www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

December 14, 2008

Booking System @ JEC

Jumat Yanty sudah menelpon ke JEC. Dibilang dapat nomor urut 14, dimohon datang jam 4 sore. Sabtu kami benar-benar datang jam 4, eh, dapat nomor lagi! 29! Lalu nomor 14 kemarin apaan? Kami berempat bengong sampai jam 8 baru masuk ke ruang dr. Gusti. Ruang tunggu JEC sudah sepi.

Call services-nya ngaco nih, ga informatif. Ngapain 'dianjurkan booking dulu', tertulis di kartu pasien, kalau nggak ngaruh apa-apa buat pasien. Menyebalkan.

December 12, 2008

Uncomfy

Entah kenapa, hari ini perasaan saya nggak enak. Di kantor gelisah mulu. Kedinginan iya juga sih secara di kantor cuman 4 orang di area 180m2 ber-AC wuzz wuzz. Tapi ini lain, apa karena Senin mau pergi luar kota? Entah.

December 5, 2008

Lose, but not lose at all

Sohib saya di SG akan pulang kampung... for good. Kampungnya di Surabaya... euh... mungkin keterlaluan kalau menyebut Surabaya sebagai kampung. Yah, tahu sendiri lah artinya. Artinya buat saya? Hilang satu teman daily chat. Parah ya...

So, see u soon buddy! I'll miss your... 70-200 lens! Wkwkwkwkwk...

December 3, 2008

Olah raga beneran

Olah raga? Saya cuman suka berenang dan naik sepeda. Lainnya? enggak deh. Sejak pangkal lengan keseleo gara-gara lempar martil saat SMP, saya tak pernah lagi melatih reflek tangan saya. Bulu tangkis yang dulu cukup digemari mulai ditinggalkan. Soalnya tiap kali mau melakukan gerakan cepat atau smash, terganjal perasaan nyeri duluan. Reflek saya hanya ada di jari-jari saat memainkan permainan di komputer atau PSP... :D

Rencana kantor pindah ke lantai tiga, bersebelahan dengan kolam renang, membuat saya super bersemangat. Cuman ada satu kendala: kolam itu ditutup untuk umum. Deu... deu... Padahal airnya jernih difilter tiap hari. Cuman tak ada yang mengelola saja. Mau?

Siang ini, ex teman kantor datang main. Menawarkan berenang tiap Selasa atau Kamis di... Gajah Mada Plaza??? Lantai tujuh! Wow... Hm... rasanya bisa tuh. Saya memang paling tidak sekali seminggu ke Gajah Mada (client), pulang 16.25 untuk menghindari 3in1. Kalau berenang dulu, mungkin waktu kerja bisa maksimal, lalu membuang lemak dulu sampai jam 7 baru pulang. Hm... Enak juga ya. Yanty bisa sekalian pulang bareng... :D

December 2, 2008

6 going to 5.5

Kemarin ada yang tak biasa, pompa bensin Pertamina langganan saya pagi-pagi sudah ramai sekali. Saya mengisi seperti biasa, 130 ribu. Waktu sudah sampai kantor, saya baru tersadar, isinya penuh sekali! Ngecek di struk, ternyata benar, premium sudah turun ke 5.500.

Lalu, kenapa orang harus lebih banyak mengantri? Apakah mereka menahan diri sehari sebelumnya dengan mengosongkan tangki bensin? Apakah mereka menahan diri hanya untuk sekedar ikutan beli yang pertama? Ah... gelap.

December 1, 2008

Alice... wannabe...

Aku bisa melihat sekelebat 5 menit yang akan datang...
Aku bisa melihat, bukan menerka...
Aku bisa mengambil langkahku 5 menit lebih cepat...

Aku sedang berkhayal, Alice Cullen di Porche kuningnya... wkwkwkwkwk... Kayaknya enak deh, bisa nyetir ngebut tanpa khawatir...

Orang lain mungkin akan berkhayal lainnya...

November 25, 2008

Ruwet? Nikmat!

"Ternyata dump truck yang ini nggak seruwet wheel loader yang kemarin" sesumbar saya ke Yanty saat menyelesaikan special vehicle terakhir dari Canon Creativity Park (sesi foto nanti sore, besok posting)
"Oh, jadi sekarang demen yang susah-susah ya?". Kata-katanya membuat saya tertegun sejenak.

Hm... saya lebih menikmati saat membuat pernik-pernik kecilnya. Lebih suka memotong dan menempel kaca spion dan pegangan tangga daripada membuat bodi dan roda. Lebih puas saat membuat Tower Bridge daripada Arc de Triomphe yang jelas-jelas lebih rapi. Hm... kalau gitu, tantangan berikutnya apa? Sleeping Beauty Castle (42 pages) atau Yamaha YZF-R1 & accessories (27 pages) ?

November 8, 2008

Open House

Kebanyakan sekolah, terutama swasta, perlu biaya mahal. Jadi mereka pun harus bersaing, baik dengan kompetitor lokal maupun luar negeri. Lalu? Mereka mengadakan 'open house' dengan iming-iming beragam: diskon 50% untuk pelunasan 6 - 7 bulan sebelum ajaran dimulai, diskon 20% untuk adik, gedung dengan fasilitas lengkap, kurikulum +++, dan masih banyak lagi. Saya sedang 'terjebak' didalamnya.

Sayang, mereka tak dibekali ilmu sales yang mumpuni. Yang saya perhatikan, penggunaan PPT & LCD proyektor masih tertatih-tatih, tak bisa menguasai audience yang ribut dan beraktivitas sendiri (seperti saya yang sedang blogging), speech instead of presenting... Yang ok hanya 1: on time.

Mungkin lain kali mereka perlu menyewa presenter. Semakin banyak siswa, mestinya biaya sekolah semakin murah, kan?

November 3, 2008

Disk Space


Saya demen moto, demen juga pamer hasil moto. Tapi karena kalo ikut pameran mahal (wek...), akhirnya pamer di web aja. Eh... ada kendala juga: bandwidth cekak. Upload 1024x683 pixel ke Flickr atau sebangsanya bisa sampai nangis bombay nunggu kelarnya. Solusi? Bikin server dewek lah! Di kantor ada bandwidth nganggur dikit (uplink kan cuma kepake buat kirim email), ada harddisk 20GB kuno nganggur, ada Pentium III 450MHz nganggur. Jadilah satu web server. Dulu bandwidth cuman 64kb/s, sekarang untuk koneksi lokal bisa sampe 512kbps. Lumayan! Coba kalo saya hosting dengan unlimited space quota, perlu berapa duit tuh...

October 21, 2008

adhi.web.id to adhi.widjajanto.net

adhi.ac.id -> blom ada
adhi.co.id -> PT. Adhi Karya Tbk.
adhi.or.id -> blom ada
adhi.web.id -> punya saya, sama isinya dengan yg ini
adhi.net.id -> blom ada
adhi.go.id -> blom ada
adhi.war.net.id -> blom ada
adhi.sch.id -> blom ada
adhi.mil.id -> blom ada

adhi.com -> for sale
adhi.net -> ada, tapi saya nggak ngerti isinya apa
adhi.org -> for sale
adhi... well saya nggak begitu tertarik untuk punya nama domain di negara lain. Entah, kok ada juga yang demen sama domain co.nr. Globalisasi gini, nama domain sudah tidak mencerminkan isinya lagi. Kasus di Indonesia: karena semua yang keren berakhiran .com. Peruntukannya? Euh...

Dulu saya pilih .web.id karena saya percaya dengan IDNIC. Sekarang saya pilih .net karena nggak yakin dengan masa depan PANDI.

Sekali lagi, kenapa pilih .net bukan .com atau .info? Visi saya dulu, semua Widjajantos akan pakai domain ini, semacam bikin networking lah... :D

September 16, 2008

Males? Memang! Pemalas? Mungkin!

Datang pagi jam... entah, saya datang dia sudah ada, tidur di kursinya dengan mulut terbuka lebar. Karpet belum di vacoom, gelas piring kotor sisa kemarin belum dicuci, meja berdebu belum dilap. Saya menyalakan radio pun dia tak bergeming. 15 menit kemudian baru bangun, ambil vacoom dan sedot karpet, hanya di ruang Babe! lalu gulung kabel & angkat ember cuci gelas.

