January 24th, 2021 by Adhi Widjajanto

Sebenarnya tadi saya pakai hujan-hujanan di Alam Sutera. Kebetulan hujannya cukup deras dan lampu jalan di Alsut Loop sudah dimatikan (sekitar jam 6 kurang). Terangnya superb, tanpa masalah menerangi jalanan aspal yang basah untuk kami bertiga. Sayang tak berani mengeluarkan hape untuk mengambil foto… Hehehe… Berikut foto-foto yang saya ambil sebelum hujan:

Lepas dari kualitas cahayanya, lampu sepeda ini menggunakan LED, sinarnya berwarna putih. Jadi cukup distinctive dengan lampu penerangan jalan dan lampu kendaraan yang biasa berwarna putih kekuningan. Beam patternnya hanya bundar, cenderung spotlight, tidak melebar (sedang berpikir bagaimana caranya agar bisa lebar, pasang lensa tambahan?) Oh ya omong-omong lensa, kaca depan lampu ini berlubang tapi tak sampai tembus ke dalam, mungkin untuk membuat beam patternnya, kotoran bisa mengendap di situ tuh (mesti rajin dibersihkan).

Untuk mode nyala, selain pengaturan tingkat cahaya, ada mode rapid flash dan mode SOS (walau saya kira agak salah, harusnya tiga pendek, tiga panjang, lalu tiga pendek kan?). Diatur dengan menekan lama (satu-satunya) tombol di sisi atas lampu. Tombolnya dari karet silikon tebal, dan berukuran kecil, agak susah ditekan. Saya perlu pakai ujung kuku jempol.

Bobotnya lumayan berasa di telapak tangan. Bisa jadi tidak menjadi favorit pecinta sepeda ringan. Mungkin karena casingnya aluminium (bukan plastik) dan baterainya cukup besar (lupa berapa mAH, ada di brosurnya sih). Colokan charger USB-C, disertai dengan kabel charger. Waktu charging di brosur tertulis 6 jam. Entah benar tidak, saya charge semalaman, pagi jam 5 sudsh full (lampu indikator di tombol berubah dari merah menjadi hijau).

Bike mount nya cukup bagus. Pakai baut yang mudah dilepas pasang menggunakan tangan. Lampunya sendiri dapat secara mudah dilepas dari mountnya.

Summary: buat saya, worth to buy.

Posted in My Thoughts, Shouts & Whispers Tagged with: , , , , , ,