Category: Job Loads

March 27th, 2007 by Adhi Widjajanto

Salah satu teman chatting saya beberapa hari belakangan status Y!M nya rada mengerikan: “Resign Masal”. Wah, emangnya berapa persen yang resign sampai dibilang masal?
Pengertian umum, masal bisa diartikan “lebih dari banyak”, “beramai-ramai”. Otak saya menyebutkan “lebih dari separuh populasi” baru bisa disebut masal. Lha kalo resign masal? Wah, mending tutup saja kantor itu. Kecuali memang turnovernya tinggi.
Sama seperti wagon yang saya tumpangi untuk mencari uang ini. Sejak pertama kali masuk tahun 97 memang turnover staff bisa dibilang sangat tinggi. Kemudian menurun pada tahun 2000an. Lalu bersamaan dengan penurunan tingkat kesehatan perusahaan, dibarengi dengan turnover tinggi lagi. Kali ini sungguh ampun. Kerjaan internal banyak, yang berarti need more resources. Sedangkan dengan kondisi finansial yang sedang di bawah begini perusahaan tak mampu menahan qualified staffs dengan better salary. Lalu?
Lah, katanya pengangguran S1 berceceran di kampus-kampus. Bisa dibedakan dua kelompok besar: yang pintar berpandangan luas bercita-cita tinggi serta yang sedang-sedang saja berpandangan pendek untuk menyambung hidup dan cita-cita sesuai dengan realita. Kelompok yang satu seperti kodok, memperlakukan perusahaan kecil sebagai batu loncatan ke batu yang lebih besar, batu yang lebih kuat, sampai mendarat di daratan yang dicapai. Kelompok kedua seperti robot, safety player, loyalitas tinggi (atau karena tak punya visi jauh ke depan?).
Yang pasti, saya sudah berpengalaman punya berbagai teman. Yang dari robot jadi kodok pun ada. So? Dah ngantuk, dah sore. Mo pulang. Intinya: bulan ini ada 42% yang resign dari kantor ini. Ehem…. belum masal…

Posted in Job Loads

December 21st, 2006 by Adhi Widjajanto

Dulu kami berjuang untuk mendapatkan tender itu: data cleansing sebuah layanan publik. Akhirnya ketendang karena kalah murah. Boss saya banting setir, menawarkan jasa gratis… tis… Walaupun saya setuju, tapi dalam hati miris juga. Staff mereka memberikan proposal 14 minggu selesai. Agar lebih fantastis, untuk hampir dua ratus ribu record dengan puluhan field yang berantakan, saya janjikan ke client selesai dalam waktu 20 hari kerja. Whoa…!
Mulai ambil data tanggal 1 November 2006, dikerjakan intensif oleh 3 developer, akhirnya selesai juga walaupun perlu 25 hari kerja. Saya kutipkan email yang sangat bersahabat dari client:
Yth. Pak Hxxxx, Pak Adhi dan Pak Jxxxx,
Saya ingin menyampaikan bahwa data bersih hasil proses data cleansing oleh
tim Bapak telah ditest oleh Lxxxx ke sistem Gxxxx yang baru. Dari
sekitar 160,000 data hanya ada 20 data yang dinyatakan error. Karenanya
maka test terhadap data member Gxxxx dinyatakan berhasil. Untuk itu saya
a/n Gxxxx mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh
tim Ganesha. Selanjutnya karena berdasarkan perkiraan cut-over sistem
akan dilaksanakan sekitar bulan Maret-April, maka mohon dapat dibicarakan
lebih lanjut pelaksanaan data cleansing lanjutan termasuk teknis dan
waktunya.
Sehubungan dengan berhasilnya data cleansing awal, kami merencanakan untuk
mengusulkan apresiasi kepada Ganesha berupa pemberian tiket gratis untuk
tujuan domestik atau Singapura kepada Bapak, Pak Adhi dan Pak Jxxxx Mohon
memberikan data nama lengkap dan tujuan masing-masing yang diinginkan agar
dapat segera kami usulkan ke management.
Demikian disampaikan, terimakasih atas kerjasamanya.
Salam,
Cxxxx

Deu… deu… wondering apakah bisa diuangkan saja atau tidak. Hehehehe… Paling tidak, posisi kami di mata mereka naik lagi setelah beberapa tahun yang lalu ketendang oleh raksasa SAP.

