Alias, Nama Panggilan, A.K.A...
Nama "Daniel" dipanggil "Kuda Nil"... Nama "Kathryn" dipanggil "Keriting"... dan masih banyak lagi alias-alias di sekolah ini. Sepertinya para guru juga membiarkannya, terlihat dari pencantuman nama-nama itu di Buku Tahunan, yah, paling tidak di kelas-kelas akhir (6, 9, 12).
Nama panggilan, atau julukan, waktu dulu sering dipakai untuk menyindir atau mendiskriminasi seseorang. Seperti "Ndut", "Kribo", sampai "Cina". Cuman kalau julukan (misal) "Cina" itu dipakai di lingkungan mayoritas Cina, hasilnya jadi beda. Punya julukan berarti diterima di komunitas. Punya julukan berarti "di atas rata-rata".
Sabtu lalu berkesempatan "hang out" dengan teman-teman Willi setelah mereka bermain di Kidzania. Ngobrol sambil makan memang bisa membuka kecanggungan, sekedar memastikan si Vincensius tetap cuek waktu disorakin, di dalam Kidzania, sama teman-temannya, "Ingus...! Ingus...! Ingus...!" :D
P.S. 4 adults, ngawal belasan anak kelas 3 SD: capeee... beuh...









Kalau lihat yang satu ini, saya nyerah deh. Kreativitas saya kayaknya berbanding terbalik dengan usia. Willi membangunnya gampang saja kelihatannya. Pasang sini situ, kadang minta tolong untuk melepas parts yang susah. Hem... tapi Lego itu spesifik. Coba kalau dihadapkan dengan Bricks mungkin dia akan bengong seperti waktu dulu menghadapi Duplo. Kalau dengan Technic or City rasanya masih sama dengan Lego Willi lainnya. Bionicle? Entah. Saya sendiri lebih familiar dengan Bricks, soalnya jaman dulu adanya cuman itu sih... :D


Met ulang tahun Sayang...! masih kiyip-kiyip dibangunkan pagi buat tiup lilin & birthday blessing, kebiasaan yang tak terpisahkan. Kue ulang tahun kali ini simpel aja, 12 Dunkin Donuts. Hee... ini bukan karena kurang persiapan, tapi emang sengaja. Hari ini pun nggak ada acara buka kado. Habis tiup lilin, blessed, Willi langsung mencaplok satu donatnya, sedikit lupa dengan minta kado. Hee... padahal sebelumnya dah mewek saat diingatkan kalau buka kadonya hari Sabtu. Yep, makan-makannya ntar Sabtu di rumah. Ada yg mo dateng? Nasi tumpeng Hendrawan lho... RSVP dulu yah, dan belum tentu kebagian... hehehehe...









Memang rada susah. Apalagi saya hanya punya EOS yang berat. Ehm... mungkin perlu beli (duh...) yang rada simpel. Nggak perlu imut, tapi simpel, gampang dipegang anak-anak.










Saat April lalu dr. Senyum (yeup, itu namanya) bilang kalau mata Sisi bermasalah cenderung ke strabismus, di bayangan kami 'hanya' disibukkan dengan terapi berulang-ulang.










