Sering banget ya yang tanya soal pemasangan radar pompa air. Ni di milis Tabloid Rumah ada lagi yang tanya. Well, saya hany aberbagi pengalaman saja dah. Pernah pasang 1 radar untuk 1 pompa, sampai 2 radar untuk 1 pompa. Yang pertama kayaknya nggak ribet-ribet amat, semua plumber mestinya tahu. Untuk yang kedua, diperlukan sedikit ilmu elektronika, memahami cara kerja seungguhnya radar air ini.
Berikut diagram pemasangan 1 radar untuk 1 pompa:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar tergantung di udara. Pompa akan mati saat kedua bandul radar terendam air.
Sedangkan untuk pemasangan 2 radar untuk 1 pompa adalah sebagai berikut:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar 2 tergantung di udara DAN kedua bandul radar 1 terendam air. Pompa akan mati saat kedua bandul radar 2 terendam air ATAU saat kedua bandul radar 1 tergantung di udara. Pompa akan tetap mati meskipun kedua bandul radar 2 menggantung di udara apabila kedua bandul radar 1 menggantung di udara. Hal ini memberikan keamanan pada pompa agar tidak menghisap tangki kosong.
Bayangkan, diagram 2 itu saya aplikasikan pada sumur terbuka. Jadi tali radar saya ganti dengan tali yang lebih panjang dan mesti buat dudukan radar di atas bibir sumur. Sumur orang tua saya di kampung dalamnya tak sampai tujuh meter. Air jernih mengucur dari dinding-dinding sumur dan berhenti pada kedalaman empat meter. Jadi daya tampung sumur memang terbatas. Tangki air di atas tower cukup besar dan cepat habis karena digunakan untuk lebih dari 10 anak kost… 😀 Untung kamar mandinya cuma 3 sehingga pompa masih cukup cepat mengisi tangki yang kosong.
Umumnya, radar memiliki 2 pasang sekrup untuk pemasangan kabel. Pasangan A akan terhubung saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terputus saat kedua bandul terendam air. Pasangan B berfungsi kebalikannya, yaitu akan terputus saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terhubung saat kedua bandul terendam di air. Sayangnya, kebanyakan radar yang dijual di pasaran tidak dilengkapi dengan skema yang memadai sehingga kita terpaksa menggunakan multitester untuk mengetahui pasangan-pasangan sekrup tersebut.

DIY: Pasang Radar Pompa Air

88 thoughts on “DIY: Pasang Radar Pompa Air

  • September 7, 2011 at 10:23 am
    Permalink

    Thanks Pak Adhi,
    Sangat membantu kita2 yang mau pasang instalasi semacam ini.
    Salam untuk keluarga.
    hen

    Reply
  • September 8, 2011 at 6:07 am
    Permalink

    umumnya orang lebih memilih membayar orang untuk memasang radar…tapi Mas Adhi ikhlas menshare ilmu pasang radar…keren Mas…bermanfaat sekali
    salam

    Reply
  • October 29, 2011 at 1:43 pm
    Permalink

    Mas, makasih banget udah share ilmunya,..
    Aku dah beli radarnya tp cari orang utk pasangin susah banget,..
    makanya nnti mo minta suami pasang sesuai info dr mas.
    Oya, mas kl dirumah pake bor, tp krn t4ku berpasir, dan airnya ga jernih (masih berpasir halus), caranya gimana ya supaya air yg dihasilkan jernih tanpa pasir?
    terima kasih

    Reply
  • November 16, 2011 at 9:19 am
    Permalink

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarakatuh
    Mas, aku mau tanya.
    aku sudah pasang radarnya. Tapi ternyata bandulnya pagi ini lepas atau putus dari saklarnya. Bagaimana mmebetulkannya ya Mas?
    terima kasih banyak ilmunya.
    0852 1662 0755

    Reply
  • November 16, 2011 at 9:43 am
    Permalink

    Kalo lepas ya pasang lagi saja, diikat di bagian bawah sakelar radar yang ada lubangnya, ingat untuk mengatur tinggi rendah bandul atas dan bandul bawah. Kemudian setelah terpasang pastikan sakelar radar masih berfungsi dengan baik. Omong-omong saya juga baru saja mengganti tali bandul radar saya yang sudah aus & putus (bertahan 10 tahun). Tali plastiknya saya ganti dengan senar pancing… 😀

    Reply
  • December 26, 2011 at 6:14 pm
    Permalink

    Assalamu’alaykum,
    pak aq mau tanya, kok pompa air punyaq nyalanya tiap 5 menitan sekali ya, pdahal jarak bandul atas dan bawah sudah lumayan panjang, setelah aq cek saklar radarnya aq tarik harusnya nyala kan tapi tetep nggak nyala, tapi klo tiap 5 menitan dia malah nyala sendiri..
    apa saklarnya kurang arus ya, jdinya respon saklar ke motor pompa lama??

