Category: DIY

February 7th, 2020 by Adhi Widjajanto

Karena saya hanya pakai mesin kecil untuk NVR, jadi saya kena banyak masalah, banyak error, banyak warning. System saya hanya pakai Intel Atom dan RAM 2GB.

Kemungkinan Crash Saat Mati Listrik

Sudah beberapa kali, kalau mati listrik server tidak bisa boot karena boot loader hilang tak bisa dibaca. Kenapa? dunno, di fsck selalu tidak terdeteksi adanya bad sector. Tapi kalau langsung reformat dan install Ubuntu selalu gagal karena disk tak terdeteksi. Perbaikannya gampang: copot harddisk, colok ke docking station, format ulang pakai Windows. Baru balikin dan install Ubuntu dari awal.

Muncul Warning Buffer Overrun

Tepatnya: Buffer overrun … slow down capture, speed up analysis or increase ring buffer size. Nah kalau ini karena RAM saya yang imut. Kalau ngikut hitungan di link ini, saya harus nge tweak beberapa konfigurasi dengan cara coba-coba yang sangat memakan waktu: gedein mapped memori jadi 70%, gedein image buffer size jadi 100, dan turunin target color space jadi 24.

Posted in DIY, IT Freaks

December 16th, 2019 by Adhi Widjajanto

Teman saya mengeluh klaksonnya hanya bisa berbunyi saat setir diputar 30 derajat ke kanan. Posisi lainnya mati. Oleh bengkel divonis ganti clock spring/ cable reel dengan harga jutaan. Di online shop ada sih cuman beberapa ratus ribu, sempet beli juga, cuman kualitasnya kawe sekian, rada serem pakenya.

Iseng saya cek pin lainnya yang tak terpakai, dan ternyata masih berfungsi. FYI, clockspring Livina ada 11 jalur, dan hanya dipakai 2 untuk airbag dan 1 untuk klakson. Jadi yang putus hanya yang digunakan oleh klakson saja, eh, mungkin. Saya ga sempet cek tuh kabel yang dipakai sama airbag…

Biar cepat, saya pindahkan pin klakson ke lubang sebelahnya.

Soket di sisi bodi mobil. Awalnya di situ, saya pindahkan ke sebelahnya ( no 2 dari bawah).
Soket di sisi tombol klakson/ airbag. Saya pindahkan ke bawahnya (no 4 dari atas).

Semoga awet.

Posted in DIY

November 23rd, 2019 by Adhi Widjajanto

Bulb Osram Silverstar (SVS) yang saya pakai sekarang sudah berumur 5 tahun. Dulu dipasang di Jazz, pakai ballast 50W, memang terang sih tapi bowl projector jadi cepat berkerak. Di BR-V saya pasang bulb yang sama tapi pakai ballast 35W. Kapan hari kepikiran ganti karena sudah berasa redup. Cari-cari akhirnya pilihan jatuh ke Philips X-treme Vision Gen.2 (XV-2).


Philips XV2


Osram SVS


Lux comparison. Left: Osram SVS (5 yrs old). Right: Philips XV2 (brand new)

Unboxings:

Posted in DIY

October 20th, 2019 by Adhi Widjajanto

Why? So much easy to buy, right? No…

1. because I want it to

2. because I can do it… wkwkwk…

This door handle won’t left marks on your walls or other surface for its elasticity.

How?

1. Dril a pair of holes on the cabinet door

2. Cut several cm of plastic hose

3. Insert a rope into the hose

4. Insert the ends to the hole in the cabinet doors

5. Tied them up together

Easy! And cheap too if you use waste materials around your house (I did)

Posted in DIY

May 24th, 2019 by Adhi Widjajanto

Kemarin saya servis mobil, sekalian melihat unit BR-V 2019 di showroom. Bukan setir “jazz” nya yang menarik perhatian, bukan juga seat adjuster atau keyless entry nya, tapi grillnya. Coba lihat:

Grill BR-V 2019 ini lubangnya cukup lebar sehingga seluruh radiator dari kiri sampai kanan tidak terhalang. Bandingkan dengan BR-V 2016 yang tertutup sekitar 8-10cm di setiap sisinya:

So, karena kurang kerjaan (kantor diliburkan karena aksi 22 Mei) saya niat menambahkan 24 lubang lagi as below:

Nah, sekarang radiatornya sepenuhnya terlihat dari depan. Semoga radiatornya jadi lebih adem.

Read more of this article »

Posted in DIY

March 31st, 2019 by Adhi Widjajanto

Mungkin ga banyak yang tahu kalau air intake hose Honda BR-V mengarah ke dalam ruang mesin, persis di atas radiator.

  • Putih: box air filter dengan hose nya
  • Merah: air scoop asli BR-V
  • Biru: radiator
  • Hijau: grill

Hal ini mengakibatkan mesin menerima udara panas dari ruang mesin itu sendiri. Well, mestinya sudah diperhitungkan oleh engineer-engineer Honda. Yakin?

