Begitu kata teman-teman dari industri enterprise storage sejak kemunculan terobosan baru di bidang flash drive a.k.a solid state drive/ SSD yang memungkinkan pembuatan harddisk SSD menjadi lebih mudah, lebih besar kapasitasnya, dengan harga lebih murah.

Jaman dulu, SSD per keping hanya sebesar 100GB, mungkin sampai 500GB dan itupun harganya sudah tak masuk di akal buat pengguna retail. Untuk pengguna korporasi, walau teknologi SSD mahal, tapi tak mungkin untuk diabaikan karena menawarkan kecepatan baca tulis yang cukup signifikan dibandingkan dengan harddisk biasa/ spindle/ piringan magnetik. Para engineer menggandakan kapasitas SSD dengan mencoba memecah satu sel silikon menjadi lebih banyak kamar (silakan baca soal SLC, MLC, TLC di Wiki), sampai akhirnya mereka mentok, kamarnya terlalu kecil untuk dibelah lagi, dengar-dengar saking kecilnya data bisa pindah ke kamar sebelah, yang hal tersebut tidak dapat ditolerir.

Entah siapa yang mulai duluan, saya tahunya Samsung, alih-alih membelah kamar menjadi lebih kecil, mereka mencoba perspektif baru, bikin kost-kostan bertingkat, dan muncul istilah baru: 3D V-NAND. Sepertinya cara ini lebih mudah dan biaya produksinya lebih murah. Terbukti untuk level enterprise storage satu keping SSD sekarang sudah mencapai kapasitas 15TB! Bahkan salah satu produsen telah sukses dengan 60TB per keping walau sepertinya belum tersedia di pasar.

Nah, buat kita para retailer, konsumen personal, apakah terkena imbasnya? Harusnya iya ya. Namun saya belum begitu merasakannya. Tahun lalu saat saya request notebook dari kantor, saya hanya dapat SSD Samsung Evo 850 250GB yang sudah menggunakan teknologi 3D V-NAND. Dan saat ini sudah terasa sesak. Sementara untuk upgrade ke kapasitas yang lebih besar sepertinya masih perlu biaya yang tak murah juga… So… tunggu tahun depan lagi?

The Year of Flash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − seven =