Category: Extraordinary

August 7th, 2013 by Adhi Widjajanto

Jujur saya belum pernah bikin ketupat dari nol… euh… maksudnya dari memasukkan beras ke selongsongnya, bukan dari membuat selongsongnya… 😀 Kali ini, karena ga mudik, kami sepakat bikin sendiri ketupatnya, demi mengobati rasa kangen…

24 selongsong… pakai Rojolele diisi separuh kurang (thx Dad for last minute assistant… gee…)

Siap dimasak, pinjem dandang Mama… keknya sih muat kalau masak 35 buah…

Setelah 4 jam dimasak dengan api besar, diaduk (yang bawah di keatasin) setiap 30 menit (again, thx Dad for the tips).

Makaaannn…!!! Mom komentar, “Kok jadi ketupat sayur…?” Hahaha…!!! hati ayam sama cabe mahal Mom!!!
Selamat Idul Fitri rekan-rekan Muslim semuanya…!!!

Posted in DIY, Extraordinary

May 1st, 2013 by Adhi Widjajanto


Foto bareng “adik-adiknya” sesaat sebelum saya pakai terakhir kalinya di Jakarta.
Setelah 1997 dikirim ke Jakarta untuk menemani saya, akhirnya hari ini benar benar saya “pensiunkan” dengan mengirimnya balik ke kota asalnya. Bilang saya sentimentil, tapi memang motor satu itu penuh kenangan.
Walau pada dasarnya saat orang tua beli bukan untuk saya (buat adek, saya “cukup” pakai Vespa atau sepeda), tapi kebanyakan saya yang pakai. Pertama jatuh naik motor, pertama nabrak pantat truk gara-gara naik motor sambil payungan, pertama (dan satu-satunya) ngajarin mantan pacar mengendarai motor, pertama touring keluar kota, dan akhirnya motor ini juga yang menemani saya ke Jakarta tahun 1997 buat mencari nafkah… setia sampai 2001 saat saya dapat mobil dinas. Aktif lagi saat Willi perlu antar jemput sekolah dan les walau hanya dipakai di dalam area perumahan. Dan akhirnya beberapa bulan lalu benar-benar “ikut” saya lagi ngantor walau performanya sudah tidak bisa lagi mengikuti perkembangan berat badan kami… hehehe…
Di kota asal, Astrea Prima ini masih akan beroperasi walau kadang-kadang saja, bersamaan dengan Astrea Grand adek yang sudah terlebih dahulu dia “pensiunkan”. Kapan-kapan yah kalau saya pulang, dielus-elus lagi… ***elaaaa…!!!***

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers

April 10th, 2013 by Adhi Widjajanto

Kami memang tidak berencana punya tiga anak. Hanya saja kami beriman, Tuhan yang memutuskan jalan hidup kami. Jadi, lahirlah putri kami, Katara Josephine Widjajanto, 8.30 pagi dengan berat 3.560g, tinggi 50cm. Sempat membuat para dokter kaget karena tangisnya sempat berhenti sesaat setelah ‘dilahirkan’. Nilai apgar-nya diberi rendah oleh dr Tiwi, semoga akan baik-baik saja.
Beda umur dengan Willi sekitar 9 tahun 9 bulan, dengan Sisi sekitar 7 tahun 6 bulan. Berasa dejavu, seakan hidup kami di-rewind 10 tahun. Unik kan? Tapi semuanya kembali dengan sendirinya. Tadinya saya ragu apakah masih tahu cara menggendong bayi dengan benar. Nyatanya lancar saja tuh, tidak seperti dulu saat menggendong Willi pertama kalinya. Yanty pun begitu juga, ilmu yang sudah terbenam lama muncul dengan sendirinya. Terheran-heran? Sama seperti melihat Rara dengan otomatis menyusu dengan semangatnya saat pertama kalinya.
“Bertambah anak bertambah berkat, karena Tuhan akan mencukupkan”, saya kutip dari ucapan selamat dari Pak Suhandi. Amin!