Ampuuunnn!!! Kayaknya saya lebih milih yang dulu daripada yang ini, meski yang dulu punya istri yang ampuuunnn!!! juga.

August 7, 2008

Berbagi Isi Piring

Saya belum bisa menemukan formula sikap saya terhadap kebiasaan Yanty. Sementara kami sedang makan sate, dia meminta potongan-potongan cabai di piring saya yang kami berdua tahu kalau potongan hijau pedas itu tak akan saya makan. Saat saya beli dan makan nasi goreng dan dia menolak untuk ikut beli pada akhirnya dia mencomot suwiran ayam dan telurnya. Hal-hal itu seringnya membuat saya sewot, sesuatu yang tak bisa dipahami Yanty.

Tapi ada kalanya juga kami saling ceria berbagi isi piring kami. Saat di perjamuan pernikahan, misalnya. Entah. Mungkin kami hanya kurang terbuka soal ini.

Maaf ya Say... soal kemarin...

August 1, 2008

Medical Allowances

Seperti tahun lalu lagi, medical allowances ku dah habis di pertengahan tahun. Memang nggak banyak sih, kalau keluarga kami sehat-sehat saja pun nggak akan habis. Anggarannya cukup untuk bayar dokter di Hermina sekitar 25 kali. Well, cukup banyak kan kalau hanya untuk sekedar imunisasi.

Soalnya anak-anak kami itu kalau alerginya lagi kumat bisa berbulan-bulan kalau nggak diobati. Kadang malah harus ke dokter dulu baru keran hidungnya berhenti. Adik saya, yang juga dokter, bilang kalau itu memang sugestinya anak-anak. Ke dokter baru badannya "mau serius" menyembuhkan diri sendiri. Untung di Oom Bachtiar & Hermina.

Plus, pencarian opini buat mata Sisi juga nggak murah. Total 4 kali ke dokter yang tidak murah. Hee... padahal ini belum selesai. Tak ada bantuan dari Yanty lagi. Hagabank, eh..., Rabobank memperlakukan karyawan perempuannya sebagai 100% single.

June 11, 2008

Work from home

Bayangkan suasana kerja di kantor saya: minimum interaction, virtual meeting, virtual discussion, client-server based development, thin-client based development. Parah kok, bahas program saja lewat Y!M padahal duduk bersebelahan.

Sebenarnya dengan harga premium saat ini Rp. 6.000.- per liter, dari sisi finansial, untuk saya pribadi lebih murah kalau kerja & manage dari rumah. Kalau 22 liter premium dipakai untuk 3 hari, maka sehari sekitar 7 liter alias Rp. 42.000,- sehari. Kalau dikalikan 20 berarti Rp. 840.000,- sebulan. Sudah cukup untuk berlangganan Internet dan bayar listrik notebook sebulan, sisa malah.

Yang tak bisa dibangun dari virtual desk (bukan virtual office): work attitude! Di Indonesia memang masih parah. Atasan pulang cepat saja anak buahnya pada ikut ngabur, apalagi nggak masuk kantor! Hee...

Tapi ini jelas patut dipertimbangkan.

May 30, 2008

Trading - KTA

Barusan orang kartu kredit telpon saya, menawarkan (lagi-lagi) KTA. Biasanya saya akan tanya, "bunga udah 0% belum?" Kali ini beda. Saya dengar sampai penjelasannya selesai. Oh, ternyata bunga sudah mencapai 0.99%. He... saya berpikir sejenak sebelum mengatakan, "Belum kepikir mo dipake buat apa, terima kasih".

Sejenak itu saya melayang ke trading. Dengan bunga 0.99% sebulan plus biaya2 lainnya yang pastinya ada, bisa nggak bermulti di BEI? Hehehe... ada yang trading pakai margin... ada yang trading pakai duit teman... ada yang trading pakai KTA... hayoo ngaku!

May 12, 2008

Book Review: Twilight


Untung saya baru saja menyelesaikan buku di atas. kalau tidak, pikiran saya akan terjejali dengan sisa-sisa pertemuan Sabtu kemarin. Stephanie's writing DOES touch my romantic side.

Menggambarkan urban girl yang kembali ke desa asal, mengingatkan saya akan "kembali ke Salatiga", deu... kebayang deh rasanya. Terlebih lagi pada usianya yang sedang pengin-penginnya hang out di area "serba ada". Menyadari dia menemukan Edward, si vampir, membuat cerita ini mengalir dengan baik, teramat baik buat saya. Tak ada kesan dibuat-buat, tak ada kesan brutal yang biasanya disajikan pada film-film vampir. Smooth, sampai klimaksnya pun tak perlu dibaca dua kali untuk memvisualisasikannya di otak saya. Ending mudah ditebak (soalnya saya membaca halaman-halaman terakhir sebelum memulainya dari depan), tapi bukan itu POInya. Stephanie membawa Bella & Edward se-humanis mungkin.

Skala 1 sampai 10, saya kasih 9!

April 24, 2008

Tetap merasa kehilangan...

Walau sudah merasa kebal, sok kuat, nggak terpengaruh, tapi tetap saja hati kecil saya turun beberapa senti. Rasa kehilangan itu tetap saja muncul. Heh...

Sepertinya tak ada yang benar-benar kebal... bebal terhadap perubahan. Huuu...

April 22, 2008

Kangen sebelum waktunya

Malam ini saya kerja sampai larut, menyelesaikan PR, menjawab tantangan. Suatu saat saya disempatkan melihat pemandangan ini, sekali lagi. Kok rasa kangen saya sudah muncul, padahal kaki saya belum melangkah sejengkal pun. Pikiran saya melayang kemana-mana. Pemandangan seperti ini yang saya impikan puluhan tahun lalu, sudah 10 tahun menjadi kenyataan, dan akan tergantikan? Stress kah saya nanti? Ugh...

Ah... saya memang rada sentimentil.

April 2, 2008

Penyerahan Diri versus Tanggung Jawab

Ada kasus: Rumah sudah hampir terbakar, istri di rumah sudah panik, tapi suami masih saja berkata, "tenang, nggak bakal terbakar, Allah pasti menjaga kita, serahkan saja pada Allah".
Pertanyaan saya: Ini penyerahan diri atau sedang melepas tanggung jawab?

Kasus lain: Kantor sudah hampir bangkrut, proyek berjalan hanya satu, gaji selalu terlambat, istri sudah kewalahan mengurus cash flow di rumah, tapi suami masih saja betah menikmati "gaji buta" di kantor, bukannya mencari solusi lain (cari kerja lain) dan dengan hikmatnya berkata, "burung di udara saja dijaga Allah, masa' kita tidak".
Pertanyaan saya lagi: Ini penyerahan diri atau sedang melepas tanggung jawab?

March 27, 2008

CIBfest, layakkah?

Puji, ex teman sepelayanan di CMN, beberapa kali memberikan rujukan untuk ikut CIBfest. Awalnya saya acuhkan, bukannya tak tertarik, tapi merasa tak layak. Waduh! rendah diri saya nongol lagi. Dua kali "brute post" Puji saya acuhkan, yang ketiga benar-benar saya lirik. "Kenapa tidak?" pikir saya.

Pada akhirnya, saya mendaftarkan dua, situs ini dan PriaSejati.or.id. Tujuannya? Biar lebih dikenal, lebih bisa jadi berkat buat orang lain. Serius!

Btw, saya terpaksa mengecilkan sedikit banner asli CIBfest untuk bisa fit di template saya. Entah diperkenankan atau tidak. He...

March 12, 2008

Minyak Tanah Versus Gas Bagi PKL

Saya punya langganan tukang nasi goreng di depan kompleks. Sampai sekarang dia masih pakai minyak tanah untuk memasak di gerobaknya. "Kenapa nggak ganti gas?" tanya saya suatu malam. Alasan dia terlalu dangkal, "Males ganti". Ampun! Padahal dia sendiri yang cerita ke saya kalau teman-temannya yang sudah ganti ke gas jadi lebih irit pengeluarannya, jadi lebih cepat panas, dan nggak perlu memompa tabung. Itu pembicaraan dua bulan yang lalu. Kemarin, saya lihat dia masih pakai tabung minyak dengan pompa tangan siap di sebelahnya. What a waste...

