{"id":9,"date":"2000-09-26T22:21:11","date_gmt":"2000-09-26T15:21:11","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2000\/09\/26\/if_i_speak_in_t\/"},"modified":"2015-06-05T14:30:13","modified_gmt":"2015-06-05T07:30:13","slug":"if_i_speak_in_t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2000\/09\/26\/if_i_speak_in_t\/","title":{"rendered":"If I speak in the tongues of men and of angels, but have not love, I am a noisy gong or a clanging cymbal"},"content":{"rendered":"<p>Aku nggak tahu kenapa bisa seperti ini, mungkin karena aku menaruh harapan<br \/>\nbesar akan pemulihan keluargaku di jalur cepat. Pada intinya, kasih di hatiku<br \/>\ntertutup dengan ambisiku ini.<\/p>\n<p>Hari Selasa, 26 September 2000, aku terima email dari bapak, isinya gini: <\/p>\n<blockquote>\n<p><em>Hari ini jam 08.35 HP dicopet di bis kecil jurusan ke Kampus dari jalan<br \/>\nSolo (deket RS Bethesda) Yogya. Sorry banget karena itu kan dari Mas. <\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Wah, hand phone bapak hilang! He&#8230; termasuk kartu SIM-nya juga dong, yang<br \/>\nkata orang termasuk nomor unik (+62 816 4881884). Sempat juga kecewa, tapi hanya<br \/>\nsebentar. Pertama, yang menghilangkan bukan aku (egonya&#8230;). Yang kedua, itu<br \/>\nkan hanya barang. Aku ingat dengan Roni, saat jam tangannya dirampok orang di<br \/>\ndepan Roxy Mas. Begitu juga dengan Yanty yang (lagi-lagi) jam tangannya direbut<br \/>\norang, saat pulang kantor, (lagi-lagi) di depan Roxy Mas. Mereka merelakannya<br \/>\nkarena semua berkat kita datang dari Allah. Jadi, hatiku beres saat itu juga.<br \/>\nTapi bagaimana dengan bapak?<\/p>\n<p>Malam harinya aku telpon ke rumah. Ah, nada menyesal dan kecewa yang aku rasakan<br \/>\ndari suara bapak. Aku sampai setengah mati membujuk bapak agar merelakannya.<br \/>\nApalagi beberapa hari yang lalu kita berencana untuk beli satu lagi untuk dipakai<br \/>\nibu, karena akhir-akhir ini mereka berdua sangat aktif berpergian.<\/p>\n<p>Karena hampir putus asa, aku sms adikku. Dia lebih dekat dengan bapak, jadi<br \/>\naku minta tolong dia saja yang telpon. Beberapa saat kemudian, dia telpon balik.<br \/>\nKatanya, dia lebih kawatir dengan ibu. Na&#8230;, aku jadi tambah pusing. Aku telpon<br \/>\nlagi ke rumah. Dari sinilah permasalahan dimulai&#8230;.<\/p>\n<p>Ternyata ibu lebih kecewa lagi. Dari yang aku tangkap, ibu sama sekali tidak<br \/>\nbisa merelakan hilangnya hand phone itu. Ada sesuatu di perkataan ibu yang membuatku<br \/>\nberkata tidak pada tempatnya. Aku bersikap menasehati daripada menghibur. Dan<br \/>\nitu membuat ibu sakit hati, dan memutus hubungan telepon. Wa&#8230;.<\/p>\n<p>Malam itu hatiku berkecamuk. Apa yang salah denganku? Dua jam suntuk berat,<br \/>\naku mulai berdoa, minta hikmat yang lebih lagi dari Tuhan&#8230;, di depanku ada<br \/>\nAlkitab, diary, pena, dan 7110-ku. Tiba-tiba mataku terpaku dengan tulisan pengganti<br \/>\noperator logo di layar 7110-ku, 1 Korintus 13:7, kasih. Ampun! Itu yang salah!<br \/>\nAku tadi menjadi bersikan menasehati karena tidak ada rasa kasih di hatiku.<br \/>\nAku hanya menunjukkan rohaniku saja, tanpa menggunakan kasih sama sekali. Aku<br \/>\nhanya show off! Tuhan telah membuka mataku, hanya dengan kasih aku bisa masuk<br \/>\nke dalam hati orang yang menutup dirinya seperti ibuku. Uh, malam itu aku tidur<br \/>\npagi&#8230;.<\/p>\n<p>Tanggal 12 Oktober 2000 aku ikut LBC-A. Aku &quot;dikuliti&quot; habis-habisan<br \/>\ndi situ, juga disadarkan kalo persoalan hand phone itu belum selesai tanpa pemberesan.<br \/>\nSakit hati itu akan tetap ada dan membesar dan tanpa pemberesan berarti aku<br \/>\ntidak ada perubahan di mata keluargaku. Sebenarnya aku takut ada penolakan.<br \/>\nTapi setelah sesi Hati Nurani berakhir, aku telpon ibu, minta maaf dan,&#8230; it&#8217;s<br \/>\nall going to a better way. God is good all the time.<\/p>\n<p>Catatan akhir: <\/p>\n<ul>\n<li>Akhirnya jadi juga beli 2 hand phone. Punya Yanty (Nokia 6110) dikirim untuk<br \/>\nibu, bapak dan Yanty sekarang pakai Siemens C35. Walaupun keluar uang lebih<br \/>\nbanyak, tapi peristiwa ini memberi berkat buat orang lain juga, kan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku nggak tahu kenapa bisa seperti ini, mungkin karena aku menaruh harapan besar akan pemulihan keluargaku di jalur cepat. Pada intinya, kasih di hatiku tertutup dengan ambisiku ini. Hari Selasa, 26 September 2000, aku terima email dari bapak, isinya gini: Hari ini jam 08.35 HP dicopet di bis kecil jurusan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-my-life-with-jesus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1956,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions\/1956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}