Posted in Job Loads

December 21st, 2006 by Adhi Widjajanto

Aaaarrrggghhh…!!!
Masak binary qmail-smtpd ku diganti sama EnergyMech 2.8 sama orang-orang yang tak bertanggungjawab. Menyebalkan. Ehem, ternyata Solaris kurang ampuh kalau di tangan orang seperti aku. Apa sebaiknya pindah ke jalur Ms ya?

Posted in Job Loads

October 17th, 2006 by Adhi Widjajanto

Approved Vendor List. Saya baru dengar istilah ini, tapi tak heran kalau beberapa end user telah menerapkan kebijakan semacam ini. Hem, menyempitkan persaingan bukan? Terlebih lagi kalau AVL itu hanya terdiri dari dua baris: Judul kolom dan isinya. Gee…
Kemarin saya mendadak diminta menyusun proposal Data Cleansing untuk salah satu ex client. Saking bersemangatnya, saya menyusunnya dalam setengah hari. Tentu dengan bantuan template. Kalau tidak mana bisa. Setelah disetujui oleh boss, langsung saya kirim.
Eh, hari ini boss datang ke cubicle saya dan berkata bahwa kantor ini tidak termasuk dalam AVL mereka. Halah!!! Ini ex-client…! Hem. Usut punya usut, ternyata pendaftaran dalam AVL itu periodik, punya umur, dan mengurusnya pun harus melalui proses yang cukup panjang (dan mungkin menghabiskan uang tidak sedikit). Ah, entah. Yang pasti saya kecewa berat. Nggak jadi lagi main-main dengan data orang.

Posted in Job Loads

October 9th, 2006 by Adhi Widjajanto

Pagi ini saya tak bisa login ke server menggunakan user root. Waduh, apa saya lupa mengganti passwordnya? Tapi saya yakin 100% tak ada jadual penggantian password kok. Pikiran saya langsung jelek: hacked!
Saya lalu mencoba masuk dari console. Useless, password memang sudah terganti. Saya lalu masuk menggunakan user biasa, tapi apa daya, tetap tak bisa mengakses apapun karena privilege root hanya dipegang oleh satu UID. Lalu saya mencoba jalan akhir: mereset password. Untung berhasil, kalau tidak saya terpaksa me-rebuild kembali server yang sudak too complicated itu.
Skenario saya:
1. “Dia” melakukan snoop dari jalur FTP yang (salah saya memang) tidak secure.
2. Setelah dapat user & password FTP, meskipun sudah di jailed di dalam direktori home nya, “dia” bisa ambil, atau paling tidak memasang rootkit.
3. Setelah menunggu saya login local (entah login dengan SSH bisa bolong juga atau tidak), dapat password root
4. Saat weekend, tanpa penjagaan berarti “dia” masuk ke server dengan user root, mengganti password dan entah apa lagi.
Now what? Patch… patch… patch…!

Posted in Job Loads

July 12th, 2006 by Adhi Widjajanto

Happy Anniversary to Us!
When SAS opened for business in 1976, the company had seven employees selling one software program. Today, SAS employs more than 10,000 people in 424 offices worldwide, and our solutions are used at more than 40,000 sites.
As we celebrate our 30th anniversary as the leader in business intelligence – the hottest sector in the software market today – we anticipate an even greater future. SAS has been on the forefront of information technology for 30 years, maintaining an unbroken string of 29 years of growth and profitability. Revenues – totaling $138,000 in 1976 – topped $1.68 billion in 2005. And there’s every indication our growth will continue.
We have you, our customers and our friends, to thank for our unprecedented success. We wouldn’t be here without you.
Here’s to another 30 years!
Shelley Sessoms
Editor, Your SAS Technology Report
Note: taken from The SAS Technology Report for July 2006