Lain lagi dengan langganan mie ayam di kompleks gereja saya. Senin kemarin menyempatkan nongkrong, dan mengamati kompor dia yang baru:

Regulatornya berbeda dari yang biasa kita pakai, selangnya pendek saja sampai ke pipa lurus masuk ke dalam gerobaknya. Saya lihat ke dalam, pipa itu sepertinya dibuat khusus, ada tambahan keran gas, dan berakhir di bawah dandang air panas mie. Apinya menyembur kencang kalau keran gasnya dibuka lebih lebar, persis dengan kompor minyak yang biasa dipakai para PKL. Apinya jauh lebih biru (buat api, biru lebih panas daripada merah). Dia hanya membawa satu tabung. Saat saya tanya, dia bilang, "cukup kok Mas, paling besok baru ngisi lagi".

Hm... saya mesti "ngompori" tukang nasi goreng langganan saya lagi. Siapa tahu harga nasi gorengnya jadi lebih murah, atau suwiran-suwiran ayam muncul lagi di nasi gorengnya. Hehehehe...

February 18, 2008

Mencari Jati Diri

Baca berita ini, saya tak berharap banyak dari SAS Indonesia..., eh PT. SAS Institute. Tak menyombongkan diri, 12 tahun yang lalu, boss saya yang membawa SAS ke Indonesia dan menjadi "the founder" SAS Indonesia. Waktu berlalu, SAS mencoba melupakan akarnya, termasuk membuat kebijakan yang memakan pagarnya sendiri. Itulah bisnis...

Dengan nama baru, kantor baru, orang-orang yang (semoga) baru juga, saya tetap pesimis SAS mau memandang partner & reseller dengan kedua belah mata. Kita lihat saja nanti.

February 15, 2008

65% Visual Spatial

65% visual/spatial saya memberikan dampak yang menyenangkan saat membaca buku, terutama buku yang memberikan deskripsi lingkungan yang detil dan jelas, seperti yang sering saya temukan di buku-buku Tom Clancy's, J.K. Rowling, dan terakhir ini Dan Brown. Untuk sebagian orang, mungkin deskripsi detil itu membosankan, tapi tidak bagi otak saya. Membaca buku semacam itu mengubah otak saya menjadi layar bioskop. Dan menonton bioskop tak mungkin dilakukan berhari-hari bukan? Saya cenderung menghabiskan 600 halaman hanya dalam dua malam. Melelahkan tentu, tapi mengasyikkan. Seperti detik ini, saya hampir tak bisa membuka mata dengan penuh, tadi malam hanya tidur 4 jam!

Saya punya pengalaman unik dengan salah satu buku. Bayangan saya tentang bola-bola kaca berisi pikiran manusia di rak-rak yang tinggi itu tervisualisasi dengan tepat di filmnya... Tebak film apa... :D

February 13, 2008

Kipasnya sedang tertutup

Well, no need to say. Saya harus berusaha membukanya kembali. Pantang menyerah. Gee...

Makasih buat yang minggu lalu sudah membukanya.

February 12, 2008

Leaving The Comfort Zone in 34?

Memang tidak mudah, namanya saja comfort zone. Tapi seringkali perubahan itu memerlukan pengorbanan. Ada yang mengorbankan (baca: menjual) Honda Astrea Prima nya untuk migrasi ke "tanah terjanji" OZ. Ada yang mengorbankan sahabat-sahabat dekatnya untuk mendulang SGD, sendirian, tanpa teman.

Saya? 10 tahun di Jakarta dengan segala tetek bengeknya tak sadar membuat saya nyaman. Heh? Nyaman dengan banjirnya? Nyaman dengan macetnya? Tentu saja tidak. Faktor lain yang membuat saya melekat di Jakarta masih banyak, dan seringkali menutupi keburukannya. Membuat mata saya selalu tertutup dengan opsi-opsi lainnya yang lebih baik. Tahun 1999 saya menolak 1500SGD per month hanya gara-gara saya belum menikah. Halah! Saya terpaku pada rencana masa depan yang tak bisa dibelokkan.

Di ujung 33 tahun ini, rasanya saya harus melihat masa depan bukan sebagai sumpit, tapi sebagai kipas yang punya peluang lebih banyak. Saya tak bilang lebih besar. Semoga mata saya terbuka lebar. Belum terlambat bukan?

January 30, 2008

Food Processing

Saya sedikit tertegun saat makan siang barusan. Euh, apakah semua kegiatan saya seperti itu?

  • mengupas semua kulit udang baru memakannya
  • membuka kulit kuaci, mengumpulkannya dulu kemudian memakannya sekaligus banyak
  • menumpuk pekerjaan, lalu mengebutnya dalam sekali waktu
  • ...
Semoga saja tidak. Saya jarang menumpuk pekerjaan, kuaci saya makan satu-satu, udang... sepertinya hanya sekali ini saja saya melakukannya.

Canon vs Nikon = End User Satisfaction

Baru saja kemarin saya menulis tentang Canon EOS 450D, Nikon meluncurkan pesaingnya: D60. Hehehe... saya tidak akan membandingkan antara keduanya, itu tugas reviewer. Cuman untuk sebagian orang, kompetisi kedua vendor ini menguntungkan pengguna baru: lebih banyak pilihan, tanpa menghilangkan konsekuensi sebaliknya: lebih bikin bingung. Hee... seperti teman baru saya yang hendak nyemplung ke dunia DSLR. Inget Bo, lebih baik punya bendahara yang nggak demen motret daripada dompet & tabungan elu terperas habis tak terkendali. Wuekekekekek....

Balik ke kompetisi, rasanya Nikon harus "berbelok" sedikit untuk meneruskan tradisi entry DSLRnya. Dari D40, D60, D80? Tak mungkin karena sudah terisi oleh penerus D70. Kalau Canon sudah memprediksi: 300D (Rebel), 350D (Rebel XT), 400D (Rebel XTi), 450D (Rebel XSi), 500D?, 550D?

Go, Rebels...!

January 25, 2008

EOS 450D? Ouch!

Kayaknya jajaran entry-dslr nya Canon berkembang dengan cepat saja. EOS 350D ku yang merupakan generasi ke-2 (setelah EOS 300D) tergantikan dengan 400D hanya setahun. Eh, hari ini mereka mengumumkan peluncuran 450D. Baca reviewnya kok fiturnya hebat juga yah: Live View LCD, sayang belum swivel. Nilai minusnya? Storagenya pakai SD! Huu...!!!

Pengin punya? boleh saja. Saya masih sangat puas dengan 350D, apalagi mainan barunya belum diutilisasikan dengan maksimal. Tapi tetap saja, kalau sudah jadi fosil itu kok rasanya gimanaaa gitu. Hehehehe...

January 2, 2008

The Art of Bargaining

Istri saya kalau nawar di MangDu, Pasar Pagi Lama, Asemka, atau tempat sejenis pasti sadis. Saya sendiri sampai memalingkan muka saat dia mulai menawar. Masa' barang seharga tiga ratus ribu ditawar hanya sepertiganya. Tapi itulah menawar, terkadang saya terkejut juga dengan uang yang saya keluarkan, bisa jadi memang hanya sepertiganya.

Kemarin, Yanty merasa kecolongan saat toko meloloskan 850 ribu untuk barang dengan bandrol 1,1 juta. Soalnya baru nawar 2 kali. He... Mungkin karena tokonya di Mal Ambasador, bukan di Mangga Dua. Mungkin juga karena barangnya VCL-DH0730.

November 15, 2007

Investasi Waktu

Bagaimana kalau penyusunan acara 4 hari RaKer diserahkan pada seorang stage performer... Bagaimana kalau suatu gerakan multinasional dipimpin oleh orang yang menemukan bentuk organisme, suatu wujud diantara organisasi dan... entah apa (yang jelas tak dapat didefinisikan).

Sebulan yang lalu saya ditawari untuk terlibat dalam acara RaKer di atas. Tingkat nasional lho, membuat saya sulit menolak. Hanya perlu beberapa detik untuk membangkitkan semangat saya untuk ikut berinvestasi waktu di acara itu.

Satu bulan berlalu dengan cepat, tertimpa kesibukan mudik lebaran dan camp. Sebagai tim yang terlibat dalam in-event (sbg operator PC & LCD proyektor) sudah sepantasnya saya mengharapkan kesiapan yang matang dari tim acara. Tapiii... sampai detik ini pun flow acara 'mengalir' entah ke mana. Saya makin pesimis setelah tahu siapa penanggung jawabnya.

