Review: Wireless Router Tenda AC6 AC1200

Oke, kondisi sebelumnya saya pakai router ZTE F609 bawaan ISP. Karena di rumah ada sekitar belasan wireless clients (dari IP camera, hape, notebook, pc, dan android tv box), saya berpikir untuk membagi beban dengan D-Link DIR-612 sebagai access point, plus sinyalnya lebih kuat dari F609. Cuman ada kendala, client yang terhubung ke SSID nya tak pernah bisa dapat IP (DHCP server ada di F609). Engineer di kantor bilang, ada beberapa router memblokir traffic DHCP, wow… Perlu di find out later.

So, karena ada kendala di atas, saya berpikir solusi alternatif: naik ke Wireless AC, dan configure dengan dua subnet jika problem DHCP masih muncul. Paling tidak, tujuan utama saya untuk membagi beban tercapai. Ada kandidat router AC yang murah: Tenda AC6 AC1200.

Review Minus:

  • Konfigurasi DHCP, tidak bisa atur default gateway. Kalau bisa set default gateway, bisa saya arahkan ke IP F609. Hilang lah kesempatan satu subnet.
  • Saat pertama dipasang, sinyal 2.4G nya lebih lemah dari F609, dan jelas lebih lemah dari DIR-612. Sudah diotak atik buat ubah arah antenna, ubah ke smaller bandwidth, etc, tetap segitu saja. Namun entah kenapa, pada pengukuran keesokan harinya sinyalnya jadi paling kuat. Lumayan. Sinyal 5G nya selalu lebih rendah dari 2.4G nya. Memang begitu kah?

Review Plus:

  • SSID untuk 2.4G dan 5G dipisah, tapi mau di kasih nama sama pun bisa.
  • Penjadwalan untuk WiFi On/Off dengan opsi 24 jam 7 hari. Ini cocok untuk dipakai di lokasi dengan jadwal aktifitas yang tetap, seperti sekolah.
  • Bisa jadi extender (repeater), tapi saya belum coba.
  • Beamforming. Well, katanya bisa membesarkan sinyal ke arah gadget. Perlu dicari tahu cara kerjanya gimana, waktu tes sih ga ngefek. Sinyal tetap kalah sama F609.
  • AP Mode. Ini fitur yang saya pengen ga ada, karena bisa memberi saya opsi satu subnet dua WiFi tapi fitur VPN, Parental Control, Bandwidth Control, dan Virtual Server jadi disabled. Namun untuk user lain, hal ini bisa jadi kelebihan karena bisa menambahkan opsi Wireless AC untuk router lama dengan fitur berjibun.
  • Guest network yang dapat diaktifkan dengan timer (aktif 4 jam, 8 jam, atau selamanya). Sangat bagus jika user kedatangan tamu dan ingin berbagi Internet tanpa memberikan akses utama. Bandwidth nya pun bisa dibatasi.
  • Parental Control. Ini fitur dahsyat, sangat membantu orang tua untuk mengatur setiap device (by MAC address): fitur penjadwalan 24 jam 7 hari, serta blacklist/ whitelist website dengan keywords (walau jika https saya ga yakin bisa terblokir).
  • Bandwidth Control. Ini juga per device, mengatur upload dan download limit.
  • Tenda App, mengatur router dari Internet, bagi user yang tak mendapatkan public IP dari ISP. Bagi saya, ini seperti menyerahkan gateway Internet kita ke Pemerintah Cina. Jadi buat saya ini fitur minus. Untung bisa dimatikan (really? gimana ceknya?)

Fitur lainnya menurut saya standard, plus minus lah jika dibandingkan dengan F609. So, konklusi: Tenda AC6 ini cocok buat yang memerlukan kontrol lebih, tapi tidak buat performance gainer. Berikut signal perangkat saya diukur jarak 5 meter dari perangkat, menggunakan aplikasi WiFi Analyzer di Lenovo Yoga 720:

Kiri ke kanan: D-Link DIR-612, Tenda AC6 (2,4G), ZTE F609.
Garis horisontal biru: Tenda AC6 (5G)

Diukur dari jarak 8 meter menggunakan aplikasi Net Analyzer di Redmi Note 8 Pro:

Channel 2: AC6, Channel 1: DIR-612, Channel 6: F609

Berikut beberapa skrinsut admin Tenda AC6:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.