{"id":1082,"date":"2011-11-02T13:06:57","date_gmt":"2011-11-02T06:06:57","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2011\/11\/02\/kualitas_seoran\/"},"modified":"2015-06-05T14:24:57","modified_gmt":"2015-06-05T07:24:57","slug":"kualitas_seoran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2011\/11\/02\/kualitas_seoran\/","title":{"rendered":"Kualitas Seorang Ayah"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;Yan, elu bisa tungguin di CIkini ga, ambulannya dah brangkat&#8221;<br \/>\n&#8220;Mo nunggu sampe jam brapa? Gue mesti ngurus anak-anak gue, kan ga ada pembantu&#8221;<br \/>\n&#8220;Ya udah! Ga usah!!!&#8221;, telepon ditutup dari sisi sana. Kemudian beberapa SMS istri saya ke mereka pun tak ada tanggapan. &#8220;Lagi marah semua kali sama Eng&#8221; curhatnya pada saya. Saya hanya terdiam.<br \/>\nKasih itu berkorban. Istri saya memang punya kerjaan cukup berat di rumah. Karena tidak ada pembantu, maka praktis seluruh pekerjaan rumah dan anak-anak kami kerjakan berdua dengan istri sebagai komandan. Tanpa dia, saya harus dapat &#8220;memo panduan&#8221; dari dia untuk mengurus semuanya. Kalau dia memprioritaskan ngurusin anak-anak daripada menunggu ambulan yang berangkat dari Cirebon dan nyampe ke Cikini nggak tahu kapan, mestinya maklum dong sodara-sodaranya. Lagipula masih ada sodara lain yang bisa kok. Well, itu sih di satu sisi.<br \/>\nSisi lainnya, tahu nggak siapa yang memble? Ya suaminya!!! Hahaha&#8230;!!! Ngaku dah, saya nggak pernah perform well untuk urusan masak, ngepel, dan yang terparah bantuin anak-anak belajar. Nyapu lantai, cuci baju (pake mesin tentunya), gosok baju, mandiin anak, dan benerin rumah OK lah. Tapi kalau soal guide anak-anak untuk belajar, nyerah duluan. Ujung-ujungnya pasti marah-marah. Istri saya tahu itu, dan anak-anak sedang masa ulangan harian, makanya dia pilih di rumah daripada di Cikini. Coba kalau saya bisa, pastinya dia bakal pilih ke Cikini dengan hati tenang.<br \/>\nMOS: gimana caranya biar jadi &#8220;bapak pengajar yang baik di rumah buat anak-anak kita sendiri&#8221; ? Sharing dong!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Yan, elu bisa tungguin di CIkini ga, ambulannya dah brangkat&#8221; &#8220;Mo nunggu sampe jam brapa? Gue mesti ngurus anak-anak gue, kan ga ada pembantu&#8221; &#8220;Ya udah! Ga usah!!!&#8221;, telepon ditutup dari sisi sana. Kemudian beberapa SMS istri saya ke mereka pun tak ada tanggapan. &#8220;Lagi marah semua kali sama Eng&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1082","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-shouts-whispers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1082"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2328,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1082\/revisions\/2328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}