{"id":910,"date":"2009-11-04T06:12:00","date_gmt":"2009-11-03T23:12:00","guid":{"rendered":"http:\/\/adhi.widjajanto.net\/weblog\/index.php\/2009\/11\/04\/spesialkah_no_h\/"},"modified":"2015-06-05T14:26:06","modified_gmt":"2015-06-05T07:26:06","slug":"spesialkah_no_h","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/2009\/11\/04\/spesialkah_no_h\/","title":{"rendered":"Spesialkah No HP mu?"},"content":{"rendered":"<p>No HP saya 081x-xxxx437. Tadi malam dapat miss call dari 081x-xxxx473. He&#8230; Sayang ga kenal&#8230;<br \/>\nOrtu saya malah lebih keren. Beli perdana prabayar dari karyawan operator, dapat no yang berurutan, 081x-xxxx851 &#038; 081x-xxxx852.<br \/>\nOh, soal operator, ada juga tuh modus marketing baru dengan menawarkan no yang sama. Misal si-A punya no 0816-1234567, lalu si-B yang entah karyawan operator atau user biasa menawarkan no 0817-1234567 atau 0811-1234567 atau no sejenis lainnya dengan harga &#8216;lumayan&#8217;. Jaman sekarang punya lebih dari satu nomor GSM sudah biasa, bagus juga kan kalau semua nomor sama.<br \/>\nTahu &#8216;No Cantik&#8217;? Benar-benar marketing gimmick. Saya punya rekanan dengan no HP 0818-88888888. Kalau akan menelpon dia dari HP tak pernah terlihat angkanya. Kalau akan menelpon dari landline malah sering kali bingung sudah cukupkah angka 8-nya? He&#8230; soal kecantikan memang super subyektif.<br \/>\nHe&#8230; Saya pernah baca entah di mana, kalau di beberapa negara no HP melekat pada pemakainya, bukan pada operator. Ada untung ruginya sih&#8230; So, spesialkah no HP mu?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>No HP saya 081x-xxxx437. Tadi malam dapat miss call dari 081x-xxxx473. He&#8230; Sayang ga kenal&#8230; Ortu saya malah lebih keren. Beli perdana prabayar dari karyawan operator, dapat no yang berurutan, 081x-xxxx851 &#038; 081x-xxxx852. Oh, soal operator, ada juga tuh modus marketing baru dengan menawarkan no yang sama. Misal si-A punya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-910","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-my-thoughts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2166,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions\/2166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adhi.widjajanto.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}