Posted in Extraordinary, My Life With Jesus

April 7th, 2013 by Adhi Widjajanto

Wow!!! Siang ini kami sekeluarga dapat pengalaman pahit.
Tadi kami tinggalkan rumah bersama pembantu (baru 1 bulan) untuk pergi ke gereja jam 7.20 pagi. Kami pulang sekitar jam 1.30 siang dan mendapatkan rumah sunyi senyap. Ternyata pembantu kami kabur! Plus menggondol telepon genggam istri yang sedang dicharge di rumah. Saya lalu mencoba melihat rekaman CCTV dan… ding!!! Hanya sedikit sekali! Saya hanya sempat melihat beberapa rekaman gerakan saja saat pembantu mondar mandir di dalam rumah. Sisanya tak ada. Dua dari sedikit rekaman itu menunjukkan gejala power failure. Langsung lihat ke syslog server dan menemukan kalau server hard shutdown pada jam 8.30 dan 9.02…
Asumsi saya, dia tahu kalau rumah kami diawasi oleh CCTV, jadi saat mau kabur, dia mematikan CCTV dengan memutuskan listrik serumah. Hah! Saya juga mendapati barang-barang di kamar tidur kami berubah letaknya walau tidak (atau belum) ada yang hilang. Plus jam digital listrik yang ter-reset mendukung asumsi saya. Pintar! Pengalaman? Atau ada yang membimbing dia? (soalnya pada seluruh gerakan dia yang sempat terekam sedang menelpon). Sepertinya kami tak akan pernah tahu.
Back to the main topic: gimana caranya biar tidak terulang lagi? Maksudnya bukan pembantu kaburnya (total selama 13 tahun punya rumah dan puluhan pembantu ada dua yang kabur termasuk yang ini), tapi CCTV yang mati karena MCB dimatikan. Ada dua cara yang saat ini saya pikirkan: beli UPS. Tapi mau yang seberapa besar? Lagipula power source kamera juga tersebar. Cara kedua lebih mudah: gembok kotak MCBnya… 😀 kenapa tidak terpikir dari dulu yah…

Posted in Extraordinary, IT Freaks

March 27th, 2013 by Adhi Widjajanto

Menyebalkan! Memang salah saya sendiri kenapa tidak tanya sini situ dulu sebelum membeli. Akhirnya gini deh, dapat barang discontinue dengan harga baru.
Ceritanya saya beli Honda Vario 125 CBS Helm-in tanggal 13 Maret dengan harga normal. Belum saja STNK nya jadi, Astra Honda Motor (AHM) mengeluarkan Honda Vario 125 CBS Helm-in ISS tanggal 20 Maret dengan harga terpaut Rp. 350.000 dengan CBS Helm-in Non-ISS plus men-diskontinu-kan varian yang barusan saya beli. Ha!!! Jelas ngomel-ngomel saya. Saya menyalahkan sales di AHASS tempat saya beli motor karena tidak memberikan informasi mengenai rencana peluncuran produk baru. Saya juga mengirimkan keluhan saya ke CS AHM, siapa tahu Vario saya bisa diupgrade ke CBS ISS. AHASS tak menjawab email saya, sedangkan CS AHM menjawabnya seperti ini, kurang lebih, “mengubah motor berarti menggugurkan garansi”. Yang ditanya apa jawabnya apa. Lucunya, kemarin tanggal 26 Maret ada artikel di majalah online yang mewawancarai Bapak Sarwono Edhi, Technical Training Development AHM. Beliau bilang bisa saja mengupgrade Vario 125 dengan fitur ISS walau estimasi harga sekitar 2,5 juta. Nah lho… Jadi secara teknis bisa, tapi tidak boleh?
Apapun, saya sudah punya motornya, kemarin juga sudah jadi STNKnya walau saya kembalikan lagi karena salah nama. Dengan kepala dingin, saya jadi bisa berpikir banyak. Apa sih fungsi ISS? Keuntungannya apa dengan motor ber-ISS?