    Reply
  • December 27, 2011 at 9:50 am
    Permalink

    Coba test seperti ini secara berurutan:
    1. angkat kedua bandul dengan tangan, harusnya sakelar berubah ke posisi off
    2. lepas bandul atas dengan perlahan, harusnya sakelar TETAP pada posisi off
    3. lepas bandul bawah dengan perlahan, harusnya sakelar berubah ke posisi on
    4. angkat bandul bawah dengan perlahan, harusnya sakelar TETAP pada posisi on
    5. angkat kedua bandul dengan tangan, harusnya sakelar berubah ke posisi off
    Kalau salah satu langkah di atas posisi sakelar ngaco, berarti ada dua kemungkinan (tergantung posisi mana yang ngaco): per sakelar sudah lemah, jadi bandul yang main hanya bandul atas saja. Atau batang as sakelar berkarat membuat sakelar jadi seret. Untuk kasus Bapak sepertinya pernya yang sudah lemah, atau contact point di dalam sakelarnya yang sudah berkerak. Saran saya sih ganti saja… 😀 Sudah berumur kah radarnya?

    Reply
  • June 7, 2012 at 1:19 pm
    Permalink

    Yth Pak Adhi
    Assalamu Alaikum Wr. Wb
    Minta nasihatnya Pak Adhi terkait masalah Radar air dirumah kami. Sering kali air sudah kosong di tandon, bandul sdh menggantung, dan posisi saklar sudah on tapi mesin belum menyala, biasanya menyala setelah 10 menit sampai 60 menit (selama menunggu mesin menyala, mesin berangsur panas). Awalnya saya kira radarnya, sehingga saya mengganti baru, tetapi berselang beberapa minggu kembali seperti semula, akhirnya saya ganti mesin, dalam dua hari kembali normal, tetapi kemarin kembali lagi seperti semula. sebagai informasi kami menggunakan air PAM, ketinggian tower dari lantai 1 tempat pompa adalah 10 m, power pompa 200 watt. Mohon advisenya Pak. Atas bantuannya kami mengucapkan terima kasih. Abdul Hamid, di Makassar

    Reply
  • June 10, 2012 at 11:23 am
    Permalink

    Selamat siang Pak Abdul Hamid,
    Dari cerita Bapak saya rasa yang rusak bukan radarnya, tapi pompanya. Diagnosanya: sakelar radar sudah ON dan meisn pompa jadi panas -> pompa sudah mendapat listrik tapi tidak berputar. Kejadiannya mirip dengan pompa saya tuh Pak, tidak bisa berputar selama beberapa detik pertama (nggak sampai beberapa menit seperti milik Bapak sih).
    Pompa bisa seperti itu karena terdapat kotoran yang menyumbat kipas penyedot air di pompa. Kalau dalam kasus saya sih tinggal buka bagian kipasnya (biasanya covernya berwarna kuningan) lalu dibersihkan. Cuma kalau kualitas air tetap kotor ya akan mampet lagi nantinya. Kasus pompa milik Bapak sudah “keterlaluan” karena harus menunggu sampai 10 – 60 menit.
    Btw, saya juga pakai air PAM, dan tidak menjamin air PAM itu bersih…

    Reply
  • December 23, 2012 at 4:14 pm
    Permalink

    Pak mohon infonya, dirumah kami memakai 1 pompa 1 radar, tinggi tower sekitar 4 meter, pertama masang air lancar ke bak tapi saat tower airnya dibersihkan air keluar ke bak jari lemah, apa pnyebabnya yah?

    Reply
  • December 26, 2012 at 3:19 pm
    Permalink

    @ Pak Fauzi: Itu ada udara yang terperangkap di instalasi pipa rumah. Coba isi penuh tower lalu buka lebar-lebar semua keran dengan harapan udara yang terperangkap akan dapat keluar. Lain kali kalau kuras tower, usahakan keran di bawah jangan ada yang dibuka.

    Reply
  • July 29, 2013 at 12:50 am
    Permalink

    mau Tanya pak Adhi.
    kalau saya hanya ada satu tangki pendam dan saya mau pasang radar dgn fungsi kebalik.
    artinya kalau tangki penuh, pompa bekerja dan air yg dihisap dibuang (tdk ditampung lagi) dan bila tanggki kosong pompa otomatis berhenti, spy tidak menghisap angin.
    apa ada solusi pak.
    trims.

    Reply
  • July 29, 2013 at 8:36 am
    Permalink

    Pak Ali, sistim seperti itu bisa saja dibuat. Pasang radar di atas tutup tangki pendam. Lalu bandul bawah diposisikan berada sedikit di atas ketinggian mulut pipa sedot sedangkan bandul atas diposisikan sebelum batas atas tangki. Jadi saat kedua bandul menggantung radar akan switch off sehingga pompa mati. Saat air mengisi tangki, pompa akan tetap mati (hanya bandul bawah saya yang mengambang sedangkan bandul atas masih menggantung). Saat kedua bandul sudah mengambang radar akan switch on dan pompa bekerja sampa kedua bandul menggantung. Begitu seterusnya.

