www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

January 5, 2009

PR

Buset dah. Kayak kejar setoran saja. Ini hari pertama anak-anak masuk sekolah. Pulang-pulang sudah bawa PR setumpuk. Hehehe... Nggak apa-apa juga sih, buat anak-anak, sekolah sudah ditunggu-tunggu sejak lama. "Liburnya kelamaan", katanya. Deu...

December 1, 2008

Gendong Sisi?

Kemarin sore, dia bilang, "Ma... Willi udah bisa gendong De' Sisi lho".
"Mana coba..."
Willi langsung memeluk adiknya, dan reflek Sisi pun melompat ke gendongan kakaknya. Whaa...!!!

November 27, 2008

Empati

Malam itu hujan sangat deras. Rumah yang beratap asbes di lantai dua bergemuruh kencang. Sisi sudah ketakutan setengah mati, merengek, kemudian menangis kencang. Kedua orang tuanya malah semakin terlena dengan deru hujan.

"Klek... brak...!" Kakaknya membuka pintunya, lalu menuju kamar adiknya dan mengajaknya tidur bersebelahan di kamarnya. Orang tuanya terbangun karena gedubrakan pintu, mengintip sedikit dan tersenyum...

Willi sudah besar...

November 21, 2008

Belajar Motret

Memang rada susah. Apalagi saya hanya punya EOS yang berat. Ehm... mungkin perlu beli (duh...) yang rada simpel. Nggak perlu imut, tapi simpel, gampang dipegang anak-anak.

Well, Canon A series saya pikir cukup ya. Kalau kayak Ixus atau Lumix, meskipun kecil dan bagus kok sepertinya terlalu kecil buat anak-anak. Lho, bener!, Terlalu kecil bisa bikin anak bingung. So, ada ide kamera yang sesuai untuk anak 6 tahun?

PS. Situs ini cukup membuat mata saya terbuka...

November 6, 2008

Kampung... nya Eyang yang Ulang Tahun

Salah satu tugas sekolah Willi tanggal 31 Oktober lalu: Buat kalimat dengan kata kampung. Lalu Willi menulis, 'eyang hari ini ulang tahun di kampung'. Ngekek saya bacanya. Memang pagi harinya kami sempatkan beramai-ramai telpon ke Eyang yang berulang tahun ke-61.

Oh ya, happy birthday Dad! Best wishes for u!

October 24, 2008

Sisi 3rd Birthday


left: just wake up, still in sleep-awake shift mode...
right: a second to blow the candle...


another dapur cokelat cake, very hard & stiff...


us @ original appearances no one have bath yet...

Happy birthday my dear little princess!!!

October 16, 2008

Airport

Yang ini cukup bikin saya sedikit bengong. Willi itu baru empat kali nongkrong di boarding room. Yang pertama saat dia berumur 3 tahun, yang kedua saat 4 tahun. Sekarang dia sudah 5 jalan 6 dan detailnya masih terpapar di kertas itu kemarin sore...

Dia tunjukkan pesawatnya, truk bahan bakar (obviously, he really likes special vehicles), tangga pesawat, bus penumpang, helikopter... apa lagi?

P.S.
Soal tulisan di bawahnya itu... no comment :D

Race Circuit

Gara-gara keseringan nonton F1 sama saya kali... :D

September 12, 2008

Komik Pertama Willi

"Papa... besok ceritain ke temen Papa yaa..."
"Gambar apa ni Kak?"
"Ini twister..." sambil nunjuk gambar pertama. "Lalu twisternya sedot mobil, rumah... ada orangnya juga... lalu ini rumahnya kesambar petir..."
Saya cuman melongo. Malamnya Yanty tanya ke saya, "yang bikin panahnya siapa?"
"Dia sendiri... aku terima jadi". Yanty ikutan terpesona.

August 6, 2008

Willi @ Hermina

Photo archives, buat yang iseng...




Hari Minggu pagi, sudah rada tenang tapi bawah perut masih sakit. Bosan mainan Lego lalu jalan-jalan lihat kamar bayi


Selasa pagi, nafsu makan sudah kembali ke titik normal... normalnya Willi lho...


