yamaha YZF-R1 & accessories (27 pages) ?

November 8, 2008

Open House

Kebanyakan sekolah, terutama swasta, perlu biaya mahal. Jadi mereka pun harus bersaing, baik dengan kompetitor lokal maupun luar negeri. Lalu? Mereka mengadakan 'open house' dengan iming-iming beragam: diskon 50% untuk pelunasan 6 - 7 bulan sebelum ajaran dimulai, diskon 20% untuk adik, gedung dengan fasilitas lengkap, kurikulum +++, dan masih banyak lagi. Saya sedang 'terjebak' didalamnya.

Sayang, mereka tak dibekali ilmu sales yang mumpuni. Yang saya perhatikan, penggunaan PPT & LCD proyektor masih tertatih-tatih, tak bisa menguasai audience yang ribut dan beraktivitas sendiri (seperti saya yang sedang blogging), speech instead of presenting... Yang ok hanya 1: on time.

Mungkin lain kali mereka perlu menyewa presenter. Semakin banyak siswa, mestinya biaya sekolah semakin murah, kan?

November 3, 2008

Disk Space


Saya demen moto, demen juga pamer hasil moto. Tapi karena kalo ikut pameran mahal (wek...), akhirnya pamer di web aja. Eh... ada kendala juga: bandwidth cekak. Upload 1024x683 pixel ke Flickr atau sebangsanya bisa sampai nangis bombay nunggu kelarnya. Solusi? Bikin server dewek lah! Di kantor ada bandwidth nganggur dikit (uplink kan cuma kepake buat kirim email), ada harddisk 20GB kuno nganggur, ada Pentium III 450MHz nganggur. Jadilah satu web server. Dulu bandwidth cuman 64kb/s, sekarang untuk koneksi lokal bisa sampe 512kbps. Lumayan! Coba kalo saya hosting dengan unlimited space quota, perlu berapa duit tuh...

October 21, 2008

adhi.web.id to adhi.widjajanto.net

adhi.ac.id -> blom ada
adhi.co.id -> PT. Adhi Karya Tbk.
adhi.or.id -> blom ada
adhi.web.id -> punya saya, sama isinya dengan yg ini
adhi.net.id -> blom ada
adhi.go.id -> blom ada
adhi.war.net.id -> blom ada
adhi.sch.id -> blom ada
adhi.mil.id -> blom ada

adhi.com -> for sale
adhi.net -> ada, tapi saya nggak ngerti isinya apa
adhi.org -> for sale
adhi... well saya nggak begitu tertarik untuk punya nama domain di negara lain. Entah, kok ada juga yang demen sama domain co.nr. Globalisasi gini, nama domain sudah tidak mencerminkan isinya lagi. Kasus di Indonesia: karena semua yang keren berakhiran .com. Peruntukannya? Euh...

Dulu saya pilih .web.id karena saya percaya dengan IDNIC. Sekarang saya pilih .net karena nggak yakin dengan masa depan PANDI.

Sekali lagi, kenapa pilih .net bukan .com atau .info? Visi saya dulu, semua Widjajantos akan pakai domain ini, semacam bikin networking lah... :D

September 16, 2008

Males? Memang! Pemalas? Mungkin!

Datang pagi jam... entah, saya datang dia sudah ada, tidur di kursinya dengan mulut terbuka lebar. Karpet belum di vacoom, gelas piring kotor sisa kemarin belum dicuci, meja berdebu belum dilap. Saya menyalakan radio pun dia tak bergeming. 15 menit kemudian baru bangun, ambil vacoom dan sedot karpet, hanya di ruang Babe! lalu gulung kabel & angkat ember cuci gelas.

Ampuuunnn!!! Kayaknya saya lebih milih yang dulu daripada yang ini, meski yang dulu punya istri yang ampuuunnn!!! juga.

August 7, 2008

Berbagi Isi Piring

Saya belum bisa menemukan formula sikap saya terhadap kebiasaan Yanty. Sementara kami sedang makan sate, dia meminta potongan-potongan cabai di piring saya yang kami berdua tahu kalau potongan hijau pedas itu tak akan saya makan. Saat saya beli dan makan nasi goreng dan dia menolak untuk ikut beli pada akhirnya dia mencomot suwiran ayam dan telurnya. Hal-hal itu seringnya membuat saya sewot, sesuatu yang tak bisa dipahami Yanty.

Tapi ada kalanya juga kami saling ceria berbagi isi piring kami. Saat di perjamuan pernikahan, misalnya. Entah. Mungkin kami hanya kurang terbuka soal ini.

Maaf ya Say... soal kemarin...

August 1, 2008

Medical Allowances

Seperti tahun lalu lagi, medical allowances ku dah habis di pertengahan tahun. Memang nggak banyak sih, kalau keluarga kami sehat-sehat saja pun nggak akan habis. Anggarannya cukup untuk bayar dokter di Hermina sekitar 25 kali. Well, cukup banyak kan kalau hanya untuk sekedar imunisasi.

Soalnya anak-anak kami itu kalau alerginya lagi kumat bisa berbulan-bulan kalau nggak diobati. Kadang malah harus ke dokter dulu baru keran hidungnya berhenti. Adik saya, yang juga dokter, bilang kalau itu memang sugestinya anak-anak. Ke dokter baru badannya "mau serius" menyembuhkan diri sendiri. Untung di Oom Bachtiar & Hermina.

Plus, pencarian opini buat mata Sisi juga nggak murah. Total 4 kali ke dokter yang tidak murah. Hee... padahal ini belum selesai. Tak ada bantuan dari Yanty lagi. Hagabank, eh..., Rabobank memperlakukan karyawan perempuannya sebagai 100% single.

June 11, 2008

Work from home

Bayangkan suasana kerja di kantor saya: minimum interaction, virtual meeting, virtual discussion, client-server based development, thin-client based development. Parah kok, bahas program saja lewat Y!M padahal duduk bersebelahan.

Sebenarnya dengan harga premium saat ini Rp. 6.000.- per liter, dari sisi finansial, untuk saya pribadi lebih murah kalau kerja & manage dari rumah. Kalau 22 liter premium dipakai untuk 3 hari, maka sehari sekitar 7 liter alias Rp. 42.000,- sehari. Kalau dikalikan 20 berarti Rp. 840.000,- sebulan. Sudah cukup untuk berlangganan Internet dan bayar listrik notebook sebulan, sisa malah.

Yang tak bisa dibangun dari virtual desk (bukan virtual office): work attitude! Di Indonesia memang masih parah. Atasan pulang cepat saja anak buahnya pada ikut ngabur, apalagi nggak masuk kantor! Hee...

Tapi ini jelas patut dipertimbangkan.

May 30, 2008

Trading - KTA

Barusan orang kartu kredit telpon saya, menawarkan (lagi-lagi) KTA. Biasanya saya akan tanya, "bunga udah 0% belum?" Kali ini beda. Saya dengar sampai penjelasannya selesai. Oh, ternyata bunga sudah mencapai 0.99%. He... saya berpikir sejenak sebelum mengatakan, "Belum kepikir mo dipake buat apa, terima kasih".

Sejenak itu saya melayang ke trading. Dengan bunga 0.99% sebulan plus biaya2 lainnya yang pastinya ada, bisa nggak bermulti di BEI? Hehehe... ada yang trading pakai margin... ada yang trading pakai duit teman... ada yang trading pakai KTA... hayoo ngaku!

May 12, 2008

Book Review: Twilight


Untung saya baru saja menyelesaikan buku di atas. kalau tidak, pikiran saya akan terjejali dengan sisa-sisa pertemuan Sabtu kemarin. Stephanie's writing DOES touch my romantic side.

Menggambarkan urban girl yang kembali ke desa asal, mengingatkan saya akan "kembali ke Salatiga", deu... kebayang deh rasanya. Terlebih lagi pada usianya yang sedang pengin-penginnya hang out di area "serba ada". Menyadari dia menemukan Edward, si vampir, membuat cerita ini mengalir dengan baik, teramat baik buat saya. Tak ada kesan dibuat-buat, tak ada kesan brutal yang biasanya disajikan pada film-film vampir. Smooth, sampai klimaksnya pun tak perlu dibaca dua kali untuk memvisualisasikannya di otak saya. Ending mudah ditebak (soalnya saya membaca halaman-halaman terakhir sebelum memulainya dari depan), tapi bukan itu POInya. Stephanie membawa Bella & Edward se-humanis mungkin.

Skala 1 sampai 10, saya kasih 9!

April 24, 2008

Tetap merasa kehilangan...

Walau sudah merasa kebal, sok kuat, nggak terpengaruh, tapi tetap saja hati kecil saya turun beberapa senti. Rasa kehilangan itu tetap saja muncul. Heh...

Sepertinya tak ada yang benar-benar kebal... bebal terhadap perubahan. Huuu...

April 22, 2008

Kangen sebelum waktunya

Malam ini saya kerja sampai larut, menyelesaikan PR, menjawab tantangan. Suatu saat saya disempatkan melihat pemandangan ini, sekali lagi. Kok rasa kangen saya sudah muncul, padahal kaki saya belum melangkah sejengkal pun. Pikiran saya melayang kemana-mana. Pemandangan seperti ini yang saya impikan puluhan tahun lalu, sudah 10 tahun menjadi kenyataan, dan akan tergantikan? Stress kah saya nanti? Ugh...

Ah... saya memang rada sentimentil.

April 2, 2008

Penyerahan Diri versus Tanggung Jawab

Ada kasus: Rumah sudah hampir terbakar, istri di rumah sudah panik, tapi suami masih saja berkata, "tenang, nggak bakal terbakar, Allah pasti menjaga kita, serahkan saja pada Allah".
Pertanyaan saya: Ini penyerahan diri atau sedang melepas tanggung jawab?

Kasus lain: Kantor sudah hampir bangkrut, proyek berjalan hanya satu, gaji selalu terlambat, istri sudah kewalahan mengurus cash flow di rumah, tapi suami masih saja betah menikmati "gaji buta" di kantor, bukannya mencari solusi lain (cari kerja lain) dan dengan hikmatnya berkata, "burung di udara saja dijaga Allah, masa' kita tidak".
Pertanyaan saya lagi: Ini penyerahan diri atau sedang melepas tanggung jawab?

March 27, 2008

CIBfest, layakkah?

Puji, ex teman sepelayanan di CMN, beberapa kali memberikan rujukan untuk ikut CIBfest. Awalnya saya acuhkan, bukannya tak tertarik, tapi merasa tak layak. Waduh! rendah diri saya nongol lagi. Dua kali "brute post" Puji saya acuhkan, yang ketiga benar-benar saya lirik. "Kenapa tidak?" pikir saya.

Pada akhirnya, saya mendaftarkan dua, situs ini dan PriaSejati.or.id. Tujuannya? Biar lebih dikenal, lebih bisa jadi berkat buat orang lain. Serius!

Btw, saya terpaksa mengecilkan sedikit banner asli CIBfest untuk bisa fit di template saya. Entah diperkenankan atau tidak. He...

March 12, 2008

Minyak Tanah Versus Gas Bagi PKL

Saya punya langganan tukang nasi goreng di depan kompleks. Sampai sekarang dia masih pakai minyak tanah untuk memasak di gerobaknya. "Kenapa nggak ganti gas?" tanya saya suatu malam. Alasan dia terlalu dangkal, "Males ganti". Ampun! Padahal dia sendiri yang cerita ke saya kalau teman-temannya yang sudah ganti ke gas jadi lebih irit pengeluarannya, jadi lebih cepat panas, dan nggak perlu memompa tabung. Itu pembicaraan dua bulan yang lalu. Kemarin, saya lihat dia masih pakai tabung minyak dengan pompa tangan siap di sebelahnya. What a waste...

Lain lagi dengan langganan mie ayam di kompleks gereja saya. Senin kemarin menyempatkan nongkrong, dan mengamati kompor dia yang baru:

Regulatornya berbeda dari yang biasa kita pakai, selangnya pendek saja sampai ke pipa lurus masuk ke dalam gerobaknya. Saya lihat ke dalam, pipa itu sepertinya dibuat khusus, ada tambahan keran gas, dan berakhir di bawah dandang air panas mie. Apinya menyembur kencang kalau keran gasnya dibuka lebih lebar, persis dengan kompor minyak yang biasa dipakai para PKL. Apinya jauh lebih biru (buat api, biru lebih panas daripada merah). Dia hanya membawa satu tabung. Saat saya tanya, dia bilang, "cukup kok Mas, paling besok baru ngisi lagi".

Hm... saya mesti "ngompori" tukang nasi goreng langganan saya lagi. Siapa tahu harga nasi gorengnya jadi lebih murah, atau suwiran-suwiran ayam muncul lagi di nasi gorengnya. Hehehehe...

February 18, 2008

Mencari Jati Diri

Baca berita ini, saya tak berharap banyak dari SAS Indonesia..., eh PT. SAS Institute. Tak menyombongkan diri, 12 tahun yang lalu, boss saya yang membawa SAS ke Indonesia dan menjadi "the founder" SAS Indonesia. Waktu berlalu, SAS mencoba melupakan akarnya, termasuk membuat kebijakan yang memakan pagarnya sendiri. Itulah bisnis...

Dengan nama baru, kantor baru, orang-orang yang (semoga) baru juga, saya tetap pesimis SAS mau memandang partner & reseller dengan kedua belah mata. Kita lihat saja nanti.

February 15, 2008

65% Visual Spatial

65% visual/spatial saya memberikan dampak yang menyenangkan saat membaca buku, terutama buku yang memberikan deskripsi lingkungan yang detil dan jelas, seperti yang sering saya temukan di buku-buku Tom Clancy's, J.K. Rowling, dan terakhir ini Dan Brown. Untuk sebagian orang, mungkin deskripsi detil itu membosankan, tapi tidak bagi otak saya. Membaca buku semacam itu mengubah otak saya menjadi layar bioskop. Dan menonton bioskop tak mungkin dilakukan berhari-hari bukan? Saya cenderung menghabiskan 600 halaman hanya dalam dua malam. Melelahkan tentu, tapi mengasyikkan. Seperti detik ini, saya hampir tak bisa membuka mata dengan penuh, tadi malam hanya tidur 4 jam!

Saya punya pengalaman unik dengan salah satu buku. Bayangan saya tentang bola-bola kaca berisi pikiran manusia di rak-rak yang tinggi itu tervisualisasi dengan tepat di filmnya... Tebak film apa... :D

February 13, 2008

Kipasnya sedang tertutup

Well, no need to say. Saya harus berusaha membukanya kembali. Pantang menyerah. Gee...

Makasih buat yang minggu lalu sudah membukanya.

February 12, 2008

Leaving The Comfort Zone in 34?

Memang tidak mudah, namanya saja comfort zone. Tapi seringkali perubahan itu memerlukan pengorbanan. Ada yang mengorbankan (baca: menjual) Honda Astrea Prima nya untuk migrasi ke "tanah terjanji" OZ. Ada yang mengorbankan sahabat-sahabat dekatnya untuk mendulang SGD, sendirian, tanpa teman.

Saya? 10 tahun di Jakarta dengan segala tetek bengeknya tak sadar membuat saya nyaman. Heh? Nyaman dengan banjirnya? Nyaman dengan macetnya? Tentu saja tidak. Faktor lain yang membuat saya melekat di Jakarta masih banyak, dan seringkali menutupi keburukannya. Membuat mata saya selalu tertutup dengan opsi-opsi lainnya yang lebih baik. Tahun 1999 saya menolak 1500SGD per month hanya gara-gara saya belum menikah. Halah! Saya terpaku pada rencana masa depan yang tak bisa dibelokkan.

Di ujung 33 tahun ini, rasanya saya harus melihat masa depan bukan sebagai sumpit, tapi sebagai kipas yang punya peluang lebih banyak. Saya tak bilang lebih besar. Semoga mata saya terbuka lebar. Belum terlambat bukan?

January 30, 2008

Food Processing

Saya sedikit tertegun saat makan siang barusan. Euh, apakah semua kegiatan saya seperti itu?

  • mengupas semua kulit udang baru memakannya
  • membuka kulit kuaci, mengumpulkannya dulu kemudian memakannya sekaligus banyak
  • menumpuk pekerjaan, lalu mengebutnya dalam sekali waktu
  • ...
Semoga saja tidak. Saya jarang menumpuk pekerjaan, kuaci saya makan satu-satu, udang... sepertinya hanya sekali ini saja saya melakukannya.

Canon vs Nikon = End User Satisfaction

Baru saja kemarin saya menulis tentang Canon EOS 450D, Nikon meluncurkan pesaingnya: D60. Hehehe... saya tidak akan membandingkan antara keduanya, itu tugas reviewer. Cuman untuk sebagian orang, kompetisi kedua vendor ini menguntungkan pengguna baru: lebih banyak pilihan, tanpa menghilangkan konsekuensi sebaliknya: lebih bikin bingung. Hee... seperti teman baru saya yang hendak nyemplung ke dunia DSLR. Inget Bo, lebih baik punya bendahara yang nggak demen motret daripada dompet & tabungan elu terperas habis tak terkendali. Wuekekekekek....

Balik ke kompetisi, rasanya Nikon harus "berbelok" sedikit untuk meneruskan tradisi entry DSLRnya. Dari D40, D60, D80? Tak mungkin karena sudah terisi oleh penerus D70. Kalau Canon sudah memprediksi: 300D (Rebel), 350D (Rebel XT), 400D (Rebel XTi), 450D (Rebel XSi), 500D?, 550D?

Go, Rebels...!

January 25, 2008

EOS 450D? Ouch!

Kayaknya jajaran entry-dslr nya Canon berkembang dengan cepat saja. EOS 350D ku yang merupakan generasi ke-2 (setelah EOS 300D) tergantikan dengan 400D hanya setahun. Eh, hari ini mereka mengumumkan peluncuran 450D. Baca reviewnya kok fiturnya hebat juga yah: Live View LCD, sayang belum swivel. Nilai minusnya? Storagenya pakai SD! Huu...!!!

Pengin punya? boleh saja. Saya masih sangat puas dengan 350D, apalagi mainan barunya belum diutilisasikan dengan maksimal. Tapi tetap saja, kalau sudah jadi fosil itu kok rasanya gimanaaa gitu. Hehehehe...

January 2, 2008

The Art of Bargaining

Istri saya kalau nawar di MangDu, Pasar Pagi Lama, Asemka, atau tempat sejenis pasti sadis. Saya sendiri sampai memalingkan muka saat dia mulai menawar. Masa' barang seharga tiga ratus ribu ditawar hanya sepertiganya. Tapi itulah menawar, terkadang saya terkejut juga dengan uang yang saya keluarkan, bisa jadi memang hanya sepertiganya.

Kemarin, Yanty merasa kecolongan saat toko meloloskan 850 ribu untuk barang dengan bandrol 1,1 juta. Soalnya baru nawar 2 kali. He... Mungkin karena tokonya di Mal Ambasador, bukan di Mangga Dua. Mungkin juga karena barangnya VCL-DH0730.

November 15, 2007

Investasi Waktu

Bagaimana kalau penyusunan acara 4 hari RaKer diserahkan pada seorang stage performer... Bagaimana kalau suatu gerakan multinasional dipimpin oleh orang yang menemukan bentuk organisme, suatu wujud diantara organisasi dan... entah apa (yang jelas tak dapat didefinisikan).

Sebulan yang lalu saya ditawari untuk terlibat dalam acara RaKer di atas. Tingkat nasional lho, membuat saya sulit menolak. Hanya perlu beberapa detik untuk membangkitkan semangat saya untuk ikut berinvestasi waktu di acara itu.

Satu bulan berlalu dengan cepat, tertimpa kesibukan mudik lebaran dan camp. Sebagai tim yang terlibat dalam in-event (sbg operator PC & LCD proyektor) sudah sepantasnya saya mengharapkan kesiapan yang matang dari tim acara. Tapiii... sampai detik ini pun flow acara 'mengalir' entah ke mana. Saya makin pesimis setelah tahu siapa penanggung jawabnya.

Well, semoga keputusan saya tadi sore benar: memberikan slot investasi waktu pelayanan saya kepada yang lebih bersemangat.

Saya? Introvert?

Eh... kayaknya memang benar, meskipun tak seharusnya diimani (lah, kan tujuannya Serupa dengan Kristus...). Ngikut Bapak dan Ibu ini ngisi di sini walaupun terburu-buru. Entah, saya hanya mengisi saja, belum sempat exploring how it gonna effect mine. Punya saya bisa dilihat di pojok kanan bawah halaman ini.

November 13, 2007

Toto Under Maintenance

Setelah berbulan bulan berstatus "Under Maintenance" akhirnya diganti juga. Sekarang tak perlu lagi sok berdekatan jika hendak kencing, soalnya di WC Plaza DM memang hanya tersedia tiga toilet berdiri dan yang (kemarin) rusak adalah yang paling kiri.