Well, semoga keputusan saya tadi sore benar: memberikan slot investasi waktu pelayanan saya kepada yang lebih bersemangat.

Saya? Introvert?

Eh... kayaknya memang benar, meskipun tak seharusnya diimani (lah, kan tujuannya Serupa dengan Kristus...). Ngikut Bapak dan Ibu ini ngisi di sini walaupun terburu-buru. Entah, saya hanya mengisi saja, belum sempat exploring how it gonna effect mine. Punya saya bisa dilihat di pojok kanan bawah halaman ini.

November 13, 2007

Toto Under Maintenance

Setelah berbulan bulan berstatus "Under Maintenance" akhirnya diganti juga. Sekarang tak perlu lagi sok berdekatan jika hendak kencing, soalnya di WC Plaza DM memang hanya tersedia tiga toilet berdiri dan yang (kemarin) rusak adalah yang paling kiri.

Kalau membandingkan ukuran, rasanya kok tidak jauh beda ya. Dengan perkembangan teknologi sepesat ini saya masih mengharapkan nano technology (harus) memiliki andil lebih besar lagi.

September 13, 2007

Jadi Pemulung

Apa salahnya? Pekerjaannya pasti halal, tak melanggar satupun aturan. Yang bikin keki Pemda mungkin kegiatan mereka selepas memulung: berteduh (lama-lama bikin rumah) di bawah kolong tol, ngemis kalo malam, etc.

Nah, saya tak mau bahas itu. Saya mau cerita tentang saya yang jadi pemulung. Gee... Dua hari lalu saya ditawari notebook bekas (Dell Latitude D600) seharga 200SGD! Satu koma dua juta dapat Centrino 1.6GHz, 80GB HDD, 1GB DDR. Langsung jawab, "Mauuu...!!!" meskipun barang terjadualkan diterima bulan Desember.

Kemarin, saya pun memulung mesin fax rusak milik kantor. Boss bilang, "Ambil aja, gratis kok". Saya bawa pulang, berkutat 2 jam dengan multitester, colok dan nyalakan, viola! it works again! Kok bisa? Entah, mungkin karena sudah lama tak terpakai, komponen yang kepanasan sudah menjadi dingin kembali. Memang untuk dinyalakan 24 jam saya mesti mengganti beberapa komponen power supplynya. Tapi untuk menerima fax dua atau tiga lembar kemudian dimatikan lagi ya tak masalah. Well, sekarang sudah nongkrong dengan rapinya di atas CPu saya.

Balik lagi ke pemulung, eh, upgrade sedikit: pedagang barang bekas, Sabtu depan saya akan mencoba menjual beberapa barang tak terpakai di rumah. Ada satu pasang speaker salon, bor listrik (rusak), dan aki mobil. Paling saya jejer saja di carport dengan tulisan "Dijual" Sebelum itu saya mau menawarkan di sini, ada yang berminat?

August 15, 2007

"Pertamina On The Move" To "Pasti Pas"

Ada yang punya pengalaman serupa dengan saya? Zebra yang setiap hari saya tunggangi sekarang "hanya" bisa minum maksimal 116 ribu, lebih dari itu pasti muntah. Dulu, 120 ribu pun kadang masih bisa lebih. Hem... beda 4 ribu berarti hampir satu liter kan. Dalam seminggu saya bisa mengisi 3 kali, berarti sudah selisih 12 ribu. Sebulan? 48 ribu...!!! Ampun dah.

Sekarang, Pasti Pas! itu kata Pertamina. Yah, saya sekarang "sedang" percaya saja. Semoga QC dari Pertamina untuk SPBU-SPBU nyapun dapat dipertahankan. Kenapa? Soalnya Zebra saya percuma diajak minum Shell Super. Mabok iya kali... he...he...he...

July 19, 2007

God is good... all the time...

Baru saja posting ini, eh, istri saya telpon bahwa kami belum bayar PBB. Hehehehehe...

God is good... all the time...

Aku nyerah deh, Tuhan....

Baru kali ini kami diambang situasi seperti ini: tanpa dana cadangan, tanpa dana cashflow bulan depan. Wheee... Tuhan membiarkan kami mengalaminya, pasti ada maksud tertentu yang kali ini saya jelas-jelas malas berandai-andai. Pikiran saya sudah terpatri dengan daftar pengeluaran bulan depan, plus educational expense yang akan muncul ganda pada bulan Desember mendatang. Ganda karena mesti membayar biaya sekolah Sisi di KB-C dan biaya sekolah Willi di TK-B. Saya perkirakan bisa 8 digit lebih. Gee...

Hitung sendiri, dengan margin cashflow per bulan hanya satu juta, dari bulan Juli sampai Desember itu hanya 6 kali, maksimum dana tersimpan hanya 6 juta. Bagaimana cara saya memenuhi 8 digit pengeluaran itu? Hehehehe... yang satu ini harusnya saya sudah tak ambil pusing karena bagian saya sampai dengan doa. Selanjutnya ya terserah Tuhan.

Kalian bisa bilang, "barusan nulis artikel manajemen finansial rumah tangga" kok bisa jebol begini, sistemnya nggak bener dong. He... bank yang bagus sekalipun kalau kena rush bisa goyang juga kan. Situasi kami juga begitu, tak sadar kami meninggalkan hutang saweran pembangunan makam Papa. Lumayan lah menghajar simpanan kami saat si empunya piutang menagih. Salah siapa? Saya. Karena? Lupa.

Well, bulan ini Willi ultah, cuma berdoa, tiup lilin, potong kue, buka kado. Oktober nanti Sisi bakal dapat perlakuan sama. Ngirit mode "ON" (euh, yang ini mah emang udah dari dulu)

July 7, 2007

Bebalisme

Dua hari lalu saya melihat berita tv, ratusan warga Karanganyar Jakarta rela antri minyak tanah sampai lima jam! Kebanyakan ibu-ibu lanjut usia. Dua diantara mereka sempat diwawancara.
"Berapa lama Bu antri?"
"Udah dari pagi"
"Kenapa tidak pakai kompor gas?"
"Takut meledak! Banyak kebakaran! Ntar barang saya habis semua"
"Kompor gas yang dapat gratis dari pemerintah nggak dipakai?"
"Di rumah, nggak dipakai, takut!"

Bagaimana mau maju kalau mindset warganya seperti itu. Reporter 'menyalahkan' pemerintah dalam hal sosialisasi. Wah, ini di Jakarta, bagaimana di daerah lain?

July 2, 2007

Mengatur Keuangan Rumah Tangga - Bagian Dua

Pada bagian satu telah dijelaskan langkah-langkah awal manajemen keuangan keluarga anda. Pertama, anda harus memiliki alat untuk membantu anda dalam pencatatan. Saya menggunakan Ms. Money. Kedua, kelompokkan pendapatan dan pengeluaran anda. Ketiga, budgeting dengan menyusun amplop pos pengeluaran. Nah, sekarang langkah selanjutnya.

Konfigurasi Awal Ms. Money
Setelah anda mempunyai nilai yang agak realistis pada amplop pos pengeluaran, saatnya bekerja dengan Ms. Money:

  • Buat seluruh akun bank anda. Tabungan, giro, kartu kredit, asuransi, pinjaman, dan masih banyak lagi tercover di Ms. Money. Sesuaikan pula saldo terakhir di tiap akun.
  • Tambahkan satu akun untuk mencatat pos-pos pengeluaran anda. Tipe akun saya pilih "Cash Account" dan saya namakan "Budget Bulanan".
  • Masukkan seluruh pendapatan anda bulan ini.
  • Pindahkan (transfer) pendapatan anda ke dalam pos-pos pengeluaran satu per satu sesuai dengan nilai yang tertera di amplop, berbarengan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop sesuai dengan nilai yang tertera di amplop. Saya menuliskan "Budget Belanja Bulanan" sebesar 1.250.000.
Nah, selesai. Sistim anda siap untuk menemani keuangan anda dalam sebulan kedepan.