July 28, 2008

Mata Sisi: Bajak Laut 3 Bulan

Sabtu kemarin, sebelum "nyasar" ke Grand Indonesia, kami berempat (sekarang Willi ikut) bertemu dengan Dr. Gusti G. Suardana, SpM. di Jakarta Eye Center, Menteng. Kami terpaksa jalan kaki sekitar 100 meter karena mereka tak menyediakan lahan parkir.

Sampai di atas ternyata ramai sekali! Pelayanannya sedikit lebih sederhana dibandingkan KMN, tapi dengan standard yang serupa. Sisi dilayani setelah menunggu cukup lama. Dokternya cukup baik, dan terpesona oleh kesigapan Sisi naik sendiri ke bangku periksa, bertumpu di kedua lututnya, dan memposisikan matanya pas di depan lensa. Dr. Gusti sampai meminta saya untuk memotret dia dan Sisi menggunakan kamera HP nya. "Mau saya tunjukkan ke lainnya, begini lho seharusnya..." Saya dan Yanty sampai tak bisa menahan tawa.

Hasil periksanya, Mata Sisi 1.25 plus (yang berarti tak bisa terapi dengan kaca mata), miring 40 derajat intermittent. Terapi tutup mata sebelah bergantian selama 3 bulan, setelah itu periksa lagi. Kalau tak ada perubahan, surgery pada usia 6 tahun.

Well, kami puas dengan solusinya. Tutup mata bajak lautnya 120 ribu isi 20 dan full color!

June 26, 2008

Mata Sisi: Tambah opini, tambah bingung

Rabu kemarin kami ke R.S. Mitra Kelapa Gading, untuk opini ke-5 mata Sisi dari Dr. Lumongga. Pertama melihatnya saya sudah langsung comfort. Setua ibu saya, rasanya jelas beda.

Proses pemeriksaannya persis sama di KMN. Seperti sudah terlatih, Sisi lompat sendiri ke atas kursi periksa, membuat Dr. Lumongga dan asistennya sedikit terpana. Sama sekali tak merepotkan, kooperatif saat diperiksa, membuat ibu dokter ini nyaman memeriksanya. Lebih cepat, tapi hasilnya mengejutkan: "nggak perlu diapa-apain" Heee???

Puluhan "tapi" sudah berada di ujung mulut, yang keluar hanya beberapa saja. Intinya, biarin saja dulu. Kalau julingnya sudah bertambah sering baru ke dokter lagi. term bertambah sering itu kan relatif! Saya tanya kuantitatifnya, beliau malah mengembalikannya kepada saya. Huu...

Pulang, bukannya jadi lega malah tambah bingung. Pendapat kedua dokter itu berbeda ekstrim sekali. Tak masuk di logika saya. Hm... saya tahu kedokteran itu bukan ilmu pasti, tapi apakah sampai bisa beda 180 derajat seperti itu? Dr. Lumongga malah merujuk ke Dr. Hadi, salah satu kolega Dr. Soeharnila untuk opini selanjutnya sekiranya saya belum puas. Huaaa...!!!

Sejak tadi malam migren saya tambah kencang saja...

June 23, 2008

Kungfu Panda

Ini kali kedua buat Willi, pertama buat Sisi: nonton di bioskop. Kami pilih bioskop baru di Pluit Junction, dengan konsep studio kecil tapi banyak, memberikan kesan lebih eksklusif dari studio kebanyakan yang terkadang hampir mirip dengan MisBar.

Sampai bertiga jam 5 sore, antri untuk jam 6 sudah hampir setengah posisi favorit terisi. Akhirnya harus mengalah di C1 - C4, pinggir. Yanty datang mepet, 5.45. Setelah masuk, saya memposisikan di C1, tempat paling tak enak, di sebelah saya berturut Yanty, Sisi, dan Willi di dekat alley. Karena cukup kecil, Dolby nya tak begitu mengganggu bagi saya yang sangat dekat dengan spiker kiri.

Filmnya? Wow! Pesan di awal cerita untuk "tidak berisik" jelas diabaikan oleh semua penonton. Isinya cuman tertawa... tertawa... tertawa...

June 20, 2008

Mata Sisi: Second opinion? We're going fifth!

Setelah beberapa saat setelah postingan saya yang pertama soal Sisi, questions shown up. Dari yang sekedar bertanya ataupun memberi saran. Well, thanks pals!