Read more of this article »

Posted in Extraordinary, My Thoughts

March 13th, 2013 by Adhi Widjajanto

Lagi-lagi gara-gara PRT saya yang baru nggak bisa naik motor bebek (waktu pertama antar ke sekolah jatuh sampai kaki anak-anak lecet) akhirnya saya yang mengalah pakai Astrea Prima dan dia yang pakai Beat. Bukan soal berani atau tidak, tapi bisa sampai ke kantor ga yah?
Motor itu memang sudah berumur walau beberapa bulan lalu habis cukup banyak saat overhaul. Jadi bisa dibilang kondisi mesin sedang di puncaknya lah, untuk kategori motor tahun 1990. Sedangkan untuk body dan kelistrikan belum tersentuh sama sekali, lha memang proses restorasinya belum kelar. So, sampai sih ke kantor dan balik rumah lagi. Tapi ada beberapa catatan:

  • Buat start stop di kemacetan Jakarta sih OK, cuma saat mau melaju dari 0 kph pasti tertinggal dengan motor-motor lainnya. Akselerasinya buruk sekali. Mungkin karena bebannya saat ini 150 kg! Hahahaha… Kalau Yanty sudah turun dan saya melaju sendiri, jadi ingat masa SMA dulu pas kebut-kebutan.
  • Kalo urusan kebut-kebutan, parameter selanjutnya adalah rem. Kanvas baru diganti semua, tapi jelas tak sepakem rem cakram yang biasa saya pakai di Beat. Ini benar-benar menyita konsentrasi karena saya harus menambahkan 2 sampai 3 kali jarak pengereman. Ujung-ujungnya saya jadi lebih capai pas sampai tujuan.
  • Lampu dan klakson yang kadang byar pet. Mungkin karena kualitas tembaganya yang sudah menurun drastis. Kalau kabel busi sih pernah diganti kok, jadi saya rasa nggak pengaruh banyak ke tenaga mesin. Cuman jadi ga bisa pulang malam-malam.
  • Sama soal bagasi. Saya memang tak pernah suka pakai backpack saat naik motor. Saat pakai Beat, backpack dan jas hujan bisa diletakkan stabil di footstep depan. Pakai Prima, jadi harus diletakkan di atas leher bebeknya, yang seringkali bergeser saat saya harus bermanuver.
  • Ban dan shock pun berpengaruh banyak. Walau shock sudah saya ganti denga YSS Top Up, cuma rasa geol-geol itu tetap ada. Kurang keras kali ya shocknya. Dan ban yang 80/90 ring 17 jelas berasa lebih ramping dari ban Beat saya yang 80/80 ring 14. Problem di Prima ini, tapak ban sudah maksimum. Sedikit lagi sudah gesrot fender.
  • Kembali lagi ke mesin. Memang ada masalah dengan karburatornya. Saya ini sedang pakai karburator pinjaman, kiriman dari Astrea Grand yang di rumah orang tua. Jadi seumpama dapat karbu KW (yang ori sudah 2 bulan pesan di AHASS tak kunjung dapat) belum tentu bisa seperti sekarang ini.
  • Plus, kalau mesin (rasanya) kepanasan, ada bunyi klotok-klotok di sisi kiri mesin. Entah apa itu.
  • Yang hebat, bensinnya! Walau mesti dibuktikan sekali lagi, tapi minggu lalu saya menghabiskan 12 ribu rupiah premium untuk 3 hari! Berarti fuel consumptionnya sekitar 1:56, bandingkan dengan punya Beat yang hanya 1:35 (saya hitungnya pas masih baru, sekarang keknya dah tambah boros lagi)

So kesimpulannya, restorasi tetap diteruskan, sampai punya modal buat beli satu lagi yang baru. Dan harus plat genap karena baik mobil dan Beat platnya ganjil… hehehe…

Teman saya komentar, “itu kunci lemari yah?”

