{"id":439,"date":"2006-06-18T06:42:43","date_gmt":"2006-06-17T23:42:43","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2006\/06\/18\/logika_tiga_tah\/"},"modified":"2015-06-05T14:27:51","modified_gmt":"2015-06-05T07:27:51","slug":"logika_tiga_tah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2006\/06\/18\/logika_tiga_tah\/","title":{"rendered":"Logika Tiga Tahun"},"content":{"rendered":"<p><em>&#8230;keduanya menangis saat Willi berbuat tidak baik pada adiknya&#8230;<br \/>\nHuh? Maksudnya?<br \/>\nIya, misal saat Willi memeluk Sisi terlalu keras sampai adiknya menangis, beberapa detik kemudian Willi-pun ikutan menangis. Hua&#8230; pengalaman baru bagi kami.<\/em><br \/>\nMungkin rasa bersalah-nya-lah yang membuatnya seperti Itu. Mungkin juga takutnya pada kami. Atau&#8230; iri? Nah, ini teori baru.<br \/>\nMungkin Willi menangis karena marah dengan kami karena saat bermain dan diakhiri dengan tangisan Sisi hampir selalu diakhiri pula dengan pendisiplinan Willi. Sehingga logika kecilnya berkata, &#8220;Papa Mama lebih sayang (baca: tak pernah memarahi) dede&#8217; Si daripada Aku&#8230;&#8221; tanpa mengingat sebab &#038; asal mulanya. Jelas, saat mendisiplinnya kami selalu menunjukkan kesalahannya. Tapi dalam usia hampir 3 tahun ini kita masih berbicara pada logika tiga tahun pula.<br \/>\n<em>Lalu?<br \/>\nYah, sekarang kami mencoba menasehati mereka bersamaan. Mengurangi pembedaan-pembedaan yang tak sengaja kami buat.<br \/>\nHasilnya?<br \/>\nKita lihat saja nanti, wong baru satu hari. Atau kalian ada usul?<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8230;keduanya menangis saat Willi berbuat tidak baik pada adiknya&#8230; Huh? Maksudnya? Iya, misal saat Willi memeluk Sisi terlalu keras sampai adiknya menangis, beberapa detik kemudian Willi-pun ikutan menangis. Hua&#8230; pengalaman baru bagi kami. Mungkin rasa bersalah-nya-lah yang membuatnya seperti Itu. Mungkin juga takutnya pada kami. Atau&#8230; iri? Nah, ini teori&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-439","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-my-thoughts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2088,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions\/2088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}