DIY: Retrofit Projector FX-R di Honda Vario 125, JnC Method (Adjustable)

Karena sudah terbiasa melihat yang terang-terang (di mobil pakai projector mh1), pakai bulb 25w x 2 punya Vario ini berasa “kurang”. Pas di Kaskus ada yang “salah beli” projector FX-R V1 dan dijual murah, langsung saya sikat satu.
Bahan

  • Projector: FX-R V1
  • Bulb: CNLight D2S 4300K 35W
  • Ballast: Hylux 35W
  • Accessories: None

HowTo
Langkah pertama: copot headlamp dari motor, lepas mika pake bantuan hot gun, lepas reflektor, bikin plat dudukan projie (tar ada gambarnya di bawah), fitting projie, bobok housing dan reflektor seperlunya (tar bisa dibobok lagi kalo kurang).



Lingkaran biru itu mounting projie ke reflektor. Jadi pas reflektor gerak naik turun projie juga ikutan gerak.

Lingkaran merah itu mounting projie ke plat. Bikin lubang di plat berbentuk oval miring agar nanti projie bisa diputar sedikit untuk adjust horisontal cutoff. Lingkaran biru itu mounting projie ke reflektor yang udah dijelasin di atas, lingkaran kuning itu mounting plat ke reflektor pake baut pivot asli bawaan headlamp.

Kotak hijau itu bentuk platnya. Mesti di trimming bagian atasnya agar tidak menyentuh housing dan trim bagian bawah agar tidak menyentuh bowl reflektor dan bowl projie. Lingkaran merah, kuning, dan biru itu posisi mounting yang udah dijelasin di 2 gambar sebelumnya.

Ini baut mountingnya. Pake baut nomor 7, karena gapunya ring diganti pake baut yang gedean buat gantiin ring.

Painted black, karena emang niat ga pake shroud, biar ga gitu kentara dalemannya.
Setelah dapat bentuk seperti di atas, semua dirakit kembali kecuali mikanya, lalu dipasang di atas motor termasuk ballast, cable set, dan sebagainya untuk setting cutoff. Karena semua pakai baut, setting jadi lebih mudah. Kalau sudah dapat posisi yang pas, kencangkan baut projie ke plat dan baut projie ke reflektor lalu seal dengan lem epoxy agar yakin tidak ada yang bergerak lagi. Setelah kering, bongkar semua untuk finishing.

Geser lubang pantat bulb biar sesuai dengan posisi pantat projie. Nambalnya pake kawat kasa parabola (yang gampang dibentuk) lalu dilapis dengan lem epoxy.


Housing tampak depan dan belakang setelah ditutup dengan kawat kasa dan lem epoxy.

Tutup karet asli terpasang setelah dilubangi bagian belakangnya untuk jalur keluar kabel konektor d2s. Kabel hi beam ke solenoid dilewatkan melalui lubang asli kabel.

Mika terpasang dengan bantuan hot gun setelah semua parts dibersihkan.

Woops! Dudukan d2s nonjok ke dalam box aki! (tanda kotak warna merah) Ada dua opsi: memajukan projie (bongkar ulang, sudah saya lakukan dan hanya bisa maju setengah senti) atau geser aki.

Plat dudukan aki bagian kiri (projie di bagian kanan) dipotong vertikal, kemudian semua plat diluruskan. Setelah itu aki dimasukkan kembali untuk diukur pergeserannya (perlu sekitar 2cm). Plat bagian depan dan bawah dibengkokkan kembali sesuai ukuran aki, plat bagian belakang dibiarkan lurus agar box sekering tetap bisa terpasang pada tempat aslinya.

Hasil geser aki. Bagian atasnya diganjal agar aki tidak bergeser-geser.

Posisi penempatan ballast. Pasang di sayap menggunakan double tape (3M) agar tidak mengganggu mekanik saat servis. Cuma ada kekurangannya, kemungkinan plastik sayap berubah warna/ bentuk karena kepanasan.

Terpasang… 😀

Nyala…


Low beam dan hi beam di tembok…

Posisi cutoff saat dinaiki satu orang (73kg, shock YSS Hybrid 330)

Posisi cutoff saat dinaiki berboncengan (73kg depan, 69kg belakang, shock YSS Hybrid 330). Bandingkan posisi cutoff (ditandai dengan panah merah) dengan gambar sebelumnya.
Catatan dan PR

  • Karena dua kali bongkar untuk memajukan projie (walau tetap mentok aki), akhirnya lensa projie mentok mika kalau mau dinaikkan lagi :hammers. Cuma dipikir cutoff segitu cukup lah, apa lagi mau dipakai berboncengan terus.
  • Lubang hawa asli headlamp dirasa kurang besar. Setelah pemakaian 1 – 2 jam mika terasa cukup panas (walau masih tidak sepanas mika bagian kiri yang masih ditembak bulb halogen 25W).
  • Lampu senja semua dimatikan karena useless (kalah terang sama projienya)
  • Mesti pasang sakelar on/off khusus untuk projienya agar lebih awet. Lagipula untuk siang hari cukup pakai bulb halogen (atau diganti saja bulbnya dengan LED agar lebih irit daya listrik).
  • Rencana mau pasang relay tambahan untuk mengatur saat projie nyala, bulb halogen mati, vice versa.
April 24th, 2013 by