{"id":16,"date":"2001-06-17T22:39:40","date_gmt":"2001-06-17T15:39:40","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2001\/06\/17\/holy_spirit_is\/"},"modified":"2015-06-05T14:30:13","modified_gmt":"2015-06-05T07:30:13","slug":"holy_spirit_is","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2001\/06\/17\/holy_spirit_is\/","title":{"rendered":"Holy Spirit is here!!!"},"content":{"rendered":"<p>Kami, aku dan Yanty, akhirnya berangkat kebaktian tanpa keraguan. Hanya sedikit<br \/>\nmengantuk saat di perjalanan. Sesampainya di Maizonette, seperti biasa, aku<br \/>\nnaik tangga ke lantai 4 dan Yanty naik lift (payah!&#8230;, he&#8230;.). Bertemu dengan<br \/>\nChandra, teman se-usher dulu yang sekarang berkebaktian di Serpong, memberikan<br \/>\nundangan pernikahannya (ui&#8230;, kita kapan?).<\/p>\n<p>Kebaktian dimulai, dengan pendahuluan yang menyatakan bahwa kebaktian sebelumnya,<br \/>\njam 3 sore, benar-benar seru! Lalu, ada apa sih? Pujian penyembahan dimulai.<br \/>\nDari belakang aku melihat sekilas Arman bersama seorang &#8216;bule&#8217; berjalan ke kursi<br \/>\nbarisan depan. Aku pikir, &quot;wah, interpreter lagi nih&quot;. Terus terang<br \/>\naku nggak begitu suka kalau kebaktian dengan preacher berbahasa Inggris lalu<br \/>\nditerjemahin. Mengganggu! Tapi yah, gimana lagi. Toleransi sama yang lain&#8230;.<br \/>\nAku pikir kebaktian ini akan biasa-biasa saja (padahal setiap kebaktian selalu<br \/>\nberbeda kan! Selalu ada jamahan Allah yang baru!). Ternyata aku keliru.<\/p>\n<p>Dia, si &#8216;bule&#8217;, ternyata David Reedy dari Hillsong Church, Australia. Gee&#8230;<br \/>\nsetelah pujian penyembahan selesai, dia meneruskannya! Dengan talenta seperti<br \/>\nitu, David dipakai Tuhan &#8216;menjamah&#8217; kita semua! Amen! Kita sangat bersuka cita<br \/>\nhari itu. Yang nggak, berarti sedang membawa beban sangat berat ke gereja, he&#8230;.<br \/>\nSempat menyanyikan lagu yang baru akan diliris di album bulan Juli.<\/p>\n<p>David membawakan firman Tuhan dari Kejadian 26, tentang sumur.&#8217;Sumur&#8217; Roh Kudus<br \/>\nyang harus &#8216;digali, dibersihkan, dan dijaga&#8217;. Aku nggak berpanjang lebar soal<br \/>\nini, tapi kotbah ditutup dengan altar call, dengan tiba-tiba. David menunjuk<br \/>\nseseorang di barisan ketiga dari depan, dan bernubuat untuknya. Diteruskan untuk<br \/>\norang kedua, ketiga, keempat, dan akhirnya dia memberikan panggilan bagi siapa<br \/>\nsaja, yang tidak bisa menggali dan menjaga sumur Roh Kudusnya, untuk maju ke<br \/>\ndepan.<\/p>\n<p>Sejak David bernubuat untuk orang pertama, aku merasakan sesuatu. Ada aliran<br \/>\nRoh Kudus di tempat itu. Seseorang pernah berkata, &quot;Jika kamu merasakannya,<br \/>\nikuti! Jangan sampai tertinggal&quot;. Mungkin pernyataan itu bukan untuk diimpelentasikan<br \/>\nsecara harfiah, tapi aku ikuti juga. Aku mulai berdoa, meminta Tuhan untuk dapat<br \/>\nmerasakan kehadiran Roh Kudus di tempat ini. Dan, tiba-tiba aku bergetar, merasakannya.<br \/>\nSama seperti yang pertama kali aku rasakan saat menerima Roh Kudus untuk pertama<br \/>\nkalinya, di Kopeng dulu. Tenteram, damai menyelimutiku.<\/p>\n<p>Dan tiba-tiba sesuatu mendorongku untuk berkata, &quot;Go&#8230; Go&#8230; Go&#8230;&quot;<br \/>\nuntuk Yanty yang duduk di sebelahku. Aku terus berdoa. Hingga suatu saat aku<br \/>\nmerasakan angin saat Yanty bergeser dibelakangku untuk ke depan. Aku terus berdoa,<br \/>\nberbahasa roh, untuk Yanty. Ini benar-benar bukan keinginanku sendiri, tapi<br \/>\nseperti didorong untuk melakukannya. Aku sendiri tidak maju ke depan, hanya<br \/>\nberdiri di barisanku, berdoa, sampai altar call itu selesai.<\/p>\n<p>Aku membuka mataku, Yanty belum kembali ke kursinya, dan di depan sudah hampir<br \/>\nkosong (nggak tau deh ke mana dia). Aku duduk dan merasakan sesuatu yang kurang.<br \/>\nMore !!! I need it more! Sayang kebaktian harus diakhiri. Pujian kolekte hari<br \/>\nitu, yang itu-itu saja, agak membuatku kesal. Untunglah David menutupnya lagi<br \/>\ndengan pujian.<\/p>\n<p>Kebaktian hari itu sungguh luar biasa, dan kami sungguh diberkati.<\/p>\n<p>Catatan akhir:<\/p>\n<ul>\n<li>Matius 7:11b, Yohanes 16:24b, I Yohanes 5:14-15. &#8230;Ia mengabulkan doa kita,<br \/>\njikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.<\/li>\n<li>Bila anda belum mengalami jamahan Roh Kudus, mintalah kepada Tuhan, karena<br \/>\nDia akan &#8216;bekerja dengan indahnya&#8217; dalam dirimu.<\/li>\n<li>Belajarlah mengenali suara Tuhan, yang keluar dari hati kecilmu (kalau perlu,<br \/>\nbaca buku: Mengenal Suara Tuhan, &#8230;)<\/li>\n<li>Great thanks to David Reedy, for your service that day<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kami, aku dan Yanty, akhirnya berangkat kebaktian tanpa keraguan. Hanya sedikit mengantuk saat di perjalanan. Sesampainya di Maizonette, seperti biasa, aku naik tangga ke lantai 4 dan Yanty naik lift (payah!&#8230;, he&#8230;.). Bertemu dengan Chandra, teman se-usher dulu yang sekarang berkebaktian di Serpong, memberikan undangan pernikahannya (ui&#8230;, kita kapan?). Kebaktian&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-16","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-my-life-with-jesus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1955,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16\/revisions\/1955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}