Tadi malam kami melakukan semuanya sesuai rencana dan jadual. Ke Oom Bachtiar, dokternya anak-anak sejak orok, minta surat pengantar untuk pembiusan total. "Operasi?", reaksinya sama dengan Yanty, tertegun kaget sambil memandangi Sisi di meja periksa. Saya menunjukkan foto Sisi, dan berpikir dokter anak pun pasti memiliki pengetahuan soal mata juga, jadi tak heran saat Oom Bachtiar menyorotkan senternya ke mata Sisi. Lalu menulis satu nama di kertas resepnya, "Saya anjurkan ke sini dulu deh, ini guru semua dokter anak, plus dia Sp.M. juga". Nanti kalau beliau bilang operasi, langsung datang saja ke saya, nggak usah daftar lagi".

So, semalam sudah tanya Mbah Gugel soal nama itu, dapat jam dan ruang prakteknya. Minggu depan mencari opini profesional selanjutnya.

Tetep dukung doa ya...

June 18, 2008

Mata Sisi: Pada Awalnya

Saat April lalu dr. Senyum (yeup, itu namanya) bilang kalau mata Sisi bermasalah cenderung ke strabismus, di bayangan kami 'hanya' disibukkan dengan terapi berulang-ulang.

Hari ini kami ke KMN. Jam 4 sore saya dan Sisi jemput Yanty di kantor, sampai jam 6 setelah berjibaku di Pasar Baru. Parkir di gedung Datascrip sempit, tapi bukan hal susah buat tenant Plaza DM yang gedung parkirnya lebih imut. KMN di lantai 6. Sangat informatif, modern, pelayanan tingkat tinggi, & cozy. Pusat medis terhebat yang pernah saya datangi.

Jam 6.45 kami bertemu dengan dr. Soeharmila. Weh, cakep, kelihatan masih muda (padahal kelahiran '68). Memeriksa gejala yang kadang saja timbul, plus pasien 2 tahun 9 bulan biasanya tak mudah. Tapi ini Sisi, naik ke kursi periksa sendiri, mendengarkan dan melakukan instruksi dari dokter. 30 menit, mata Sisi diplester satu dan akan dipanggil lagi dalam 45 menit.

1 jam menunggu sampai saya bosan, akhirnya dipanggil juga. Diperiksa lagi dengan cara yang sama, hasilnya membuat jantung saya melorot beberapa senti: surgery, tak ada opsi lain. Dua mata, tiga otot, sepuluh setengah juta, dan ada kemungkinan lebih dari sekali operasi! Setelah membereskan berkas & administrasi, kami pulang. Di perjalanan kami lebih banyak diam. Yanty kelihatan tak siap dengan semuanya. Saya? Sama saja.

Bukan biayanya. Demi Sisi, apapun akan kami jalani. Tapi membayangkan dia di atas meja operasi... kemudian recovery dengan kedua mata tertutup... benar-benar membuat tidur kami gelisah malam ini.

Besok kami akan meminta surat referensi pembiusan dari dr. Bachtiar. Lalu... penjadualan operasi. Dukung doa ya...


...ini foto Sisi bulan Januari 2008. Lihat foto kanan, hanya beberapa saat saja sebelum kembali ke normal. Kebanyakan dulu memang terdeteksi dari foto. Sekarang bisa dipancing dengan fokus jarak jauh...

January 16, 2008

Kue Ultah Papa

Kemarin saya terpaksa pulang malam dari client gara-gara 250 file data backup yang harus di restore pakai script tradisional. Masih untung terhibur di jalan karena tak macet. Ceria muncul kembali saat sampai rumah jam 20.00, anak-anak belum tidur.

Saya dapat hadiah ini:

Lho... ultah saya kan masih bulan depan? Ternyata Willi sudah nggak tahan buat tiup lilinnya. Hee... Makasih Sayang...!

November 19, 2007

lala, lalu, lulu, bola, elu, ulo, bali, ele...

Saya lupa apakah saat saya seumur anak saya, 4 tahun 4 bulan, sudah dituntut untuk bisa menulis seperti di atas (lihat judul). Ibu sih bilang dulu saya sudah bisa menulis sejak umur tiga tahun, tapi apakah sampai secanggih apa yang diminta dari anak saya sekarang? Tulisan latin (tegak bersambung) lagi. Haiyaaa...