Coba sekarang cek Honda Brio dan Mobilio 2019, grillnya berlubang sehingga mesin mendapat pasokan udara lebih dingin. Engineer Honda melakukan enhancement.

Ga mau kalah, saya melakukan hal yang sama. Cek apa yang saya lakukan:

Read more of this article »

Posted in DIY

March 10th, 2019 by Adhi Widjajanto

Setelah yakin 3DA dan THA-SA berfungsi normal, langkah selanjutnya adalah menyambung tombol cruise di setir, yang sudah saya persiapkan dua tahun yang lalu.

FYI, tombol cruise yang berjumlah 4 tombol dengan 5 kabel sudah saya ubah menjadi tombol multi resistance dan disambung ke head unit sebagai kontrol tambahan dengan hanya 2 kabel. Why? Karena clockspring/ cable reel Honda BR-V hanya punya jalur terbatas.

Karena sudah menggunakan hanya 2 kabel, saya harus membuat interface untuk membaca perbedaan resistansi ke-4 tombol tersebut diubah menjadi 4 kabel sinyal yang akan mensimulasikan tombol di 3DA. Saya pakai Arduino dan relay shield 4 channel.

Setelah interfacenya jadi, saya mem-paralel tombol di 3DA agar dapat disambung ke interface.

Next, rapihkan semuanya dan pasang lagi di mobil untuk dites.

Posted in DIY

March 7th, 2019 by Adhi Widjajanto

Ok, setelah semua wiring siap, saatnya setting dan test. Untuk fitur Throttle Control ikuti cara di manual:

Setelah itu untuk setting cruise, karena akan menggunakan Speed Pulse Adaptor (THA-SA), harus menggunakan mode P-4.

Nah, untuk THA-SA nya sendiri harus disetting juga. Problem lagi, manualnya dalam bahasa Jepang, again, thx to Google Translate:

  • Nyalakan mesin
  • Tekan tombol di THA-SA dan tahan 6 detik, LED akan berkedip cepat
  • Jalankan mobil, LED akan berkedip sedang
  • Saat kecepatan 40kpj, tekan lagi tombol di THA-SA dan tahan 3 detik, LED akan menyala steady.

Ok then, moment of truth, testing.

Next step: sambung tombol cruise Honda ke 3DA.

Posted in DIY

March 7th, 2019 by Adhi Widjajanto

VSS atau Vehicle Speed Sensor untuk BR-V terletak di atas gearbox, di bawah box filter udara. Untuk mengaksesnya harus melepas box filter udara, perlu kunci sok 10 dan 5.5.

Soket VSS ada 3 kabel: putih, abu-abu, dan coklat muda. Yang tengah sudah pasti ground. Baik putih dan coklat terukur 5v saat ignition. Well, saya cari speed pulse dengan cara ini:

So, kabel putih adalah speed pulse, sementara yang coklat muda adalah 5v ignition.

Dengan semangat semua kabel sensor pasti ke ECM, saya cari ujungnya di soket ECM dan tap sambung ke THA-SA.

Posted in DIY

March 3rd, 2019 by Adhi Widjajanto

Saya pakai 3DA, wiringnya seperti di atas. Concernnya cuman satu: kabel merah. Kalau saya sambung sesuai dengan diagram, berarti si 3DA akan nyala terus walau kontak off. Bakal awet kah? Kalau saya sambung ke ACC1 atau ACC2, ada kemungkinan 3DA nya belum ready saat saya (atau orang lain) start engine. Well, untuk yang ini saya sementara sambung sesuai dengan diagram. Next saya akan pindahkan ke ACC2 (On) kabel kuning.

Nah untuk kabel abu saya sambung langsung ke kabel rem sesuai panduan gambar di atas. Mesti tes dulu biar ga salah, kalau ga punya tester, led buat tes sudah disiapkan oleh Pivot.

Untuk kabel pink, reverse wire saya ambil dari head unit karena BR-V pada umumnya sudar ready reverse wire untuk mengaktifkan kamera parkir. Untuk Kenwood, warna kabel ungu strip putih.

Nah, spesial untuk BR-V, ngikut kakaknya Mobilio, VSS dari mobil tidak bisa langsung diumpankan ke 3DA, error mulu. Makanya perlu Speed Pulse Adaptor (THA-SA). Problemnya, manualnya tidak ada yang berbahasa Inggris.

Untung ada Google Translate. Hitam ke ground, kuning ke ACC2, putih ke VSS mobil, hijau Ke VSS di 3DA.

Next step, soal VSS di mobil. Plan ambil sinyal dari speed sensor, lokasinya di atas gearbox, di bawah box air filter. Nunggu ada liburan lagi.

Posted in DIY