    Reply
  • August 30, 2013 at 10:00 pm
    Permalink

    pak adhi sy mau tanya bagaimana pasang radar seperti itu pada penanmpung air yang modelnya bulat/bundar? tidak seperti yang berbentu tabung yang ada tempat untuk memasang radarnya..

    Reply
  • September 2, 2013 at 9:13 am
    Permalink

    Baru tahu saya ada toren berbentuk bulat. Seperti bola? Tapi bagian atasnya ada tutupnya kan? Nah lubangi saja persis di samping lubang tutupnya, lalu switch radar bisa dipasang di lubang tersebut. Saat saya memasang radar untuk sumur di rumah orang tua, saya membuat dudukan menggunakan kayu melintang di atas bibir sumur untuk meletakkan switch radar.

    Reply
  • September 25, 2013 at 1:38 am
    Permalink

    Pak Adhi,
    Saya googling tentang radar tahunya diarahkan ke blog ini 😀
    Pak, kenapa ya radar sudah saya ganti baru tapi tetap juga mesin pompa tidak mau mati pada saat kedua bandul sudah kerendam air. Sampai2 airnya tumpah dari toron. Mohon dibantu pak bagaimana pengecekannya, karena sebelumnya radar tsb. berfungsi dengan baik. Terimakasih.
    Wasssalam,
    Ak

    Reply
  • September 25, 2013 at 8:46 am
    Permalink

    * Coba cek radarnya, apakah kedua bandul di dalamnya terisi penuh air? Bandul harus terisi penuh air untuk berfungsi normal.
    * Cek lagi saat kedua bandul terendam air, apakah bandul2 tersebut berada tepat di bawah permukaan air atau terendam jauh di bawah permukaan air? Bandul yang benar, saat terendam harus tepat berada di bawah permukaan air.
    * Cek lagi sakelar radarnya, apakah saat kedua bandul terendam air sakelar bergerak? Harusnya saat kedua bandul terendam sakelar bergerak dari satu sisi ke sisi lain, begitu pula saat kedua bandul tergantung sakelar juga bergerak.
    * Yang terakhir, cek konektor kabel di sakelar radar. Biasanya ada 4 baut. Siapa tahu pemasangannya terbalik. Memang susah kalau tidak punya multimeter untuk memeriksa konektor kabel.
    Semoga membantu.

    Reply
  • October 9, 2013 at 1:00 pm
    Permalink

    Mau tanya Pak Adhi,
    Pompa air dirumah saya tipenya otomatis, jadi jika kran ditutup pompanya akan mati sendiri. Saya baru pasang toren air tapi belum pasang radar. Yang ingin saya tanyakan, jika tutup toren di kencengin kemudian pompa dinyalain apakah pompa akan otomatis mati ketika air penuh?

    Reply
  • October 9, 2013 at 1:22 pm
    Permalink

    Teorinya sih bisa mati karena tekanan di dalam toren bisa mematikan pressure switch di pompa. Cuman perlu diperhatikan:
    1) Tutup toren itu ulirnya besar, pasti nggak airtight. Udara (dan air) pasti bisa rembes keluar. Mau diseal? Lalu bersihinnya gimana?
    2) Toren dari plastik atau besi? Berani memberi tekanan cukup besar di dalam toren?
    3) Jika tetap tidak mau pakai radar di dalam toren, lebih baik pasang stop kran berpelampung saja. Hasilnya sama, dan tak perlu menutup rapat tutup toren.
    4) Tujuan toren (plus radar) ditaruh di atas itu untuk irit listrik (pompa ga cetak-cetek on/off tiap kali ada keran dibuka). Perlu diingat daya listrik yang dibutuhkan pompa untuk mulai berputar biasanya lebih besar dari daya yang tertulis di pompa. Toren atas tanpa radar tidak akan memenuhi tujuan ini.

    Reply
  • October 9, 2013 at 2:10 pm
    Permalink

    Sebenarnya sih saya lebih ke jika air penuh pompa akan mati sendiri. Kemudian saya yang akan matiin power pompa. Kemudian jika air nya kosong, saya yang hidupin power pompa. Tapi bener juga untuk point 2, soalnya Toren saya dari plastik.
    Terima kasih atas jawabannya Pak…

    Reply
  • October 9, 2013 at 2:24 pm
    Permalink

    Kalau mau semi manual seperti itu, akan lebih baik pasang stopkran berpelampung di ujung pipa di dalam toren. Google saja dengan keyword “pelampung tangki air”. Cuman (lagi-lagi) perlu dipertimbangkan:
    1) Jika air kosong di toren dan keran dibuka, udara akan masuk dan terjebak di dalam instalasi pipa yang bisa mengakibatkan aliran air jadi kecil walau toren penuh air.
    2) Jika air di toren penuh dan lupa mematikan power pompa, saat ada keran yang dinyalakan maka pompa akan cetak cetek lagi.
    Dengan penggunaan radar di toren, sekali pasang trus lupakan… 😀

    Reply
  • November 11, 2013 at 8:49 am
    Permalink

    Mohon Bantuannya bagaimana cara pasang kabel radar apa A1-A2 atau B1-B2 Makasih bantuannya

    Reply
  • November 11, 2013 at 9:10 am
    Permalink

    Pak Arfan, kedua gambar saya di atas sudah menunjukkan ada dua kabel di setiap radar. Nah soal A1-A2 atau B1-B2 saya tidak bisa tahu persis karena setiap merek beda-beda. Kalau tidak punya tester memang agak menyulitkan. Dicoba saja Pak.

