{"id":1069,"date":"2011-09-07T09:40:16","date_gmt":"2011-09-07T02:40:16","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2011\/09\/07\/diy_pasang_rada\/"},"modified":"2025-10-08T22:55:48","modified_gmt":"2025-10-08T15:55:48","slug":"diy_pasang_rada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2011\/09\/07\/diy_pasang_rada\/","title":{"rendered":"DIY: Pasang Radar Pompa Air"},"content":{"rendered":"<p>Sering banget ya yang tanya soal pemasangan radar pompa air. Ni di milis Tabloid Rumah ada lagi yang tanya. Well, saya hany aberbagi pengalaman saja dah. Pernah pasang 1 radar untuk 1 pompa, sampai 2 radar untuk 1 pompa. Yang pertama kayaknya nggak ribet-ribet amat, semua plumber mestinya tahu. Untuk yang kedua, diperlukan sedikit ilmu elektronika, memahami cara kerja seungguhnya radar air ini.<br \/>\nBerikut diagram pemasangan 1 radar untuk 1 pompa:<br \/>\n<img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/images\/blog\/pb\/pompa_1_radar.jpg\" width=\"550\" border=\"1\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\"><br \/>\nPompa akan hidup saat kedua bandul radar tergantung di udara. Pompa akan mati saat kedua bandul radar terendam air.<br \/>\nSedangkan untuk pemasangan 2 radar untuk 1 pompa adalah sebagai berikut:<br \/>\n<img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/images\/blog\/pb\/pompa_2_radar.jpg\" width=\"550\" border=\"1\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" class=\"lazyload\"><br \/>\nPompa akan hidup saat kedua bandul radar 2 tergantung di udara DAN kedua bandul radar 1 terendam air. Pompa akan mati saat kedua bandul radar 2 terendam air ATAU saat kedua bandul radar 1 tergantung di udara. Pompa akan tetap mati meskipun kedua bandul radar 2 menggantung di udara apabila kedua bandul radar 1 menggantung di udara. Hal ini memberikan keamanan pada pompa agar tidak menghisap tangki kosong.<br \/>\nBayangkan, diagram 2 itu saya aplikasikan pada sumur terbuka. Jadi tali radar saya ganti dengan tali yang lebih panjang dan mesti buat dudukan radar di atas bibir sumur. Sumur orang tua saya di kampung dalamnya tak sampai tujuh meter. Air jernih mengucur dari dinding-dinding sumur dan berhenti pada kedalaman empat meter. Jadi daya tampung sumur memang terbatas. Tangki air di atas tower cukup besar dan cepat habis karena digunakan untuk lebih dari 10 anak kost&#8230; \ud83d\ude00 Untung kamar mandinya cuma 3 sehingga pompa masih cukup cepat mengisi tangki yang kosong.<br \/>\nUmumnya, radar memiliki 2 pasang sekrup untuk pemasangan kabel. Pasangan A akan terhubung saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terputus saat kedua bandul terendam air. Pasangan B berfungsi kebalikannya, yaitu akan terputus saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terhubung saat kedua bandul terendam di air. Sayangnya, kebanyakan radar yang dijual di pasaran tidak dilengkapi dengan skema yang memadai sehingga kita terpaksa menggunakan multitester untuk mengetahui pasangan-pasangan sekrup tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering banget ya yang tanya soal pemasangan radar pompa air. Ni di milis Tabloid Rumah ada lagi yang tanya. Well, saya hany aberbagi pengalaman saja dah. Pernah pasang 1 radar untuk 1 pompa, sampai 2 radar untuk 1 pompa. Yang pertama kayaknya nggak ribet-ribet amat, semua plumber mestinya tahu. Untuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[104,238,236,237],"class_list":["post-1069","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-diy","tag-do-it-yourself","tag-plumbing","tag-pompa-air","tag-radar-air"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1069"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4878,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1069\/revisions\/4878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}