Posted in Extraordinary

February 7th, 2013 by Adhi Widjajanto

November lalu saya beli Lego di salah satu mal dekat kantor. Wajar kalau didiskon sampai 50% karena dus sudah rada penyet di sudut-sudutnya, plus segelnya pun sudah terbuka. Saat saya mengkonfirmasikan kelengkapannya pramuniaganya pun bilang, “Lengkap kok Pak”. Angkut! Itu Lego seri Atlantis, Neptune Carrier (8075). Buat kado Natal Willi.
25 Desember, dibuka deh, dan ternyata stikernya nggak ada. Jadi Neptune Carriernya polosan gitu aja. Willi sih cuman bilang, “Yaaa… gapapa lah”, tapi saya tahu dia agak kecewa.
Besoknya saya mencoba cari-cari di Lego.Com, dan menemukan link Missing Parts. Klik-klik dan mengisi formulirnya, tanpa proses konfirmasi apakah saya benar-benar punya 8075 atau tidak, mereka akan mengirimkan stikernya dalam 2 – 3 minggu. Yah, tak ada salahnya menunggu. Lagipula saya mau berbuat apa lagi? Bikin stikernya sendiri pun tak bisa karena tak tahu gambarnya seperti apa.
Dan kemarin, paketnya datang! Hahaha…! Willi sampai teriak-teriak kegirangan. Di dalam terlampir surat bertanggal 4 Januari 2013. Wow! Penantian kami tak sia-sia ternyata. Belum dipasang, Sabtu kali. Lagipula Neptune Carriernya pun sudah dimodifikasi sama Willi, hehehe…
Oh ya, dikirim dari Frankfurt, Allemagne. Setelah Googling baru tahu kalau Allemagne itu penyebutan “Jerman” dalam bahasa Perancis. Lucu juga ya, apa Jerman itu pakai dua bahasa?

Posted in Extraordinary

December 12th, 2012 by Adhi Widjajanto

12 September 2012
“Say, positif” bisik Yanty saat saya masih setengah bangun. Berasa mimpi… akhirnya saya bangun juga setelah termenung belasan menit. She needs me more than ever. Keluar kamar, peluk dan cium. Yanty meneteskan air mata sementara saya… speechless.
Hari itu saya memutuskan untuk tidak ke kantor dan lebih baik kami ke Hermina. Dr. Handy Muchtar, baik, ramah, ceria, informatif. Memberikan data yang super detil, “Panjang 1.87 cm berarti delapan minggu tiga hari, selnya aktif berarti hidup, berkembang di dalam rahim berarti normal. Perkiraan lahir April 2013”. Saya pun banyak tanya. Intinya, risky for both but possible.
Sampai saat ini pun saya masih gamang kalau terpikirkan soal rencana hidup yang harus disusun ulang setelah 10 tahun berjalan dengan semestinya (menurut saya). Bisakah? Hanya Tuhan yang tahu.

Posted in Extraordinary, My Life With Jesus

November 19th, 2012 by Adhi Widjajanto

…tiba-tiba mobil depan berhenti mendadak. Memang jarak saya dan dia cukup jauh, membuat saya ragu sejenak, tapi detik berikutnya kaki saya sudah menginjak rem sekuat tenaga. Merasakan ABS bekerja, menggetarkan telapak kaki. Mobil tak sedikitpun oleng atau miring, berhenti progresif sekitar 1 meter dari bumper belakang mobil di depan saya. Insting, saya melirik kaca spion tengah, dan kilasan lampu mobil beserta suara decitan roda di belakang memekakkan telinga, dan detik berikutnya mobil terdorong keras ke depan, “Brakkk…!!!”
Itu di jalur tengah Tol Dalam Kota arah Grogol – Cawang, jam 5 pagi. Saya minggir, dia pun (masih bisa) minggir. Saya buka pintu, eeehhh… dia ngabur! Asem. Sempat ber-GT mencoba mengejar, tapi tidak jelas juga apa yang dikejar. Semuanya terjadi terlalu cepat buat otak saya. Akhirnya berhenti sebentar di pinggir tol (JANGAN DITIRU! BAHAYA!) untuk memeriksa kerusakan.

Read more of this article »

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers

October 30th, 2012 by Adhi Widjajanto

Jarang-jarang kan ditelpon dari California… 😀

Read more of this article »

Posted in Extraordinary, IT Freaks