Kalau membandingkan ukuran, rasanya kok tidak jauh beda ya. Dengan perkembangan teknologi sepesat ini saya masih mengharapkan nano technology (harus) memiliki andil lebih besar lagi.

September 13, 2007

Jadi Pemulung

Apa salahnya? Pekerjaannya pasti halal, tak melanggar satupun aturan. Yang bikin keki Pemda mungkin kegiatan mereka selepas memulung: berteduh (lama-lama bikin rumah) di bawah kolong tol, ngemis kalo malam, etc.

Nah, saya tak mau bahas itu. Saya mau cerita tentang saya yang jadi pemulung. Gee... Dua hari lalu saya ditawari notebook bekas (Dell Latitude D600) seharga 200SGD! Satu koma dua juta dapat Centrino 1.6GHz, 80GB HDD, 1GB DDR. Langsung jawab, "Mauuu...!!!" meskipun barang terjadualkan diterima bulan Desember.

Kemarin, saya pun memulung mesin fax rusak milik kantor. Boss bilang, "Ambil aja, gratis kok". Saya bawa pulang, berkutat 2 jam dengan multitester, colok dan nyalakan, viola! it works again! Kok bisa? Entah, mungkin karena sudah lama tak terpakai, komponen yang kepanasan sudah menjadi dingin kembali. Memang untuk dinyalakan 24 jam saya mesti mengganti beberapa komponen power supplynya. Tapi untuk menerima fax dua atau tiga lembar kemudian dimatikan lagi ya tak masalah. Well, sekarang sudah nongkrong dengan rapinya di atas CPu saya.

Balik lagi ke pemulung, eh, upgrade sedikit: pedagang barang bekas, Sabtu depan saya akan mencoba menjual beberapa barang tak terpakai di rumah. Ada satu pasang speaker salon, bor listrik (rusak), dan aki mobil. Paling saya jejer saja di carport dengan tulisan "Dijual" Sebelum itu saya mau menawarkan di sini, ada yang berminat?

August 15, 2007

"Pertamina On The Move" To "Pasti Pas"

Ada yang punya pengalaman serupa dengan saya? Zebra yang setiap hari saya tunggangi sekarang "hanya" bisa minum maksimal 116 ribu, lebih dari itu pasti muntah. Dulu, 120 ribu pun kadang masih bisa lebih. Hem... beda 4 ribu berarti hampir satu liter kan. Dalam seminggu saya bisa mengisi 3 kali, berarti sudah selisih 12 ribu. Sebulan? 48 ribu...!!! Ampun dah.

Sekarang, Pasti Pas! itu kata Pertamina. Yah, saya sekarang "sedang" percaya saja. Semoga QC dari Pertamina untuk SPBU-SPBU nyapun dapat dipertahankan. Kenapa? Soalnya Zebra saya percuma diajak minum Shell Super. Mabok iya kali... he...he...he...

July 19, 2007

God is good... all the time...

Baru saja posting ini, eh, istri saya telpon bahwa kami belum bayar PBB. Hehehehehe...

God is good... all the time...

Aku nyerah deh, Tuhan....

Baru kali ini kami diambang situasi seperti ini: tanpa dana cadangan, tanpa dana cashflow bulan depan. Wheee... Tuhan membiarkan kami mengalaminya, pasti ada maksud tertentu yang kali ini saya jelas-jelas malas berandai-andai. Pikiran saya sudah terpatri dengan daftar pengeluaran bulan depan, plus educational expense yang akan muncul ganda pada bulan Desember mendatang. Ganda karena mesti membayar biaya sekolah Sisi di KB-C dan biaya sekolah Willi di TK-B. Saya perkirakan bisa 8 digit lebih. Gee...

Hitung sendiri, dengan margin cashflow per bulan hanya satu juta, dari bulan Juli sampai Desember itu hanya 6 kali, maksimum dana tersimpan hanya 6 juta. Bagaimana cara saya memenuhi 8 digit pengeluaran itu? Hehehehe... yang satu ini harusnya saya sudah tak ambil pusing karena bagian saya sampai dengan doa. Selanjutnya ya terserah Tuhan.

Kalian bisa bilang, "barusan nulis artikel manajemen finansial rumah tangga" kok bisa jebol begini, sistemnya nggak bener dong. He... bank yang bagus sekalipun kalau kena rush bisa goyang juga kan. Situasi kami juga begitu, tak sadar kami meninggalkan hutang saweran pembangunan makam Papa. Lumayan lah menghajar simpanan kami saat si empunya piutang menagih. Salah siapa? Saya. Karena? Lupa.

Well, bulan ini Willi ultah, cuma berdoa, tiup lilin, potong kue, buka kado. Oktober nanti Sisi bakal dapat perlakuan sama. Ngirit mode "ON" (euh, yang ini mah emang udah dari dulu)

July 7, 2007

Bebalisme

Dua hari lalu saya melihat berita tv, ratusan warga Karanganyar Jakarta rela antri minyak tanah sampai lima jam! Kebanyakan ibu-ibu lanjut usia. Dua diantara mereka sempat diwawancara.
"Berapa lama Bu antri?"
"Udah dari pagi"
"Kenapa tidak pakai kompor gas?"
"Takut meledak! Banyak kebakaran! Ntar barang saya habis semua"
"Kompor gas yang dapat gratis dari pemerintah nggak dipakai?"
"Di rumah, nggak dipakai, takut!"

Bagaimana mau maju kalau mindset warganya seperti itu. Reporter 'menyalahkan' pemerintah dalam hal sosialisasi. Wah, ini di Jakarta, bagaimana di daerah lain?

July 2, 2007

Mengatur Keuangan Rumah Tangga - Bagian Dua

Pada bagian satu telah dijelaskan langkah-langkah awal manajemen keuangan keluarga anda. Pertama, anda harus memiliki alat untuk membantu anda dalam pencatatan. Saya menggunakan Ms. Money. Kedua, kelompokkan pendapatan dan pengeluaran anda. Ketiga, budgeting dengan menyusun amplop pos pengeluaran. Nah, sekarang langkah selanjutnya.

Konfigurasi Awal Ms. Money
Setelah anda mempunyai nilai yang agak realistis pada amplop pos pengeluaran, saatnya bekerja dengan Ms. Money:

  • Buat seluruh akun bank anda. Tabungan, giro, kartu kredit, asuransi, pinjaman, dan masih banyak lagi tercover di Ms. Money. Sesuaikan pula saldo terakhir di tiap akun.
  • Tambahkan satu akun untuk mencatat pos-pos pengeluaran anda. Tipe akun saya pilih "Cash Account" dan saya namakan "Budget Bulanan".
  • Masukkan seluruh pendapatan anda bulan ini.
  • Pindahkan (transfer) pendapatan anda ke dalam pos-pos pengeluaran satu per satu sesuai dengan nilai yang tertera di amplop, berbarengan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop sesuai dengan nilai yang tertera di amplop. Saya menuliskan "Budget Belanja Bulanan" sebesar 1.250.000.
Nah, selesai. Sistim anda siap untuk menemani keuangan anda dalam sebulan kedepan.

Pencatatan Bulan Berjalan
Istri saya dengan teratur mengambil uang pada amplop sesuai dengan keperluannya. Tiket masuk kolam renang diambil dari amplop 'leisure'. Untuk makan di KFC pun ambil di amplop yang sama. Kalau habis, jangan ambil dari amplop lain!. Ambil dari ATM seperlunya. Kemudian struk ATM dimasukkan ke dalam amplop 'leisure'. Jika mengambil tunai di teller, buatlah coretan kecil di buku bank anda. Buku itu milik anda. Bank tak akan komplain bila buku bank anda penuh coretan atau jadi pelangi. Pada masa ini, anda akan berharap seperti saya: andaikata bisa beli mie ayam di depan kantor dengan kartu kredit. He... Anda akan tahu alasan saya di langkah selanjutnya.

Pencatatan Akhir Bulan
Nah, gajian datang lagi! Proses pencatatan ke Ms. Money berulang kembali:

  • Salin ulang seluruh aktivitas perbankan anda. Karena hal ini cukup mudah (menyalin dari lembar tagihan kartu kredit atau dari buku tabungan 'pelangi' anda) saya anjurkan untuk mencatat sedetil mungkin. Untuk kartu kredit dengan pembelanjaan beragam, pisahkan pengelompokan pengeluarannya. Anda bisa ikuti cara saya belanja di supermarket:
    • Saat mengambil barang dari rak, usahakan berurutan per jenis pemakaian. Kalau saya dibagi menjadi tiga: personal care (sabun, shampoo, sikat gigi, etc), household (sabun cuci piring, sabun cuci pakaian, obat nyamuk, etc), dan groceries (segala jenis pengenyang perut).
    • Atur di trolley dengan rapi.
    • Letakkan barang-barang belanja anda dengan teratur di meja kasir. Hal ini akan mempermudah kasir dalam mengepak barang anda (daging potong tak akan satu kantong dengan pasta gigi).
    • Jika memungkinkan, minta kasir mencetak sub total pada akhir setiap kelompok pengeluaran.
    Cara di atas akan mempercepat penyalinan belanja anda di Ms. Money tanpa kehilangan detil yang diperlukan. Well, dulu saya pernah menyalinnya satu demi satu sehingga saya bisa tahu naik turunnya harga susu anak-anak saya. tapi itu pekerjaan yang benar-benar memelahkan dan sedikit sekali kegunaannya.
  • Catat seluruh pengeluaran yang terkumpul dari tiap-tiap amplop pos pengeluaran. Misal: "Belanja Bulanan" dengan nilai 1.345.000. Anda akan langsung mengetahui jika ada pos yang melebihi budget atau masih sisa.
  • Jika anda mau, sesuaikan lagi angka yang tertera di tiap pos pengeluaran (re-budgeting).
  • Kosongkan seluruh ampop dari nota dan uang yang tersisa. Masukkan uang ke dalam amplop khusus bertuliskan "Sisa Bulan Lalu".
  • Kembali anda membagi uang anda di tiap amplop pos pengeluaran sesuai dengan budget yang telah anda tetapkan sebelumnya.
Nah, sistem anda siap untuk menemani anda satu bulan berikutnya.

Nah, ulangi terus kegiatan di atas secara teratur. Lebih banyak data akan membuat Ms. Money bekerja lebih baik. Karena anda secara tidak langsung sudah membuat nilai rata-rata pengeluaran anda setiap bulannya (lihat di Ms. Money atau di setiap amplop pos pengeluaran) maka anda bisa "lebih yakin" untuk menentukan biaya hidup keluarga anda setiap bulan (misal empat juta). Sekarang bandingkan dengan total pendapatan yang anda terima (misal lima juta). Hitung berapa selisihnya (satu juta = kemampuan anda menabung setiap bulan). Untuk pertama kalinya kadang anda akan terkejut dengan nilai yang didapat.

Nah, sekarang anda bisa mulai berandai-andai. Mau beli mobil/motor? Mau mengajukan kredit bank? istri sedang hamil dan memikirkan biaya melahirkan? kalikan saja satu juta anda tadi dengan rentang waktu yang ada. Jika tak cukup, silakan anda mengotak-atik angka pos pengeluaran anda (pengetatan) atau berpikir lebih keras untuk meningkatkan pos pendapatan anda. Nah, dari sini saja anda sudah dapat menjawab pertanyaan pada awal artikel ini:

  • Pos pengeluaran anda masih bisa ditekan, mungkin sampai 80% -> gaya hidup anda agak wah.
  • Pos pengeluaran anda tak dapat diganggu gugat lagi -> mungkin anda perlu mencari sumber penghasilan lain yang lebih besar.

Jika saya masih berminat, dan ada yang tertarik, saya akan meneruskan cerita ini dengan Budgeting di Ms. Money, bantuan tak ternilai dalam finansial kita dari sumber yang "tak terduga".

Selamat mencoba...!

P.S.
Sayang, data Ms. Money saya penuh data sensitif, tak mungkin ikutan di share di sini... :D

June 14, 2007

Tak Adil Tanya Kenapa?

Baru dua minggu lalu saya sedikit memaksa agar istri saya membuka rekening kartu kredit. Selain agar tidak selalu bergantung kepada saya, keuangan bisnis Oriflame nya bisa benar-benar terpisah. Tapi dia menolak dengan alasan belum berani pegang kartu kredit, takut boros. Eeehhh lha kok tadi malam dia bilang sudah register dan approved kartu kredit tambahan punya cici'nya. Lha ini namanya kan sia-sia. Sudah merecoki keuangan orang lain (mana ada kartu tambahan dengan limit dan tagihan terpisah?), tanpa persetujuan suaminya lagi. Saat saya tanya apa alasannya, dia hanya bilang maaf saja tanpa penjelasan apapun. Halah! Saat itu juga hati saya tidak enak, tersinggung, merasa dilangkahi. Seperti membentur firewall saat tak bisa browsing tanpa tahu kenapa.

Adilkah? Padahal tadi malam dia pun berTANYA KENAPA saat Sisi menangis tak jelas.

June 11, 2007

Parent's Expectation

Sabtu kemarin Willi diwisuda. Aneh rasanya menggunakan kata itu untuk anak-anak grade playgroup. Acaranya cukup lama (2 jam) untuk anak-anak kecil yang relatif tak bisa diam lama, dan cenderung membosankan. Yang cukup menarik hanya satu: pembacaan siswa terbaik. Hem... ada tiga rank: kemajuan terpesat, aktivitas terbaik, dan best of all. Asal tahu saja, Willi got none. Hem...


...semua anak dapat piala, so nothing special on it...

Saya pikir, cuma saya yang sedikit kecewa. Semua orang yang melihat saya duduk di deretan paling depan membawa kamera tapi tak mengambil gambar satupun, pasti memperhatikan raut muka saya yang berubah saat nama-nama dibacakan satu-persatu. Acara wisuda itu semakin membosankan buat saya.

Selesai pk 12.30, kami keluar dan disambut terik matahari penanda keceriaan hari itu. Kekecewaan saya sedikit banyak menguap, lalu jadi bisa melihat ke diri sendiri. Hem... Kalau tidak mau kecewa, ya harus berusaha. Ehem, ternyata meskipun di sekolah Yanty bersikap biasa, sorenya dia sempat melontarkan kekecewaannya juga.

Willi? Well, he's fun with those all activities. Dia sudah tahu apa artinya menang: maju ke depan, dikenal banyak orang, dapat hadiah, disalami, difoto. Untungnya dia tak peduli (atau belum) dapat hadiah dari sekolah atau tidak. Yang penting, Papa & Mama masih peluk & bercanda sepulang sekolah. Gee...

June 8, 2007

M or M

Satu setrip lagi. Ini sudah yang kedua kalinya sejak dua minggu yang lalu. Padahal udah telat 2 minggu. Kurang lama? Apa saya sudah bebas? Apa ada sesuatu? Entah. Deadline nya diundur lagi, awal Juli.

Btw, kami memang berharap dua saja sudah cukup.

June 6, 2007

Virgin

Kemarin nyempetin lihat Virgin di RCTI. Ceritanya bagus, sarat muatan moral, edukatif, tapi disajikan dalam bentuk sebab akibat. Gimana tidak, hampir seluruh kebobrokan yang bisa dilakukan remaja putri ditampilkan di situ tanpa menjadi film porno, plus akibat-akibatnya yang devastating. Overall, saya cukup puas dengan film itu, dan berpikir untuk mengkoleksinya buat Sisi nanti. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi saya perlu film semacam itu untuk membuka percakapan dengan dia suatu saat nanti kalau sudah waktunya.

Tahu tidak, saya tertarik film ini saat Arman menyetel cuplikannya di salah satu sesi Men's Camp...

May 11, 2007

Another Series, Liu Hulan

Baca di milis FTJE yang memang gado-gado, saya sempat tertarik dengan thread buku yang tidak dijual secara umum berjudul "Kerusuhan Mei 1998 : Fakta, Data dan Analisa". Di thread ini tersebut juga karangan Marga T berjudul "Sekuntum Noszomi" yang ber setting juga di Mei 1998. Hm... tak ada salahnya menambah koleksi Marga T saya yang sudah lumayan banyak, meski tersusun rapi di Salatiga.

Walhasil fun Friday saya habiskan nongkrong di Trimedia Mal Ambasador. Ternyata "Sekuntum Noszomi" nya out of budget! Terdiri dari dua buku @ 55 ribu. Gee... Dengan uang segitu saya jauh lebih memilih "The Bear and The Dragon" nya Tom Clancy. Tapiii... sebelum saya mengangkat novel tebal itu, perhatian saya nyangkut di buku tanggung berwarna merah. Tulisan Lisa See berjudul "Liu Hulan: Flower Net". Baca sekilas di bagian belakangnya, saya langsung jatuh cinta. Ceritanya tak jauh dari Clancy's books, thriler tentang... euh, silakan Googling sahaja, belum baca belum berani kasih review.

Bukunya Tom Clancy nanti saja lah. Siapa tahu ada yang berbaik hati membelikan, atau sekedar meminjamkannya utnuk saya baca.

May 3, 2007

Apa hubungan handuk dengan kue dua keping?

Hari ini saya mendapati kamar hotel yang tak berhanduk. Dalam kondisi kamar yang rapi, saya mengambil konklusi bahwa cleaning services pasti sudah bertandang ke kamar saya. Tapi handuk tak ada! Ah, mungkin mereka lupa.

Beberapa saat setelah mengubungi house keeping, salah seorang stafnya muncul dengan dua handuk dan sepiring kue. Halah! Ternyata dua keping kue inipun lupa mereka taruh di dalam kamar tanpa saya sadari (rutin mereka memang seperti itu).

OK lah, no problem kalau mereka lupa. Eh... Benar lupa? Bukannya mereka "ingat" belum memberi kamar saya kue tanpa saya ingatkan? He...

April 17, 2007

Ujian Nasional

Waktu SD dulu, namanya EBTANAS, kependekan dari... Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Gee... masih inget saya (tanpa tanya mbah Gugel). Tapi sudah lupa bagaimana rasanya. Waktu SMP, tak begitu berkesan pula, meskipun bagi saya soal-soalnya cukup mudah. Weit, bukan sombong, tapi kayaknya hampir semua teman-teman merasakan yang sama. Buktinya, anak-anak SMP Negeri 1 seperti pindah tempat saja ke SMA Negeri 1. Ketemunya ya itu-itu saja. Nah, waktu SMA ini Ujian Negara (begitu dinamakannya sekarang) saya yang paling berkesan. Soalnya susah, dan hasilnya nanti hanya memiliki proporsi sedang untuk masuk ke universitas favorit. Halah...

Apapun, saya sempat kangen dengan suasana sekolah, ulangan (test), libur, ekskul, bolos, jajan, pacaran. Deu...deu... Bayangan rumah besar itu tiba-tiba melompat ke depan pikiranku. Hem...

March 31, 2007

Seniman Seumur Hidup

"Cowok"
"Cewek"
"Cowok"
"...!!!"

Debat kusir itu terjadi dengan sepupu saya, Pramono "Kocak" Budi Santoso. Entah kerasukan apa, dia ngotot kalau Chrisye itu cewek. He... Cuman itu perbedaan kami tentang Chrisye, selebihnya sama: suka lagunya!

Itu dulu, semasa saya kelas 1 SMP (tahun '86). Dan kesukaan akan ke-khas-an suara Chrisye bertahan 21 tahun, lebih malah. Jumat kemarin, dia tutup usia setelah berjuang melawan kanker. Ternyata, bagi Chrisye, merokok tidak ada korelasinya dengan kualitas suara. Saya mengutip ucapan salah satu penyiar radio, "Selamat jalan. Semoga terlahir baru di dunia yang lebih baik".

March 27, 2007

A sampai z

memulai karir di sini dari mengerjakan "A" sampai "z". Akankah mengakhirinya dengan "A" sampai "z" juga?

March 17, 2007

Sungkan

Salah satu poin negatif saya yang belum hilang. Seminggu terakhir ini malah tambah parah. "Sungkan" mendudukkan tamu di lantai, tapi "sungkan" juga pinjam kursi. "Sungkan" membatalkan rencana bersama teman. Heh... semoga tidak bertambah lagi.

Sungkan ini juga sudah membuat hati Yanty panas. Tanya kenapa...

March 4, 2007

Perenungan di 33

"Muter yuk" ajak Yanty sore tadi saat saya ikut ke luar rumah hendak menemaninya menyiram tanaman di pekarangan depan. Well, anak-anak sedang makan malam dengan para pengasuhnya, tak mengapa ditinggal sebentar. Menit selanjutnya kami sudah berjalan-jalan mengitari kompleks, menyusuri jalan ber paving blocks sambil melihat rumah-rumah tetangga, plus berkomentar tentunya. melihat rumah-rumah tertata rapi, kadang diberi kesempatan untuk mengintip dalamnya. Ada yang rapi jali bikin iri, ada juga yang tumpang tindih persis seperti isi truk box extrusi. Kami berdua berakhir di lapangan basket, duduk di bangku sambil melihat bulan cap go meh yang super bulat perlahan mendaki langit yang tumben cerah malam itu.

