Antara “Biasa” dan “Bisa”

Akhir tahun lalu isi ComPro berubah drastis. Yang tadinya secara gamblang menjelaskan “yang biasa kita lakukan“, ComPro baru menorehkan “yang bisa kita lakukan“. Well, sepertinya hanya saya saja yang belum pernah role playing present ComPro baru itu. Why? Karena saya belum dapet feel nya. That’s me, ga bisa present slide hanya dengan baca doang tanpa memahami isinya.

Sekarang sudah akhir tahun, dan sampai saat ini kami masih melakukan apa yang biasa kami lakukan, walau dengan percepatan logaritmik. Tapi tetap saja, “yang bisa kita lakukan” itu belum terlaksana. Sampai seminggu lalu, saya dapat kesempatan untuk mencobanya. Beresiko? Jelas. Bisa rugi? Bisa lah. New experiences? Definitely! So?

Ternyata ada yang tidak berani ambil risiko. Mungkin lupa dengan ComPro nya. Mungkin karena udah masuk Q4 buat closingan 2019, menghindari rapor merah. Entah. Yang jelas bikin mood saya terbanting keras ke bawah. Udah perlu libur akhir tahun sepertinya. #YukTouring

Tahun 2020 mungkin ada baiknya ngaca lagi, buat revisi ComPro. Siapa tahu kita bisa menjadi lebih baik jika melakukan apa yang biasa kita lakukan, dengan semangat dan ke-pede-an logaritmik.

November 19th, 2019 by