Tanggal 12

Dua hari lalu,
“Pa, hari ini tanggal berapa?”
“Delapan”
“Besok?”
“Berapa coba?” saya balik tanya.
“Sembilan. Habis sembilan terus?”
“Berapa?”
“Sepuluh. Habis sepuluh sebelas. Habis sebelas dua belas. Hore…!!! Willi ke rumah Eyang!”
Percakapan di atas jadi “wajib” buat Willi sebelum doa pagi. Tadi pun dia tambahi dengan berkomentar soal kalender sobek yang masih menunjukkan angka “9”… Gee…