    Reply
  • December 10, 2013 at 2:13 pm
    Permalink

    Terminal A1-A2 adalah kontak normally open sedangkan B1-B2 adalah normally close. A1-A2 akan kontak (short) jika kedua bandul tergantung di udara, sedangkan B1-B2 jika keduanya terendam. Untuk aplikasi dua switch otomatis untuk satu pompa (seperti skema di atas), switch 1 (radar 1) dikoneksi ke terminal B1-B2 dan switch 2 (radar 2) ke terminal A1-A2.
    Referensi:
    http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/

    Reply
  • December 11, 2013 at 8:00 am
    Permalink

    Pak adhi, boleh nanya gak? Di rmh pasang 1 torn alumunium 1 radar, tp radar srg brmslh gak switch on pdhl sdh menggantung, jd sy trpaksa naik ke torn utk menggerakkan tali radar. Kt si plumber sih krn tmpt pasang radar di torn itu miring, gak spt di torn plastik. Solusinya apa ya pak, apa ada jenis radar tersndiri utk torn spt itu? Tolong dibantu ya pak, makasih sblmnya.

    Reply
  • December 11, 2013 at 8:48 am
    Permalink

    @ Mas Dedek, kalau posisi radar miring, bisa jadi tali yang menggantung ke luar radar bergesekan dengan bibir lubang radar itu sendiri yang mengakibatkan radar tidak berfungsi dengan baik. Radar akan bekerja baik jika posisinya ditegakkan. Bisa dicoba diganjal dengan pipa pvc diameter 1 inch yang sudah dipotong miring sesuai dengan kemiringan permukaan toren, lalu tempelkan dengan bantuan lem epoxy.

    Reply
  • December 11, 2013 at 8:56 am
    Permalink

    Ok, pak adhi, akan dicoba, terima kasih bnyk ya bantuannya..

    Reply
  • January 26, 2014 at 9:47 pm
    Permalink

    Mo nanya pak. Saya punya dua bangunan (sebut sj A dan B) yg jaraknya 25 meter. Masing2 bangunan memiliki tangki air yg sejajar ketinggiannya. Yg ingin saya tanyakan, bagaimana cara menghubungkan pipa pada kedua tangki ini dgn benar? Sumber air ada pada bangunan A yg menggunakan jet pump utk mengisi pada tangki A. Saya sdh coba menghubungkan tangki A ke tangki B yg jaraknya 25 meter dgn cara menyambungkan pipa dari pipa yg utk menyebar air di bangunan A (lubang bagian bawah tangki A), ke pipa tangki B pada bagian yg sama pada tangki A. Hasilnya air tdk mengalir sama skl dari tangki A ke B. Mohon pencerahan pak.

    Reply
  • February 17, 2014 at 10:56 pm
    Permalink

    pak adi..knapaa setiap air habis radar tidak berfungsi dan nyala…tapi saya buka tutup torennya baru nyala…kasih solusinya pak..makasih

    Reply
  • February 19, 2014 at 8:44 am
    Permalink

    @ Pak Feri. Bisa dicoba saat air habis dan radar tidak berfungsi, jangan buka tutup toren tapi ketok radarnya. Jika radar langsung berfungsi dan pompa bekerja, berarti sakelar di dalam radar kurang lancar geraknya. Pastikan juga tali pengikat bandul tidak terhalang, pastikan pula kedua bandul terisi penuh dengan air dan tidak bocor.

    Reply
  • April 21, 2014 at 10:42 am
    Permalink

    thanks… tips yg bagus.
    Barangkali ditambahkan dengan menggunakan tangki air kerucut yg bisa bersih otomatis, pasti lebih mantap lagi. info tangki kerucut self cleaning dapat dilihat di http://www.nokuras.blogspot.com

    Reply
  • April 23, 2014 at 4:31 pm
    Permalink

    Ass.Wr.Wb,
    Pak….di rumah kami punya pompa otomatis. sama dgn jenis pompa yang sahabat2 lain utarakan sebelumnya yaitu pompa akan hidup jika kran air dibuka dan mati jika kran air ditutup. Pertanyaannya adalah, bagaimana memaksimalkan pompa biar bisa berfungsi ganda?, Maksudnya :
    1. Pompa akan hidup ketika radar menggantung di dalam torn, tp
    2. diwaktu bersamaan saya ingin memakai tekanan pompa tersebut untuk mencuci motor dsb karna memiliki tekanan yg cukup besar jika dibandingkan dengan tek.gravitasi dari torn air.
    mohon sarannya pak……..
    thanks

    Reply
  • April 24, 2014 at 8:28 am
    Permalink

    Pak Ezar, asumsi saya belum punya toren karena keran dalam rumah masih nyambung ke pompa. Rumah saya pakai instalasi persis seperti gambar di atas. Cuman pada pipa dari pompa ke toren saya kasih stop kran dan cabangan. Jadi saat mau memcuci kendaraan saya tutup keran yang ke arah toren dan buka keran yang ke arah cabangan. Saya juga pasang sakelar untuk bypass radar menyalakan dan mematikan pompa.