Posted in Job Loads

June 2nd, 2006 by Adhi Widjajanto

Ehem, meski sudah bertahun-tahun bekerja di sini, momen terburu-buru dikejar deadline semacam ini baru saya alami… ah… masih bisa dihitung dengan jari. Lho, kok bisa? Oh bisa saja. Pekerjaan kami di sini jarang sekali berhubungan dengan time limit. Sebenarnya sih ada, tapi seringkali time limit itu dilempar jauuuuhh sekali ke masa depan. Gee… kekuatan negosiasi?
Ini kali yang kesekian, saya memang tidak terbiasa dengan deadline sehingga wajar jika saya jadi “sok” sibuk (tapi masih sempat bloggin’). Menuangkan pikiran di otak ke dalam alur byte-byte pemrograman memang tidak segampang menulis blog. Ada aturan-aturan yang lebih kompleks yang membatasi kreativitas otak kita. Terlebih lagi jika tidak hanya satu otak saja yang harus berkontribusi. Ouah… para developer saya sekarang sedang mendinginkan otak di Friday Fun Day Ambasador. Ehem, saya barusan berpikir, mungkin seharusnya saya juga ikut dengan mereka tadi.

Posted in Job Loads

December 10th, 2005 by Adhi Widjajanto

Hem, kemarin satu dari 3 staff ku resign. Meninggalkan segelintir orang untuk menyelesaikan pekerjaan besar. Duh, kepala rasanya berat sekali. Berkali-kali bayangan untuk menyerah itu muncul. Lari, berganti haluan memang lebih mudah. Dengan dalih menyelamatkan diri, sell services to the highest bidder, itu tetap saja lari. Saya memang belum memutuskan apa-apa. Kepala saya masih berat.

Posted in Job Loads

September 21st, 2005 by Adhi Widjajanto

Ugh, akhirnya setelah beberapa kali dicoba akhirnya jalan juga. Sekarang jam PDC ku sinkron dengan asia.pool.ntp.org. Dulu kayaknya susah banget karena dibelakang NAT dan segala tetek bengek yang dipasang di jaringan Internet Lt. 25. Sekarang, hanya dibalik SW2E, konfigurasinya gampang banget.

Read more of this article »

Posted in Job Loads

September 20th, 2005 by Adhi Widjajanto

Pasang sock drat luar ke potongan pipa 1″ pake lem. Sambungkan lagi ke sock drat luar lainnya. Bungkus drat dengan isolasinya. Pasangin stop kran. Pasang sock dobel drat di stop kran setelah dililit dengan isolasi pipa. Pasang water mur di sock dobel drat tadi. Ujung satunya dimasukkan ke sock drat luar. Lalu sambung dengan pipa pendek ke knee 1″ juga.
Gee, itu baru sebagian kecil kerjaan instalasi pipa air di rumah. Sejak direnovasi jalur pipanya dibelokkan kesana kemari sama tukangnya. Bikin aliran air jadi mini. Hari Minggu (bolos lage neh…) betulin pipa & pasang radar air di tandon air. Kayaknya bener-bener seharian nongkrong di antara genting & plafon. Turun ke bawah jam 6 sore (miss my lunch), Willi langsung tunjuk-tunjuk, “kotor… kotor…”. Badanku hitam semua kena debu, jelaga, sarang laba-laba…
Pas dicoba, phew, semua lancar. Air tandon tinggal 1/3 pompa nyala otomatis, penuh mati sendiri. Ntar otomatis nyala lagi kalo tinggal 1/3 lagi. Aliran air kenceng, nyuci lancar. Puas deh.
PS. Ilmu per-pipa-an dapet dari Bokap tercinta…

Posted in Job Loads