Hari ini Willi ada "tes" dikte. Gosh... anak TK sudah dibebani tes. Oleh Yanty, Willi di "trial" dua kali dengan soal yang sama. Hasilnya? percobaan pertama benar 4 dari 10. Kedua benar 5 dari 10. Akhirnya dia menangis, tidak suka dapat 4 dan 5. Well, siapa sih yang suka. Anak saya masih normal kok, tidak suka dengan nilai jelek.

"Sudah nangisnya? Papa mo bicara sama Kakak. Lihat ke Papa kalo Papa lagi ngomong sama kamu." Dia melihat saya, sambil masih terisak.
"Kenapa nangis?"
"Willi sedih"
"Karena?"
"Karena Willi nggak bisa, tulisan Willi salah"
"Emang, kalo di sekolah nulis salah, Willi nangis juga?"
"Nggak"
"Lha kok kalo di rumah nangis?"
"Soalnya yang salah dihapus sama Mama"
"Kan tulisan Kakak salah. Kalo salah berarti nggak kepake. Kalo nggak kepake berarti dibuang, dihapus. Ngerti?"
"Ngerti"
"Tahu kenapa bisa salah?"
"Tahu"
"Karena?"
"Willi tidak belajar"
"Nah, mau belajar lagi nggak?"
"Mau"

Lalu dia mengulanginya lagi bersama Yanty. Well, karena sudah capai menangis, akhirnya hanya berhasil menulis 3 dari 10, plus memangis lagi. Yanty mengangguk ke saya, tanda sudah selesai. Lalu saya gendong (24 kilo!) ke kursi depan

"Kok nangis lagi? Buat apa?"
"Iya... Willi sedih"
"Ya sudah. Besok, di sekolah nggak nangis ya"
"Iya"
"Besok, kakak kerjain yang bener ya"
"Iya"
"Nggak nangis ya"
"Iya"
"Nah, sekarang pray, minta Tuhan tolong Kakak. Ikutin Papa ya"
"Iya..."

Lalu kami berdua berdoa. Minta tolong Tuhan untuk memampukan Willi, buat Willi tenang, biar bisa mengerjakan tugas sebaik-baiknya.

Saya dan Yanty tahu benar, Willi sudah berusaha semampunya. Sekarang tinggal terserah Dia.

October 10, 2007

Tanggal 12

Dua hari lalu,
"Pa, hari ini tanggal berapa?"
"Delapan"
"Besok?"
"Berapa coba?" saya balik tanya.
"Sembilan. Habis sembilan terus?"
"Berapa?"
"Sepuluh. Habis sepuluh sebelas. Habis sebelas dua belas. Hore...!!! Willi ke rumah Eyang!"


Percakapan di atas jadi "wajib" buat Willi sebelum doa pagi. Tadi pun dia tambahi dengan berkomentar soal kalender sobek yang masih menunjukkan angka "9"... Gee...

September 19, 2007

Gambar Willi

Mo pamer nih!

Salah satu karya Willi... :D Coba tebak, yang atas gambar truk apa, yang bawah gambar truk apa...

September 18, 2007

Doa Willi

Dua hari lalu, Willi bercanda saat kami berempat doa pagi. Hukumannya: disuruh berdoa sendiri. Dengan cemberut, sambil mbrambangi, dia berdoa dengan bantuan saya.

Kemarin sore, Yanty mesti pulang sendiri karena saya ada rapat di gereja. Sempat telepon ke Willi, "Kak, nanti sore Mama pulang naik ojek, doain nggak ujan yah". Jawabannya, "Naik taksi lah Maa...!" Halah...!!!

Malamnya, dia pimpin doa karena saya belum pulang, dan nambahin di penutup doa, "Tuhan, tolong Papa biar pulang dengan selamat, Amin"

* nggak tahu mbrambangi? tanya mbah Wiki.

August 1, 2007

Natural Born Pilot?