    Reply
  • August 7, 2014 at 10:36 am
    Permalink

    Assalamualaikum wr wb..
    Pak Adhi…mohon pencerahannya
    saya mempunyai jetpump dan ingin memasang 2 torn air.
    yang saya ingin pertanyakan, bagaimana caranya agar pada saat mengisi torn air volume ke 2 torn tersebut seimbang.mohon dapat dijelaskan dengan detail.
    simulasinya jarak torn ke torn -/+ 50 mtr.
    Trims

    Reply
  • August 7, 2014 at 10:41 am
    Permalink

    Pak Slamet..
    saya juga mempunyai masalah yang sama..
    kalo pak slamet sudah berhasil boleh di share ke saya.

    Reply
  • August 7, 2014 at 10:53 am
    Permalink

    Jujur saya beum pernah menyusun konfigurasi seperti ini. Rumah orang tua saya juga memiliki 2 tangki penampungan dan masing-masing memiliki pompa jadi konfigurasinya biasa saja. Untuk menyeimbangkan dua tangki air yang jaraknya berjauhan perlu menggunakan keran berpelampung dan radar untuk tiap tangki dan pressure switch pada pompa air. Untuk detilnya akan saya buatkan blog post terpisah karena perlu gambar.

    Reply
  • August 7, 2014 at 12:04 pm
    Permalink

    Pak Adhi…
    Terima Kasih atas bantuannya & dan ditunggu gambarnya.

    Reply
  • December 4, 2014 at 7:45 am
    Permalink

    Apakah panjang dan jenis kabel yang digunakan mempengaruhi putaran pompa mesin yang dihubungkan dengan saklar radar? kabel yang dibutuhkan 30m, kemarin saya gunakan kabel serabut, saya coba dengan kabel 1 meter, pompa menyala tetapi ketika saya gunakan dg panjang 30m pompa hanya berdengung dan putarannya lampat sekali bahkan tidak bisa menghisap dan melempar air. BAgaimana solusi masalah ini Pak Adhi?

    Reply
  • May 4, 2015 at 3:10 pm
    Permalink

    Saya pake water torn dan sudah pasang radar. Sebulan lalu saya cek ada lubang di casing bagian atas, karena sudah hampir 4 tahun dan mungkin kesenggol antena. Sudah kehujanan kepanasan tapi kerjanya masih normal lalu saya tutup pake botol bekas oli rem. Baru 2 hari ini ada kasus kalo pompa on semua normal tidak terjadi apa2, tapi pada saat torn penuh dan pompa off selang beberapa waktu pasti trrjadi konslet dan mcb rumah off. Kalo saklar untuk pompa dimatikan ya aman ga konslet, kira kira konslet itu dari pompa atau radar.. makasih

    Reply
  • May 4, 2015 at 3:43 pm
    Permalink

    Casing radar yang bolong ya? Ditutup pakai botol bekas oli, ada kemungkinan saat air penuh, uap air dari tangki naik ke dalam switch radar sehingga mengembun dan mengakibatkan korslet. Casing radar sejatinya ada lubang di bagian bawah sehingga uap air yang terjebak bisa langsung keluar tanpa menyebabkan korslet.

    Reply
  • July 20, 2015 at 11:10 pm
    Permalink

    Mas Adhi,,Mohon bantuannya..saya baru membeli rumah yang sudah terinstalasi radar di tangki air?Diawal alat ini berfungsi, tpi setelah seminngu alatnya tidak berfungsi karna walaupun air sudah kosong tpi tidak otomatis menyala pompanya..begitu juga sampai air meluber dari tangki tpi pompa tetap menyala..yang anehnya ketika kabel yang ke sakelar otomatis saya lepas (a1 dan a2) dan saya colokin listrik pompa tetap menyala.jika dilihat dri gambar yang mas buat harus ya pompa tidak menyala jika kabel di sakelar otomatis di lepas..tpi ini pompa tetap menyala..kira2 masalahnya apa ya mas.trims

    Reply
    • July 31, 2015 at 3:01 pm
      Permalink

      Sepertinya kabel dari pompa ke sakelar otomatis korslet Pak, jadi walau kabel dilepas posisinya tetap “nyambung”. Coba dicek kabelnya siapa tahu digigit tikus trus tersambung atau sebab lainnya. Atau malah korslet di sambungan dekat pompanya.

