Saya pikir malam pergantian tahun di kompleks bakal lebih sepi. Ternyata tidak. Para tetangga yang ‘rela’ membakar ‘uang lebih’nya, seperti tahun lalu, menyalakan ratusan kembang api raksasa. Ramainya sama saja. Tak ada yang berubah, seakan resesi global dilupakan sejenak di tanggal 31 Desember..
Jam 16.45 saya baru keluar kantor. Beres-beres seakan tak ada habisnya. Untung jalanan lengang, 1 jam sampai rumah. Para A’ie Willi & Sisi baru datang jam 19 membawa ransum seabreg dan sekilo cumi & udang untuk dipanggang. Perlu setengah jam untuk menyalakan arang. Kipas komputer tak cukup kuat. Hem, note untuk acara bbq selanjutnya: siapkan desk-fan, bukan pc-fan. Pakai kipas tradisional? Cape. Paling tidak acarg panggang memanggang kali ini sukses. Udang & cuminya berasa manis gurih. Entah karena masih fresh atau karena bumbu bbq. Jagung bakar? Sudah habis 2 jam sebelum ‘the count down’.
Soal itu, ‘the count down’, saya pun tak seantusias tahun-tahun lalu. Hanya 1-2 letupan model baru, sisanya ada di koleksi foto kembang api. Jam 2, setelah telpon TP11 dan menghabiskan soft drink, kami semua terkapar. Saya sendiri bangun jam 9. He…
Happy new year Guys!
Komentar