Beberapa saat terdiam, lalu entah bagaimana Yanty nyeletuk, "Say, keluarga kita ini sudah bisa dibilang settle nggak ya?"
"Kenapa? Tumben tanya. Habis lihat rumah-rumah tetangga tadi ya?..." dan pembicaraan berlanjut.

Tujuan keluarga saya ini sepertinya sudah jelas: berusaha untuk tetap bertahan hidup, memberikan yang terbaik buat anak-anak, dan memasuki masa senior dengan hati lapang dan tenang. Serta nilai tambah jika bisa meningkatkan kesejahteraan dengan beberapa tambahan kebutuhan sekunder dan tersier. Nah, dengan tujuan terukur, rencana-rencana kami pun bisa disusun dengan jelas. Kondisi keuangan bisa diperhitungkan dan diperkirakan sampai beberapa tahun ke depan. Cashflow tiap bulan sangat ketat tapi tetap berjalan dengan rapi meski terkadang plus minus juga.

Itu tadi efek baiknya, efek buruknya jelas ada. Dengan bisa melihat prospek masa depan, saya jadi rada gamang juga. Hehehehe... Selalu berkelebat bermacam pikiran untuk memperbaiki diri, agar lebih tenang. Pengin punya usaha sendiri, pengin punya investasi yang baik, pengin punya... Jazz dan Atom Exec... Hahahahaha...!!!

Balik lagi ke pertanyaan Yanty tadi, saya jawab dengan pasti, "Yes, saat ini bisa dibilang kita sudah settle".

January 30, 2007

Penjelasan Ilmiah?

dokter: belum 100% terbukti sih tapi menikah atau punya anak bisa membantu menekan resiko muncul lagi.
pasien: menikah atau punya anak ya dok?
dokter: iya. kalo punya anak, tingkat resikonya sedikit banyak mengecil. menikah juga. ada kaitan dengan hormonal.
pasien: kalo ada hubungan dengan err.. hormonal, yang dokter maksud sexually activenya, bukan?
dokter: menikah. menikah lalu punya anak akan lebih baik lagi.

Grin... waktu saya baca percakapan ini saya tertawa. Sang dokter sampai sedikit mengorbankan penjelasan ilmiahnya demi etika. Kemungkinan besar memang aktivitas seksual (dan segala reaksi yang mengikutinya) akan mengurangi risiko penyakit ini. Euh, penyakit apa? Tanyalah kepada sang pasien.

Soal penjelasan ilmiah, istri saya selalu menuntut hal ini dari setiap dokter. Ada baiknya sih, dokter-dokter yang suka ngobrol akan menjelaskan panjang lebar dengan bahasa yang kami mengerti & bisa kami terima. Sedangkan dokter-dokter yang "techie" akan menjawab secara medis diktat kedokteran (mengutip dari Sobota? he...) dan kami tambah bingung. Adik saya, dokter umum, kadang memberikan penjelasan tipe ini ke saya. Well, saya tetap sayang dia meski bahasa dewanya kadang muncul. Untuk soal di atas, untung kami belum pernah mengalaminya.

January 29, 2007

Make Your "Each" Day Counts

Entah karena saya orang "cermat", atau hal lain. Saya cenderung merasa bete jika seharian nongkrong di rumah tanpa aktivitas yang saya anggap berarti. So, tidur panjang di waktu libur jelas bukan prioritas kegiatan pengisi liburan saya. Sebenarnya tidak hanya liburan, tapi setiap hari secara tak sadar saya menuntut diri saya sendiri untuk menghasilkan sesuatu.

Self enhancements? Tidak selalu. Seperti dua hari lalu, saya hanya melakukan "bersih-bersih rumah". Tak ada kemajuan dalam diri saya, tapi saya sudah cukup puas, memenuhi kebutuhan saya akan aktivitas. Euh, boro-boro self enhancements, kadang kebutuhan saya yang satu ini hanya menguras isi dompet saja. beberapa bulan yang lalu saya getol "nukang". Dari mencoba membuat tip mobil sendiri (gagal, buang duit) sampai membuat rak penyimpanan setinggi 3 meter (yang ini sukses 100%, meski mengeluarkan uang ratusan ribu). Oh ya, tangan saya pun "gatal" untuk membereskan plumbing di rumah teman saya yang terlihat "asal pasang". Hehehe...

Well, meski bermalas-malasan di tempat tidur (seperti yang biasa istri saya lakukan hampir tiap akhir pekan) bukan hobi saya, but seems sex activities do really counts... :D Peace!

January 23, 2007

Gereja Depan Rumah...?

Ehem, tidak sedekat itu. Judul di atas terlalu hiperbolic. Yang tepat, "Abbalove Ministries; Maret 2007; Akan hadir di Mal Taman Palem Lt. 5". Sungguh menantang. Dulu saat satelit Cengkareng mulai beribadah di Puri Agung, kami sama sekali tak tertarik. Padahal dari Penggembalaan sendiri meng"encourage" agar jemaat Cengkareng & sekitarnya beribadah di situ. Selain tempat yang "tak sebagus Maizonette", komunitas kami pun tak ada yg pindah. Tadi malam, saat pulang dari Carrefour dan membaca spanduk besar itu, Yanty langsung memberi lampu hijau, dan otak saya sudah menghitung cost & benefitnya. Hm... Ada masukan? Komentar dong! Masa' baca doang!

December 24, 2006

Kangen

Setelah satu minggu penuh Eyang, Auntie, & sepupunya di Jakarta, Willi mengantar kepulangan mereka dengan air mata. Deu... anak saya sudah besar. Sejak pagi tadi mewek & merengek terus ingat eyangnya, terkadang tangisnya meledak. Saya masih amatir dalam hal beginian. Disetelin film kesayanganpun tak mempan. Akhirnya, saat tidur siang saya berkata, "...mimpilah ketemu Eyang..." cukup menghiburnya. Hm... Yanty sempat nyeletuk, "Willi persis Papa, melankolis". Aih, benarkah?

December 18, 2006

Hang Loose

Otakku beku. Hari ini tidak bisa berpikir jernih. Perlu refreshing kali ya. Atau karena di rumah lagi banyak orang? 7 dewasa dan 3 anak anak di dalam satu kotak 6x20. Entah... yang aku tahu sekarang otakku tidak bisa berpikir jernih. Pengin melakukan sesuatu yang lain, tapi tidak bisa berpikir mau melakukan apa. Blogging ini pun bukan seperti biasanya, hanya pelampiasan kebekuan otak yang tak bisa berpikir apa-apa. Ehem... blogging buat saya bisa saja dilakukan tanpa aktivitas otak yang serius. Mengalir saja tanpa melihat ke belakang. Euh... ngomong apa tadi saya.

Sudah jam 4 sore. Waktunya pulang. Mungkin saya bisa berpikir lebih jernih saat menghadapi kemacetan lalu lintas Jakarta. Hehehehe.... seperti beberapa minggu lalu saat membahas data client di tengah kemacetan.

Otakku perlu cuti kali... Pusing banget...

Think Far Far Away...

Suntuk di akhir tahun tanpa semangat baru, menyedihkan rasanya. Saya jelas-jelas sedang tidak punya pegangan untuk masa depan finansial keluarga. Entah kenapa, otak malas sekali "merenungkan yang lalu untuk berencana ke masa depan" seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin belum saatnya, mungkin belum tiba waktunya. Mungkin saya masih terlalu lelah dengan segalanya.

Memang pusing sendiri kalau diberi "kemampuan" untuk berpikir jauh ke depan...

October 28, 2006

Mau (Ng)apa(in) Lagi?

Perjalanan mudik 20 jam sudah lewat. Lebaran sudah lewat. Mudik desa lewat. Perayaan ultah Sisi sudah lewat. Reuni SMANSA-89 pun sudah lewat. Tinggal 2 lagi, ultah bokap tanggal 31 dan mudik Jakarta 1 Nop. Berat banget rasanya meninggalkan kota tenang ini. Hem... Saya sudah bete duluan. Yanty? Gee... dia masih belum selesai "mengabsen" rumah makan dan warteg se-Salatiga.

October 17, 2006

Roti Nelangsa

Ini hasil gigitan teman saya (dan ini memang roti dia). Membawanya dari rumah, digigit secuil, dimasukkan kembali ke dalam plastik, dan dia tinggal makan siang keluar kantor. Saya cuman geleng-geleng kepala.

Saya sudah tahu kebiasaan ini sejak dia ngantor bareng saya. Tapi tetap saja merasa geli. Kasihan... apalagi saya suka sekali roti tawar. Hem....

October 2, 2006

Musim Belanja, Musim Diskon

Sedang berpuasa, tapi berjalan-jalan dari satu toko ke toko lainnya dengan ceria. Walau peluh meleleh deras tapi tak menghalangi Ibu itu menggandeng kedua anaknya keluar masuk toko-toko di sepanjang Passer Baroe. Bagi saya hal itu hampir tak mungkin. Tidak berpuasa-pun saya sudah sering complain kalau digeret sana sini sama Yanty di Pasar Baru. Tak peduli dengan label dan pengumuman diskon besar-besaran.

Soal belanja, tak lepas juga dengan belanja online. Barusan saya mengunjungi beberapa "toko online" kegemaran saya. Hem, merekapun menempel papan diskon. Euh.... elektronik diskon juga? Wah... wah... Saya pikir tanpa diskon pun mereka akan mengeruk untung lebih banyak menjelang Hari Raya. Biasalah, ritme bersilaturahmi dengan memamerkan perkakas yang melekat di badan masih berlaku. Dari pakaian, sepatu, handphone, dan mungkin pula kamera digital... hehehehe.... new trendsetter...

Seperti Anindita yang pernah mengaku bahwa lensa tele D50 nya memberi ego boost saat menonton MotoGP, apapun, yang namanya pamer itu sah-sah saja. Apalagi kalau boleh dipinjamkan, berbagi suka, berbagi ilmu. Selamat belanja. Promo Olympus di sini ini jelas menggoda... :D

September 22, 2006

Lebar Jalan v/s Jumlah Kendaraan

Ada desas desus kalau jalur hijau di Jl. Jendral Sudirman bakal dibabat untuk menambah satu atau dua jalur lagi. Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai pendapat yang berbeda-beda. Saya sendiri beranggapan pelebaran jalur itu hanya berdampak singkat saja. Bayangkan, pertambahan jumlah motor di Jakarta tak kurang dari seribu per hari...! (data PDAT, 2003), belum lagi jenis kendaraan lain, belum lagi konsekuensi kemacetan yang bertambah karena terganggu oleh proyek pelebaran jalan ini. Hem, entah lah, saya harap para ahli tata kota dan transportasi kota ini lebih terbuka dan berpandangan jauh ke depan.

Senin lalu, saya mengantri di belakang gerobak nasi goreng, di depan SSQ (Sampoerna Strategic Square). Entah mengapa, dia memilih ikut antri juga daripada menyelinap dan mengambil jalur cepat yang relatif lebih kosong. Mungkin dia sadar kalau gerobaknya tidak termasuk kendaraan yang bisa melaju kencang. Eh, gerobak itu pun bukan kendaraan! Hem... keunikan Jakarta...

September 12, 2006

Wasted Good Resources

Sayang sungguh di sayang. Situs sebagus itu tidak dikelola dengan semestinya. malah kesannya seakan ditinggalkan. Apa hanya menjadi proyek mercusuar saja? Tapi kalo mercusuar itu sudah jadi (bagus lagi) tapi semua orang bisa buang sampah di pekarangannya, apa tercapai tuh tujuan proyeknya?

Kadang saya sampe rada gregetan dengan penanggungjawab situsnya. Saya sudah peringatkan beberapa kali via forum (yang sudah kotor lagi kesekian kalinya tanpa disapu bersih) dan sekali via telepon. Tapi sepertinya mereka sibuk, saran-saran saya via telepon terputus oleh kesibukan mereka lainnya.

Hem, usul:
1. Kalo nggak punya resource yang berkompeten, angkat salah satu member forum jadi admin
2. Upgrade engine yang memang udah bolong sana sini. kalo sudah di deface baru tahu rasa.
3. Sharingkan dengan IT freak yang sepelayanan. Buanyak banget kok.
4. Kalo emang nggak niat, mending shut down aja dulu tuh sementara waktu.


Suer saya sampe gregetan kalo ditelpon "complain" soal situs CMN yang kena junks. Woey...! Saya ngurusin yang punya Barat doang...!!!

July 6, 2006

Salah satu contoh CRM: informative cashier

Tadinya Willi sudah mengambil gantungan kunci ini di booth kasir. Tetapi saat saya melakukan pembayaran, mas yang sedang sibuk mengetik belanjaan Yanty sempat memberitahu saya, "Bapak tidak usah beli ini, nanti bisa dapat kok". Ternyata dengan total belanja dua ratus ribu lebih souvenir tersebut dapat diperoleh secara cuma-cuma di bagian informasi. Hem... sepertinya tidak banyak kasir yang informatif seperti mas tadi. Apalagi dia benar-benar sibuk dengan barang belanjaan Yanty yang sampai puluhan item (murah sih, tapi banyak...).

Satu jempol buat kasir Carrefour Taman Palem.

July 2, 2006

Diancam Dibunuh...!!!

Sekedar membandingkan saja. Web hosting tempat blog ini nangkring membuat promo baru lagi untuk new subscribers. Hanya dengan 132 ribu rupiah sudah bisa mendapatkan Linux US hosting 35MBytes, dan berlaku seterusnya. Hui... sedangkan saya sebagai pelanggan lama harus membayar 168 ribu untuk fasilitas yang sama persis.

Pikir-pikir, cukuplah loyalitas saya di sisi mencari nafkah. Untuk web hosting, lebih baik nomaden saja. Atau cabut pasang di tempat yg sama tak apa kan?

Oh ya, masih sebal dengan tagihan kedua Ardhosting yang super mendadak. Tagihan tanggal 22 Juni 2006 dengan expiration 26 Juni 2006. Belum lagi dengan "Second Notification" dan "Final Notification" yang hari Minggu ini saya terima plus ancaman "SUSPENDED IMMEDIATELY". Duh, tak tahukah billinfo @ ardhosting kalau layanan perbankan tutup semua di hari Minggu? Email complain saya ditanggapi dingin oleh Erwin (ardhosting fin mgr?... owner?). Ternyata hanya tech supportnya saja yang patut diacungi jempol.

June 22, 2006

MP3 Player Seorang Istri

Seorang istri beli MP3 player merek terkenal, pilihan sendiri dengan uang sendiri. Pokoknya bangga banget deh sama MP3 playernya. Eh, hanya dalam waktu dua minggu MP3 player kesayangan itu raib dicopet di kendaraan umum. Sedihnya minta ampun. Di rumah tercenung terus memikirkan MP3 player kesayangan.

Waktu berlalu hingga dia berulang tahun. Sang suami yang memang tidak punya bakat romantis, tiba-tiba memberikan hadiah sebuah MP3 player. Bukan merek terkenal, bentuk biasa saja. Memberikannya pun tak dibungkus sebagaimana layaknya sebuah hadiah. Apalagi ini untuk istri tersayang. Tentu saja sang istri bersuka cita. MP3 player hadiah dari suami dipamerkan ke seluruh orang di kantor.

Waktu berlalu pula. Walau dari suami tersayang, MP3 player ini bukanlah MP3 player kesayangan. Ada saatnya keinginan tak bisa dilawan. Hari itu, MP3 kesayangan datang kembali. Tentu masih dengan uang sendiri. Sang istri kembali bersuka cita. Entah bagaimana nasib MP3 player dari suami. Entah bagaimana perasaan sang suami... jika tahu... kalau diberitahu.

June 19, 2006

Firefox 1.5 Versus Internet Explorer 7 Beta 2

Versus

Tadinya saya ingin menulis perbandingan keduanya, tetapi ternyata topik ini sudah outdated. Yah, lagipula saya pakai IE7Beta2 baru dua jam, itupun paralel dengan Firefox1.5. Saat surfing saya melihat banyak sekali pendukung Firefox. Memang sekilas IE7Beta2 menggotong "hampir" semua fitur Firefox termasuk tabbed browsing, RSS, plugin... ehem, tapi tidak selamanya yang mengekor jadi lebih jelek bukan? So, bagi yang punya Windows 2003 original atau Windows XP original (like me... hehehehe...), silakan mencobanya dari sini...

June 18, 2006

Logika Tiga Tahun

...keduanya menangis saat Willi berbuat tidak baik pada adiknya...
Huh? Maksudnya?
Iya, misal saat Willi memeluk Sisi terlalu keras sampai adiknya menangis, beberapa detik kemudian Willi-pun ikutan menangis. Hua... pengalaman baru bagi kami.

Mungkin rasa bersalah-nya-lah yang membuatnya seperti Itu. Mungkin juga takutnya pada kami. Atau... iri? Nah, ini teori baru.
Mungkin Willi menangis karena marah dengan kami karena saat bermain dan diakhiri dengan tangisan Sisi hampir selalu diakhiri pula dengan pendisiplinan Willi. Sehingga logika kecilnya berkata, "Papa Mama lebih sayang (baca: tak pernah memarahi) dede' Si daripada Aku..." tanpa mengingat sebab & asal mulanya. Jelas, saat mendisiplinnya kami selalu menunjukkan kesalahannya. Tapi dalam usia hampir 3 tahun ini kita masih berbicara pada logika tiga tahun pula.

Lalu?
Yah, sekarang kami mencoba menasehati mereka bersamaan. Mengurangi pembedaan-pembedaan yang tak sengaja kami buat.
Hasilnya?
Kita lihat saja nanti, wong baru satu hari. Atau kalian ada usul?

June 11, 2006

Privacy v/s Beauty

Privasi memang seringkali berbanding terbalik dengan keindahan. Contoh? banyak. Perempuan dengan kaki sempurna akan memilih jeans panjang daripada rok mini saat ia akan naik kendaraan umum. Kantor kedutaan Australia akan lebih terlihat bersahabat tanpa tembok beton lima meternya.

Sama juga saat seorang istri merasa tidak nyaman ketika orang lain bisa mengintip ke dalam rumah melalui kaca di atas jendela. Akhirnya sang suami 'harus' menaikkan rel gorden dan 'kehilangan' estetika ruang tamu. Well, semoga tidak berlangsung lama.

June 1, 2006

Ultah Pancasila ???

Lho, Pancasila berulang tahun hari ini to? Saya baru ngeh ketika membaca berita di Detik hari ini. Googling sebentar, viola! pengetahuan saya bertambah. Ternyata Pancasila itu diutarakan oleh Ir. Soekarno pada pertemuan Komite Persiapan Kemerdekaan 1Juli 1945 (Ralat: 1 Juni 1045, thanks to Devi). Ehem, saya 100% tak ingat apakah materi ini juga diajarkan saat saya masih sekolah dulu.

Setelah mengetahui fakta di atas, perubahan apa yang terjadi pada diri saya? Heh... tak ada. hanya sekedar sharing ketidak tahuan. Siapa tahu ada yang bernasib sama dengan saya.

URL lain ada di sini dan di sini.

May 29, 2006

Gempa... Oh gempa...

Sabtu pagi melihat siaran tv tentang gempa di Jogja, saya selintas berpikir, "Ah biasa. Minggu lalu Jakarta juga barusan kena gempa". Ternyata waktu sore hari, melihat jumlah korban begitu banyak, saya baru tersadar, ini tidak biasa. Saya langsung kontak saudara-saudara di sana.

Phew, cukup lega, mereka baik-baik saja meskipun diselimuti kegelapan. Dapat kabar dari Salatiga, baik-baik saja juga, meskipun sempat membuat semua orang berlarian ke luar. Rumah peninggalan Eyang di Kutoarjo retak dinding depannya. Tapi semuanya selamat.

Hem...

May 26, 2006

Keselamatan versus Kenyamanan

"...arah menuju Petamburan ditutup. Demi keselamatan anda sendiri silakan memutar lewat..."

Keselamatan? Apa tidak ada kata lain yang lebih kalem untuk menggambarkan situasi di sekitar markas FPI hari ini? Himbauan itu digaungkan oleh seorang PJR menggunakan pengeras suara yang terpasang pada "moge"nya. Hem, suaranya cukup untuk menguasai medan seluas perempatan Slipi. Untung hari ini tidak seramai biasanya.

Kalau saya jadi dia (polisi itu), saya lebih memilih menggunakan kata "kenyamanan" untuk menurunkan tingkat emosi. Tapi saya tidak pro FPI, tidak pro juga dengan Keluarga NU, saya akan pakai kata "keselamatan" juga untuk memanaskan suasana. Ehem, polisi tadi, pro juga tidak ya?