Pencatatan Bulan Berjalan
Istri saya dengan teratur mengambil uang pada amplop sesuai dengan keperluannya. Tiket masuk kolam renang diambil dari amplop 'leisure'. Untuk makan di KFC pun ambil di amplop yang sama. Kalau habis, jangan ambil dari amplop lain!. Ambil dari ATM seperlunya. Kemudian struk ATM dimasukkan ke dalam amplop 'leisure'. Jika mengambil tunai di teller, buatlah coretan kecil di buku bank anda. Buku itu milik anda. Bank tak akan komplain bila buku bank anda penuh coretan atau jadi pelangi. Pada masa ini, anda akan berharap seperti saya: andaikata bisa beli mie ayam di depan kantor dengan kartu kredit. He... Anda akan tahu alasan saya di langkah selanjutnya.

Pencatatan Akhir Bulan
Nah, gajian datang lagi! Proses pencatatan ke Ms. Money berulang kembali:

  • Salin ulang seluruh aktivitas perbankan anda. Karena hal ini cukup mudah (menyalin dari lembar tagihan kartu kredit atau dari buku tabungan 'pelangi' anda) saya anjurkan untuk mencatat sedetil mungkin. Untuk kartu kredit dengan pembelanjaan beragam, pisahkan pengelompokan pengeluarannya. Anda bisa ikuti cara saya belanja di supermarket:
    • Saat mengambil barang dari rak, usahakan berurutan per jenis pemakaian. Kalau saya dibagi menjadi tiga: personal care (sabun, shampoo, sikat gigi, etc), household (sabun cuci piring, sabun cuci pakaian, obat nyamuk, etc), dan groceries (segala jenis pengenyang perut).
    • Atur di trolley dengan rapi.
    • Letakkan barang-barang belanja anda dengan teratur di meja kasir. Hal ini akan mempermudah kasir dalam mengepak barang anda (daging potong tak akan satu kantong dengan pasta gigi).
    • Jika memungkinkan, minta kasir mencetak sub total pada akhir setiap kelompok pengeluaran.
    Cara di atas akan mempercepat penyalinan belanja anda di Ms. Money tanpa kehilangan detil yang diperlukan. Well, dulu saya pernah menyalinnya satu demi satu sehingga saya bisa tahu naik turunnya harga susu anak-anak saya. tapi itu pekerjaan yang benar-benar memelahkan dan sedikit sekali kegunaannya.
  • Catat seluruh pengeluaran yang terkumpul dari tiap-tiap amplop pos pengeluaran. Misal: "Belanja Bulanan" dengan nilai 1.345.000. Anda akan langsung mengetahui jika ada pos yang melebihi budget atau masih sisa.
  • Jika anda mau, sesuaikan lagi angka yang tertera di tiap pos pengeluaran (re-budgeting).
  • Kosongkan seluruh ampop dari nota dan uang yang tersisa. Masukkan uang ke dalam amplop khusus bertuliskan "Sisa Bulan Lalu".
  • Kembali anda membagi uang anda di tiap amplop pos pengeluaran sesuai dengan budget yang telah anda tetapkan sebelumnya.
Nah, sistem anda siap untuk menemani anda satu bulan berikutnya.

Nah, ulangi terus kegiatan di atas secara teratur. Lebih banyak data akan membuat Ms. Money bekerja lebih baik. Karena anda secara tidak langsung sudah membuat nilai rata-rata pengeluaran anda setiap bulannya (lihat di Ms. Money atau di setiap amplop pos pengeluaran) maka anda bisa "lebih yakin" untuk menentukan biaya hidup keluarga anda setiap bulan (misal empat juta). Sekarang bandingkan dengan total pendapatan yang anda terima (misal lima juta). Hitung berapa selisihnya (satu juta = kemampuan anda menabung setiap bulan). Untuk pertama kalinya kadang anda akan terkejut dengan nilai yang didapat.

Nah, sekarang anda bisa mulai berandai-andai. Mau beli mobil/motor? Mau mengajukan kredit bank? istri sedang hamil dan memikirkan biaya melahirkan? kalikan saja satu juta anda tadi dengan rentang waktu yang ada. Jika tak cukup, silakan anda mengotak-atik angka pos pengeluaran anda (pengetatan) atau berpikir lebih keras untuk meningkatkan pos pendapatan anda. Nah, dari sini saja anda sudah dapat menjawab pertanyaan pada awal artikel ini:

  • Pos pengeluaran anda masih bisa ditekan, mungkin sampai 80% -> gaya hidup anda agak wah.
  • Pos pengeluaran anda tak dapat diganggu gugat lagi -> mungkin anda perlu mencari sumber penghasilan lain yang lebih besar.

Jika saya masih berminat, dan ada yang tertarik, saya akan meneruskan cerita ini dengan Budgeting di Ms. Money, bantuan tak ternilai dalam finansial kita dari sumber yang "tak terduga".

Selamat mencoba...!

P.S.
Sayang, data Ms. Money saya penuh data sensitif, tak mungkin ikutan di share di sini... :D

June 14, 2007

Tak Adil Tanya Kenapa?

Baru dua minggu lalu saya sedikit memaksa agar istri saya membuka rekening kartu kredit. Selain agar tidak selalu bergantung kepada saya, keuangan bisnis Oriflame nya bisa benar-benar terpisah. Tapi dia menolak dengan alasan belum berani pegang kartu kredit, takut boros. Eeehhh lha kok tadi malam dia bilang sudah register dan approved kartu kredit tambahan punya cici'nya. Lha ini namanya kan sia-sia. Sudah merecoki keuangan orang lain (mana ada kartu tambahan dengan limit dan tagihan terpisah?), tanpa persetujuan suaminya lagi. Saat saya tanya apa alasannya, dia hanya bilang maaf saja tanpa penjelasan apapun. Halah! Saat itu juga hati saya tidak enak, tersinggung, merasa dilangkahi. Seperti membentur firewall saat tak bisa browsing tanpa tahu kenapa.

Adilkah? Padahal tadi malam dia pun berTANYA KENAPA saat Sisi menangis tak jelas.

June 11, 2007

Parent's Expectation

Sabtu kemarin Willi diwisuda. Aneh rasanya menggunakan kata itu untuk anak-anak grade playgroup. Acaranya cukup lama (2 jam) untuk anak-anak kecil yang relatif tak bisa diam lama, dan cenderung membosankan. Yang cukup menarik hanya satu: pembacaan siswa terbaik. Hem... ada tiga rank: kemajuan terpesat, aktivitas terbaik, dan best of all. Asal tahu saja, Willi got none. Hem...


...semua anak dapat piala, so nothing special on it...

Saya pikir, cuma saya yang sedikit kecewa. Semua orang yang melihat saya duduk di deretan paling depan membawa kamera tapi tak mengambil gambar satupun, pasti memperhatikan raut muka saya yang berubah saat nama-nama dibacakan satu-persatu. Acara wisuda itu semakin membosankan buat saya.

Selesai pk 12.30, kami keluar dan disambut terik matahari penanda keceriaan hari itu. Kekecewaan saya sedikit banyak menguap, lalu jadi bisa melihat ke diri sendiri. Hem... Kalau tidak mau kecewa, ya harus berusaha. Ehem, ternyata meskipun di sekolah Yanty bersikap biasa, sorenya dia sempat melontarkan kekecewaannya juga.

Willi? Well, he's fun with those all activities. Dia sudah tahu apa artinya menang: maju ke depan, dikenal banyak orang, dapat hadiah, disalami, difoto. Untungnya dia tak peduli (atau belum) dapat hadiah dari sekolah atau tidak. Yang penting, Papa & Mama masih peluk & bercanda sepulang sekolah. Gee...

June 8, 2007

M or M

Satu setrip lagi. Ini sudah yang kedua kalinya sejak dua minggu yang lalu. Padahal udah telat 2 minggu. Kurang lama? Apa saya sudah bebas? Apa ada sesuatu? Entah. Deadline nya diundur lagi, awal Juli.

Btw, kami memang berharap dua saja sudah cukup.

June 6, 2007

Virgin

Kemarin nyempetin lihat Virgin di RCTI. Ceritanya bagus, sarat muatan moral, edukatif, tapi disajikan dalam bentuk sebab akibat. Gimana tidak, hampir seluruh kebobrokan yang bisa dilakukan remaja putri ditampilkan di situ tanpa menjadi film porno, plus akibat-akibatnya yang devastating. Overall, saya cukup puas dengan film itu, dan berpikir untuk mengkoleksinya buat Sisi nanti. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi saya perlu film semacam itu untuk membuka percakapan dengan dia suatu saat nanti kalau sudah waktunya.