  • September 22, 2015 at 3:06 pm
    Permalink

    assalmu’alaikum mass minta nmr nya saya mau msang radar. tapi kurang jelass makasih

    Reply
  • October 8, 2015 at 9:30 pm
    Permalink

    selamat malam mas…saya memakai air pdam, saat ini kadang air mati d pagi hari dan saat menjelang magrib..tapi saat tengah malam air normal bahkan kencang menyembur seperti memakai pompa air. saya berencana memakai tandon air model pinguin orange. untuk kepraktisan dalam instalasi tandon, saya akan memakai KRAN PELAMPUNG pada tandon tsb. yang akan saya tanyakan :
    – apakah kran pelampung tsb akan kuat menahan kencangnya air pdam saat tengah malam?
    – merk kran pelampung apa yang kuat dan awet ? ( ciri-ciri fisik atau perkiraan harga ) ?

    karena saya tidak mau repot untuk buka tutup kran dari meteran air pdam rumah.
    dan ada pengalaman tetangga, kran pelampung nya jebol ahirnya banjir seisi rumah.

    mohon di balas ya mass…maaf kalo pertanyaannya terlalu panjang..
    suwun…

    Reply
    • October 12, 2015 at 11:18 am
      Permalink

      Keran pelampung cukup kuat kok untuk menahan tekanan air PAM. Kalau untuk mereknya saya kurang tahu.

  • November 15, 2015 at 5:30 am
    Permalink

    Selamat pagi pak, saya punya problem dengan radar air di rumah saya, sebelumnya semua bekerja normal setelah hampir 5 tahun. Sekarang masalahnya pompa tetap nyala sampe torn penampung di atas airnya luber,saya pikir radarnya rusak, setelah radar saya ganti baru dengan possisi kabel sama seperti radar sebelumnya, tapi pompanya tetap bekerja padahal switch radar sudah bergerak pada saat pelampung naik karena sudah penuh.

    Tolong pencerahanya pak, karena posisi kabel di radar sdh saya coba bolak balik A1-A2 tetap saja otomatisnya tdk befungsi

    Saya menggunakan air PDAM

    Terima kasih

    Reply
    • November 15, 2015 at 6:17 am
      Permalink

      Kabel yang dari pompa ke radar korslet tuh Pak. Coba dicek.

  • November 15, 2015 at 4:22 pm
    Permalink

    Sambungan kabel yg di pompa sudah saya rapihin pak (saya sambung ulang) tp kok masalah tetap sama ya? Cara ngetes kabel mana yg konslet gimana ya?

    Reply
    • November 16, 2015 at 9:05 am
      Permalink

      Untuk cek korslet paling gampang pakai multitester. Kabel ke radar yang di sisi pompa dilepas, pastikan rada dalam posisi ‘open’ (semua pelampung terapung), lalu ukur kedua kabel dengan ohm meter.

  • November 16, 2015 at 10:44 am
    Permalink

    assalamualaikum pak, saya mau tanya , saya punya 1 sumur gali , dan saya mau menggunakan 2 pompa air dengan 1 jalur distribusi pemakaian , tapi yg bisa mengeluarkan air hanya 1 pompa saja dan pompa yg 1 lagi nggak keluar air , saya mohon solusinya supaya 2 pompa bisa dipakai bergantian…terimakasih.

    Reply
    • November 16, 2015 at 12:45 pm
      Permalink

      Wah, ini postingan soal radar, bahasnya meluas yah. Gpp deh, selama saya masih bisa jawab… 😀

      1 pipa dari sumur gali, trus dicabang ke dua pompa, gitu ya? Setelah cabangan, dan sebelum pompa, dikasih stop kran Pak. Memang jadinya manual, tapi bisa gantian. Kalau mau semua otomatis pipa ke dalam sumur gali juga harus dua. Atau stop kran yang saya usulkan diganti menggunakan stop kran elektrik, lupa saya namanya apa.

  • December 18, 2015 at 11:50 am
    Permalink

    pak,menggunakan radar itu lebih baik menggunakan pompa manual atau otomatis ya?

    Reply
  • April 16, 2016 at 9:22 pm
    Permalink

    Pak adhi, saya ingin menanyakan, untuk aplikasi 2 radar tsb, bapak menggunakan pompa air jenis apa y? Apakah pompa air dangkal, atau cukup dengan pompa booster? Terimakasih.

    Reply
  • April 16, 2016 at 9:24 pm
    Permalink

    Pak adhi, saya ingin menanyakan, untuk aplikasi 2 radar tsb, bapak menggunakan pompa air jenis apa y? Apakah pompa air dangkal, atau cukup dengan pompa booster? Terimakasih..

    Reply
  • April 18, 2016 at 8:30 am
    Permalink

    Pompa biasa Om. Ga bisa kalau pakai booster pump karena setahu saya booster pump ada waterflow sensornya.

    Reply
  • April 22, 2016 at 11:05 pm
    Permalink

    Pak Adhi,
    Saya ada masalah pompa sebagai berikut:
    Dari tandon pendam dipompa ke profil tank atas dgn menggunakan radar WLC dan bekerja dengan baik.
    Baru setlah dari profil tank itu dialirkan ke seluruh rumah.
    Namun ada satu kran yang sumber airnya langsung berasal dari output pompa.
    Yang jadi masalah kran ini baru teraliri air ketika pompa menyala untuk mengisi profil tank.ketika mati kran juga tidak dialiri air.
    Mohon bantuan.terima kasih.