May 18, 2006

Sharing - Datascrip Canon Service

Note: Penyelesaian kasus saya yang ini cukup bagus oleh Datascrip. Bisa lihat di post saya YANG INI.
==========

Seperti yang saya tulis di milis Elektro...

Cuman sharing aja, bikin mangkel sih.

Sebulan yang lalu Canon Powershot A80 saya kena gangguan. Tampilan LCD bergaris merah parah dan hasilnya pun hancur lebur (bergaris merah di setengah gambar atau noise tinggi di seluruh gambar). Setelah Googling sana-sini saya menemukan link yang gejalanya sama dengan saya. Ditulis ada kemungkinan defect di konektor CCDnya, dan Canon memberikan service gratis untuk soal ini(pernah dibahas di milis ini kan, setahun yang lalu kayaknya).

Rabu minggu lalu saya kontak Datascrip untuk menanyakan tentang penggantian CCD. Sesuai jawaban CS Datascrip, kamera saya bisa diperbaiki di sana dan ganti CCD tanpa biaya, meskipun barang "BM". Saya juga sempat ber-email dengan technical supportnya (Bp. Robby Verjanto). Beliau bilang A80 tidak terdapat pada daftar defect CCD, dan ditambahkan biasanya opticalnya yang rusak. Setelah berdebat sedikit (saya kirimi hasilnya juga) akhirnya dia "speechless" dan berkata, "bawa ke sini saja deh, nanti diperiksa dulu". Saya kirim hari Kamis.

Hari Senin saya kontak Datascrip untuk menanyakan status servis kamera saya. CS nya bilang kamera saya rusak optiknya (deu...) dan biaya perbaikan 1.3 juta. Halah! Saya sedikit berdebat, tapi apa guna berdebat dengan CS. FYI, kamera itu tidak pernah jatuh, tidak pernah terbentur, dan pakai sarung Lowepro D Res-8 yang memang pas banget buat bodi A80. Memang tiap hari saya bawa, tapi saya sangat "curious" kenapa bisa optiknya yang kena. Optik? bagian mana itu di kamera digital? Lensa? Prisma? atau apa? Yang pasti bukan sensor karena dia bilang bukan CCDnya yang defect. Daripada buang duit banyak, saya merelakan 110 ribu cancellation fee.

Hari Rabu saya minta OB kantor mengambil kamera itu. Sesampainya di sana, CS nya telpon saya, menawarkan trade in dengan Powershot A530 baru & garansi Datascrip 1 tahun dengan tetap membayar 1.3 juta. Nah, tambah bingung saya, plus curiga. Kenapa mereka mau barang BM rusak dihargai 600 ribu? (Harga pasaran A530 sekitar 1.9 juta) Masih bisa di kanibal kah? Apakah sebenarnya kamera saya memang benar-benar defect CCDnya dan mereka... banyak "what if" lain yang berterbangan di kepala saya.

Sambil hold, saya telpon istri (bendahara) minta pendapat. Akhirnya diputuskan tetap batalkan saja. Memang terasa aneh kan? Lagipula saya punya banyak CF card sedangkan A530 pakai SD. Saat OB saya balik dengan A80 saya, dia cerita di sana juga ada orang yang sedang memasukkan kameranya dengan gejala tidak ada gambar. CS nya langsung bilang, "itu optiknya yang rusak. Biaya 1.7 juta". Walah, apa produk Canon seperti itu? Kok dengan mudahnya CS memvonis seperti itu, sepertinya sudah sering. Apalagi Bp. Robby juga sudah menyebutkan hal yang sama.

Bokap punya Powershot Pro-1, adik punya A80 baru, temen kantor juga beli A80 atas rekomendasi saya. Saya jadi takut apa rekomendasi saya salah. Saya lalu melirik Nikon D70... Pikiran mau ganti 350D dan S80 saya simpan rapat-rapat.


Adhi Widjajanto '92
http://adhi.widjajanto.net
http://photos.yahoo.com/tim_adhi

May 9, 2006

Defected CCD?

Canon Powershot A-80 saya mulai bermasalah tepat setahun yang lalu. Mulanya hanya sebentar, tampilan di LCD bergaris-garis merah, begitu juga dengan hasilnya. Tapi tak lama gejala itu hilang dengan sendirinya. Karena tak begitu mengganggu, saya biarkan saja.

Sampai bulan April lalu, seluruh LCD total memerah. Hasil foto blurred, tak pernah fokus. Saya sudah mencoba berbagai diagnosa dan analisa (wek...) termasuk ini mentok semua.

Lalu saya teringat dengan ini. Mungkinkah kamera saya termasuk? Kalau benar, apakah bisa ikut berhubung kamera saya ini tidak bergaransi Datascrip? Hem... bikin kepala saya pusing. Ada yang bisa bantu?

May 8, 2006

Mupeng Abis

Tiap kali browse ke PCMag, selalu saja barang satu ini nongol. Hem, pernah ngerasain pengin sesuatu, ampe ngebet abis? Cuman nggak punya daya dan sebagainya untuk mendapatkannya.

Harga Diri v/s Harga 'Diri

Lihat spanduk di atas, saya pikir PT. KA sudah berusaha menyerang para pelanggannya yang bandel dari segala area. Masalah perkeretaapian di pulau Jawa memang sepanjang dan setua umur rel nya sendiri. Saya tidak cukup ilmu untuk memberi komentar, malah mungkin kurang dihargai saat mengambil foto spanduk ini. Untung hanya pakai kamera henpon dan bukan PowerShot saya. Jika ketahuan para calo di sana, mungkin urusan saya dengan mereka bisa ikut-ikutan sepanjang rel keretaapi pulau Jawa.

May 4, 2006

Pasar Jepit Rambut

Gambar di atas adalah pemandangan sehari-hari di gedung Asemka (tau' deh namanya apa) lantai dasar. Surga bagi para pecinta jepit rambut dan aksesoris cewek lainnya. Dengan harga super miring, ribuan pilihan, ratusan penjual, dan sesama maniak jepit rambut lainnya membuat pasar ini selalu ramai. Mungkin yang menjadi sedikit penghalang adalah quantity sale. Anda tidak akan dilayani jika hanya ingin membeli satu atau dua. Tentu saja, ini pasar grosir jepit rambut. He... ada juga ya.

Pesan istri saya (yang demen banget jepit rambut), bilang "saya mau seperempat lusin" daripada bilang "saya mau tiga aja".

May 1, 2006

May Day

Hari ini tidak sedikit orang Jakarta yang ragu melangkahkan kakinya keluar rumah untuk pergi bekerja. Issue demo buruh 1 Mei hari ini memang sangar: puluhan ribu akan terpusat di Istana, HI, dan DPR. Hem, pagi ini saya tetap melaju di kawasan 3 in 1. Di kawasan Istana polisi dan satuan keamanan sudah siaga di sana. Turut pula puluhan pedagang kaki lima yang parkir membaur dengan kendaraan polisi dan ambulan. Jelas mereka akan mereguk untung yang tak sedikit, terlebih jika peserta demo kali ini mendapat pesangon yang memadai. Hee.... tak tahu saya, hanya menebak saja.

Di kawasan HI, polisi sudah mencuri start dengan memasang spanduk anti anarkis di hampir setiap tempat strategis. Hehehehe... kreatif. Pasukan hitam-hitam Pamong Praja pun terlihat sudah berbaris menuju posnya masing-masing. Di DPR, sepertinya akan sama saja. Saya pikir demo kali ini akan lebih teratur daripada yang lalu. Semoga...

April 12, 2006

Powered By 3.2

Akhirnya catatan harian saya ini fully featured dengan MT 3.2. Semoga tambah kenceng & tambah cepet page load nya, biar gampang dibacanya.

March 28, 2006

Palm Treo 700w

Baca ini jadi bener-bener pengen euy... Kalo dibandingin sama iPAQ 6365, dari sisi utilitas saya sekarang sih mungkin masih kalah. Soalnya 6365 sudah terbukti bisa apa aja termasuk ngetik artikel, bikin daftar belanja, menghitung sedikit statistik, memproses database, telpon, browsing, kirim-terima email, dan belasan utilitas harian saya.

Tapiii... kalau dilihat dari handphone vs batu bata sih emang bagus banget! Saya sering main ke ITC Kuningan dan nongkrong di jembatan penghubungnya hanya untuk mencoba-coba handphone bekas, terlebih lagi kalau ada Treo 650 yang fully charged. Hehehehe... Emang keren, nggak kayak megang bata di telinga deh!

Harga yang ditawarkan sayang masih rada tinggi buat kantong saya. Second sekitar 4.2 juta, sedangkan yang baru masih 5 juta lebih. Klaim garansinya pun entah kemana. Hem, tapi tetap tidak membuat saya kecil hati. Mungkin nanti kalau dapat berkat berlebih, saya merayu Yanty lagi buat ganti PDA phone. Atau ada yang berbaik hati menghadiahi saya? Hehehehe... Kalau bisa sih Treo 700w aja yaaa... Huahuahuahua...!

March 18, 2006

Hotspot di Asemka...???

Sekali lagi saya terdampar di parkiran Asemka, Kota. Yanty bersama penggemar jepit rambut lainnya sedang berburu mencari barang murah berkualitas.

Seperti kemarin lagi, saya searching wireless router. Ternyata tak terdeteksi satupun! "Ayolah..." pikir saya, "masak nggak ada". Tapi ternyata memang tidak ada, atau signal dari Glodok terlalu lemah. Hotspot sih banyak, dalam arti yang sebenarnya...

March 17, 2006

Wi-Fi di area Gambir

Bengong nunggu kereta datang menumbuhkan keisengan saya. Dari area parkir Gambir saya menyalakan WiFi. Gee... banyak juga wireless router di sini. Yang paling menarik adalah router dengan SSID "istana". He... bisa nyantol tuh! Tapi nggak bisa masuk (mungkin), saya belum begitu paham soal 811.b ini.

March 16, 2006

Susahnya Komsel

Nggak tahu kenapa sudah berbulan-bulan sejak datang pertama komsel, untuk datang yang kedua kali susaaaaaaahhhh banget. Ada aja 'batu kerikilnya'. Males adalah 'batu' yang sering nongol. Yang kedua adalah 'acara lain', jemput siapa lah, mesti ke situ lah, harus ngapain lah.

Sama seperti kali ini. Karena tiba-tiba komsel diubah hari Jumat, padahal kami sudah berjanji jemput Cici' di Gambir after office hour. Nah lo, gimana coba. Tadi pagi Yanty sudah mencetuskan solusi, tapi dilemparkan dalam keadaan 'panas', jadi perlu waktu lama untuk menyadari bahwa itu adalah jalan tengah, yang masih saya pikir belum optimal. Heh, ya sudah lah. Seperti kata teman saya, "...tergantung hatimu kok..."

March 15, 2006

Akhirnya... menyerah pada DVD Writer

Jumat lalu akhirnya beli juga DVD Writer. Saya pilih NEC ND3540A karena pertimbangan harga dan kemampuan. Untuk endurance saya kurang tahu, yah semoga bisa awet lama.

Sudah bosan saya dengan proses backup foto-foto ke CD. Sejak saya punya kamera digital sekitar 2 tahun lalu, backup CD hasil jepretan saya sudah berjumlah 17. Sedangkan untuk VCD hasil rekaman dari handycam saja sudah 10 keping. Cukup produktif kan. Nah, saya berpikir cukup lah menikmati video dengan resolusi VCD. Saatnya beralih ke DVD, hehehehe, at least tidak bikin sakit mata dan sakit hati karena kualitas di DVD akan sama dengan kualitas dari tape miniDV.

Untuk harga keping DVD kosong cuman 5000 rupiah (di pasaran area Binus, Kemanggisan) sedangkan CD kosong 1500 sampai 2000. 1 DVD single layer (4.7GBytes) bisa mewakili hampir 7 CD. Nah, hitung saja pengiritannya...

Sekarang tinggal gedein harddisk, buat template AVI yang segede gaban (istilahnya Devi) cuman buat capture pake Premiere...

February 28, 2006

She's changed...

After months without popped up chat...
...months without emails...

I think she's changed, alot...

February 20, 2006

TI di Aceh -> Format, Reinstall

Baca perkembangan TI di Aceh, kayaknya kok jadi ngiler ya. Gampang banget! Cuman modal semangat aja bisa gitu. Kalo ditambah modal $$$ pasti tambah hebat lagi (dengan syarat yang ngerjain ya orang-orang bersemangat tadi).

Kebayang nggak sih, satu PC P-IV 3GHz dengan harddisk 180GBytes penuh dengan program kelas kakap, tapi penuh juga dengan worm, virus, dan jenis fauna lainnya. Gampang mana: A. Install anti virus lalu bersihin satu-satu, atau B. Masukin CD OS, format, install ulang. Aceh TERPAKSA pilih B. Mungkin di daerah lain harus dibegitukan juga. Oooo...

Tersadar Karena Takut...???

Gara gara ini saya segera menutup sebagian Download Section saya. Dari dulu memang tahu kalau salah. Tapi kok ya nggak kapok-kapok ya. Sekarang dah kapok, lagian borosin space & bandwidth sendiri. Dah ah. Buat yang punya lagu, program, & film, maaf saya beberapa bulan ini membuka celah. Sekarang saya tutup rapat & nggak buka-buka lagi.

February 17, 2006

Menikmati Thamrin - Sudirman 7.30 am

Sungguh sangat nyaman, menikmati ke-lengang-an kedua jalan protokol di Jakarta itu di pagi hari. Hm... sungguh amat lancar, sangat teratur. Naik busway? No... no...

Sudah sekitar tiga minggu ini bokap ada di Jakarta. Jadi setelah antar Yanty di Jl. Perniagaan, saya langsung mengarahkan moncong Espass ke Jl. Gajah Mada, Harmoni, Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, dan masuk kantor lewat depan. Gee... privileges sampai... paling tidak April.

Saya masih membayangkan beberapa belas tahun yang lalu saat 3in1 baru dalam proses penggodokan. Betapa macetnya ruas jalan-jalan tadi. Hem, setelah April mungkin saya harus mencari tebengan, atau ada yang berminat?

February 14, 2006

Stress Medication

Analyze This, dilanjutkan dengan Analyze That, dua film tentang reparasi emosi. Kalau saya, beberapa minggu belakangan saya menemukan metode yang cocok untuk saya: menyiangi rumput di pekarangan depan.

Jangan ketawa ya. Pekarangan depan rumah, 31 Desember lalu saya ganti dengan rumput baru, karena yang lama secara 'kejam' dituangi adonan obat beton saat renovasi rumah. Di area 5 meter persegi itu selalu ada saja rumput liar yang muncul ke permukaan. Mulanya saya merasa berkewajiban untuk mencabutinya. Lama kelamaan, mata saya terpaku dengan warna hijau rumput jepang dan sensasi ujung-ujung runcingnya di telapak kaki saya membuat saya lebih sering mengambil nafas, melemparkan segala pikiran yang menggantung, dan akhirnya saya benar-benar bisa relaks. Mau coba? Ke rumah saya yuk. Temani saya mencabuti rumput sore hari sambil ditemani teh hangat dan teriakan-teriakan ceria anak-anak kecil bermain di taman depan rumah.

Ciuman Seratus Juta???

RUU yang udah jelas-jelas bertentangan dengan UUD '45, UU Hak Asasi Manusia dan masih banyak UU lainnya kok ya masih "dibicarakan" dalam lobi-lobi tingkat DPR. Buang-buang waktu (dan uang rakyat) saja. Gee... lagian kalau itu benar-benar diterapkan, saya mungkin akan pindah ke Singapura.

Kok Singapura? Iya, 3 bulan saya di sana cukup sudah dihadapkan dengan lip kisses almost every places dan tidak ada yang complain, apalagi ditangkap dan dibui atau didenda ribuan dolar. Saya punya kebiasaan mencium bibir istri saya di depan rumah saat saya pulang kerja. Depan rumah, kalau belum masuk pekarangan termasuk public place kan? Saya bisa didenda minimal seratus juta (pasal 27). Uang yang lebih dari cukup untuk memulai hidup baru di .com.sg.

January 27, 2006

Simbiosis Mutualisme

Apa anehnya seorang satpam memasak mi? Tidak ada. Yang ada malah sesuatu yang "mulia". Setelah semalaman sang sipil militer ini menjaga kelangsungan ruko, pagi hari saatnya ruko memberikan fasilitas agar dia bisa menjaga kelangsungan perutnya.

January 12, 2006

Ordinary versus Unordinary

Barusan lihat War Of The World. Dari chapter awal sampai akhir tension & curiosity kami naik beberapa level. Tanpa impuls ketegangan, film ini memberikan sensasi yang berbeda.

January 2, 2006

Adhi Widjajanto in Google

Hem, karena hari ini notebook ketinggalan di rumah, akhirnya aku cuma bengong browsing. Iseng tadi nyari nama sendiri di Google. Nemunya sungguh diluar perkiraan. Banyak juga lho.

Continue reading "Adhi Widjajanto in Google" »

December 28, 2005

Kenangan Anak-Anak SMANSA-89

Arief: Jemput kalo ada acara malam, atau dijemput. Hang out hampir tiap akhir malam Minggu bareng Kokok & Gigih.

Atik: Dia menendang kakiku kuat-kuat saat aku "nekat" bercanda dengan Hendro saat upacara kelas 1 SMP, sambil berdesis, "Sre... meneng!"

Catoer: Jalan-jalan ke Kopeng, foto-foto.

Gigih: Ngedaftar di SMP Negeri 1 telat. Ni anak nempel terus dari playgroup sampe kuliah.

Jacky: Gebyar Seni, aku foto close-up pas main keyboard.

Kokok: Teman ngobrolku terlama saat kelas 1 SMP, sekitar 2-3 jam hanya duduk dan ngobrol berdua. Teman berangkat sekolah naik sepeda.

Nana: Karya wisata SMP, dan beberapa yang berkabut di otakku (ketularan kamu kali Na).

Neny: Hem... apa ya... :D

Nobhita: "Aku sedang dekat dengan seseorang..."

Sengun: Tulang tangan patah main bareng dia pas TK. Kulit lengan ngelotok jatuh digoncengin sepeda sama dia. Tapi tetep hang out bareng pas SMA.

...

December 20, 2005

Gunanya menulis blog buat saya

1. External memory: Media penyimpanan semua kenangan. Ternyata video dan foto tidak bisa menampung seluruhnya. Ada yang harus menggunakan kata-kata.
2. Temporary swap file: Kalo lagi suntuk, tulis di blog jadi seperti memindahkan kesuntukan ke dalam web server. Jadi pikiran lebih lega untuk diisi hal-hal lainnya.
3. Unlimited diary: Untuk web space 35 mega, nulis setiap hari-pun nggak akan habis.
4. Tempat ngaku dosa: Gee... bisa kan?

2,6GBytes Free Storage

Udah banyak yang ngelakuin ini. Udah ada juga aplikasi untuk menjadikannya online storage. Yup, Google Mail dengan kapasitas 2,5 Gigs (and counting, they said) memang menjadikannya tempat penyimpanan online terbesar ter-reliable saat ini. Milis FTJENet menjadikannya tempat lagu dan foto, milis lain menjadikannya tempat software. Saya? Buat nyimpen foto-foto jepretan saya. Gee... sekarang saya menyimpannya di kepingan CD. Sudah 15 CD, belum lagi backupnya (saya selalu bikin dua kopi) membuat repositorinya keteteran. Apalagi di rumah saya tidak punya rak khusus buat itu (hem, terpikir untuk membuatnya!). Temen kantor sudah menyarankan beli DVD burner yang katanya sudah murah. Mungkin tahun depan. Sekarang saya rajin email ke google mail. Sembilan mega max per email, sampai sekarang baru memasukkan seratus mega. Padahal ada 15 CD! (@ 600 megaan). Yah, kalau telaten nanti juga masuk semua. Mungkin perlu 4 account lagi (and counting, dia kan menyediakan 100 invitation) untuk menampun semuanya. Yah, ditelatenin aja...

December 14, 2005

Berasap, pengap & gelap

Mindset saya masih seperti itu. Mungkin makanya saya belum boleh jadi enterpreneur, yang mengejar segala sesuatu kapanpun (cmiiw).

Seperti Desember ini, sayapun mengharapkan hal serupa terjadi di kehidupan saya, tapi nyatanya kali ini tidak. Setumpuk pikiran mulai berasap di otak saya, membuat pengap dan gelap. Dari bara pekerjaan yang belum selesai, dari arang panas status karir saya (yang akhir-akhir ini dikipasi lagi sama tangan-tangan yang katanya tidak sengaja), dari... ah, kalau saya berpikir untuk menuliskan di sini hanya akan membuat kepala saya tambah berasap pengap dan gelap.