Tahu tidak, saya tertarik film ini saat Arman menyetel cuplikannya di salah satu sesi Men's Camp...

May 11, 2007

Another Series, Liu Hulan

Baca di milis FTJE yang memang gado-gado, saya sempat tertarik dengan thread buku yang tidak dijual secara umum berjudul "Kerusuhan Mei 1998 : Fakta, Data dan Analisa". Di thread ini tersebut juga karangan Marga T berjudul "Sekuntum Noszomi" yang ber setting juga di Mei 1998. Hm... tak ada salahnya menambah koleksi Marga T saya yang sudah lumayan banyak, meski tersusun rapi di Salatiga.

Walhasil fun Friday saya habiskan nongkrong di Trimedia Mal Ambasador. Ternyata "Sekuntum Noszomi" nya out of budget! Terdiri dari dua buku @ 55 ribu. Gee... Dengan uang segitu saya jauh lebih memilih "The Bear and The Dragon" nya Tom Clancy. Tapiii... sebelum saya mengangkat novel tebal itu, perhatian saya nyangkut di buku tanggung berwarna merah. Tulisan Lisa See berjudul "Liu Hulan: Flower Net". Baca sekilas di bagian belakangnya, saya langsung jatuh cinta. Ceritanya tak jauh dari Clancy's books, thriler tentang... euh, silakan Googling sahaja, belum baca belum berani kasih review.

Bukunya Tom Clancy nanti saja lah. Siapa tahu ada yang berbaik hati membelikan, atau sekedar meminjamkannya utnuk saya baca.

May 3, 2007

Apa hubungan handuk dengan kue dua keping?

Hari ini saya mendapati kamar hotel yang tak berhanduk. Dalam kondisi kamar yang rapi, saya mengambil konklusi bahwa cleaning services pasti sudah bertandang ke kamar saya. Tapi handuk tak ada! Ah, mungkin mereka lupa.

Beberapa saat setelah mengubungi house keeping, salah seorang stafnya muncul dengan dua handuk dan sepiring kue. Halah! Ternyata dua keping kue inipun lupa mereka taruh di dalam kamar tanpa saya sadari (rutin mereka memang seperti itu).

OK lah, no problem kalau mereka lupa. Eh... Benar lupa? Bukannya mereka "ingat" belum memberi kamar saya kue tanpa saya ingatkan? He...

April 17, 2007

Ujian Nasional

Waktu SD dulu, namanya EBTANAS, kependekan dari... Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Gee... masih inget saya (tanpa tanya mbah Gugel). Tapi sudah lupa bagaimana rasanya. Waktu SMP, tak begitu berkesan pula, meskipun bagi saya soal-soalnya cukup mudah. Weit, bukan sombong, tapi kayaknya hampir semua teman-teman merasakan yang sama. Buktinya, anak-anak SMP Negeri 1 seperti pindah tempat saja ke SMA Negeri 1. Ketemunya ya itu-itu saja. Nah, waktu SMA ini Ujian Negara (begitu dinamakannya sekarang) saya yang paling berkesan. Soalnya susah, dan hasilnya nanti hanya memiliki proporsi sedang untuk masuk ke universitas favorit. Halah...

Apapun, saya sempat kangen dengan suasana sekolah, ulangan (test), libur, ekskul, bolos, jajan, pacaran. Deu...deu... Bayangan rumah besar itu tiba-tiba melompat ke depan pikiranku. Hem...

March 31, 2007

Seniman Seumur Hidup

"Cowok"
"Cewek"
"Cowok"
"...!!!"

Debat kusir itu terjadi dengan sepupu saya, Pramono "Kocak" Budi Santoso. Entah kerasukan apa, dia ngotot kalau Chrisye itu cewek. He... Cuman itu perbedaan kami tentang Chrisye, selebihnya sama: suka lagunya!

Itu dulu, semasa saya kelas 1 SMP (tahun '86). Dan kesukaan akan ke-khas-an suara Chrisye bertahan 21 tahun, lebih malah. Jumat kemarin, dia tutup usia setelah berjuang melawan kanker. Ternyata, bagi Chrisye, merokok tidak ada korelasinya dengan kualitas suara. Saya mengutip ucapan salah satu penyiar radio, "Selamat jalan. Semoga terlahir baru di dunia yang lebih baik".

March 27, 2007

A sampai z

memulai karir di sini dari mengerjakan "A" sampai "z". Akankah mengakhirinya dengan "A" sampai "z" juga?

March 17, 2007

Sungkan

Salah satu poin negatif saya yang belum hilang. Seminggu terakhir ini malah tambah parah. "Sungkan" mendudukkan tamu di lantai, tapi "sungkan" juga pinjam kursi. "Sungkan" membatalkan rencana bersama teman. Heh... semoga tidak bertambah lagi.

Sungkan ini juga sudah membuat hati Yanty panas. Tanya kenapa...

March 4, 2007

Perenungan di 33

"Muter yuk" ajak Yanty sore tadi saat saya ikut ke luar rumah hendak menemaninya menyiram tanaman di pekarangan depan. Well, anak-anak sedang makan malam dengan para pengasuhnya, tak mengapa ditinggal sebentar. Menit selanjutnya kami sudah berjalan-jalan mengitari kompleks, menyusuri jalan ber paving blocks sambil melihat rumah-rumah tetangga, plus berkomentar tentunya. melihat rumah-rumah tertata rapi, kadang diberi kesempatan untuk mengintip dalamnya. Ada yang rapi jali bikin iri, ada juga yang tumpang tindih persis seperti isi truk box extrusi. Kami berdua berakhir di lapangan basket, duduk di bangku sambil melihat bulan cap go meh yang super bulat perlahan mendaki langit yang tumben cerah malam itu.

Beberapa saat terdiam, lalu entah bagaimana Yanty nyeletuk, "Say, keluarga kita ini sudah bisa dibilang settle nggak ya?"
"Kenapa? Tumben tanya. Habis lihat rumah-rumah tetangga tadi ya?..." dan pembicaraan berlanjut.

Tujuan keluarga saya ini sepertinya sudah jelas: berusaha untuk tetap bertahan hidup, memberikan yang terbaik buat anak-anak, dan memasuki masa senior dengan hati lapang dan tenang. Serta nilai tambah jika bisa meningkatkan kesejahteraan dengan beberapa tambahan kebutuhan sekunder dan tersier. Nah, dengan tujuan terukur, rencana-rencana kami pun bisa disusun dengan jelas. Kondisi keuangan bisa diperhitungkan dan diperkirakan sampai beberapa tahun ke depan. Cashflow tiap bulan sangat ketat tapi tetap berjalan dengan rapi meski terkadang plus minus juga.

Itu tadi efek baiknya, efek buruknya jelas ada. Dengan bisa melihat prospek masa depan, saya jadi rada gamang juga. Hehehehe... Selalu berkelebat bermacam pikiran untuk memperbaiki diri, agar lebih tenang. Pengin punya usaha sendiri, pengin punya investasi yang baik, pengin punya... Jazz dan Atom Exec... Hahahahaha...!!!

Balik lagi ke pertanyaan Yanty tadi, saya jawab dengan pasti, "Yes, saat ini bisa dibilang kita sudah settle".

January 30, 2007

Penjelasan Ilmiah?

dokter: belum 100% terbukti sih tapi menikah atau punya anak bisa membantu menekan resiko muncul lagi.
pasien: menikah atau punya anak ya dok?
dokter: iya. kalo punya anak, tingkat resikonya sedikit banyak mengecil. menikah juga. ada kaitan dengan hormonal.
pasien: kalo ada hubungan dengan err.. hormonal, yang dokter maksud sexually activenya, bukan?
dokter: menikah. menikah lalu punya anak akan lebih baik lagi.

Grin... waktu saya baca percakapan ini saya tertawa. Sang dokter sampai sedikit mengorbankan penjelasan ilmiahnya demi etika. Kemungkinan besar memang aktivitas seksual (dan segala reaksi yang mengikutinya) akan mengurangi risiko penyakit ini. Euh, penyakit apa? Tanyalah kepada sang pasien.