Sebagai seorang teknikal teknologi informasi, wajar jika terjebak dalam situasi "ditungguin client" saat bekerja. Kebanyakan orang akan berujar "tak enak, tak nyaman" jika dimandori oleh sepasang mata dengan curiosity 200%. Tapi kejadian kemarin malam adalah yang paling berat buat saya: memasang joystick di PC rumah sambil ditungguin Willi. Halah...!!!

"Kabelnya dipasang di belakang ya Pa?"
"Pegangnya gimana Pa?"
"Ini buat tembakan ya Pa?"
...dan belasan pertanyaan lainnya sembari mulutnya pun mengeluarkan deru pesawat terbang. Well, itupun belum seberapa dibandingkan saat saya harus mengkalibrasi sensitivitas sticknya. Pertanyaan yang bikin saya gondok setengah mati, "Papa kok lama sekali siiiihhh...!!!" Huaaa...!!!

Sabar... sabar... Istri saya hanya pringas-pringis dari dapur. Untung penyiksaan itu hanya 20 menit. Selanjutnya Willi sudah belajar menerbangkan X-Wing nya Luke Skywalker, dan kedongkolan saya lenyap seketika saat dia langsung tahu cara menaik-turunkan pesawat. Hebat...

July 12, 2007

First Movie Show: Transformers

...rada takut saat berjalan ke dalam studio...
...tutup telinga saat dentuman kencang AC3 studio...
...mengintip mode "on" saat setting gelap/ temaram...
...semi berbaring di kursi sambil cengar cengir...

Itu polah Willi saat kami ajak nonton film di bioskop beneran (selama ini dia cuman kenal bioskop TransTV).

Btw, Transformers rocks!!! :D

June 4, 2007

Mengeja "Teh Botol"

Kemarin di Gate 1C Bandara Soekarno Hatta, Willi mengeja salah satu papan iklan dengan lantang, "Te... Oo... Pe... bacanya OLI...!" Beberapa penunggu lainnya sampai menoleh dan tersenyum. Lain lagi saat sore hari, dia mengeja tulisan yang lebih kecil, "eS... Oo... eS... eR... Oo... bacanya TEH BOTOL...!" Halah, kali ini saya sampai ngakak. Untung di dalam mobil.

Ini pasti gara-gara iklan. Anak-anak kalian gimana?

March 20, 2007

Hukuman di Sekolah?

Lagi.... Hari ini Willi bercerita di telepon dengan nada suram. Willi dihukum berdiri di depan kelas karena tidak dapat menulis angka 1 sampai 9. Duh. Tahu tidak kekhawatiran saya apa? Dia ngambek sekolah!

Lalu, apa yang harus saya lakukan? Tipe hukuman begini apakah sudah menjadi kebijakan global apakah hanya inisiatif guru semata? Sesiang ini Yanty sudah tiga kali mencoba menghubungi pihak sekolah tapi belum dapat tersambung dengan tiga kali alasan yang berbeda.

Saya punya pengalaman dengan anak teman saya yang ngambek sekolah karena alasan yang cukup rasional: takut sama ibu guru. Kenapa? Karena didikannya yang lebih keras daripada situasi rumah, sementara anaknya sangat sensitif. Sampai dicoba pindah sekolah berkali-kali tetap saja ngambek, trauma saat balita kelihatannya sangat membekas ya.

Dari buku yang (sedang) dibacanya, Devi bilang kalau anak kecil seharusnya dididik secara personal. Bakat dan minat tiap anak berbeda-beda sehingga perlu pendekatan yang berbeda pula. Hm... makanya kamu mendukung home-schooling ya Dev...

Ah, entah lah. Yang pasti saya harus dealing dengan sikap Willi nanti malam. Semoga Yanty sudah mendapat jawaban yang bagus dari pihak sekolah.

March 14, 2007

Inggrisnya "satu" apa Willi?

W: "Willi tadi disuruh Miss Susi berdiri di depan"
Y: "Kenapa?"
W: "Iya karena Willi nggak tahu"
Y: "Nggak tahu apa?"
W: "Nggak tahu angka satu"

Aarrgghh...!!! Kecolongan lagi. Saya dan Yanty sependapat kemarin malam setelah Willi bercerita kegiatannya hari itu di kelas Inggris. Rote count (melafalkan "satu", "dua", "tiga", dan seterusnya) adalah materi dasar yang sudah diajarkan pada bulan pertama Willi masuk KB, dan adalah hal yang aneh buat dia kalau sampai lupa (saya yakin Willi sudah tahu, cuman sedang lupa atau sedang malas mengingat).