Desember ini relatif lumayan panjang. Natal dan tahun baru jatuh di hari Minggu. Dan seharusnya saya juga merasa lebih nyaman karena jam kerja masih banyak (12 hari doang!!!). Seperti work plan Q1-2006 yang saya usulkan ke direksi (gee... kalau cuman satu namanya tetap direksi?), sepertinya saya berkejar-kejaran dengan waktu. Menyelesaikan proyek, menyelesaikan produk versi satu, dan menyelesaikan proyek internal: regenerasi. Doh..!!! Ada kipas angin di kepala saya, menghilangkan asap pengap tapi juga memanaskan bara apinya.

Situasi seperti ini lebih enak di rumah saja. Lebih tenang berpikir. Sama seperti dua hari lalu saat menyusun work plan. Dua hari di kantor hanya dapat chatting curhat dan browsing nggak nggenah. Semalam di rumah sambil nemenin Willi bobo malah selesai. Pikiran saya memang harus tenang dulu.

Saya sedang pakai earphone mendengarkan Michelle Branch kenceng-kenceng, biar nggak bete ngeliatin "tetangga" saya packing...

December 10, 2005

Saya ini juga sedang berdagang

Beberapa waktu lalu milis Elektro Satya membahas enaknya usaha sendiri v/s jadi karyawan. Satu pandangan yang muncul ke depan, karyawan itu juga sama dengan pedagang. Jual jasa, dan kalau perlu cari yang bisa bayar paling mahal.

Hem, kalau di kantor tidak bermasalah saya mungkin tidak berpikir *lagi* ke arah sana. Ah, memang saya belum bisa berpikir jernih saat ini. Lebih baik refreshing dulu.

for Ness, congrats having 2 of my best staffs

December 7, 2005

Popping out at my bed side

Sudah beberapa kali Willi tiba-tiba sudah berdiri di samping tempat tidur kami pagi-pagi. Kadang jam 2 pagi, kadang hampir terang sekitar jam 4. FYI, Willi sudah tidur di kamar sendiri di lantai 2, sedangkan kamar kami di bawah.

Cukup mengkhawatirkan, bayangkan saja, seorang diri, masih kecil, menuruni 20 anak tangga @ 20cm dalam keadaan mengantuk, remang-remang lagi. Baby monitor tidak membantu kalau kami sedang tidur, suaranya cukup lantang, tapi telinga kami terlalu tertutup (a.k.a kebluk) saat tidur, hehehehe... Untung beberapa kejadian Yanty sedang terbangun menyusui Sisi jadi saat Willi membuka pintu sudah terdengar. Tapi itu baru sekali, dan saat saya bergegas ke tangga Willi sudah berdiri diujung. Hem... kunci pintu dari luar? not a good idea. Kami tidak mau ada kesan mengurung dia di kamarnya sendiri. Meskipun untuk alasan keamanan. Pasti ada jalan lain. Mungkin perlu saya pasang detektor pintu dan disambungkan dengan telepon. Entah kenapa, bunyi dering telepon walau sepelan apapun bisa membangunkan saya daripada teriakan Sisi kelaparan.

Tadi pagi begitu juga tapi lain dari biasanya. Willi langsung naik ke atas kasur, dan nyelip diantara kami berdua. Gee...

November 25, 2005

Teman Tapi Mesra

Saya bukan pengamat musik Indonesia, apalagi penggemar Ratu. Cuma lagu ini selalu menarik Willi ikut bernyanyi, jadi penasaran, lalu memasukkan MP3-nya ke iPAQ saya. Baru sore ini di mobil saya sempat menyimak syairnya.

aku punya teman
teman sepermainan
kemana ada dia selalu ada aku

dia amat manis
juga baik hati
dia selalu ada
waktu untuk membantuku

namun aku bingung
ketika dia bilang cinta
dan dia juga katakan
tuk ingin jadi kekasihku

reff: cukuplah saja berteman denganku
janganlah kau meminta lebih
ku tak mungkin mencintaimu
kita berteman saja
teman tapi mesra

aku memang suka pada dirimu
namun aku ada yg punya
lebih baik kita berteman
kita berteman saja
teman tapi mesra

aku punya teman
teman sepermainan
kemana ada dia selalu ada aku

namun aku bingung
ketika dia bilang cinta
dan dia juga katakan
tuk ingin jadi kekasihku

repat reff

Gee... Teman tapi mesra? Sampai seberapa mesra? Seperti Farhan & Indy Barens? Seperti Tamara & Edwin? Seperti...

November 21, 2005

Bobo di Trolley Carrefour

Kecapean lalu bisa tidur (bukan tertidur!) di sembarang tempat itu buat sebagian orang adalah "talenta" yang tak ternilai. Buat sebagian lainnya mungkin adalah "kutukan" yang membuat malu dan tak mau dilakoni.

Memang waktunya tidur, mata Willi sudah mirip Mamanya. Saya bertanya, "Kakak ngantuk"?
"Ya", jawabnya.
"Mo bobo"?
"Ya", jawabnya lagi. Sementara itu kami masih di dalam CF dengan barang bertumpuk di trolley. Daripada menggendongnya (16 kilo!) saya memilih alternatif lain, "Kakak bobo di kereta ya"?
"Ya" jawabnya sekali lagi. Tumben dia tidak minta gendong. Dengan cepat saya mengatur isi trolley:
- Sandaran saya buat dari bungkus diaper Sisi, dan adult diapers lainnya.
- Dua kaleng Nutrilon Royal 3 saya buat tempat duduk.
- Barang-barang lainnya saya atur rapi setelah Willi saya dudukkan di atas kaleng susu itu.
"Dah, bobo ya". Dan tanpa protes lagi dia mulai menyandarkan kepalanya, dua kejap berikutnya sudah tidur.

* Saya & Yanty termasuk yang nggak malu punya anak dapat talenta tidur seperti itu... *

November 10, 2005

"Titik J" di Honda Jazz Hilang?

Perhatikan deh, beberapa bulan ini saya mengamati kalau titik merah untuk I-DSI dan titik biru untuk VTEC Honda Jazz menghilang dari tempatnya. Bekas-bekas lem-nya masih terlihat. Aksi vandalisme? Atau ternyata titik itu berhadiah? Ada yang tahu? Kasih tahu dong!

November 4, 2005

Saya Tidak Mudik Tahun Ini

Rasanya aneh, 2 hari libur lebaran ini 100% ngejogrog di rumah saja. 7 tahun berturut-turut selalu ikut tradisi mudik. Naik kereta api, nyetir mobil sodara (jd bisa ngebut pakai Blazer MT), atau burn-test Zebra 22 jam seperti tahun lalu.

Jakarta praktis sepi. Hampir semua toko tutup. Saya yang memilih "nukang" berberes rumah jadi cukup sukar mencari bahan-bahannya. Toko buka-pun harga dibikin "selangit". Saklar single gang outbow Broco yang biasanya dibawah 10 ribu kemarin dijual 11.500.

Suasana Lebaran pun tidak se-meriah di daerah. Apalagi kalau dibandingkan dengan Salatiga yang tahun lalu mengadakan arak-arakan & lomba takbir. Truk penuh dengan tabuh raksasa, sound system belasan ribu watt, dan pemuda-pemuda "kelebihan" tenaga. Tak tahu kali ini.

Nyokap di rumah TP11 seperti tahun-tahun lalu memasak 50 ketupat, sepanci besar opor dan sambal goreng untuk dibagikan ke anak kost yang tidak pulang dan berbagi dengan tetangga. Setelah itu ke Kutoarjo, bersilaturahmi dengan keluarga besar. Gee... Mas Najib pasti nyetir bolak-balik. Masih ingat tahun lalu bersilaturahmi dengan 2 Taruna beriringan.

Gee... kangen? Mungkin. Apalagi anak-anak SMANSA 89 bakal kumpul-kumpul lagi di sana. Ha... ha...! Sebenarnya bukan itu alasan saya. I just like the adventure, the trip, and the food!

November 2, 2005

Guests

Gee... kemarin malam anak-anak komsel datang lihat Sisi. Rame, seru juga. Rumah kami memang jarang sekali kedatangan tamu. Makanya sisi ruang tamu kami bikin mini, hanya 2 kursi betawi dan satu meja. Sisanya kami habiskan untuk ruang keluarga. Di sinilah kemarin Pampi, Devi, Torkis, Franky, Yuyun, Barita, Vinda, & kami ngobrol, duduk di lantai. Sementara Willi, Fredella, & Joel bermain di kamar depan.

Saya sampai rada lupa apa saja yang dibicarakan, pokoknya rame. Gee... namanya juga chatting. Para batita-pun tak kalah seru karena Willi mengeluarkan hampir seluruh mainannya. Untuk sharing toys, Yanty memberi nilai "lumayan" untuk Willi.

Tidak terasa sampai jam 8 lebih, sudah larut untuk anak-anak. Semua pamit pulang, dibarengi Willi yang merengek minta ikut.

Hem, what a wonderful evening...

November 1, 2005

Emansipasi Bapak

Hanya kartu parkir itu privileges saya di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot.

Lainnya? Uih, saya mendapat perlakuan yang tidak begitu menyenangkan dengan beberapa perawat di sana. Seperti saat saya berangkat jam 5 pagi dan menunggu Sisi dibawa ke Yanty untuk disusui. Ternyata sampai di sana saya hanya mendapat teguran dari seorang perawat yang membawakan obat Yanty, "Lho, Bapak kok di sini"?
"Iya, saya menunggu anak saya", sambil menunjukkan handycam di tangan.
"Oo, tidak boleh. Yang boleh bertemu bayi hanya ibunya. Bapaknya kalau mau ketemu di ruang bayi saja..."
Hah...! Melihat dari balik kaca yang tertutup tirai itu dinamakan bertemu...??!! Pagi itu saya memang tidak bisa bertemu Sisi. Tapi kekecewaan saya terobati setelah siangnya saya kembali lagi dengan alasan membawa charger dan diaper. Pas Sisi sedang bersama Yanty. Hem, itupun sempat disindir oleh perawat lainnya, "Bapak kok menunggu di sini"?
Kali ini saya melambaikan lembaran tagihan sambil berkata, "Saya menunggu tagihan lainnya diantar". Dan perawat itu membiarkan saya di dalam. He... he... money talks...

October 29, 2005

Cemburu?

Itu yang dipikiran kami. Willi jadi tambah kolokan, tambah sering menangis, tambah sering marah, tambah sering melempar barang, tambah sering minta gendong dengan intensitas 2... sampai 3 kali lebih dari biasanya. Sampai pusing dibuatnya. Praktis, perilaku seperti itu membuat kami cepat naik darah juga. Lha wong biasanya penurut, kali ini Willi bisa meledak-ledak.

Mungkin Willi takut tersaingi. Mungkin juga merasa di nomor duakan. Ah... padahal kayaknya kami tidak mengubah kebiasaan. Segala aktifitas Sisi pasti melibatkan Willi, dan kami juga masih bermain dengannya. Hem... mungkin dalam masa trasisi...

October 26, 2005

Komunikasi Terbaik

Ada banyak cara berkomunikasi. Surat, email, chatting, telepon, bahasa isyarat, sandi, dan puluhan (atau ratusan?) lainnya. Dari pengalaman saya, berbicara berhadapan langsung dengan fokus penuh adalah yang paling baik.

Saya pernah hampir kehilangan seorang teman lama hanya karena berbeda chatting style. Saya sebagai pribadi menganggap Internet Chat hanyalah media komunikasi yang lebih fleksibel untuk putus-sambung sesukanya, sedangkan dia menganggapnya sebagaimana telepon yang semestinya ada awal dan akhirnya. Walhasil saya dicuekin berminggu-minggu.

Ada juga pernah karena sebuah tulisan, seperti surat yang single handshake Teman lainnya menyalah artikan postingan saya. Daripada (lagi-lagi) kehilangan, lebih baik saya turunkan tulisan itu disertai permintaan maaf.

Tapi problem komunikasi saya lebih banyak terbentur dengan hape. Barang yang satu ini sangat tergantung dengan hal-hal penting seperti kapasitas baterai, kekuatan signal, pulsa, setting nada dering, dan segala fitur-fitur lainnya.

Karena kebiasaan Yanty mengisi baterai hape hanya kalau sudah habis & diisi dalam keadaan mati, saya selalu dibikin senewen karenanya (FYI, hape saya selalu "ON" 24/7 kecuali saat sengaja dimatikan). Terlebih lagi karena Samsung C100nya memang sudah parah, saya sering mendengar, "Anda terhubung dengan layanan Mail Voice dari nol delapan satu enam..." aarrgghh... Untung sudah dijual. Untuk sementara Yanty memakai 2 mesin perang saya yang lebih bisa diandalkan, N6100 & N6585. Yup, saya memang Nokia-phile (kalau Nokia mengeluarkan PDA Phone Win, mungkin saya tidak beli iPAQ ini).

Hari ini tak terduga saya seharian tidak bisa kontak dia. Mangkel? jelas! Lha wong sudah bawa 2 ("dua") hape kok ya masih seperti ini. Sampai di rumah akhirnya tersambung juga. Tahu apa kata Yanty? All phones in Earthquake mode! Hgyaa...!

October 24, 2005

Coincidence...

He... he... Sementara di Jkt aku sama Yanty lagi nunggu dr. Rican datang untuk SC, iparku, Mas Najib lagi SC juga di Solo, as the doctor.

October 15, 2005

Handphone Bekas

Sejak 2 bulan lalu saya 'memberanikan diri' beli & pakai hape bekas, ternyata momen saya dengan hape-hape bekas lainnya masih berlanjut. Setelah saya beli & pakai iPAQ second, ayah saya pengin juga. Jangan salah, beliau nggak gaptek. iPAQ-nya dipakai full untuk bahan ajar, data-data penelitian, dan banyak lagi. Malah akhir-akhir ini tanya apa ada sejenis SPSS versi PDA.

Sejak saat itu saya lebih sering berinteraksi dengan hape second lainnya. Jangan kaget kalau pasar hape second di Jakarta sangat likuid. SE W800 saja hanya perlu seminggu (sejak launch pertama) untuk nangkring di etalase hape second. Mencoba gadget baru sepuasnya jelas lebih menyenangkan daripada hanya melihat fitur atau virtual tour di Internet.

Hari ini, Yanty menjual Samsung C100-nya. Memang sudah saatnya. Selain sudah uzur, baret sana sini, baterainya juga sudah rusak parah. Pengin ganti D500 tapi kok hebatnya hari itu nggak ada stok di seluruh penjuru ITC Kuningan.

October 13, 2005

Listrik mati sore hari

Ay... ay... Diniatin pulang awal mau pasang pagar balkon, eh, baru ngebor 2 dari 104 lubang, listrik mati. Duh! Emang paling nggak enak kalo nggak ada listrik waktu sore begini. Rasanya suram banget, ditambah suara adzan sayup-sayup bersahutan di kejauhan menambah suasana jadi... hem. * met buka puasa... *

Saya masih di dalam rumah saat menulis entry ini. Nggak tahu mau mandi aja atau menunggu listrik nyala lagi.

October 6, 2005

Perfectionists

Am I?

September 28, 2005

Komsel...?

Besok waktunya komsel. Euh, rada ribet ngatur jalannya. Aku dari Sudirman mesti nyari meeting point sama Yanty yang dari kota. Susahnya, Yanty lagi hamil 8 bulan, dan sudah 2 tahun nggak pernah naik angkutan umum dari kota ke Grogol.

The easiest way? Aku jemput ke kota. He... he...

Pemungut Debu

Pernah memperhatikan tukang sapu jalanan? Di beberapa ruas jalan mereka bekerja dengan sapu, sekop kecil, dan karung. Sampah yang sudah dikumpulkan, dimasukkan ke dalam karung, termasuk tumpukan debu tipis yang tersisa. Malah terkadang, nenurut saya, terlalu ekstrim karena dikumpulkan dengan jari tangan.

Hem, sebegitu bersihnya Jakarta ini? Saya pikir tidak. Lalu, apakah berat karung-karung itu merepresentasikan upah harian mereka? Gosh...

September 21, 2005

3600 x 24 x 7

Baca yang ini bikin aku berpikir kembali. Sebenarnya apa tujuanku berkeluarga kalau seluruh waktuku aku habiskan tidak bersama apa yang aku bangun selama ini.

Selain renovasi rumah, bad traffic, pelayanan gereja, dan segala alasan lainnya menjadikan aku lebih jarang bersama Willi & Yanty. Terlebih lagi dengan Willi. Tiap pagi bangunin dia jam 06.25 untuk doa, antar dia pipis, ambil sandal jepit, trus antar aku & Yanty berangkat kantor sebelum dia dan Siti jalan-jalan di taman. Sore pulang paling cepat jam 18.00, bercanda sebentar, lalu ditinggal makan. Lalu hanya satu jam, dari 19.00 sampe jam 20.00, waktu bersama. Sering diisi dengan main, atau jalan-jalan keluar, hanya satu-dua kali saja menonton tv bareng. Habis itu cuci badan, sikat gigi, masuk kamar. Baca firman, doa, lalu bercanda sebentar sebelum Willi tertidur dengan sendirinya. Heh... Total paling juga 1-2 jam sehari. Itupun karena Willi suka tidur malam dan suka sekali bercanda di atas tempat tidur. Bandingkan dengan waktuku di kantor (8 jam), di jalan (3 jam), tidur (9 jam). Uuuuu....

Bener baru kemarin aku nyadar kalau aku nggak spend the right qualified moments bareng Willi. Makanya kemarin sesorean nemenin Willi terus. Digeret kesana kemari, main ini itu,ngomong apa aja aku ladenin. Sampe di tempat tidur akhirnya aku yang nyerah duluan. Gubrak, masa' bisa-bisanya Willi berceloteh di samping telingaku, aku sendiri ketiduran. Gee...

Sore ini pulang cepet aahhh...

September 9, 2005

Barang Bekas

"Koran koran...", saya sedang telpon di dalam cepat-cepat keluar. "Boss, nggak kepake nih"? tanyanya. "Iya, tapi kalo mau ambil, mesti semua..." barangnya macam-macam dan tidak semua bisa terjual. Saya memang berniat buang, bukan jual. Dia melongok ke dalam bak dan berkata, "Boleh deh, berapa"? "Nggak, buat elu aja. Kalo pintu kaca mau nggak"? tambah saya. "Buat saya"? sepertinya tidak percaya. Barang ini memang susah dijual, membuangnya juga susah karena terlalu berat. "Iya, tapi mesti tiga-tiganya ya". Garuk-garuk kepala sebentar, lalu berkata, "Saya ambil gerobak dulu ya". Saya mengiyakan sambil meneruskan pekerjaan. Beresin taman yang sudah hancur kena timbunan material, bongkaran bangunan, cipratan semen dan cat memang menguras tenaga.

Baru saja saya membungkuk ada pedagang barang bekas lainnya lewat. Melihat-lihat sejenak lalu bertanya, "Dijual berapa nih Boss"? Ugh, saya paling tidak suka dipanggil seperti itu, tapi sepertinya kebiasaan Jakarta memang begitu. "Sudah ada yang mau ambil". "Emang dapat berapa"? tertarik sekali dia. "Belum dihargai kok" ucapku berbohong agar dia tidak kecewa. Tapi rupanya dia benar-benar tertarik dengan besi-besinya. "Jual sama saya saja deh, kan sama saja. Gerobak saya di depan kok, jadi nggak usah tunggu". "Wah, gue dah janji sama orang tadi". '"Kalo nggak balik gimana". "Ya udah nggak apa-apa". Dia masih nongkrongin saya membersihkan taman. "Gimana Boss, daripada lama". "Nggak deh. Janji itu lebih gede dari duit. Kalo ntar dia marah, rumah gue dilempar gimana coba". Dia hanya merenges lalu berlalu begitu saja.

10 menit berikutnya orang yang pertama datang membawa temannya geret gerobak pakai Honda Kharisma...!!! *gubrak!* Waktu mereka mengangkat dan mengaturnya di gerobak, saya perhatikan. Jangan sampai ada yang tersisa ataupun barang yang masih terpakai ikut terbawa. Selesai, dia naik ke motornya dan temannya yang mendorong gerobak keluar blok. "Makasih ya Boss", mukanya berseri-seri. Entah kenapa saya yang sudah lumayan cape jadi sedikit bersemangat lagi. Hem, panas, mendingan masuk dulu, nge-blog cerita ini....

September 5, 2005

Silly acts

"Bang, lima rebu..." kata pengendara motor bebek ke abang penjaga warung bensin. Dia masih mengepulkan rokoknya, dan hebatnya lagi dia melongokkan kepalanya ke atas lubang saat abang itu menuang bensin dari botol bekas coke menggunakan corong plastik.