Soal penjelasan ilmiah, istri saya selalu menuntut hal ini dari setiap dokter. Ada baiknya sih, dokter-dokter yang suka ngobrol akan menjelaskan panjang lebar dengan bahasa yang kami mengerti & bisa kami terima. Sedangkan dokter-dokter yang "techie" akan menjawab secara medis diktat kedokteran (mengutip dari Sobota? he...) dan kami tambah bingung. Adik saya, dokter umum, kadang memberikan penjelasan tipe ini ke saya. Well, saya tetap sayang dia meski bahasa dewanya kadang muncul. Untuk soal di atas, untung kami belum pernah mengalaminya.

January 29, 2007

Make Your "Each" Day Counts

Entah karena saya orang "cermat", atau hal lain. Saya cenderung merasa bete jika seharian nongkrong di rumah tanpa aktivitas yang saya anggap berarti. So, tidur panjang di waktu libur jelas bukan prioritas kegiatan pengisi liburan saya. Sebenarnya tidak hanya liburan, tapi setiap hari secara tak sadar saya menuntut diri saya sendiri untuk menghasilkan sesuatu.

Self enhancements? Tidak selalu. Seperti dua hari lalu, saya hanya melakukan "bersih-bersih rumah". Tak ada kemajuan dalam diri saya, tapi saya sudah cukup puas, memenuhi kebutuhan saya akan aktivitas. Euh, boro-boro self enhancements, kadang kebutuhan saya yang satu ini hanya menguras isi dompet saja. beberapa bulan yang lalu saya getol "nukang". Dari mencoba membuat tip mobil sendiri (gagal, buang duit) sampai membuat rak penyimpanan setinggi 3 meter (yang ini sukses 100%, meski mengeluarkan uang ratusan ribu). Oh ya, tangan saya pun "gatal" untuk membereskan plumbing di rumah teman saya yang terlihat "asal pasang". Hehehe...

Well, meski bermalas-malasan di tempat tidur (seperti yang biasa istri saya lakukan hampir tiap akhir pekan) bukan hobi saya, but seems sex activities do really counts... :D Peace!

January 23, 2007

Gereja Depan Rumah...?

Ehem, tidak sedekat itu. Judul di atas terlalu hiperbolic. Yang tepat, "Abbalove Ministries; Maret 2007; Akan hadir di Mal Taman Palem Lt. 5". Sungguh menantang. Dulu saat satelit Cengkareng mulai beribadah di Puri Agung, kami sama sekali tak tertarik. Padahal dari Penggembalaan sendiri meng"encourage" agar jemaat Cengkareng & sekitarnya beribadah di situ. Selain tempat yang "tak sebagus Maizonette", komunitas kami pun tak ada yg pindah. Tadi malam, saat pulang dari Carrefour dan membaca spanduk besar itu, Yanty langsung memberi lampu hijau, dan otak saya sudah menghitung cost & benefitnya. Hm... Ada masukan? Komentar dong! Masa' baca doang!

December 24, 2006

Kangen

Setelah satu minggu penuh Eyang, Auntie, & sepupunya di Jakarta, Willi mengantar kepulangan mereka dengan air mata. Deu... anak saya sudah besar. Sejak pagi tadi mewek & merengek terus ingat eyangnya, terkadang tangisnya meledak. Saya masih amatir dalam hal beginian. Disetelin film kesayanganpun tak mempan. Akhirnya, saat tidur siang saya berkata, "...mimpilah ketemu Eyang..." cukup menghiburnya. Hm... Yanty sempat nyeletuk, "Willi persis Papa, melankolis". Aih, benarkah?

December 18, 2006

Hang Loose

Otakku beku. Hari ini tidak bisa berpikir jernih. Perlu refreshing kali ya. Atau karena di rumah lagi banyak orang? 7 dewasa dan 3 anak anak di dalam satu kotak 6x20. Entah... yang aku tahu sekarang otakku tidak bisa berpikir jernih. Pengin melakukan sesuatu yang lain, tapi tidak bisa berpikir mau melakukan apa. Blogging ini pun bukan seperti biasanya, hanya pelampiasan kebekuan otak yang tak bisa berpikir apa-apa. Ehem... blogging buat saya bisa saja dilakukan tanpa aktivitas otak yang serius. Mengalir saja tanpa melihat ke belakang. Euh... ngomong apa tadi saya.

Sudah jam 4 sore. Waktunya pulang. Mungkin saya bisa berpikir lebih jernih saat menghadapi kemacetan lalu lintas Jakarta. Hehehehe.... seperti beberapa minggu lalu saat membahas data client di tengah kemacetan.

Otakku perlu cuti kali... Pusing banget...

Think Far Far Away...

Suntuk di akhir tahun tanpa semangat baru, menyedihkan rasanya. Saya jelas-jelas sedang tidak punya pegangan untuk masa depan finansial keluarga. Entah kenapa, otak malas sekali "merenungkan yang lalu untuk berencana ke masa depan" seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin belum saatnya, mungkin belum tiba waktunya. Mungkin saya masih terlalu lelah dengan segalanya.

Memang pusing sendiri kalau diberi "kemampuan" untuk berpikir jauh ke depan...

October 28, 2006

Mau (Ng)apa(in) Lagi?

Perjalanan mudik 20 jam sudah lewat. Lebaran sudah lewat. Mudik desa lewat. Perayaan ultah Sisi sudah lewat. Reuni SMANSA-89 pun sudah lewat. Tinggal 2 lagi, ultah bokap tanggal 31 dan mudik Jakarta 1 Nop. Berat banget rasanya meninggalkan kota tenang ini. Hem... Saya sudah bete duluan. Yanty? Gee... dia masih belum selesai "mengabsen" rumah makan dan warteg se-Salatiga.

October 17, 2006

Roti Nelangsa

Ini hasil gigitan teman saya (dan ini memang roti dia). Membawanya dari rumah, digigit secuil, dimasukkan kembali ke dalam plastik, dan dia tinggal makan siang keluar kantor. Saya cuman geleng-geleng kepala.

Saya sudah tahu kebiasaan ini sejak dia ngantor bareng saya. Tapi tetap saja merasa geli. Kasihan... apalagi saya suka sekali roti tawar. Hem....

October 2, 2006

Musim Belanja, Musim Diskon

Sedang berpuasa, tapi berjalan-jalan dari satu toko ke toko lainnya dengan ceria. Walau peluh meleleh deras tapi tak menghalangi Ibu itu menggandeng kedua anaknya keluar masuk toko-toko di sepanjang Passer Baroe. Bagi saya hal itu hampir tak mungkin. Tidak berpuasa-pun saya sudah sering complain kalau digeret sana sini sama Yanty di Pasar Baru. Tak peduli dengan label dan pengumuman diskon besar-besaran.

Soal belanja, tak lepas juga dengan belanja online. Barusan saya mengunjungi beberapa "toko online" kegemaran saya. Hem, merekapun menempel papan diskon. Euh.... elektronik diskon juga? Wah... wah... Saya pikir tanpa diskon pun mereka akan mengeruk untung lebih banyak menjelang Hari Raya. Biasalah, ritme bersilaturahmi dengan memamerkan perkakas yang melekat di badan masih berlaku. Dari pakaian, sepatu, handphone, dan mungkin pula kamera digital... hehehehe.... new trendsetter...

Seperti Anindita yang pernah mengaku bahwa lensa tele D50 nya memberi ego boost saat menonton MotoGP, apapun, yang namanya pamer itu sah-sah saja. Apalagi kalau boleh dipinjamkan, berbagi suka, berbagi ilmu. Selamat belanja. Promo Olympus di sini ini jelas menggoda... :D

September 22, 2006

Lebar Jalan v/s Jumlah Kendaraan

Ada desas desus kalau jalur hijau di Jl. Jendral Sudirman bakal dibabat untuk menambah satu atau dua jalur lagi. Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai pendapat yang berbeda-beda. Saya sendiri beranggapan pelebaran jalur itu hanya berdampak singkat saja. Bayangkan, pertambahan jumlah motor di Jakarta tak kurang dari seribu per hari...! (data PDAT, 2003), belum lagi jenis kendaraan lain, belum lagi konsekuensi kemacetan yang bertambah karena terganggu oleh proyek pelebaran jalan ini. Hem, entah lah, saya harap para ahli tata kota dan transportasi kota ini lebih terbuka dan berpandangan jauh ke depan.

Senin lalu, saya mengantri di belakang gerobak nasi goreng, di depan SSQ (Sampoerna Strategic Square). Entah mengapa, dia memilih ikut antri juga daripada menyelinap dan mengambil jalur cepat yang relatif lebih kosong. Mungkin dia sadar kalau gerobaknya tidak termasuk kendaraan yang bisa melaju kencang. Eh, gerobak itu pun bukan kendaraan! Hem... keunikan Jakarta...