    Reply
  • April 26, 2016 at 12:23 am
    Permalink

    Pak Adhi,
    Saya ada masalah pompa sebagai berikut:
    Dari tandon pendam dipompa ke profil tank atas dgn menggunakan radar WLC dan bekerja dengan baik.
    Baru setlah dari profil tank itu dialirkan ke seluruh rumah.
    Namun ada satu kran yang sumber airnya langsung berasal dari output pompa.
    Yang jadi masalah kran ini baru teraliri air ketika pompa menyala untuk mengisi profil tank.ketika mati kran juga tidak dialiri air.
    Mohon bantuan.
    terima kasih.

    Reply
  • April 27, 2016 at 10:02 am
    Permalink

    Keran di output pompa jelas ngalir hanya kalau pompa nyala. Ga akan dapat air dari profil tank atas karena ujung pipa output pompa berada pada posisi di atas batas air profil tank. Bisa lihat gambar pipa saya di atas yang warna hitam.

    Reply
  • August 6, 2016 at 7:47 am
    Permalink

    Salam kenal pak Adhi,,,saya punya masalah nih drmh,,,saya baru saja pake toren ada 2 toren drmh pake pelampung juga di salah satu toren nya,,,switch on/off mesin air selalu on yg jd permasalahan knp mesin air setiap bbrp menit sekali sk menyala sendiri tp tdk ada yg pakai dan air di toren masih full akibatnya tagihan pam saya smp 500rb padahal sblm pake toren gak sampe 100rb,,,dan apabila tombol mesin air kami matikan tiba2 air di toren habis bis kosong padahal lagi2 gak ada yg pakai,,,mohon pencerahan nya pak Adhi makasih

    Reply
  • August 15, 2016 at 8:48 pm
    Permalink

    Pak Sy mau tanya mengenai radar yg berfungsi terbalik jika mengapung air keluar dan jika jika pelampung turun malah tidak nyala air nya itu kenapa ya pak? Mohon jawabannya makasih

    Reply
  • August 15, 2016 at 9:16 pm
    Permalink

    Radar biasanya punya 2 pasang terminal untuk menyambung kabel. Kalau fungsinya terbalik berarti pemasangan kabelnya keliru. Coba pasang kabel di kedua terminal lainnya.

    Reply
  • September 24, 2016 at 9:54 pm
    Permalink

    pak. klo bandulnya digoyangin, pompanya nyala. jadi pompa sering mati mendadak, pdhl toren blm penuh. digoyangin bandulnya, baru nyala lg pompanya. itu kenapa ya pak? apakah saya perlu ganti radar? mohon jawabannya. terima kasih

    Reply
  • September 26, 2016 at 9:16 am
    Permalink

    Bu Sonya, coba cek bandulnya harusnya terisi air penuh. Lalu cek juga siapa tahu per di modul radarnya sudah lemah/ kotor. Di rumah orang tua seringnya radar macet gara-gara jadi sarang semut.

    Reply
  • December 23, 2016 at 11:44 pm
    Permalink

    Pak Adhi, Selamat Natal dan Salam Damai.
    Saya baru pasang toren dengan radar yg posisinya di belakang rumah. Sedangkan mesin pompa air ada di depan rumah. Kemudian saya mau pasang 1 keran di dekat mesin pompa air tanpa melewati jalur instalasi dari outlet toren air. Saya mau cegat dari inlet yang mau masuk ke toren dengan stop keran.
    Bisakah itu pak dan bagaimana teknik instalasinya supaya sewaktu-waktu saya bisa buka keran yang di depan rumah secara mandiri?
    Trims atas bantuannya

    Reply
  • December 25, 2016 at 8:00 am
    Permalink

    Pak Anto, selamat Natal dan salam damai juga.

    Punya saya juga gitu. Dari toren bawah tanah, naik ditarik pompa, lalu outlet pompa saya cabang 2, keduanya pakai stop kran, yang satu naik ke toren, yang satu lagi ke keran biasa untuk pekerjaan yang perlu tekanan air lebih (cuci mobil, etc).

    Reply
  • December 27, 2016 at 9:27 pm
    Permalink

    Malam pa Adhi,sy mau tanya sy udh psang toren pk pelampung otomatis gk ad masalah buat isi penuh k toren,TPI masalah ny kran gk bisa d buka semua total gk keluar air Dr kran,semuany gk bisa gj keluar air kranny,knp y pa mohon bantuannya pa sy bingung gk ad yg ngerti SDH tny2 k org, makasih sblmny, moga pa Adhi membaca

    Reply
  • December 28, 2016 at 8:20 am
    Permalink

    Bu Minawati,

    Informasinya terlalu sedikit. Krannya dipasang di mana? Trus torennya setinggi apa? Pemasangan baru atau sudah lama?