Sedetik kemudian, "BLAB...!!!", bara rokoknya menyulut uap bensin. Menjengkangkan si pengendara motor. Semua orang di sekitar situ terperanjat. Tapi setelah melihat tidak ada yang terbakar, mereka tertawa, menunjuk-nunjuk pengendara motor yang memerah mukanya, malu atau kena panas uap bensin, saya tidak tahu.

Hem, cerita di atas saya lihat saat pulang kantor, di Jl. Bek Murad. Sayang, paragraf kedua hanya karangan saya semata. Aslinya? nothing happened. Tapi saya akan ikut mentertawakannya jika hal itu benar-benar terjadi pada pengendara motor tadi.

Puing...

Kayaknya bisnis mengurug lahan belum sampe ke Internet yah. Padahal di Jakarta puing bekas bongkaran rumah biasa diperjual-belikan. Hem, apa keyword yang aku masukin waktu googling keliru?

September 4, 2005

Dust to Dust...

Hem, benda satu ini memang tidak bisa disapu. Cuma bisa di sedot pake vacoom berdaya besar atau dilap dengan kail basah. Problem muncul kalo 'debu' ini nangkring di seluruh penjuru rumah. Akibatnya, kaos lama 'kurang layak pakai' banyak terbuang dan saringan Philips ku hampir jebol. Renovasi rumah belum selesai (dodolnya tuh para tukang), tapi aku harus sudah pindahan minggu ini, nggak bisa diundur lagi.

Continue reading "Dust to Dust..." »

August 25, 2005

My New Cubicle

Setelah hampir sebulan pindah ke lantai 24, akhirnya semua pernak pernik sudah settle. Yah, hampir lah. Cuman beberapa hal yang nggak penting yang tertinggal, or left unresolved. Ini mejaku sekarang...


Dari kiri:
- kantong cradle, charger, & kamera, stamped Hard Rock Hotel Bali
- deretan buku-buku teknik, kartu garansi, lisensi software
- pouch kamera, Lowepro D-Res 8
- telepon Panasonic, ext. 16 sekarang, dan masih admin phone
- monitor Sun 20", dan di atasnya
- fotoku & my lovely wife, baliknya ada foto Willi
- duit koin seribuan ditanam di plastik kristal
- boneka lebah
- iPAQ 6365, mainan baruku...
- notebook Zyrex yg "masih" bisa goreng telur di atas wrist rest nya
- mousepad dari CBN, dan Genius optical travel mouse
Ukuran meja sih jelas lebih kecil, bentuknya kotak. nggak menyudut seperti mejaku di lantai 25. Lokasinya juga persis di tengah-tengah, jadi kalo pas rame ya beneran rame. Bisa melihat ke segala arah, tapi bisa juga "tenggelam" sembunyi di belakang monitorku ini.

Aera server ada di bagian belakang, cuman 8 langkah dari mejaku. Tempat paling luas, tapi sekarang penuh dengan 5 mesin, 3 monitor, dan 1 rak switch. kalo ngantuk paling enak nongkrong di situ... bersebelahan dengan pantry... gee... pengaturan yang kurang baik ya. Tapi mau gimana lagi. Kantor ini kecil, jauh lebih kecil dari kantor di Menara DEA dulu. Tapi paling tidak ini lahan sendiri, lepas dari corporate. Bebas bisa diskusi di mana aja, bisa nyalain musik sesukanya... Hem... hem...

July 21, 2005

Pasar Taman Surya... Digusur... Digusur...

Aku subuh tadi di SMS sama Ibu, tanya mau ke pasar yg mana setelah pasar Taman Surya digusur. Ha...!!!??? digusur??? Aku malah nggak tahu. Wong Sabtu kemarin masih rame pol dan nggak ada issue soal penggusuran seperti waktu lalu.

Curious, pagi tadi berangkat kantor lewat pasar, dan ampun... sudah rata dengan tanah! Padahal itu bangunan tinggi besar dengan rangka baja. Sedih rasanya melihat bangunan yang tiap Sabtu ditongkrongin sekarang sudah tinggal puing. Sambil lewat pelan-pelan tadi masih ada beberapa pedagang yang berjualan disekitarnya. A Eng bingung juga, soalnya harus belanja banyak buat makan 4 tukang. Tau' deh besok mau kemana.

Ini ada beritanya, diambil dari situsnya Sinar Harapan...

Continue reading "Pasar Taman Surya... Digusur... Digusur..." »

July 4, 2005

Caraku Nyetir Mobil

...mang kadang rada "gila". Masa' cuman pake Zebra Neo berani kebut-kebutan sama Vios. Beberapa bulan lalu waktu berangkat persiapan camp, Greenville - Ciawi 45 menit dalam keadaan hujan deras. Motivasinya cuman satu: udah malam, rada ngantuk, pengin cepet sampe tujuan, karena kerjaan masih banyak.

Aku adalah salah satu yang beruntung bisa bawa pulang mobil kantor, Zebra Neo CX 1600 silver metalik tahun 2001. Pertama bawa pulang awal tahun 2002 dalam keadaan bodi penyok sana sini (padahal baru 1 tahun...!!!) dan mesin agak tidak terawat. Waktu itu kayaknya odometer baru 15 ribu kilometer. Cari gampangnya, servis rutin ke bengkel Daihatsu. Tinggal masukkan, ngomong dikit soal keadaan mobil, tunggu beberapa jam, beres dah. Tune up standar pabrik, spare part asli Daihatsu, montir standar pabrik juga. Pokoknya aku nggak mau repot deh, mahal biarin, wong dibayarin kantor. Udah beberapa kali aku bawa pulang Cirebon/Salatiga. Pernah kejadian kejebak macet 22 jam di jalan juga nggak masalah. Setahun paling nggak tiga kali dibawa ke Puncak dengan beban maksimum. Itupun di Jagorawi pasti 'terbang' di atas 120.

Ini untungnya Zebra. Kalau beban di belakang penuh, mau diajak tarik-tarikan juga berani. Super stabil deh. Aku tahunya juga waktu berangkat camp. Loadnya segini: 5 container ukuran 40 liter penuh kabel dan kertas, notebook, printer, tripod, handycam, dan tetek bengek lainnya, kursi belakang dilepas, plus empat atau lima penumpang. Kalau udah gini, dijalanin 135 juga anteng-anteng aja. Paling cuma suara mendenging agak mengganggu dari lubang-lubang di dashboard. Pulang dari puncak dulu juga pernah lewat Jongol. Ini baru pertama kalinya lewat situ. Jalan jelas nggak hapal. Jadi ngekor Kijang kapsul di depan. Niatnya mau nyetir santai, tapi "kepalanya" kok ngajak lari. Kijang yang nyetir Joshua, super hapal jalan sepertinya. Sedikit perasaan takut tertinggal, akhirnya ikutan lari juga. Gee... bagi yang udah pernah lewat Jonggol pasti tahu naik turun kanan kirinya. Ampun dah! Itu kalau Zebra nggak full load mungkin udah terlempar dari jalan. Tapi ini lain, beban sama seperti di atas, mobil rasanya dilem ke aspal. Sun An malah sempet ber-notebook ria di sampingku. Tembus TMII, kijang aku tinggal... :D

Continue reading "Caraku Nyetir Mobil" »

June 13, 2005

Dagangan Data

Ugh... mungkin sudah 50% kesal saya karena membuka kartu kredit Master di Carrefour (a.k.a KBC a.k.a GE Master Card). Saya tidak begitu memperhatikan tulisan-tulisan kecil pada lembar aplikasi permohonan KBC. Mungkin saja di situ tertulis, "...data ini tidak bersifat pribadi dan dapat diperjual-belikan...", saya tidak tahu. Yang saya tahu data saya di KBC sudah beredar kemana-mana.

Bukti? Satu bulan setelah saya menerima KBC, sudah empat agen kartu kredit dari bank yang berbeda menelpon saya di kantor. Pagi ini ada lagi yang menelpon dari agen biro jasa perjalanan menawarkan paket wisata. Mereka semua menghajar saya dengan penawaran yang sebenarnya tidak, atau tepatnya saat ini tidak saya perlukan. Buat apa mereka menawarkan kartu kredit dengan fasilitas yang sama (atau mungkin kurang), sedangkan saya merasa sudah cukup dengan memegang dua. Buat apa mereka menawarkan paket wisata jika saya amat sangat jarang berwisata.

Hem, ini akibatnya kalo para agen itu hanya membaca data sekilas saja. Bahkan saya pernah dipanggil "Ibu" oleh salah satu penelpon! Oh... mereka hanya membaca kolom nama tanpa melihat kolom-kolom lainnya pada data tersebut yang mungkin bisa mereka gunakan agar tidak menelpon secara acak. Apa mereka belum tahu ada solusi yang namanya Data Mining. Saya bekerja di bidang ini, dan saya tahu persis tentang keberadaan bisnis dagangan data ini. Tapi tanpa didukung solusi yang memadai, akhirnya akan bermunculan ratusan, bahkan ribuan personil agen pemasaran yang menjelajah menyusup mengusik beberapa detik (atau menit) kehidupan kita hanya dengan mengandalkan daftar nama! Mungkin solusi Data Mining atau CRM atau solusi sepuluh ribu dolar lainnya lebih mahal dibandingkan dengan membayar tukang telepon menghabiskan pulsa menyodorkan penawaran tidak pada tempatnya.

Agen hari ini sangat tidak sopan. Mungkin karena saya tidak begitu sopan juga melayani dia. Dia memulai dengan selamat siangnya dan mengeja nama lengkap saya rada terbata-bata. Saya sudah curiga jika seseorang menyebut nama lengkap saya karena hanya di institusi finansial saja nama lengkap saya tertampil. Begitu dia memperkenalkan diri, saya langsung memotong, "Oh, penawaran wisata yang menyicil itu ya? Maaf saya tidak tertarik". Dan dia langsung menutup telepon. Gee... Takut keduluan mungkin. Tapi paling tidak saya sudah mengirit tenaga dan pulsa teleponnya.

June 10, 2005

Warung Mie

WARUNG "..."
SEDIA KOPI TEH SUSU RONDE ROTI PANGGANG TELUR REBUS INTERNET...

Whoa...!!! Mataku langsung celingak-celinguk nyari mana komputernya... mana sambungan teleponnya. Eh, apa mungkin wireless kali ya...

Gee... ketipu. Internet a.k.a INdomie TEloR korNET.

June 6, 2005

Kembaran Jam


Dulu banget, sebelum Aku ma Yanty nikah, pernah kembaran jam tangan. Pakai yang nggak terkenal banget, 25Hours. Bentuknya juga biasa, 18 carat gold plated (katanya) with 50m water resistant. Satu tipe, Aku pake yang versi cowok, Yanty pake yang versi ceweknya. Lumayan lama kita pake bareng, sampe akhirnya punyaku kacanya lepas kebentur apa mbuh dah lupa dan punya Yanty jatuh di pinggir jalan dan kelindas ban omprengan plat hitam. Gee...

Sejak saat itu kita jarang pake jam tangan lagi. Cukup puas dengan jam di hape. Sampai suatu saat Yanty (yang notabene sering dolan ke Pasar Pagi Lama) lihat jam keren. Gee... langsung deh minta "kembaran" lagi. Karena duit pas itu tidak mencukupi buat beli sepasang, akhirnya aku doang yang beli (lho...) Dan belinya bukan di situ, tapi sampe nyari ke Passer Baroe (gitu nulisnya di gerbang masuknya). Tahu nggak, sampe setahun, Yanty nggak beli-beli kembarannya. Punyaku dah baret sana sini, kacanya retak sedikit, dan kotor!

Sampe minggu kemarin, Yanty lihat tipe lain, yang lebih imut dari tipe sejenis punyaku. Aku setuju sih, dan sekarang kita kembaran lagi. Meskipun tipenya lain, tapi sewarna... Keren kan.

May 31, 2005

Jemaat Kadang-Kadang

"Kamu ibadah di mana sih"? tanyanya.
"Ibadah dua dong" jawabku sambil bingung.
"Tapi kadang-kadang" balasnya.
"Ah nggak lah! Kok bisa sih"? aku dah mulai ada rasa nggak enak...

Percakapan tadi aku dapat saat mendaftarkan Willi "Penyerahan Anak". Nada mendakwa itu terdengar jelas sekali di kupingku. Nggak ada jeda untuk penjelasan, nggak ada jeda untuk mendengarkan. Ada apa sih dengan orang-orang di Blok D2 sehingga ada nada antipati dengan orang-orang PPS. Apa hanya ke aku saja?

*Brutal Truth Mode On*

Arman diminta pakai setelan jas setiap datang ibadah, dan diminta duduk di depan karena dia koordinator Gerakan Pria Sejati di Jakarta Barat, meskipun sama sekali tidak terlibat di dalam operasional kebaktian (sama seperti kadet yang kemana-mana diharuskan pakai seragam, meskipun saat tidur).

Sandera diminta untuk tidak datang lagi ke pertemuan ibadah karena "sesuatu hal". Dan sesuatu itu tidak diketahui apa, tidak diberitahukan ke yang bersangkutan. Hebat...

Pelayanan Pria Sejati tidak diikutsertakan dalam topik Doa Malam jumat sementara pelayanan lainnya disebutkan satu-satu secara detil. Waktu ditanya kenapa, pendoanya hanya bilang, "...memang tidak...".

...dan barusan aku didakwa jadi Jemaat Kadang-Kadang, oleh seseorang yang selalu aku lihat tiap kali aku datang ke ibadah.

*Native Mode Restored*

Ups, mungkin banyak orang panas telinga kalo baca tulisan di atas. Kenapa ya? Apa hanya Tuhan yang tahu? Apa karena aku saja yang terlalu sensitif ('coz we're pregnant now)... Ah... Ko David pernah bilang, untuk gereja yang besar pasti akan ada aturan-aturan yang baku (kalau tidak mau disebut kaku) untuk mempertanggungjawabkan kelakuan setiap jemaatnya. Seperti aturan untuk ikut SPK dan BPN dulu sebagai persyaratan bisa diberkati pernikahannya dalam gereja, lalu setiap pekerja harus sudah ikut SPK dan selalu aktif di komsel. Semuanya itu pasti ada tujuannya, yang kadang kita tidak bisa memahami. Apa sosialisasinya kurang? Apa memang menghindari sosialisasi? Gee... Church birocracy... and I stuck in it.

Well, untuk kasusku di atas soal jadi Jemaat Kadang-Kadang, mungkin sudah saatnya aku juga SMS ke orang itu setiap aku berhalangan datang ke ibadah. Yah, biar dia juga tahu aku ke mana. Hem... perlukah? Apa SMS ke Arman, ke Chosenlight, ke Papi nggak cukup yah? Apa sekali lagi aku yang sedang super duper sensitif karena kita sedang hamil?

May 21, 2005

Office Works @ Home

"Tutup notebooknya, temenin Willi sebentar...". Kata bijak itu yang aku dapat dari Yanty saat aku minta saran tentang kejadian barusan.

Jam 9 malam, aku sedang berkutat dengan manual aplikasi iRMS. Memang ini kerjaan staf lain, tapi aku harus me-reviewnya sebelum implementasi Rabu besok di Samarinda. Sementara itu Willi benar-benar ingin menarik perhatian papanya. Aku ngetik, dia ikutan di sebelah persis. Saat mau tidur saja, aku ditarik ke dalam kamarnya. Padahal sudah bareng Yanty lho. Aku mengambil jalan tengah, copy manual ke flashdisk, matiin pc, hidupkan notebook, bareng Willi masuk kamar, ngejogrok di pojokan, nyalain notebook, colok flashdisk, copy ke hdd, dan meneruskan kerja. Sementara itu Willi mulai sibuk dengan mainannya.

Kelihatanna dia tahu kalo papanya masih tidak 'really pay attention to him'. Mulailah ndempel ke aku. Ikutan nyerobot ketikanku. Gosh... suer aku jadi rada emosi. Jadi nggak wise, jadi galak, jadi rada keras sama Willi. Sampai-sampai aku tarik dia ke atas kasur untuk main di sana sementara aku meneruskan ketikanku. Argh... nggak mempan. Tetep aja balik ke aku, cabut flashdisk dari colokannya (untung dah dikopi ke hdd sebelum diedit). Nyerah deh...

Aku ikut naik ke kasur. Willi akhirnya bergulingan juga di situ. Semenit kemudian sudah terdengar dengkurannya. Gee... Lalu aku bertanya ke istriku, "Dhi harusnya gimana ya tadi"? dan jawabannya seperti di atas itu.

Yah, mau gimana lagi. Ini resikonya... bukan, bukan, ini salah satu imbal baliknya dalam berkeluarga. Harus bisa menempatkan diri, memposisikan diri sebijaksana mungkin. Office Works @ Home are okay, selama dikerjakannya saat lagi sendirian. Siap-siap lembur di rumah. Ah...

PS. not continuing my review, I write this journal instead. Published with fren beamed from my zyrex ir, right from Willi's room.

May 10, 2005

Merry's Kitchen of Indonesian Cuisine & Recipes

Situs ini sudah bertahun-tahun membantu saya di dapur. Dulu tahun 1998 waktu mau tugas lama di SG, saya coba-coba mencari situs resep yang paling lengkap dan mudah aksesnya. Soalnya kebetulan saya dapat studio apartemen di sana, ada dapurnya. Bayangkan saja kalau hidup tiga bulan makan jajanan luar terus. Hui... Akhirnya saya jatuh hati sama MKIC dengan 400 koleksi resepnya. Sampai-sampai saya download semua ke notebook, dibawa ke SG. Waktu berlalu, saya menikah, punya seorang istri yang demen masak, saya melupakan MKIC.

Sampai kemarin, Yanty minta dicariin resep rawon. Buka Internet, Googling "resep rawon" dan muncullah satu kata yang nggak asing buat saya, mkic. Hie... hie... masih ada juga setelah 7 tahun! Salut!

April 28, 2005

Paper Works

Istilah ini pertama aku kenal di serial tv, tentang seorang polisi yang lebih suka action tembak sana sini daripada duduk di depan mesin ketik dan "do paper works".

Kenyataannya setelah bekerja aku juga masih males kalo berhadapan dengan paper works. Seperti beberapa tahun yang lalu diminta bikin application manual hasilnya baru kelar beberapa bulan berikutnya. Sekarang dengan kondisi di kantor aku malah lebih sering dihadapkan dengan pengerjaan RFP, proposal, brosur, dan segala yang berhubungan dengan publikasi. banyak ngetik, banyak ngarang cerita, hem... sepertinya banyak bluffing nya juga.

Seperti di web kantor, aku lebih banyak berdiri di sisi jurnalistik pemrograman daripada jadi insider. Lho kok? ya gitu lah. Kalo aku ikut di dalam development, bahasa jurnalistikku bakal seperti isi IEEE magazine. Padahal yang diminta bukan bahasa dewa, tapi bahasa awam tentang teknikal yag dimengerti orang-orang bisnis. Hem, cukup repot, tapi menyenangkan. Sekarang lebih sering berkutat dengan publishing tools. Belajar hal baru lagi, nggak pernah bosen deh kalo kerja di sini...!!! Hidup Ganesha...!!! Kekekekeke....

March 8, 2005

Kenapa Gmail GUI Bisa Cepet Ya???

Malah kadang lebih cepet daripada Outlook or Even Thunderbird... Pake apa dia enginenya. Yang jago web programming, kasih clue dong! Kemarin ada presentasi produk NexusEdge. J2EE based apps, buset. itu keren juga. Applet apps tapi super cepat, totally modular. Gee... AppDev Studio kalah dah.

March 4, 2005

Pengucapan...

Waktu pertama kali melihat, saya pikir cara bacanya hampir sama dengan Zyrex atau Cyrix-nya IBM. He... kalo pake lidah Jawa *punya saya lidah jawa* bacanya jadi kirik.

Dus casing ini sudah satu bulan nangkring di sudut ruangan kantor. Entah siapa yang punya, yang jelas para office boy tidak berani membuangnya. Mungkin karena bekas bungkus The Finest Quality Casing atau karena bisa menggonggong dan menggigit

March 3, 2005

Mungkin...

Gee... abis motret mobil bagus, pas di Slipi liat pemandangan unik: orang keramas di hidran yang bocor. Sayang nggak sempet ambil kamera karena lagi ngebut.

Di dekatnya ada warung, mungkin beli shampoo di situ juga. Mungkin dia berpikir air dari hidran itu paling tidak lebih bersih dari tempat biasa dia keramas. Mungkin orang pikir (aku pun berpikir yang sama) dia nggak punya kamar mandi a.k.a homeless. Mungkin...

Segalanya mungkin di Jakarta.

March 2, 2005

Old Friend Commenting Old Posts

Gee... jarang-jarang ada yang post comments untuk old posts. Sampe aku sendiri nyarinya rada susah. He... he... he...