September 12, 2006

Wasted Good Resources

Sayang sungguh di sayang. Situs sebagus itu tidak dikelola dengan semestinya. malah kesannya seakan ditinggalkan. Apa hanya menjadi proyek mercusuar saja? Tapi kalo mercusuar itu sudah jadi (bagus lagi) tapi semua orang bisa buang sampah di pekarangannya, apa tercapai tuh tujuan proyeknya?

Kadang saya sampe rada gregetan dengan penanggungjawab situsnya. Saya sudah peringatkan beberapa kali via forum (yang sudah kotor lagi kesekian kalinya tanpa disapu bersih) dan sekali via telepon. Tapi sepertinya mereka sibuk, saran-saran saya via telepon terputus oleh kesibukan mereka lainnya.

Hem, usul:
1. Kalo nggak punya resource yang berkompeten, angkat salah satu member forum jadi admin
2. Upgrade engine yang memang udah bolong sana sini. kalo sudah di deface baru tahu rasa.
3. Sharingkan dengan IT freak yang sepelayanan. Buanyak banget kok.
4. Kalo emang nggak niat, mending shut down aja dulu tuh sementara waktu.


Suer saya sampe gregetan kalo ditelpon "complain" soal situs CMN yang kena junks. Woey...! Saya ngurusin yang punya Barat doang...!!!

July 6, 2006

Salah satu contoh CRM: informative cashier

Tadinya Willi sudah mengambil gantungan kunci ini di booth kasir. Tetapi saat saya melakukan pembayaran, mas yang sedang sibuk mengetik belanjaan Yanty sempat memberitahu saya, "Bapak tidak usah beli ini, nanti bisa dapat kok". Ternyata dengan total belanja dua ratus ribu lebih souvenir tersebut dapat diperoleh secara cuma-cuma di bagian informasi. Hem... sepertinya tidak banyak kasir yang informatif seperti mas tadi. Apalagi dia benar-benar sibuk dengan barang belanjaan Yanty yang sampai puluhan item (murah sih, tapi banyak...).

Satu jempol buat kasir Carrefour Taman Palem.

July 2, 2006

Diancam Dibunuh...!!!

Sekedar membandingkan saja. Web hosting tempat blog ini nangkring membuat promo baru lagi untuk new subscribers. Hanya dengan 132 ribu rupiah sudah bisa mendapatkan Linux US hosting 35MBytes, dan berlaku seterusnya. Hui... sedangkan saya sebagai pelanggan lama harus membayar 168 ribu untuk fasilitas yang sama persis.

Pikir-pikir, cukuplah loyalitas saya di sisi mencari nafkah. Untuk web hosting, lebih baik nomaden saja. Atau cabut pasang di tempat yg sama tak apa kan?

Oh ya, masih sebal dengan tagihan kedua Ardhosting yang super mendadak. Tagihan tanggal 22 Juni 2006 dengan expiration 26 Juni 2006. Belum lagi dengan "Second Notification" dan "Final Notification" yang hari Minggu ini saya terima plus ancaman "SUSPENDED IMMEDIATELY". Duh, tak tahukah billinfo @ ardhosting kalau layanan perbankan tutup semua di hari Minggu? Email complain saya ditanggapi dingin oleh Erwin (ardhosting fin mgr?... owner?). Ternyata hanya tech supportnya saja yang patut diacungi jempol.

June 22, 2006

MP3 Player Seorang Istri

Seorang istri beli MP3 player merek terkenal, pilihan sendiri dengan uang sendiri. Pokoknya bangga banget deh sama MP3 playernya. Eh, hanya dalam waktu dua minggu MP3 player kesayangan itu raib dicopet di kendaraan umum. Sedihnya minta ampun. Di rumah tercenung terus memikirkan MP3 player kesayangan.

Waktu berlalu hingga dia berulang tahun. Sang suami yang memang tidak punya bakat romantis, tiba-tiba memberikan hadiah sebuah MP3 player. Bukan merek terkenal, bentuk biasa saja. Memberikannya pun tak dibungkus sebagaimana layaknya sebuah hadiah. Apalagi ini untuk istri tersayang. Tentu saja sang istri bersuka cita. MP3 player hadiah dari suami dipamerkan ke seluruh orang di kantor.

Waktu berlalu pula. Walau dari suami tersayang, MP3 player ini bukanlah MP3 player kesayangan. Ada saatnya keinginan tak bisa dilawan. Hari itu, MP3 kesayangan datang kembali. Tentu masih dengan uang sendiri. Sang istri kembali bersuka cita. Entah bagaimana nasib MP3 player dari suami. Entah bagaimana perasaan sang suami... jika tahu... kalau diberitahu.

June 19, 2006

Firefox 1.5 Versus Internet Explorer 7 Beta 2

Versus

Tadinya saya ingin menulis perbandingan keduanya, tetapi ternyata topik ini sudah outdated. Yah, lagipula saya pakai IE7Beta2 baru dua jam, itupun paralel dengan Firefox1.5. Saat surfing saya melihat banyak sekali pendukung Firefox. Memang sekilas IE7Beta2 menggotong "hampir" semua fitur Firefox termasuk tabbed browsing, RSS, plugin... ehem, tapi tidak selamanya yang mengekor jadi lebih jelek bukan? So, bagi yang punya Windows 2003 original atau Windows XP original (like me... hehehehe...), silakan mencobanya dari sini...

June 18, 2006

Logika Tiga Tahun

...keduanya menangis saat Willi berbuat tidak baik pada adiknya...
Huh? Maksudnya?
Iya, misal saat Willi memeluk Sisi terlalu keras sampai adiknya menangis, beberapa detik kemudian Willi-pun ikutan menangis. Hua... pengalaman baru bagi kami.

Mungkin rasa bersalah-nya-lah yang membuatnya seperti Itu. Mungkin juga takutnya pada kami. Atau... iri? Nah, ini teori baru.
Mungkin Willi menangis karena marah dengan kami karena saat bermain dan diakhiri dengan tangisan Sisi hampir selalu diakhiri pula dengan pendisiplinan Willi. Sehingga logika kecilnya berkata, "Papa Mama lebih sayang (baca: tak pernah memarahi) dede' Si daripada Aku..." tanpa mengingat sebab & asal mulanya. Jelas, saat mendisiplinnya kami selalu menunjukkan kesalahannya. Tapi dalam usia hampir 3 tahun ini kita masih berbicara pada logika tiga tahun pula.

Lalu?
Yah, sekarang kami mencoba menasehati mereka bersamaan. Mengurangi pembedaan-pembedaan yang tak sengaja kami buat.
Hasilnya?
Kita lihat saja nanti, wong baru satu hari. Atau kalian ada usul?

June 11, 2006

Privacy v/s Beauty

Privasi memang seringkali berbanding terbalik dengan keindahan. Contoh? banyak. Perempuan dengan kaki sempurna akan memilih jeans panjang daripada rok mini saat ia akan naik kendaraan umum. Kantor kedutaan Australia akan lebih terlihat bersahabat tanpa tembok beton lima meternya.

Sama juga saat seorang istri merasa tidak nyaman ketika orang lain bisa mengintip ke dalam rumah melalui kaca di atas jendela. Akhirnya sang suami 'harus' menaikkan rel gorden dan 'kehilangan' estetika ruang tamu. Well, semoga tidak berlangsung lama.

June 1, 2006

Ultah Pancasila ???

Lho, Pancasila berulang tahun hari ini to? Saya baru ngeh ketika membaca berita di Detik hari ini. Googling sebentar, viola! pengetahuan saya bertambah. Ternyata Pancasila itu diutarakan oleh Ir. Soekarno pada pertemuan Komite Persiapan Kemerdekaan 1Juli 1945 (Ralat: 1 Juni 1045, thanks to Devi). Ehem, saya 100% tak ingat apakah materi ini juga diajarkan saat saya masih sekolah dulu.

Setelah mengetahui fakta di atas, perubahan apa yang terjadi pada diri saya? Heh... tak ada. hanya sekedar sharing ketidak tahuan. Siapa tahu ada yang bernasib sama dengan saya.

URL lain ada di sini dan di sini.