Kejadian di kelas kemarin memang belum dikonfirmasikan ke pihak sekolah, tapi daripada meributkan orang lain, lebih baik berintrospeksi diri. Kelihatannya sepele, membiarkan Willi mengerjakan PR bersama pengasuhnya. Saat kami pulang kerja, tugas-tugas tersebut sudah selesai plus wajah Willi yang ceria minta TTOT. efektivitas waktu? Tentu saja. Tapi efek sampingnya sungguh dahsyat. kami terpukul oleh kejadian kemarin. kami jadi contoh orang tua yang tak bertanggung jawab terhadap kemajuan dan pendidikan anak.

Hari ini harus berubah, dan seterusnya.

November 27, 2006

Pengaruh siaran TV buat Willi

Ini jeleknya. Willi sekarang mulai "menghapal" iklan. Entah sejak kapan, kami merasa kecolongan. Padahal kami selalu mematikan suara atau memindah channel saat iklan-iklan itu muncul. Ternyata kami "belum mensosialisasikannya" pada pengasuh Willi & Sisi. Well, orang bilang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tapi kalau seperti contoh "smack down lalu mati" yang baru saja terjadi ini, ungkapan di atas teranulir dengan sendirinya.

Ayo Bapak-Bapak! Anda yang jadi penguasa rumah tangga atau TV Anda?

Percakapan "dewasa"

Salah satu buddy bertanya, "setelah willi sekolah.. kamu liat ada perbedaan apa (before and after)?". "Lebih pinter ngomong" jawab saya singkat. Sebenarnya, perkembangan Willi di sekolah sungguh amat mengesankan buat kami. Dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu, Willi sekarang lebih kritis. kalau dulu dasar pertanyaannya "apa ini apa itu" sekarang sudah lebih ke "kenapa begini kenapa begitu". Kalau dulu hanya bilang "ya... iya..." sekarang sudah ditambahkan "...karena...". Sudah bisa berargumen dengan kami.

Yanty pulang membawa cookies dari temannya.
"Willi mau cookies tidak?"
"Mau"
Setelah diberi dia bilang, "Makasih Ma".
Yanty menyambung, "Cookies ini dari teman Mama".
Dulu, dia paling hanya bilang, "Oo..." Tapi saat itu sambungannya sungguh mengejutkan.
"Teman Mama baik ya".
Yanty menjawab sambil tersenyum, "Iya".
"Mama sudah bilang terima kasih belum?"
Hue...hue...hue...!!! Saya yang mendengar dari depan tersenyum lebar.

Banyak contoh percakapan lain yang tak kami duga. Tentu saja ada yang baik, ada yang buruk pula. Seperti saat kemarin dia tiba-tiba nyeletuk, "Sisi cina...". mengagetkan. Tanpa menginterogasi, saya mencoba mencari tahu asal dua kata itu. Sayang tanpa hasil. Akhirnya saya mendekatinya dengan pengertian dan solusi. Doakan kami berhasil.

August 14, 2006

TTOT

Sejak Willi sekolah, banyak kegiatan dan aktivitas kami yang berubah. Dari bangun lebih pagi sampai membantu Willi mengerjakan PR. Well, PR nya tak sampai "membunuh" waktu bermainnya kok. Malah menambah jam terbang bermain bersama orang tuanya. Bahan PR tidaklah baru. Sampai saat ini hanya pengulangan dari apa yang telah didapat di sekolah. Oh ya, PR itu tentu saja diperiksa kembali oleh Bu Guru, selain memeriksa apakah sudah terbubuhkan tanda tangan orang tua di setiap halamannya.

July 31, 2006

Willi sakit Pa...

"Willi... sakit... Pa... Willi... sakit... Pa... Tolong... Willi... Tuhan... Yesus..."