Antok... hem. Sama anak satu ini benernya aku nggak gitu deket pas SMA. Cuma hai-hai aja. Kadang kalo nge-gang main bareng. Beberapa minggu ini, dia nongol lagi diputaran hidupku *cieh...*. Berawal dari blurting Y!M conf, trus ninggalin komentar di blogku.

So, welcome in the neighborhood!

February 28, 2005

Rp... Rp... Rp...

* lagi pusing, laper *

Kalo ngomongin soal duit, kok kepalaku selalu jadi pusing ya. Seperti dulu aku juga pusing dan sempet bertengkar gara-gara nggak bakat ngurusin duit registrasi MoCamp 2003 (kalo nggak salah) *Gee... Arianti, sorry banget ya*. Hem, itu dulu.

Sekarang, soal PPS, aku masih juga ngurusin registrasi peserta, tapi dah nggak ngurusin duitnya. Kekekekeke... *licikus* dikasih-serah-tugaskan ke divisi keuangan. Aku tinggal kasih rekap peserta pendaftaran aja, biar mereka yang bingung crosscheck. Gee...

Soal keuangan rumah tangga, aku juga pernah pegang *maksudnya ngurusin*. Tapi nggak berlangsung lama. Nggak smooth dan banyak bocornya. Akhirnya ada yang care dan pengertian dengan kemampuanku dan mengambil alih: my lovely wife! Yang dulu sistimnya dimasukin ke ATM semua, sekarang sama A Eng dimasukin ke amplop, per kebutuhan. Gee... efektif dan efisien juga. Jarang ada yang bocor, perpuluhan nggak pernah bolong, tagihan nggak pernah telat, duit belanja dan jajan makan ke luar ada kasnya, dan yang pasti: jadi bisa nabung!

Hem, soal nabung, jadi inget sekarang dah tanggal 28. Last day in Feb, dan aku blom gajian. Gee... Bakal telat lagi neehh...

February 23, 2005

Utamakan Selamat

... tertulis di belakang bak truk atau mobil box, itu biasa. Kemarin yang saya lihat tidak begitu biasa, "Utamakan Kernete' Bisa Makan Siang". Hem... hem... yang ini lebih spesifik.

Soal aksesori di belakang kendaraan, akhir-akhir ini saya sering melihat boneka kecil 'tersiksa' diikat di belakang motor. Sudah tidak begitu menarik, dan cepat kotor lagi. Oh ya, dulu pernah booming pasang plastic strap di mana saja. Khususnya buat pengendara motor. Di helm, dashboard depan, belakang...

Oh ya. Yang lucu, saat saya masuk gedung tadi. Seperti biasa berdasarkan Peraturan Gubernur soal pemeriksaan kendaraan, semua bagasi dibuka. Mobil di depan saya sedan, saat tutup bagasinya dibuka, ada tulisan di dalamnya yang membuat saya tersenyum, "mohon nutupnya pelan-pelan, jangan dibanting". Sepertinya sudah sering dibanting oleh satpam rupanya. Kalau pengalaman saya dengan satpam Plaza DM ini malah sebaliknya. Mereka bisa dengan pas menutup sliding door Espass tanpa membantingnya, tapi menutup dengan sempurna. Wah, saya sendiri masih perlu berlatih lebih lama lagi.

February 21, 2005

Distribusi Tugas dan Beban Kerja

Saya pikir ada benarnya judul di atas. "One Man Show" yang selama ini saya jalani di bisnis reparasi pria itu sebenarnya berbahaya. Silakan berandai-andai, kalau saya berhalangan datang, atau saya tidak bisa datang tepat waktu, acara kelas pasti bakal molor. Coba saja: spanduk, absensi, daftar diskusi, daftar pr, daftar pengumuman, map pembina & name tag, alat tuls, notebook... er... apa lagi ya... semuanya masuk ke bagasi Espass tiap Senin. Benar-benar berbahaya.

Minggu kemarin saya sebar barang-barang saya ke seluruh tim, dengan maksud agar tidak terjadi penumpukan beban tugas. Gee... lega memang. Tapi ada efek sampingnya, saya jadi ada keinginan untuk nggak ikut kelas. Hue... hue... hue... Tapi hari ini saya datang, meskipun akan pulang cepat nanti.

February 16, 2005

Bisnis Membiakkan Uang

Gee... syerem judulnya. Tapi buat sebagian *besar* orang hal seperti itu sudah biasa. Apalagi sejak beberapa tahun lalu bukunya Kiyosaki soal 4 kuadran jenis manusia pencari duit dan betapa bahagianya bisa memiliki passive income meledak di Indonesia.

Sedangkan saya, ah, sama sekali tidak berbakat menjadi enterpreneur. Sebagian *sangat besar* orang lainnya memang seperti saya. Lebih memilih pendapatan mapan dengan profit seadanya dan rencana kedepan yang pendek. Untuk 5 tahun ke depan, yah, lihat saja nanti. Jadi, kuadran keempat Kiyosaki itu hanya bisa dicapai oleh segelintir *besar* manusia saja di Indonesia. Mungkin??? Apa iya???

Dua tahun lalu saat Willi belum lahir saya benar-benar tertarik dengan reksadana. Tapi karena produk finansial tersebut tidak dijamin pemerintah, A Eng tidak setuju. Masih lebih memilih deposito dengan interest 6,5%pa. Belum kena pajak ini itu. Yah, namanya duit nganggur, kepakenya nanti kalau Willi mau sekolah, dan kepepet nggak ada duit di bawah bantal. Akhirnya ngejogrog di deposito bertahun-tahun *grin, kayaknya lama aja, padahal cuma beberapa tahun*. Akhirnya ide danareksa masuk account Microsoft Money kami terkubur...

Sampai dua minggu lalu, edisi khusus Kontan membahas reksadana, dan A Eng yang beli, dan dia kasihkan ke saya dengan harapan saya lebih mengerti banyak soal risiko dan untung-ruginya. Ah, benar-benar bacaan berat. Liburan Imlek dan 1 Muharam kemarin saya habiskan untuk menelaah belasan artikel di majalah itu. Capek memang, tapi akhirnya A Eng setuju kami memindahkan sebagian (50% ding!) deposito ke dalam reksadana. Gee...

Proses pembukaan rekening dua hari, kita lihat saja apakah kami puas atau kami tutup tahun depan. Oh ya, saya invest di BPAM. Bukan promosi, pilih itu karena modal minimumnya bisa kecil, produknya termasuk yang direview di Kontan, dan bertetangga dengan kantor saya.

January 26, 2005

Perenungan di Jalan

Kemarin cuman gara-gara telat 1/2 jam keluar dari kantor, harus 'bayar mahal' buat waktu yang tercecer di jalan. Nyembul ke Karbela jam 17.30, sampe rumah jam 20.30. Super capek.

Di jalan yang super macet itu, aku bersabar ngantri di belakang truk gede yang barusan motong jalan persis di ujung moncong Espass. Hem, dan aku jadi nggak bisa lihat ke depan dengan leluasa. Nggak tahu kenapa ni traffic jadi macet total, nggak tahu kenapa tiba-tiba jalan cepet lagi. Hem, mungkin seperti itu ya kalo kita nggak bisa lihat masa depan, or at least nggak bisa tahu tujuan hidup kita. Hi...

January 18, 2005

Hari ini hujan

Ya... hari ini Jakarta hujan, lebat juga. Rasa-rasanya dari tadi malam. Soalnya aku tidur jadi pules banget. Bangun juga males-malesan. Nggak bangun kali kalo nggak denger byur-byurnya Eng mandi.

Hem, sedih, kemarin dia sakit perut, kebanyakan makan sambel. Uh, kalo soal sambel rasanya semua cewek jatuh cinta sama tumbuhan diulek ini. Yang pake kecap, pake petis, pake tomat, ato malah cuman cabe segenggam diulek campur garam.

Well, karena kemarin masih mules, akhirnya acara di temapt tidur ya... tidur doang... Kekekekeke.... Bangun kesiangan lagi, lewat pinggir kali gerimis tebal, sampe Cideng dah deres, Tanah Abang udah jadi kolam. Mobil saling ciprat-cipratan, persis anak kampung main air di lapangan bola. Airnya juga sama, coklat. Lewat Karbela malah sudah setinggi mata kaki. Hem, sampe kantor jam 8.30, kedinginan, makan mi rebus panas... nyam nyam...

January 17, 2005

Handuk Mini

Pernah pake kamar mandi umum? Bukan, bukan yang biasa ada di pompa bensin. Ini bener-bener kamar mandi umum, yang dibangun sama pemerintah atau warga sekitar, dipake rame-rame tiap hari.

Di pinggir kali ada satu tuh. Yang kalo aku pas lewat selalu rame. Na baru tadi pagi aku 'terpaksa' merhatiin, soalnya ada satu cewek yang lewat, cuman pake belitan handuk! Untung atasannya pake seragam, SPG kayaknya. Tapi tuh rok, eh, anduk mbok ya gedean dikit, ini tipe handuk fitness kali. Dan sepertinya dia nyantai aja jalan nyeberang masuk gang, nggak diisengin sama cowok-cowok yang nongkrong di situ. Berarti dah biasa ya?

Waduh, emang aku ni yang nggak biasa dengan yang seperti itu. Emang ada ya yang terbiasa? Gee... lihat di dalam tumah sih biasa, tapi di pinggir jalan? Wah...

January 7, 2005

Belajar Sabar

Tiap hari lewat 'pinggir kali' nyusurin jalan kecil dari Kota ke Cideng, bikin kita bisa lihat 'kampung Jakarta' dari jarak dua meter. Ngerasain juga degup kehidupan kolong jembatan, perkampungan pinggir kali.

Er... bukan itu yang mau aku bahas kali ini. Tadi pagi, aku bener-bener diajak bersabar. Itu jalan cuman muat 2 mobil doang. Kadang di beberapa titik malah hanya muat satu mobil plus satu bajaj. Nah, tadi di depanku ada Kijang, jalan super pelan. Aku klakson, cuek aja. Aku dim, lebih cuek lagi. Eh, kok malah semakin melambat. Buset dah. Dari kaca belakang kelihat yang nyetir ketawa-ketawa sama cewek di sebelahnya. Waduh... masak aku pagi-pagi ngekor orang pacaran di mobil. Gosh... dah bete aja. Nyalip juga nggak bisa. Hem... kalo pagi gini emang rame dengan ojek sepeda dan anak berangkat sekolah. Ya udah deh, sampe belokan terakhir sebelum Cideng ngekor aja mereka. Biasanya di situ aku jalan 20-30kph. Tadi pagi, jarum speedometer cuman 'menari' deket nol... Tapi, aku jadi punya kesempatan buat menrhatiin sekitar. Jadi bisa komentar di paragraph pertama di atas.

He... aku jadi berpikir. Kadang kita memang harus ngerem sejenak lari kehidupan kita. Melihat sekitar, melihat keadaan teman-teman yang di dekat kita. Introspeksi (bener nggak nulisnya?) diri. Gee... jadi inget "boss pelayanan" yg lagi "ET". Sepertinya dia nggak sabar nunggu jalan kita yang kadang pelan. Malah terseok-seok. Ah... issue itu bisa jadi satu cerita lagi deh... Biarlah...

November 24, 2004

Gajah Oling

Hem... beberapa bulan lalu banyak truk yang nulis "Gajah Oling" di pantatnya, atau di pintu kabin. Apaan sih...

Ternyata susah juga nyari maksudnya di Internet. Dari Wikipedia versi bahasa Jawa, Gajah Oling itu corak batik dari Banyuwangi. Tapi apa hubunganya sama truk? Eh, ternyata setelah ngoprek lebih dalam lagi, dan dengan kesimpulan sendiri (nggak ada statement pasti dari Internet) bahwa Gajah Oling itu organisasi truk atau supir truk. Gee... nggak tahu deh jelasnya gimana. Ada yang tahu? Curious aja...

November 22, 2004

A lesson class to tango

Few minutes ago...
I still learn how to tango...

Thanks to be my partner in tango...
It's really takes two to tango...

November 10, 2004

I'm Old...

Gee... denger obrolan dua anak baru ini di kantor, bikin aku kerasa tambah tua. Kekekekeke... Ngomongin musik dari Launch Cast, ngomongin kuliah, anak-anak kampus... He... he... Tapi emang udah tua kan? Meskipun kayaknya belum dewasa. Hie... hie... hie...

November 8, 2004

Ketidaksukaan Dengan Seseorang

Tidak suka dengan petai (apa pete?). Ngegaya aja ya... karena bau. Eh, tapi itu dulu. Sekarang ngemplok aja kalo disuguhi petai sama sambal. Kekekeke... Ada juga ngak suka pare. Tapi yang ini bener-bener nggak suka. Pait! Belum ada tuh yang nyuguhi aku pare diolah sampe nggak pait di lidahku (anyone can?). Yanty juga gitu. Dia nggak suka salak. tapi tanpa alasan sama sekali. Just don't like it. He... rada susah buatku untuk nerima (Huu, kenapa ya Yanty nggak gitu sama duren. Kan jadi nggak ada saingan. Hie... hie... hie...).

Itu soal makanan. Ada juga kejadian soal nggak suka dengan orang, but without any reason. Just don't like the person. Hgyaa... ada juga yang seperti itu. Won't tell who doesn't like who, kept secret. Lucu deh. Orang ini bisa nggak suka sama seseorang karena... tidak ada karenanya. He... he... Pas ditanya, "...nggak suka sama sikapnya kali...", bukan juga. Sama gayanya juga bukan. Heh... Jadi rada susah untuk saling berinteraksi. Kalo ketemu sih ya biasa, ngobrol (dengan rada kaku). Gee... ada aja ya.

October 29, 2004

Bedanya Programmer Microsoft & Programmer ASF

Programmer Microsoft:
1. Gaji gede
2. Fasilitas kantor oke, kalo komputer nggak kuat, tinggal bikin replacement request
3. Kalo lagi puyeng bikin program, iseng bikin easter eggs
4. Kalo sukses bikin program, yang menikmati pride nya Bill Gates
5. kalo 'deceased' karena sebab apapun, ya udah, siapa yang inget...

Programmer ASF (Apache Software Foundation)
1. Gaji... mana ada gaji! Donasi mungkin. Nggak ada namanya gaji buat GPL programmers
2. Fasilitas kantor = fasilitas rumah, karena komputernya di kamar tidur, di garasi, di restroom... Kalo kecemplung di bathtub ya mesti beli baru sendiri
3. Kalo pas puyeng bikin program, bikin aja program lainnya yang nggak bikin puyeng.
4. Kalo sukses bikin program, yang menikmati pride nya ya diri sendiri.
5. Kalo deceased karena sebab apapun, mungkin bisa seperti Martin P?l... abadi di dunia maya...

October 28, 2004

Chatting Style

Ternyata ekspektasi orang di setiap chat session itu beda beda ya. Ada yang chatboard itu dianggap seperti telepon. Dibuka dengan welcome ring or BUZZ (khasnya Y!M), dilanjutkan dengan intensive conf tanpa jeda, lalu ditutup dengan CU or bye. Ada juga yang datang, nyalain PC, dan start say good morning to everyone. Just to say I'm available to chat with. Kalau pengin ngobrol tinggal pilih salah satu. No proper hi, no proper bye. Ada lagi yang chat kalo perlu atau pengin aja. Tanpa ya atau tidak. Tanpa peduli yang mau diajak omong statusnya lagi apa (even in hide mode or disconnect). Pokoknya tinggalin pesan. Dijawab sukur, nggak dijawab ya udah. Hee... tentu saja bukan tiga tipe ini saja chat dilangsungkan. Ada banyak lagi di antaranya.

Yah, kemarin aku dapat pelajaran dari seseorang. Yang menganggap chatboard adalah wahana komunikasi interaktif, real time, direct, online, attached each other, dan dua arah. Dia mengumpamakannya dengan bahasa yang indah, "it takes two to tango". Gosh... Jadi chatting dimulai dengan sebuah awal lagu (baca: topik) dan tidak akan berhenti sampai lagu itu selesai. Seperti tango, keduanya harus aktif, saling menimpali di topik itu. Bukan sekedar menjadi pendengar yang baik. Hem...

Sayangnya, aku nggak bisa provide that. Aku nggak selalu bisa attached dengan satu topik, menimpalinya lagi. Aku bisa menjadi pendengar yang baik, tempat curhat, tapi mungkin hanya sebatas itu. Tanpa komentar panjang atau nasehat. Yah, kadang sih bisa kalau aku memang bisa. Tapi kalau tidak, kenapa harus dipaksakan? Malah bisa-bisa salah lagi.

Akhirnya, aku kena banned sama seseorang. Karena aku nggak bisa attached dalam satu sesi chat. Yah, mau gimana lagi. Dia sudah bilang kalau nggak bisa cocok dengan gayaku chat. Dia mau lebih, dan aku nggak bisa memberikan itu. Dia memilih mundur. Tepatnya cuti untuk chat sama aku. Gee... Setelah pembicaraan panjang dan berat kemarin, aku ternyata tidak bisa mengubah keputusan sepihaknya (ya lah, kan hak dia). Aku juga nggak mau berbantahan dengan dia dalam masalah ini. So, diawali dengan "Januari", diakhiri dengan lagu yang sama.

October 27, 2004

Need A New PC

Gee...

Duluuu... banget abis married aku pikir nggak akan spend duit lagi buat PC rumah. Yah emang kenyataannya gitu. Sejak get married 2 tahun lalu PC ku masih Pentium 133, memori EDO 64 MBytes, HDD 6 GBytes, casing Micro AT. Hehehehe... diinstall Dreamweaver MX sama Photoshop 7. Kalo lagi rendering bisa ditinggal minum teh dulu. Hie... hie... hie... Hem, sebentar lagi keadaan itu bakal berubah.

Yanty dan aku dah sama-sama setuju itu barang mesti di upgrade. So sekarang lagi browsing nih, dengan semangat 100%. Budget sudah ditentukan, so milihnya gampang lagi. Karena pilihan lebih sedikit. Gee... Thanks for Info Komputer edisi Oktober buat review PC nya. Pilihan jadi lebih sedikit lagi. Kekekekeke...

Kalo dah punya PC bagusan, bisa transfer miniDV, download foto, ripping DVD, edit web, edit foto, proses data Access, semuanya di rumah. Bisa sambil main sama Yanty & Willi. Uuu... senangnya...

October 19, 2004

men. gadgets. life.

He... he...

Barusan liat bannernya SYNC di PC Mag. Tulisannya:

men. gadgets. life. (rinse and repeat)
It's not about the stuff, it's what you do with it.
Your Life, Only shinier.

Bener-bener mengena deh, buat cowok-cowok kayak aku, Pampie (I know your pda story), Sun An... kekekekeke...

Amandel

Bersyukurlah kalian yang masih punya amandel. Hehehehe... Tahu nggak apa itu amandel? Itu lho, daging yang nongol di dalam tenggorokan kita. Detilnya bisa dibaca di sini. Waktu TK, amandelku bengkak dan akhirnya diangkat. Gee... coba dulu bisa protes, protes deh aku. Soalnya amandel itu bener bener firewall pertama dalam menangkis virus, bakteri, dan fauna lainnya yang mau nge-hack badan kita. Dan sekarang firewallku itu dah nggak ada. Huuu... ngeri deh akibatnya. Aku sekarang kalo pilek, dikiiittt aja, paling cepet sembuh semingguan. Gosh, bener-bener nggak enak deh meler seminggu. Pernah sampe dua minggu, itu mah berat banget. Dikasih obat or tidak, pasti seminggu. Gee... jadi biasanya aku milih nggak minum obat. Mendingan bed rest aja. Kan ada alasan menghindar dari kerjaan rumah. Kekekekeke.... nggak ding. Kasian istriku tercinta.

Dari kemarin pilek, lumayan nggak enak nih. Siang ini aja kepala udah cenut cenut. Udah ngabisin 5 gelas besar air putih. Dan satu hal: jadi nggak bisa think straight... padahal hari ini ada training. Huuu... untung bukan aku instrukturnya, cuma manage aja. Tapi ya nge blank. Kekekeke.... (sorry ya Des, kamu kerja sendiri 3 hari ini).

October 18, 2004

Cape', Nggak enak badan

Hari ini badanku nggak enak banget. Meriang. Kemarin kayaknya kecapean, trus langsung nyikat tahu pong nya Carrefour plus lomboknya. Jadi serak. Trus ya gejala panas gitu. Ah....


PS> Kalo ada yang nyindir ini postingan INDOMIE...!!! :p

October 6, 2004

My 2004 Wish List

Click here...!!!

September 24, 2004

Pipit's Cool Blog

Hm... tadi dikasih link ke blog si Pipit, isinya keren. Cerita biasa, tapi bikin hati seneng. Sampe niat baca dari posting pertama sampe terakhir...