    Reply
  • December 28, 2016 at 10:04 am
    Permalink

    Siang pa Adhi,maaf sy gk rinci y,kranny di psng d kmr mandi dan tmpt cuci piring kira2 Dr toren 6 meteran dan tinggi toren sy hanya 4 meter sy udh pke toren sthn, tpi berfungsinya air toren k kran hanya cuma sblnan bisa keluar airnya k kran.skrg2 sy pakai selang yg sy sambung pakai peralon yg ada d BWH toren utk ambil airnya, sy pakai sumur bor, makasih sblmny SDH mau bantuin masalah sya

    Reply
  • December 29, 2016 at 7:43 am
    Permalink

    Pagi pak.saya baru beli radar.sudah saya pasang.sudah pasang juga bandul atas dan bawah.tapi kok masih belum bisa mati otomatis ya pak.pasang bandulnya apa harus khusus pak.sblmnya terima kasih atas jwbannya

    Reply
  • January 3, 2017 at 10:50 am
    Permalink

    Pak Iyus, bandulnya sudah terisi penuh oleh air? Lalu sudah perhatikan terminal di radar ada 4 baut, yang satu untuk off yang satu lagi untuk on. Coba dites pakai terminal satunya lagi. Akan sangat lebih baik kalau dites dulu menggunakan tester.

    Reply
  • January 3, 2017 at 11:16 am
    Permalink

    Bu Minawati, kalau dari sumur bor, dan hanya nyala sebulanan, ada kemungkinan pipa instalasi mampet. Mungkin mesti dibersihkan dulu pipanya.

    Reply
  • February 14, 2017 at 5:57 am
    Permalink

    sy beli baru tp msh bingung instalasi listriknya. korslet mulu

    Reply
  • March 27, 2017 at 11:08 am
    Permalink

    Bermanfaat sekali baca dari atas sampai bawah pak adhi,…

    Reply
  • April 29, 2017 at 6:13 am
    Permalink

    Pak Adhi, minta tolong dong dijelaskan bagaimana skema pemasangan saklar bypass agar radar bisa di bypass. Toren rumah saya sudah dipasang radar. Namun saya ingin menghidupkan pompa air secara manual ketika bak penampungan yang di bawah terisi air penuh sampai tumpah. Mohon bantuannya. Terima kasih

    Reply
  • April 30, 2017 at 10:08 pm
    Permalink

    Untuk pembuatan bypass radar sangat mudah. Kabel ke radar kan ada 2 jalur. Nah, pasang sakelar secara paralel pada 2 jalur tersebut.

    Reply
  • May 1, 2017 at 4:12 pm
    Permalink

    Maksudnya saklar pararel itu pakai yang ganda pak? Atau bagaimana?
    Boleh minta tolong untuk diberikan gambar/sket skema pemasangan saklarnya atau tidak?
    Kalau boleh dan berkenan saya minta tolong dengan sangat dikirim ke email saya ifan_smg@yahoo.co.id
    Terima kasih banyak Pak Adhi.

    Reply
    • May 10, 2017 at 9:07 am
      Permalink

      Sudah saya email yah…

  • May 3, 2017 at 11:07 am
    Permalink

    Pak Adhi, tali pelampung bawaan sering putus ya krn tidak tahan air dan sinar matahari, ada saran pengganti tali itu yang lebih kuat ?

    terima kasih pak Adhi.

    Reply
    • May 10, 2017 at 9:07 am
      Permalink

      Senar.

  • July 9, 2017 at 8:50 pm
    Permalink

    kabel B2 ama B1 nyambung ya pa?
    *pengen pasang seperti ini, tapi bingung karna ga ngerti elektronik

    Reply
    • July 12, 2017 at 6:09 pm
      Permalink

      Kabel? B2 dan B1 itu menandakan posisi pelampung Pak.

  • July 31, 2017 at 11:39 am
    Permalink

    Pak Adhi….radar bisa terbakar atau meleleh, itu disebabkan kesalahan dalam pemasangan listriknya atau memang karna dr radarnya itu sendiri..trmksh

    Reply
    • July 31, 2017 at 12:36 pm
      Permalink

      Bisa diakibatkan banyak hal. Kalau kesalahan pemasangan biasanya dari baru pasang juga sudah bermasalah. Atau kemasukan serangga, di tempat ortu karena untuk atur pompa sumur, sering kemasukan semut, jadi saat on/off radar bisa terjadi percikan listrik karena kontaknya terganggu oleh semut. Bisa juga karena kualitas switch radarnya sendiri yang tidak tahan lama.

  • August 3, 2017 at 7:29 pm
    Permalink

    Nuhun pisan kang, artikel yang sangat bagus dan bermanfaat bagi orang awam seperti saya.

    Reply
  • September 8, 2017 at 11:26 am
    Permalink

    Pak, kalau air pam saya nyala dua hari gimana aplikasinya radar nya di gambar yg kedua ?

    Reply
    • September 12, 2017 at 6:02 am
      Permalink

      Nyala dua hari? Dua hari sekali? Pompa baru nyala kalau kondisi kondisi di atas terpenuhi. Itu saja sih. Kalau nyala dua hari sekali tapi bisa bikin penuh 2 tandon, ya pakai airnya irit aja Sehari setandon…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =