#WfH dan Settingan Outlook

Apa hubungannya? Gini. Kalau saya sering ke kantor, berarti network saya dekat dengan mail server yang berlokasi di kantor. Settingan Outlook saya pakai thin, yang berarti tidak ada cache mailbox di notebook. Harus selalu terhubung ke mail server untuk mengoperasikan Outlook. Nah posisi di rumah seperti sekarang ini memberikan efek yang berbeda buat saya: Outlooknya berasa lemot, update folder lama, fitur search jadi tidak reliable. Akhirnya saya harus melakukan beberapa perubahan:

Nyalakan Cached Exchange Mode. Dengan demikian, ada file .ost yang disimpan di harddisk notebook. Saya bisa baca email lama tanpa online, bisa search email secara lokal, lebih cepat tentunya.

Well, mailbox saya ternyata 6GB lebih, perlu waktu untuk mendownload seluruhnya. Saya pilih download semua, agar saya bisa leluasa melakukan Archive untuk email-email lama.

Nah, akan sangat tidak bijak untuk menyimpan data sepenting email di dalam satu file sebesar 6.6GB (gee I really miss Thunderbird). Hanya ada satu opsi: archive. Paling tidak filenya terbagi menjadi dua. Karena saat ini saya sedang mengurus proyek dengan timeline 5 tahun, ada baiknya jika archive saya pun bisa menyimpan selama itu. Mungkin perlu dipikirkan juga untuk backup ke cloud. Well another benefit melakukan archive, mailbox di server jadi lebih lega.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.