Rekor baru buat PLN di rumah saya: mati listrik dari kemarin sore jam 16.00, sampai pagi ini saya tinggal berangkat kantor pun belum menampakkan batang hidungnya (seandainya mereka punya). Kendalanya, rumah saya (dan pastinya kebanyakan rumah juga serupa) sangat bergantung pada listrik. Cuci baju (untung ga/ blom punya dishwasher), gosok baju, pompa air (semua plumbing nyambung ke toren atas), dan pastinya air conditioning (AC dan kipas) plus lampu.
Kendala utama sebenarnya anak-anak. Mereka sedang UAS. Bukan soal belum belajarnya (istri rela cuti untuk mengajar anak-anak) karena sudah dilakukan sepulang sekolah, tapi soal tak bisa tidurnya. Karena kamar panas, mereka tidur di depan pintu rumah, yang walaupun baru bulan lalu saya ganti kawat nyamuknya, tetap saja mereka (nyamuknya) berpesta pora. Istri saya yang jagain mereka menabok muncrat puluhan nyamuk (proof paginya lantai banyak bercak merah). Saya yang kebagian jagain Rara di dalam kamar tak mendapat kunjungan penghisap darah, tapi tangan saya pegal karena harus mengipasi Rara sepanjang malam. Ga tidur dong? Tepat sekali!
SLA PLN berapa sih? Eeehhh… emang ada? Hahaha… Secara garis besar, tugas PLN hanyalah mengamalkan UUD 45 Pasal 33 ayat 3: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kalau ada kendala, ya harap maklum, sabar, jangan teriak-teriak mentang-mentang sudah bayar terus mau nyala terus-terusan. Heh… begitu ya? Entah, saya cuma rakyat biasa yang tak begitu (dan sering tak ambil pusing) tentang peraturan dan komitmen entiti pemerintahan. Ego saya cuman bilang: Woooiii…!!! Nyalain dooonnnggg…!!!
Jadi mampus gara-gara ini?

Rekor PLN: Mati Listrik 12 Jam Lebih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.