*jadi pengin kenalan *

September 23, 2004

Toll Road Driving Habits

Tiap hari lewat 2 kali di tol kapuk - bandara, jadi tahu kebiasaannya para toll drivers:

Satu, kalo truk pasti di sisi kanan. Soalnya kelihatannya mereka nggak akan terganjal sama mobil yang jalan lebih pelan dari mereka. Emang kan rata-rata mobil (selain truk) jalan cepet pasti di sebelah kanan. Bikin mangkel mobil lain. Buat yang pernah jadi supir truk? Ada kritik soal hal ini?

Dua, kalo di gerbang tol lagi penuh, antrian paling panjang biasanya di bagian "Langganan/Uang Pas". Padahal banyak juga yang nggak bayar uang pas. Dulu kalo lewat situ nggak pake karcis langganan or uang pas, pasti kembaliannya ditahan. Sekarang, kayaknya cuek aja.

Tiga, kalo di pinggir jalan ada yang mogok, pasti jalan jadi macet. Pada nonton! Ini bener-bener keterlaluan. Boleh lah nonton tabrakan, kecelakaan, atau mobil terguling. Tapi kalo cuma mobil berhenti karena di-stop polisi, atau berhenti karena mo ganti ban, mbok ya nggak usah ditonton. Sebel deh kalo gini.

Empat, Habis bayar tol, karcisnya pasti dibuang langsung di depan gerbang. Uh, kotornya... Dulu dikasih tempat sampah persis di bawah booth. Sekarang dah nggak ada lagi. Tau' nih. Mungkin CNMP emang udah kaya, bayar petugas kebersihan lebih gampang daripada maintain tempat sampah.

Lima, kalo pagi arah bandara - kapuk lebih rame. Hm... jelas lah. kan mo berangkat kerja. Pas pulang baru kelihatan kalo orang yang lewat tol situ kebanyakan keluar di exit daan mogot, bukan exit satunya di rawa bokor. Hm... kapan ya outer ring road itu jadi... Bu Tutut kayaknya dah nggak aktif lagi di bidang konstruksi tol lagi ya...

Enam, er... kalo ada yang mau nambahin, post di comments aja ya....

September 21, 2004

Demi Pertemanan

demi pertemanan, aku rela minta maaf duluan. demi pertemanan juga, aku ikhlas tebal muka.

emang aku paling nggak tahan disengitin sama orang. Apalagi dimusuhi sama teman sendiri. dulu pernah temen kantor tersinggung cuma gara-gara aku belum sempet betulin PC dia yang floppy disk nya rusak. mungkin aku jawabnya nggak enak, tapi suer, nggak sadar aku kalo dia sampe marah. didiemin beberapa hari aku juga nggak ngeh (gak perasaan emang aku) sampe akhirnya ada temen lain yang kasih tahu. hu... akhirnya minta maaf duluan. pemberesan lah. beres juga akhirnya, walaupun aku tetep nggak sempet betulin floppy dia.

lalu juga di gereja pernah juga. karena beda pendapat, trus saling bantah, trus saling emosi. hm... jelek juga sih. tapi akhirnya aku duluan yang nge-SMS minta maaf.

lalu juga, soalan masa lalu. via Y!M minta maaf, dengan sepenuh hati. bodo amat diketawain sama yang lain.

lalu yang terakhir beberapa minggu yang lalu. soalan isi blog yang sepertinya menyentuh seseorang. akhirnya dengan rendah hati aku turunin. even this is my own journal. nulis suka-suka, kata temenku lainnya. tapi, sekali lagi, demi pertemanan, aku rela ngorbanin journalku sekalipun.

September 11, 2004

Macet - Rumah-Rumahan Di C Ext 2

Hgyaa... judulnya aneh bener...

Kemarin pulang macet, exit tol Meruya juga ngantri panjang banget, akhirnya coba lewat exit Rawa Bokor. Gee... macet juga. Tapi dikit sih. 2 hari yang lalu, karena takut kejebak macet aku juga 'lari' dari daerah Sudirman jam 4.

Karena lewat situ, jalan terpendek dan paling sepi mesti tembus Perumahan Citra Ext. 2. Malem-malem, jalan pelan-pelan, sambil lihat rumah-rumah besar. Ui... bagusnya rek... Kayak rumah di buku-buku cerita aja. Tiap blok juga tertata rapi jali. Pos SatPam dengan fasilitas modern, dan di gerbang depan PosKo Polisi. Hee... better services usually followed by 'better' monthly fee.

Hm... bisa nggak ya aku punya dan tinggal di rumah kayak gitu... He... he... rada ngelamun juga kemarin nyetirnya. Bukannya bersyukur sama rumah yang udah dikasih Tuhan di Surya, tapi aku nggak nyangkal kalo di hati ini pengin juga ngerasain enaknya punya rumah bagus, gede, di komplek yang ramah, rapi, nyaman...

Phew....

September 8, 2004

Memories That Can't Be Deleted

Hm... barusan ada yang cerita ke aku soal kenangan masa lampau bersama pacar lama. Susah ngilanginnya, katanya. Padahal kalo standardnya sih harusnya di 'delete'. Setuju nggak. Coba deh, kan kita dah punya pasangan masing-masing. Masak iya sih masih punya memori tentang romansa masa lalu dengan exs partner. Kan bisa nyakitin pasangan kita sekarang.

Aku juga gitu. Dan memori itu sampe sekarang tetap ada, walaupun dah punya Willi (13 bulan). Ya... gimana ya. Aku cuman ngerasa nggak semudah delete file di harddisk. Yang aku bisa lakukan itu numpuk memori itu dengan memori bersama pasangan kita sekarang. So yang kita sering rasakan saat ini ya memories bersama pasangan kita. Mencoba untuk tidak menyakiti... mencoba untuk tidak selalu mengingat...

Kalau pas pikiran kosong, emang 'kenangan lampau' itu bisa aja nongol. kalo aku sih, aku lho yaa... buat orang lain nggak tahu deh, selalu 100% blak-blakan sama Yanty. Jadi ya at least nggak nyakitin hati dia. Semakin aku jujur sama dia, semakin dia memberikan kepercayaan sama aku. Sudah terbukti, pernah aku ceritain juga di sini (but censored, request from a best pal).

August 30, 2004

Sausage Soup

Hm... dulu pas belum kenal MT, blog ini aku bikin manual. Update TOC nya pake Dreamweaver. Dan dulu aku kasih nama MLWJ, My Life With Jesus. Beberapa ada yang ngaku 'diberkati' setelah baca contents nya. Ya bersyukur deh.

Beberapa bulan lalu aku kenal yang namanya Blog, trus nge-browse dapet MT, install di server, trus porting semua ceritaku ke engine baru ini. Yah, lebih mudah emang, jadi lebih produktif. Nggak repot ama indexing & TOC. So yang aku tulis jadi lebih banyak juga. Tadinya aku pake judul 'ala' MT, Lifetime Journal. Hm... sekarang pun masih, soale ceritanya nggak lagi spesifik 'MLWJ', moga-moga lebih banyak yang bisa 'diberkati'... Kemarin aku terinspirasi sama sup sosis (harusnya sih sup ayam biasa, tapi sosisnya banyak amat) bikinan istriku tersayang. He... difoto trus dijadiin banner. Inspirasi baruku untuk nulis di blog ku ini. Pokoknya semua yang bisa jadi obat ringan, penyegar, pencair suasana, en..., ya pokoknya seperti kalo kita makan sup sosis istriku panas-panas! Hue... hue... hue... Enak pol! Mau nyoba? Ayo urunan trus ntar Yanty aku minta masak lagi... Ntar makan rame-rame di rumahku...

Tapi untuk sementara, kalo ada yang perlu 'sup sosis', baca aja archive blog ku ini. Siapa tahu bisa menyegarkan juga...

August 27, 2004

Quality of Life

Wake up 5.45 or 6. Then drinks milk, & take a bath. 6.15 wake Willi up, 6.45 swing to office. Arrive at 8 or 8.30 and straight 'leaning' on my PC, even I eat my lunch in front of it. Back home, as I always says "fighting Jakarta traffic" on my Y!, at 16.45 or 17.00, arrive around 19.00 (gee... 2 hours!) Hang out with Willi for a couple hour then he take a sleep. Doing 'house works' and crush in my bed around 22.00 or even 1.00.

Gosh! I'm thinking my life, my time spends for nothing. I'm growing a family here and I throw most of my time for something far from it. Am I doing right here? Total time to sleep: 5 to 8 hours (still good). Total time to work: 9 hours. Total time spend on street: 2,5 to 4 hours (oh my God!). Total time spend for my whole family: 3 hours!!! If someone talking about moving out from Jkt to a more descent cities for an additional family time, I'll salute.

So, it's time to think what i'm gonna do in 3 hours time frame, building my family, healthy family, blessed from God, and bless others. So help me God...

August 23, 2004

Olahraga Malam

He... he...

Gara-gara status YM ku sering berhubungan dengan 'ngantuk', kok ada yang komentar, "... lagi sibuk bikin adik buat Willi yah?". Hui...!!! Belum lah pren! Aku kurang tidur karena banyak kerjaan rumah, bukan 'olahraga malam'. yah, walaupun itupun rutin juga sih... Hue... hue... hue...

Emang minggu ini super sibuk. Kerjaan kantor sih biasa aja, cuma homework itu lho, duh! Emang repot kok kalo di rumah nggak ada pembantu. Sabtu Minggu kerjaannya udah pasti: cuci, gosok, sapu, ngepel, bersihin sarang laba-laba, bersihin AC, bersihin kamar mandi, back wash filter air, sedot debu di mobil... belum lagi kalo rumah tiba-tiba perlu sesuatu. Seperti kemarin nat lantai ada beberapa yang ditembus semut. Akhirnya ya harus ditembel lagi. Nge-nat sambil digangguin Willi lagi. Hee... duh tuh anak, kalo kita lagi sibuk, dia pasti ikutan deh. Pegang ini itu lah, bawa kabur sapu lah. He... he... bikin rumah kecil kami jadi ceriaaaaaa banget. Duh, kok tiba-tiba kangen Willi. Telpon dulu ah....

August 20, 2004

Plain Days

Hm... dah lama nggak nulis di blog ini. Emang sih sejak dulu pasang engine ini nggak berencana tiap hari ngisi. Lagian aku itu orangnya cepet bosenan. Ni barusan pasang forum di www.priasejati.or.id. Trus hunting Google's logos, dapet juga. Gee... gara-gara liat logonya ganti tiap hari tentang Athens.

Ha... ha... ha... kayaknya minggu ini aku santai banget yak. Abis Men's Camp cuma masuk 3 hari, soale 17 kan libur. Oh ya, tanggal 17 ada lomba anak-anak di taman depan rumah. Seru juga. Sayang Willi belum bisa ikut. Masih terlalu kecil! Lombanya untuk anak 3 tahun keatas sih, such lomba kelereng, makan kerupuk... Gee... nggak mungin kan nyuruh Willi ngabisin kerupuk satu biji. Walaupun sepertinya Willi nggak keberatan... hue... hue... hue.... Aku sempet shoot tuh, kapan-kapan di publish deh. Dia pede aja lho jalan sana sini nyeberang lapangan sendiri. Jawil-jawil anak-anak yang mau ikut lomba. Mamanya sampe rada blingsatan sendiri 'menyelamatkan' Willi dari kaki kaki yang berlarian. Aku... liat dari jauh, nge shoot dengan 10x zoom. He... he... he...

Oh ya, kemarin pengalaman baru, conf sama suami istri. Hue... hue... hue... asik juga. Nge-share segala percakapan, segala topik. Cuma 15 menit tapi bener-bener pengalaman baru. Hu... kayaknya enak juga ya suami istri punya koneksi Internet. Ngirit pulsa!

Hm, Men's Camp kemarin ada yang bikin greget juga. Tapi kalo acaranya di PLB mah nyantai. Udah hafal medan. Lagian kemarin sistim daftar via SMS itu OK juga. Wlaupun ada juga 3 orang yang go-show. Ui... emang hotel. Rada kelimpungan juga ngurusin batal-tambah dadakan gitu. Belum ngurusin kamarnya, belum ngurusin bagi kelompoknya. Heh... emang perlu hikmat lebih. paling nggak camp dah kelar. Sekarang ngurusin yang lebih susah lagi: kelas pembinaannya. Sampe Oktober euy...

July 19, 2004

Eating Habits, and Such

Aku lagi ngeliatin Willi makan roti Marrie. Nggak ada lho yang ngajarin buat caranya makan. Dipegang tangan kanan, dimasukkan ke mulut, lalu dipatahin kepingan kecil, lalu dikunyah. Pas udah abis, potongan besar di tangannya dimasukkan lagi. Hm? mungkin ini salah satu basic instinct manusia selain bernafas, berak (ih jorok), berbohong, dan lainnya.

He? Yang baik-baik itu harus diajari ya kayaknya. Seperti mengasihi, sayang sama adik, hormat sama orang tua. Kita tuh cenderung lebih mudah belajar sesuatu yang jelek daripada yang baik. Iya nggak?

Nostalgia Sentimentil

Nostalgia kadang baik, tapi bisa berakibat buruk juga ya. Pagi ini bernostalgia ke Mie Bandung di Pemotongan, lalu ke Lotek Mie di Monginsidi. Sempet lewat di Green Market, jadi kenginget sama ?Bu Guru?, pengin ketemu. Heh, mungkin bener apa kata Devi, cowok itu punya bakat mendua. Bener-bener mesti jaga hati. Apa aku yang terlalu sentimentil ya? Minum minuman X inget si A, belanja di toko Y inget si B, denger lagu Z inget si C. Uh, mungkin aku cuma kelamaan di Salatiga nih?

July 13, 2004

Mystique

Gee? bored living in the mysticious neighborhood. Worry ?bout affects on my child. Coin throwing, tarot, lucky numbers, astro? Aaarrrggghhh? can u bear with all these?

July 3, 2004

Nice Honda Accord owner

Hm, kemarin malem pas pulang kantor, di perempatan Grogol yang syuerem itu, seperti biasa aku antri lampu merah dari arah Roxy ke Latumenten. Di depanku ada angkot, lalu Honda Accord silver model lawas.

Tiba-tiba dari pintu penumpang kiri seorang bapak tua keluar, menutup pintu dan kemudian berjalan ke arah pintu pengemudi, dan dari situ keluar sang supir, bawa tas. Woei... gantian setirnya! Setelah pamitan dan tersenyum ke boss nya, supir itu melangkah ke arah terminal Grogol...

He... masih ada juga ya orang yang sedemikian baiknya di Jakarta ini. To let his driver home to his family while he continue fighting Jakarta traffic.

June 21, 2004

My Site is Back Online

Whoa... akhirnya nyala lagi site ku...

May 26, 2004

Amateur Digicam Printing Guide

Mending aku tulis di sini daripada aku bikin static web. Biar semua bisa liat. Oh ya, content ini aku dapet dari milis FTJENet. Moga moga bisa bermanfaat buat yg lain.

Printer buat cetak foto sekelas FDS (Fuji Digital Service): Epson R210, R310, atau Canon i950, i990.

Penggunaan printer dengan cartridge 4, 6, atau 7 secara teoritis akan memperlebar color-gamut (mbuh maksudnya apa). Tapi kalo dilihat mata pasti sulit dibedakan.

Untuk foto keluarga harus menggunakan kertas dan tinta sesuai rekomendasi pabrik. Bisa kalah dengan FDS kalau:

  • art-photo karena dynamic-range dan color-range lebih lebar
  • operator FDS punya hi-skill (hobi fotografi juga)
  • cetak besar

Untuk biaya cetak 4R, lebih baik ke FDS karena lebih murah dibandingkan kalau kita cetak sendiri dengan tinta dan kertas rekomendasi pabrik. Kalau ukuran 8R ke atas, cetak sendiri lebih murah

May 12, 2004

Going Home with My Wife

Hm... kayaknya enak juga gini. Dua minggu sekali pulang kantor bareng Hunny. Walaupun Willi jadi nunggu, at least kita berdua bisa bicara lepas di mobil, tanpa gangguan siapapun.

Oh ya, kalo malem pun kita nggak bisa bicara lepas sekalipun di dalam kamar, soale Willi masih tidur sekamar sih. Rumah cuma punya dua kamar (Hm... Win, kapan kamu free buat design rumahku?).

Ah, cape bener hari ini...

Nice Morning Start

Hm... enak juga tadi pagi. bangun jam 5.15 karena rengekan Willi minta keluar kamar. Na kok ya Eng lagi pengin cuci baju plus ngepel pagi itu. Kaget aku (bukan hari libur kan?). Ya wis, tadi aku taruh Willi di kereta, lalu jalan jalan ke taman. Lumayan lama, bercanda juga tadi sama dia. Lama juga kayaknya, jam 6.15 aku mandi, Willi masih di depan rumah bareng amanya.

Hm... bersyukur deh rumah nggak di Bekasi atau di Tangerang. Mana mungkin ngajak si kecil jalan pagi kalo harus berangkat jam 5... He... he... he...

May 11, 2004

Fotonya

Hm... sejak kapan kamu ganti foto di blog kamu? Angle nya menarik. Jadi menyimpan 'misteri'... atau... apa ya... Pokoknya aku suka... :D

May 6, 2004

time to feel... mellow

so, i assume my sms has arrived...
well, after leaving you a lot of offline message, u only left me 2 buzz?
with no message at all?
that's kinda rude for someone like me....

just kidding
I just invited my boss to join them lunch at Dragon sea food restaurant, but i skip it...
i choose to throw all my feelings right now to you.
but you're not there...
Heh...

that's ok.
You can read these some other time.
Than i'm here, alone, mellow, sad? not that bad...
but now listening Christian classical instruments... make my heart really... soft.

May 5, 2004

Dasar IE...

Baru tahu tadi pas browsing web ku sendiri di client. Ternyata blog ku kalo di browse pake IE nggak rapi ya. Uu... aku sendiri testing always pake Netscape karena itu emang defaultnya para freeware. Tul nggak.

Hm... perlu diberesin someday...

April 21, 2004

Pilek

Bisa juga ya bayi nularin papanya.... Pilek nih aku. Berat lagi.... Hik... sniff... sroootttt!!! (nggilani)

April 15, 2004

Semua Atas Nama Cinta

Hm... Nice title, i think. Dapat dari blog seorang 'teman'.

Allah juga melakukan segala hal atas nama cinta. Lebih tepatnya kasih. He... kalo di English-kan sama sih: Love.

Gimana ya, kalau semua manusia di bumi ini melakukan seluruh kehidupannya berdasarkan kasih. Tanpa ego, tanpa dusta. Kayaknya surga dunia bakal nggak di telapak kaki ibu lagi, tapi di seluruh muka bumi ini. Betapa menyenangkannya!

Nggak ada yang namanya affair, flirting, sakit hati, apalagi cerai.

October 10, 2001

How God speaks to us...

Aku punya buku, "Cara Mendengar Suara Tuhan". Pengarangnya... aku lupa. Beli 2 tahun yang lalu. Tapi sampai sekarang pun baru terbaca tidak lebih dari 20 halaman pertama.

Catatan akhir:

  • Berserah penuh, latihlah dari perkara-perkara kecil.

January 14, 2001

Say NO MORE! to: 'Untuk Kalangan Sendiri'

Early December 2000, I got an idea to develop a web site for my church. That time, my friend Arman said yes to support me for the contents. Good for me, because I don't have any official links to workers in my church and I want this site will be officially used.

In development time, this question occurred, should we create a password to enter the site? I said we don't have to. It will limit the surfers on the web. I don't want it happened. It should be opened widely for everyone to read and interact with it.

I remember one email I've sent to another Indonesian Christian site who protect their site with member registration. They answer it's used to limit the browsers for internal use only and avoid unwanted actions from others that don't like the contents. We're still living in a sensitive society, they said. In short, they put the words 'Hanya untuk kalangan sendiri' in front of their site.

Well, surely I don't agree with them. My opinion was strengthened with a sermon about how close can you be with God. The preacher told us about Moses, Daniel, and Joseph who's became a master in their skills. They did that because they have met, personally, with their master, the God Him self. He continued with examples: when Moslems claims about Ajinomoto, when Balinese warns vehicle business not to name their products with Rama or Brahma (or others similar), why Christian never shout to the world that Close Up commercial on TV despise the wedding ceremony which it should be a God sacred time to unite two person become one. Why no Christian claim and publish their faith that nothing will happened on January 15th!

He close the sermon with a call, for everyone in that room whose heart was touched by the Holy Spirit, closer to The Master to become a master. Even I didn't stand up, I feel His touch and said amen for every words. It's time we say no to 'Untuk Kalangan Sendiri'!!!

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®