Mata Sisi: Pada Awalnya

Saat April lalu dr. Senyum (yeup, itu namanya) bilang kalau mata Sisi bermasalah cenderung ke strabismus, di bayangan kami ‘hanya’ disibukkan dengan terapi berulang-ulang.
Hari ini kami ke KMN. Jam 4 sore saya dan Sisi jemput Yanty di kantor, sampai jam 6 setelah berjibaku di Pasar Baru. Parkir di gedung Datascrip sempit, tapi bukan hal susah buat tenant Plaza DM yang gedung parkirnya lebih imut. KMN di lantai 6. Sangat informatif, modern, pelayanan tingkat tinggi, & cozy. Pusat medis terhebat yang pernah saya datangi.
Jam 6.45 kami bertemu dengan dr. Soeharmila. Weh, cakep, kelihatan masih muda (padahal kelahiran ’68). Memeriksa gejala yang kadang saja timbul, plus pasien 2 tahun 9 bulan biasanya tak mudah. Tapi ini Sisi, naik ke kursi periksa sendiri, mendengarkan dan melakukan instruksi dari dokter. 30 menit, mata Sisi diplester satu dan akan dipanggil lagi dalam 45 menit.
1 jam menunggu sampai saya bosan, akhirnya dipanggil juga. Diperiksa lagi dengan cara yang sama, hasilnya membuat jantung saya melorot beberapa senti: surgery, tak ada opsi lain. Dua mata, tiga otot, sepuluh setengah juta, dan ada kemungkinan lebih dari sekali operasi! Setelah membereskan berkas & administrasi, kami pulang. Di perjalanan kami lebih banyak diam. Yanty kelihatan tak siap dengan semuanya. Saya? Sama saja.
Bukan biayanya. Demi Sisi, apapun akan kami jalani. Tapi membayangkan dia di atas meja operasi… kemudian recovery dengan kedua mata tertutup… benar-benar membuat tidur kami gelisah malam ini.
Besok kami akan meminta surat referensi pembiusan dari dr. Bachtiar. Lalu… penjadualan operasi. Dukung doa ya…


…ini foto Sisi bulan Januari 2008. Lihat foto kanan, hanya beberapa saat saja sebelum kembali ke normal. Kebanyakan dulu memang terdeteksi dari foto. Sekarang bisa dipancing dengan fokus jarak jauh…

Part 2
Part 3
Part 4

June 18th, 2008 by