Sakit hati ini mendengar erangannya semalamam. Batuknya sudah mulai berat sejak hari Minggu pagi di KEGA. Obat puyer resep dokter kali ini seperti tersapu pileknya. Jam sembilan malam puncaknya. Willi tak bisa tidur, mengerang terus. Tak tahan, kami bawa ke UGD Hermina Daan Mogot setelah mendapat referensi dari dokternya. 15 menit diuap (inhaler), akhirnya Willi bisa tenang, pulang ke rumah cukup ceria. Jam 11 malam Willi tertidur pulas.

Ternyata, 250 ribu di UGD tadi tak mempan juga. Jam 1 pagi kami terbangun karena teriakan Willi. Ugh... ternyata nafasnya berat lagi. Dia sampai berteriak saking sakitnya susah bernafas. Kembali ke UGD dengan sedikit terburu-buru, tanpa AC mobil, membuat Willi sedikit melupakan paru-parunya yang penuh dengan lendir. Di sana, tak ada kemajuan. Dokter jaga muda itu sepertinya juga hanya mengandalkan pengalamannya yang tentu saja belum sehandal dokter Willi. Apalagi dia hanya seorang dokter umum. Tak berbuat apa-apa di sana, kami bawa Willi pulang masih dengan nafas sesak.

Dilema melanda kami tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa berdoa, saya pagi itu menjaganya, membiarkan istri saya yang sudah kelelahan beristirahat. Erangan Willi masih sama. Dia ingin tidur, tapi tak bisa. Segala posisi pun sepertinya sudah dicobanya, dan dia menemukan yang cukup lumayan: di gendongan saya. Sampai jam 5 pagi dia masih menempel, tak mau lepas. Istri saya bangun pun hanya diliriknya sebentar. Saya sudah lelah sekali.

Saat saya mandi, ternyata dia dibawa keluar, menghirup udara pagi, membuat nafasnya sedikit lega. Kami berangkat kerja tadi, dia sedikit rewel. Jam 8 saat istri saya cek ke rumah, Willi sudah tertidur, masih agak sesak, tapi paling tidak dia bisa istirahat sejenak. Hari ini, dia tak masuk sekolah. Padahal minggu ini kelas sudah berjalan normal. Hem... entah bagaimana nanti, saya bertanggungjawab di Pra Camp malam ini, sedangkan hati saya tertinggal di rumah, di samping Willi.

Cepat sembuh ya Sayang... Papa usahakan pulang cepet deh ya...

July 24, 2006

Kisah Kue Ulang Tahun Willi

Minggu lalu, saat Willi keranjingan Thomas & Friends yang berpameran di MTA, saya dan yanty mendapat ide untuk desain kue ulang tahunnya. Pengin beli sih, sampai merengek dua hari. Tapi tetap tak kami belikan.

