Headlamp Upgrade: HID Retrofit Part 2

Ga puas saya dengan hasil kerja installernya. Banyak debu dan cutoff miring! Hoho… ternyata salah satu teman saya yang retrofit dengan installer yang sama malah lebih parah: banyak debu, miring, dan ada sidik jari pada lensanya! Wakakakaka… punya saya ternyata masih lebih bersih. Penempatan ballast dan wiring yang “sekenanya” itu sudah saya bereskan beberapa minggu lalu. Sekarang setelah dapat hot gun (beli di perkakasku.com kok ya pas diskon 250rb jadi 200rb) saya memberanikan diri membuka sealant mika headlampnya.
Sebelum itu, demi mendapatkan hasil yang measurable, saya benar-benar mengukurnya dengan se-presisi mungkin. Mobil diatur posisi horisontalnya dengan bantuan dongkrak dan water pas dari selang air (ingat hukum bernoulli?), lalu diatur parkirnya tegak lurus dengan tembok yang saya jadikan ukuran dengan bantuan garis-garis lantai. Headlamp dinyalakan dan saya mula menandai titik-titik awal cutoff untuk masing-masing headlamp. Setelah itu saya mulai “menggambar” di tembok posisi-posisi yang saya inginkan: jarak antar titik cahaya sama dengan jarak headlamp, dan sejajar satu dengan lainnya. Setelah semuanya tergambar dengan rapi di tembok, barulah saya lepas kedua headlamp.
Dengan rujukan teman-teman dari trit retrofit di Kaskus, akhirnya bisa juga headlamp itu terbuka. Hanya dengan memanasinya melingkar beberapa kali sampai reflektornya benar-benar panas, lalu tinggal tarik saja dari ujung paling runcing (dekat sign lamp). Setelah ujung terangkat, selebihnya mudah, hot gun tinggal diarahkan pada bagian yang belum terbuka & beberapa detik saja sudah lepas dengan sendirinya. Sebenarnya tak perlu congkel-congkel seperti yang dilakukan installer saya itu. Huh! Tahu mudah seperti ini mungkin saya akan melakukannya sendiri. Hm… my next car… hopefully… 😀

Setelah semuanya terbuka, saya bongkar juga projectornya dan membersihkannya, hanya dengan MF saja tanpa obat apapun dengan asumsi barangnya masih bersih. Cukup lah, tanpa dilap pun, ditiup dengan lens blower yang saya biasa pakai untuk lensa kamera juga sudah bersih. Setelah semuanya dikembalikan, saya mulai atur lagi cutoff projectornya sesuai dengan gambar di tembok. Adjust rotasi perlu dilakukan dengan memutar projector, sedangkan gerakan atas bawah kiri kanan saya mengaturnya dari baut-baut bawaan headlamp dengan kunci nomor 10. Puas? Banget!!! Ini yang saya dapat:

Setelah cutoff rapi, saya bersihkan lagi reflektor, shroud, lensa, dan mika. Lap dengan MF, dan tiup dengan lens blower. Habis itu saya mulai panaskan lagi sealant pada reflektor dengan menggunakan hot gun sampai mencair (tes dengan menempelkan obeng pada sealant). Saya juga memanaskan sealant yang menempel pada mika, karena hanya sedikit saya panaskan sebentar saja. Setelah itu cepat-cepat saya tutupkan mika pada reflektornya. Panas! Perlu sarung tangan! Setelah sekrup-sekrup pengencang dikembalikan, saya muai seal melingkar seluruh sambungan antara reflektor dan mika. Karena installer awal membukanya dengan congkel-congkel, saya takut ada air merembes dari situ. Fully sealed? Sebagai jaminan, saya tembak lagi dengan panas hot gun agar sealant benar-benar masuk ke celah-celah yang masih belum tertutup.
Balikkan lagi ke mobil, test dan selesai.

May 21st, 2012 by