1. Cari disain di Internet, nemu beberapa, tapi yang satu ini memang pas di hati.
2. Perbesar & smoothing di Photoshop, trus print warna.
3. Tunjukkan ke boss Roti B*****, menantang kecanggihan juru rias kuenya... :D. Dia bersedia.
4. Sambil deg-degan hasilnya gimana, kami nguber ke MTA untuk mencari loko biru nomor satu itu, Thomas The Tank Engine.
5. Pameran dah bubar...!!! Lemes? Nggak. Ngabur ke Metro, akhirnya dapet. Phew...
6. Kasihin mainan itu ke B*****, sambil disodorin proposal harga (ditulis di kertas bekas bungkus kue, alamak...). Waks... dia bilang minimal 34x34 senti...!!! Deu... gede amat yak... Well, demi satu-satunya ultah Willi di KEGA, kami merogoh tabungan lebih dalam lagi. Plus tambahan 40 ribu karena menggunakan lebih dari 4 warna (putih, merah, kuning, coklat, biru gradasi, hijau gradasi), gee...
7. Sabtu kue itu diantar ke rumah. Karena dari pabriknya langsung, pake ada acara tanda tangan surat jalan segala. Hehehe...
8. Phui...!!! Lega...!!! Desainnya dihajar habis dengan modifikasi pas banget. Dan beraaaaattt... Hehehehe. Karena Willi tak boleh tahu, kami simpan semalam di atas lemari pakaian.
9. sekitar jam 7 pagi, 23 Juli 2006, Willi dibangunkan dari lantai satu, berjingkrak mendapati kue ulang tahunnya sudah siap di kaki tangga, dan menunjuk-nunjuk Thomasnya. Hem, lilin "terbalik" (silly me) yang sudah menyala itu sedikit tak diindahkannya.
10. Tiup lilin, foto-foto sedikit.
11. Jari mungilnya tak tahan, mencungkil sedikit di pinggiran. Gee... tak apa. Namanya juga anak-anak. Eh, Sisi ikutan juga...!!! Kali ini segenggam penuh krim...! Whoa... tak bisa direparasi. Biarlah.
12. Membawanya ke KEGA satu hal lagi. Berat, dan harus dipangku. Zebra hampir tak muat membawa enam orang dewasa, Sisi & Willi, serta 35 bingkisan terima kasih.
13. Sampai di KEGA, mengamankan kue di depan.
14. Ibadah dimulai, saya diberitahu Yanty kalau ada anak yang "jatuh" ke atas kue...!!! Halah...!!! Dari belakang saya tak tahu persis kerusakannya separah apa.
15. Ibadah selesai, perayaan ulang tahun dimulai. Saya angkat kuenya ke atas container box, dan... gleg.
16. Lumayan parah. Seperempat rel kereta menempel di tutup kotak kue, dan lilin angka tiga itu amblas tinggal sumbunya saja nongol di atas krim.
17. Dengan hati-hati Yanty menariknya ke atas, lalu diletakkan menggantung di atas lubang bekas lilin. Hehehe...
18. Nyalakan, tiup lilin, berdoa, dan potong kue.
19. Willi lebih tertarik dengan Thomasnya yang sudah dalam genggamannya sambil belepotan makan kue. Hem, penuh dengan krim, berminyak sekali.
20. Bagi bingkisan terima kasih, lalu pulang. What a day...

July 18, 2006

Willi's First School Day

17 Juli 2006, Willi pertama kali masuk sekolah. Ehem, dengan catatan pre school di Play-O-Rena yang lalu tidak dihitung. Sudah dua minggu kami menyiapkan mentalnya. Bangun pagi, mandi lebih awal, dipamerkan seragam sekolahnya, berkunjung ke area sekolah tiap ada kesempatan (hanya berjarak beberapa blok saja dari rumah), dan selalu diberi tambahan semangat untuk ke sekolah. Hasilnya?

Pagi itu Willi semangat sekali. Membangunkan Yanty, lalu mandi pagi. Setelah itu tak sabar ia berganti pakaian. Well, dia tak begitu suka dengan seragamnya, "nggak enak" katanya. Gee... memang jarang sekali Willi pakai kemeja. Tapi akhirnya dipakai juga. Lalu dia berlari ke tetangga sebelah yang bersekolah sama, eh, sudah berangkat. Giliran saya yang dikejar-kejar untuk segera mengantarkan. Hehehehe...

Sampai di sana, suasana sangat ramai. Cukup ramai untuk membuat saya dan Yanty pusing. Willi sedikit kebingungan saking ramainya. Bagaimana tidak, satu murid paling tidak diantar oleh dua orang. Willi sendiri diantar kami berdua plus pengasuhnya yang nantinya akan mengantar jemput. Kelas dimulai dengan berbaris masuk kelas. Tangan Willi tak mau lepas dari pegangan saya, tapi akhirnya mau ikut berbaris juga ke lantai dua. Saya mengekor dari jauh, kemudian menyerahkan videocam ke Yanty sebelum turun. Di luar cerah sekali, saya merasa sedikit lega lepas dari kegaduhan di dalam. Sempat melihat jam, 10.15. Hem, mereka mulai tepat waktu.

Jam 11 saya kembali menjemput, Willi sudah di luar. Yanty bercerita banyak, videocam bercerita banyak lagi. Hehehehe... Yang pasti, hari itu sepulang sekolah Willi was soooo excited. Hari ini dia kembali masuk ke kelas Bahasa Inggrisnya, diantar Yanty. Semoga tak lupa bawa videocam lagi. Hem, pengin cepat pulang...

July 4, 2006

Sisi Berdiri...!

- Diberdirikan...
- Rada bingung sudah bisa berdiri...
- Percaya diri muncul...
- Happy bisa berdiri...
- Jatuh karena mau lompat...

@home.2006.07.01.09:25:08